Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Problem Kompatibilitas Pemberian Terapi obat Secara Intravena Terhadap Pengetahuan Dan Praktik Tenaga Kesehatan Di salah satu Rumah Sakit Kotamobagu: Analysis of Compatibility Problems of Intravenous Drug Therapy Administration with the Knowledge and Practice of Health Workers in a Hospital at Kotamobagu Moh. Rasyid Kuna
Tinctura Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i1.6075

Abstract

Penggunaan obat secara intravena dapat mengakibatkan intoleransi, emboli, flebitis, infiltrasi dan ekstravasi jika persiapan, pencampuran dan pemberianya yang kurang tepat menyebabkan interaksi obat yang merugikan pasien, Ketidakcocokan terjadi ketika dua atau lebih obat digunakan melalui rute intravena yang sama atau dicampurkan dalam satu wadah yang sama sehingga menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kesadaran profesional kesehatan mengenai ketidakcocokan obat intravena dan frekuensi kejadiannya Metode penelitian dengan menggunakan kuesioner dan wawancara semi-terstruktur kepada Tenaga kesehatan. Hasil penelitian didapatkan adalah belum terdapat (LAF-BSC Laminar Air Flow- Biological Safety Cabinet) pada tititk ruangan yang terpisah, terhindar dari lalu lalang petugas, tidak dilakukan penilaian rutin terhadap kontaminasi mikroba dengan persentase 62,5% diruang NICU, literatur bahan aktif mengenai larutan pembawa, jenis pelarut, stabilitas, inkompatibilitas, interaksi obat dan waktu kadaluarsa sebesar 225%, pemeriksaan suhu tidak dilakukan secara berkala oleh petugas diruangan persentase sebesar 44%. Kesimpulan penggunaan teknik aseptik pada pencampuran sediaan steril masih kurang dengan memperhatikan kondisi ruangan. Fasilitas dan penyimpanan NICU sudah lengkap, namun terdapat beberapa kekurangan, antara lain: Penggunaan APD, ruang masih kurang diperiksa secara berkala untuk mengetahui adanya kontaminasi mikroba, kurangnya perolehan dan pemeliharaan literatur terkini tentang larutan pembawa, jenis pelarut dan bahan aktif mengenai stabilitas, ketidaktercampuran, interaksi dan tanggal kadaluarsa, dan kurangnya termometer yang dikalibrasi.
Edukasi Penggunaan Antibiotik Yang Tepat Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pada Masyarakat kuna, rasyid; Begum, Nanda Sayyida; Mokoginta, Tantri Wulandari; Sugeha, Amanda Pratiwi; Tangahu, Putri Isauraamabel; Pontoan, Mifta Putri S.; Potabuga, Adinda S.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih sering dijumpai di masyarakat kecamatan lolayan, yang dipicuh oleh rendahnya pengetahuan mengenai fungsi, aturan pakai, serta bahaya resistensi antibiotic. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi dan leaflet, pengisian pre-test serta post-test, dan sesi diskusi interaktif. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil pre-test menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang 75% atau sebanyak 30 orang, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 92,5% atau sebanyak 37 orang, peserta berada pada kategori baik. Kesimpulan dari pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional dan bahaya resistensi akibat penggunaan yang tidak tepat. Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan serta pemerintah desa sangat diperlukan untuk mempertahankan perubahan perilaku posistif ini
Edukasi Kebiasaan Hidup Sehat Melalui Kebersihan Tangan dan Sikat Gigi pada Anak-Anak di Desa Matali Baru Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Dimkatni, Ni Wayan; Hasan, Wana Fadila; Lantong, Qendy Aulia; Sibua, Siska; Kuna, Moh Rasyid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.900

