Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Aplikasi Eco Enzyme Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Ismadi, Ismadi; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Nasution, Wahyu Isnanda; Handayani, Turi; Nazaruddin, M.; Br Sitepu, Cindy Cahyani
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20676

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran prioritas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebaliknya peningkatan produksi bawang merah tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan pupuk organik eco enzyme yang banyak mengandung unsur hara penting bagi kesuburan tanah dan biochar sekam padi sebagai bahan amelioran yang dapat memperbaiki karakteristik tanah. Penelitian ini menggunakan bawang merah varietas Sanren dengan susunan rancangan acak kelompok  menggunakan 2 faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian eco enzyme yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0: anpa pemberian eco enzyme, E1:pemberian 10 ml/l eco enzyme, dan E2 : pemberian 20 ml/l eco enzyme. Faktor kedua yaitu konsentrasi biochar dengan 3 dosis yaitu B0:tanpa pemberian biochar, B1:pemberian 15 ton/ha biochar, dan B2:pemberian 20 ton/ha biochar. Beberapa variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi per rumpun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi eco enzyme berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun serta hasil berat kering umbi per rumpun. Aplikasi biochar berpengaruh pada hasil diameter umbi per rumpun, jumlah umbi, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Aplikasi eco enzyme dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Pelatihan Kemandirian Pangan pada Perempuan Aceh Berbasis Kearifan Lokal Guna Menjaga Tradisi dan Penguatan Ekonomi di Desa Dayah Aron Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Wirda, Zurahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 10 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i10.86

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan lokal dan tradisional menjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Dayah Aron, Aceh, dengan fokus pada pelatihan pembuatan jagung teukeurabe, yaitu makanan ringan tradisional Aceh yang dibuat dari campuran jagung muda parut dan kelapa parut, lalu dikukus atau dimasak dengan cara sederhana. Pelatihan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi kuliner lokal serta menciptakan peluang ekonomi keluarga. Melalui pendekatan partisipatif, peserta dilatih mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, penyesuaian rasa, hingga penyajian dan pengemasan sederhana. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan lahirnya produk Kanji Jagong siap saji yang dapat dipasarkan di lingkungan sekitar maupun secara daring. Kegiatan ini membuktikan bahwa satu jenis olahan tradisional dapat menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi berbasis rumah tangga
APLIKASI ECO-ENZYME DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Sitepu, Cindy Cahyani Br; Ismadi; Nasution, Wahyu Isnanda; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Handayani, Turi
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (2) Juni 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i2.13412

Abstract

The increase in shallot production is not followed by an increase in productivity. In this regard, productivity needs to be increased through fertilization using eco enzyme organic fertilizer and biochar which contain many important nutrients for soil fertility. This research used a Randomized Block Design (RBD) arranged factorially and had three replications. The first factor was the addition of Eco enzyme consisting of 3 levels, namely E0 = without addition of eco-enzyme, E1 = addition of 10 ml/l eco-enzyme, and E2 = addition of 20 ml/l eco-enzyme. The second factor was the concentration of biochar with 3 doses, namely B0 = without addition of biochar, B1 = addition of 15 tons/ha biochar, and B2 = addition of 20 tons/ha biochar. Some of the variables observed were plant height, number of leaves, diameter of tubers per cluster, number of tubers per cluster, wet weight of tubers, and dry weight of tubers. The results showed that the application of eco-enzyme affected the growth parameters of plant height and number of leaves as well as the results of dry weight of tubers per clump. The application of biochar affected the observation parameters of tuber diameter per clump, number of tubers, wet weight of tubers, and dry weight of tubers. The combination of eco-enzyme and rice husk biochar treatments has not shown a significant interaction effect on the growth and yield of shallots.Keywords: Shallots, Eco-enzyme, Biochar, Rice husk
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat Pemberian Pupuk NPK dan Biochar Sekam Padi Susilo, Dimas; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Nazirah, Laila; Ramadhani, Almuna; Fadhliani, Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan perkembangan industri pakan dan makanan di Indonesia, namun produksi kacang tanah cenderung belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kacang tanah akibat penggunaan pupuk NPK dan biochar sekam padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0: tanpa pemberian pupuk NPK, N1: pemberian 20 g/plot pupuk NPK, N2: pemberian 30 g/plot pupuk NPK dan N3: pemberian 40 g/plot pupuk NPK. Faktor kedua yaitu Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 dosis yaitu B0: tanpa pemberian biochar, B1: pemberian 1 kg/plot biochar, dan B2: pemberian 2 kg/plot biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada pupuk NPK dengan dosis 40 g/plot (N3) yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan produksi ton/ha. Kemudian perlakuan biochar sekam padi terbaik terdapat pada B2 dengan dosis 2 kg/plot yang memberikan respon terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah biji pertanaman, jumlah polong per tanaman dan produksi (ton/ha). Pemberian pupuk NPK dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
EFEKTIVITAS MIKORIZA CAMPURAN (GLOMUS MOSSEAE DAN GIGASPORA SP.) PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) Ramadhani, Almuna; Zuliati, Syafruddin Septiarini; Zuliati, Septiarini; Fadila, Nanda; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Humaira, Mira
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4855

