Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Manggis Sebagai Ramuan Herbal Kesehatan Serta Sebagai Penanganan Limbah Kulit Manggis Di Desa Komangaan Kuna, Moh. Rasyid; Astuti, Windi; Gonibala, Alfiana P; Talamati, Bambang H.; Pobela, Tarisya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3119

Abstract

Kulit mangis mempunyai manfaat yang sangat besar. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui manfaat-manfaat dari kulit manggis tersebut dan bagaimana cara mengolahnya agar dapat dikonsumsi sebagai ramuan herbal kesehatan. Biasanya kulit buah manggis hanya terbuang menjadi sampah di pingiiran rumah. Selain pemandangan yang kotor juga dampak yang lainnya bagi kesehatan lingkungan. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini kami melakukan sosialisasi pengolahan kulit manggis menjadi ramuan herbal kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Komangaan Kabupaten Bolaang Mongondow Kegiatan berupa sosialisasi manfaatan dan proses pengolahan dari kulit manggis. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, tanya jawab, diskusi, penugasan serta praktik langsung pembuatan minuman ramuan herbal tradisional untuk kesehatan berbasis kulit buah manggis. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat menambah pemahaman masyarakat tentang pentingnya minuman herbal tradisonal dari kulit buah manggis serta menambah kemampuan warga dalam pembuatan minuman alternatif yang menyehatkan Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik, serta menunjukkan bahwa peserta sangat puas dengan kegiatan yang dilaksanakan.
Penyuluhan Mengenai Dampak Menghirup Lem Ehabond Pada Ramaja Di SMP 8 Kopandakan Kotamobagu Kuna, Moh. Rasyid; Gonibala, Alfiana P.; Mokodompit, Hafsia Khairunnisa; Dimkatni, Ni Wayan; Sugeha, Amanda P; Gonibala, Meita F.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6276

Abstract

Maraknya penyalahgunaan pengggunaan lem bermerek ehabond di kalangan pelajar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pencegahan di kalangan siswa. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun tantangan tetap besar. Siswa dihadapkan pada realitas bahwa penyalahgunaan lem ehabond dapat mengancam masa depan mereka juga  menjangkau  aspek  mental dan social, Ajakan dari teman-teman atau tekanan kelompok dapat  mempengaruhi keputusan siswa, terutama di usia remaja. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dampak dari penggunaan lem ehabond. Metode penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk sesi interaktif, ceramah dan tanya jawab, dan materi penyuluhan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan para pelajar. Adapun tahap dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan meliputi tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2025 dengan sasaran kegiatan adalah pelajar SMP Negeri 8 Kopandakan, Kotamobagu Selatan. Hasil Setelah dilakukan penyuluhan Lem Ehabond sangat meningkat, dari 5% responden dengan pengetahuan baik menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Lem Ehabond membantu pelajar untuk mengenali dan menghindari situasi berisiko yang dapat mengarah pada penyalahgunaan menghirup Lem Ehabond. Kesimpulan menunjukkan hasil yang positif. Pengawasan dan edukasi tentang bahaya menghirup Lem Ehabond di sekolah ini telah berjalan dengan baik, tetapi tetap diperlukan edukasi tambahan untuk memperluas pemahaman siswa mengenai bahaya Menghirup Lem Ehabond. Dengan demikian, diharapkan pemahaman yang lebih mendalam ini dapat mencegah siswa mencoba menggunakan Lem Ehabond.
Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai Upaya Preventif terhadap Penyakit Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar SDN 10 Bintauna Rismayani, Besse; Akbar, Hairil; Kaseger, Henny; Astuti, Widya; Kuna, Moh Rasyid; Mokoagow, Angi; Mokodongan, Meylanni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.693

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai upaya preventif terhadap penyakit kecacingan di SDN 10 Bintauna. Penyakit kecacingan masih sering ditemukan pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta kurangnya fasilitas sanitasi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan tanya jawab yang melibatkan siswa dan guru. Materi mencakup pengertian CTPS, waktu-waktu penting mencuci tangan, dampak buruk dari tidak mencuci tangan, serta langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan dan lingkungan sekolah. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, serta mampu mempraktikkan langkah CTPS dengan benar. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan pihak sekolah, antusiasme peserta, serta kerja sama tim pelaksana dan guru. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan di lingkungan sekolah dasar.
Edukasi dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga untuk Memberdayakan Kesehatan Keluarga Kuna, Moh Rasyid; Yusuf, Karina; Tanggala, Farha; Mamonto, Pratiwi; Azis, Moh Faizal; Mamonto, Risnaldi; Runtukahu, Rissa Sukmawati; Arinti, Muh Ibnu Fatir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.808

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, dengan tujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Rendahnya pengetahuan masyarakat dalam menentukan bahan baku, prosedur pengolahan, serta dosis penggunaan tanaman herbal sering menyebabkan kesalahan pemanfaatan, sehingga diperlukan pendampingan yang tepat. Kegiatan ini diawali dengan observasi lapangan, dilanjutkan sosialisasi mengenai jenis dan manfaat TOGA, serta diakhiri dengan aksi penanaman bersama di pekarangan rumah maupun lahan desa. Jenis tanaman yang ditanam meliputi jahe, kunyit, serai, kemangi, lidah buaya, pandan, dan kumis kucing. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat meningkat, ditandai dengan kemampuan warga dalam mengenali tanaman beserta fungsinya serta komitmen untuk merawat kebun TOGA sebagai sumber obat sederhana sehari-hari. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga tanpa ketergantungan berlebih pada obat sintetis, sekaligus mendorong pelestarian tanaman obat lokal