Abstract

Program edukasi kebiasaan hidup sehat melalui kebersihan tangan adalah program yang dilakukan pada saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Graha  Medika di Desa  Matali Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow . Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak di Desa Matali Baru untuk meningkatkan kebiasaan hidup sehat dengan mencuci tangan dan menyikat gigi dengan baik. Kegiatan ini berupa Penyuluhan tentang langkah-langkah mencuci tangan dan menyikat gigi dengan bernar serta manfaat melakukanya. Kegiatan pengabdian ini didukung oleh masyarakat, dan Pemerintah. kegiatan ini hanya dilaksanakan dalam 1 hari namun hal ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi siswa untuk rutin menerapkan Perilaku Hidup  Sehat dengan kebiasaan mencuci tangan. 
Aksi Donor Darah Sekaligus Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis Dilingkungan Institut Kesehatan Dan Teknologi Graha Medika Kuna, Moh. Rasyid; Mappa, Moh. Rivaldi; Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.1038

Abstract

Dalam rangka memperingati Milad ke-1 Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu (IKTGM) menyelenggarakan 2 kegiatan yakni donor darah sekaligus pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah donor darah, Donor Darah merupakan proses pengambilan darah dalam jumlah tertentu dari seorang pendonor, darah yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk transfusi darah bagi yang membutuhkan. terdapat banyak manfaat yang akan diperoleh oleh pendonor bila rutin mendonorkan darahnya, kegiatan kedua pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hal ini dilakukan karena Prevalensi (PTM) Penyakit tidak menular terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko PTM di indonesia antara lain adalah hipertensi, obesitas dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya PTM menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Tujuan dari kegiatan ini untuk Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian semua dosen dan mahasiswa dilingkungan kampus Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu dalam kegiatan sosial donor darah dan Meningkatkan kesadaran memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin sehingga dapat mengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Edukasi Pengolahan Bahan Alam Sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional Di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow Gonibala, Alfiana P.; Mappa, Moh. Rivaldi; Kuna, Moh. Rasyid
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.1059

Abstract

Indonesia memiliki prospek yang baik dalam pengembangan agroindustri tumbuhan obat dimana lebih dari 9,609 spesies tumbuhan Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat. Tumbuh-tumbuhan telah menjadi sumber penting sebagai pengobatan sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Tujuan diadakan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tengan bahan alam sebagai alternatif pengobatan tradisional serta pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanan di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow, Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan 2 tahap yaitu tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah Obat tradisionaladalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat. Jenis sediaan tradisional yang dapat dibuat dari tanaman antara lain The (species), Dekok (decoctum), infusa (rebusan), jus (succus), sirup (sirupus) dan tingtur (tinctura).Bagian tanaman yang dapat digunakan rimpang, batang, daun, bungan dan buah. Ramuan menggunakan takaran tradisional, masih digunakan misalnya sejari (kurang lebih 8 cm), sejengkal (panjang 18 cm), segengganm (berat basah 80 gram), helai, biji, sendok makan (15 mL), sendok teh (5 mL), segelas (200 mL), cangkir (180 mL) dan tetes.
Kesesuaian Biaya Riil Terhadap Tarif INA-CBG’S Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap di RSUD Kota Kotamobagu Tahun 2024 Nanda Sayyida Begum; Windi Astuti; Moh. Rasyid Kuna
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1559

Abstract

Background: The high prevalence of diabetes mellitus and its associated complication risks potentially increase the financial burden of healthcare. Therefore, evaluating the alignment between actual care costs and INA-CBG's rates is necessary to support the sustainability of the National Health Insurance (JKN) financing system. Objective: This study aimed to analyze the alignment between actual care costs and INA-CBG's rates for inpatient diabetes mellitus patients and to identify factors influencing any discrepancy at RSUD Kota Kotamobagu. Methods: This was an observational study with a cross-sectional design and a retrospective approach. A sample of 83 patients was selected using simple random sampling from the population of JKN-insured inpatients with diabetes mellitus from January to December 2024. Data were analyzed using a paired t-test to compare actual costs with INA-CBG's rates, and multiple linear regression to identify factors affecting the cost difference. Results: The mean actual care costs for class I, II, and III were IDR 6,882,567, IDR 5,282,412, and IDR 5,224,188, respectively. All treatment classes showed negative differences (actual costs higher than INA-CBG's rates), but a statistically significant difference was found only in class III (p = 0.000). Regression analysis revealed that length of stay (LOS) was the only factor significantly influencing the cost difference (p = 0.002; coefficient B = 1,250,000), while age, comorbidities, and class of care showed no significant effect (p > 0.05). Conclusion: There is a significant discrepancy between actual costs and INA-CBG's rates in class III care, with length of stay as the main determining factor. Hospitals should consider adjustments in inpatient management and tariff evaluation, particularly for cases with longer LOS.
Article review: Cost effectiveness analysis of antihypertensive amlodipine compared to captopril in health care facilities Windi Astuti; Moh. Rasyid Kuna; Nanda Sayyida Begum; Nur Wahyu Nadila Ginoga; Muhammad Anugrah Sugeha
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i2.6095

Abstract

Hypertension, also known as high blood pressure, is a disease characterized by an increase in systolic blood pressure exceeding 140 mmHg and diastolic blood pressure exceeding 90 mmHg, in several measurements with a time of five minutes and with sufficient rest.  The purpose of this study is to determine the cost effectiveness of hypertension therapy by using a comparison of amlodipine and captopril drug therapy in health service facilities. The method chosen was a literature study taken from journals and the results of previous research from various references related to the cost-effectiveness of antihypertensive therapy. Based on several journal literature or scientific publications that have been researched regarding the cost-effectiveness of amlodipine antihypertensive therapy compared to captopril, the results show that amlodipine has a higher effectiveness compared to captopril based on ACER and ICER values from several previous studies. Based on 10 literatures that have been analyzed, 7 literatures state that amlodipine antihypertensive is more Cost-Effective compared to captopril antihypertensive.
Co-Authors A Kaligis, Virgita Christania Alya Afrilia Gobel Alyavayza Putri Monoarfa Amir, Fitri Arinti, Muh Ibnu Fatir Ayu S Bella Azis, Moh Faizal Begum, Nanda Sayyida Besse Rismayani Bia, Sri Aldas Damopilii, Yuyun Darise, Fitriani Dede H Gobel Della A Mursali Dilly, Alya N. Fara D Makalalag Fira W Supu Gaib, Coco Giovani Gomba, Fadila Gonibala, Alfiana P. Gonibala, Meita F. Hadi, Nazwa Cahaya Hafsia K.N Mokodompit Hairil Akbar Hasan, Wana Fadila Helkim Sarino Laode Manika Kaseger, Henny Lakana, Moh. Fahril Lantong, Qendy Aulia Maleteng, Salva S. Mamonto, )Mutiara Mamonto, Martia Mamonto, Pratiwi Mamonto, Risnaldi Manopo, Virayanti Matulu, Perwistin Mega Ananda Midu, Tria Magfirah Moh. Rivaldi Mappa Mokoagow, Anggi Mokoagow, Angi Mokodompit, Putra Mokodongan, Meylani Mokodongan, Meylanni Mokoginta, Tantri Wulandari Muhammad Anugrah Sugeha Nanda Sayyida Begum Nanda Sayyida Begum Ni Wayan Dimkatni Ningsih, Suci Rahayu Novitasari, Dalia Nur Wahyu Nadila Ginoga Olganita Manika Pobela, Tarisya Pontoan, Mifta Putri S. Potabuga, Adinda S. Rahmawati, Ismi Rahmawaty Hasan Ramena, Tiara Fitra Putri Ratundulage, Sandra S Runtukahu, Rissa Sukmawati Sabunge, Sity Nurhaliza Sandala, Deswinta M.P Sherly Tulengkey Sibua, Siska N. Sibua, Siska Novia Siti Asiyah Ismail Sugeha, Amanda P Sugeha, Amanda Pratiwi Talamati, Bambang H. Tangahu, Putri Isauraamabel Tanggala, Farha Tarisya Pobela Toli, Asi Cia Tiara Tumembow, Marvi J. widya astuti Windi Astuti Windi Astuti Windi Astuti Windi Astuti wullur, anastasya Yusuf, Karina Zulkifli Zulkifli