Abstract

Abstract: Chili is one of the priority horticultural commodities developed because it has high economic value. However, on the other hand, increased chili production is not followed by increased productivity. Productivity can be increased through the use of mycorrhizal biofertilizers that utilize living organisms to improve soil fertility and several chili varieties that play an important role in determining productivity. The design used in this study was a factorial randomized block design with three replications. The first treatment tested consisted of 4 levels, namely: (M0) 0 g per plant (control), (M1) 5 per plant, (M2) 10 per plant and (M3) 15 per plant, the second treatment was: varieties PM-999 (V1), Lado F1 (V2) and CTH-01 (V3). The parameters observed consisted of fresh weight per plant, dry weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fresh weight of roots per plant, dry weight of roots per plant and mycorrhizal root infection. The results showed that the mycorrhizal dose treatment significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant, fresh root weight and dry root weight per plant. The best treatment was the administration of a mycorrhizal dose (M2) of 10 g per plant which generally increased mycorrhizal root infection and resulted in better chili plant production. The treatment of several chili plant varieties significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant and the number of fruits per plant. The CTH-01 variety was the best variety, seen from the parameters of chili plant production. The combination of mycorrhizal dose treatment and several varieties did not show a significant interaction effect on chili production.Keywords: Mixed Mycorrhiza, Biofertilizer, Varieties, Chili Abstrak: Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, peningkatan produksi cabai tidak selalu diikuti oleh kenaikan produktivitas. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mengandalkan organisme hidup untuk memperbaiki kesuburan tanah, serta pemilihan varietas cabai yang berperan penting dalam menentukan hasil produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama terdiri atas empat taraf dosis mikoriza, yaitu (M0) 0 g per tanaman (kontrol), (M1) 5 g per tanaman, (M2) 10 g per tanaman, dan (M3) 15 g per tanaman. Perlakuan kedua berupa tiga varietas cabai: PM-999 (V1), Lado F1 (V2), dan CTH-01 (V3). Parameter yang diamati meliputi berat segar per tanaman, berat kering per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar akar, berat kering akar, dan tingkat infeksi akar mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, berat kering tanaman, serta berat segar dan kering akar. Dosis 10 g per tanaman (M2) merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan infeksi akar mikoriza dan menghasilkan pertumbuhan serta produksi cabai yang lebih optimal. Perlakuan varietas juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap berat segar, berat kering, dan jumlah buah per tanaman, di mana varietas CTH-01 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi. Sementara itu, kombinasi antara dosis mikoriza dan varietas cabai belum menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap produksi tanaman cabai.Kata kunci: mikoriza campuran, pupuk hayati, varietas, cabai
PENGEMBANGAN PERTANIAN URBAN BERBASIS HIDROPONIK VERTIKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DUSUN CALOK GIRI Zuliati, Septiarini; Nasution, Wahyu Isnanda; Fatwa, Islami; Ramadhani, Almuna; Fadieny, Nurul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Mahlil, Mahlil; Farhan, Farhan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5415

Abstract

Abstract: The limitation of agricultural land in urban areas causes people to find it difficult to carry out conventional cultivation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the people of Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, North Aceh District, in applying hydroponic verticulture technology as a solution for narrow land farming. The implementation method consists of stages of preparation, implementation, as well as assistance and evaluation which include counseling activities, training, installation making, technical assistance, and participatory evaluation. The community was directly involved starting from system assembly to plant maintenance. The results of the activity showed an increase in the residents' ability to manage hydroponic installations independently, with good plant growth and the harvest used for consumption and sold in the surrounding area. This activity encourages land efficiency, increases environmental awareness, and opens economic opportunities through sustainable urban agriculture. This program succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in utilizing narrow yard land productively. In general, it shows that hydroponic verticulture technology is easy to apply and able to produce quality fresh vegetables for household consumption or sold as an additional source of income. Keywords: HR, Excellence, Learning, Independent, Literacy  Abstrak: Keterbatasan lahan pertanian di wilayah urban menyebabkan masyarakat sulit melakukan budidaya secara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, Kabupaten Aceh Utara, dalam menerapkan teknologi vertikultur hidroponik sebagai solusi pertanian lahan sempit. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, serta pendampingan dan evaluasi yang terdiri meliputi kegiata penyuluhan, pelatihan, pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi partisipatif. Masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perakitan sistem hingga perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola instalasi hidroponik secara mandiri, dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi serta dijual di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong efisiensi lahan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban yang berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sempit secara produktif. Secara umum menunjukkan bahwa teknologi vertikultur hidroponik mudah diterapkan dan mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual sebagai sumber tambahan ekonomi.Kata Kunci: Vertikultur, Perkotaan, Sayuran, Ketahanan Pangan
Model Prediksi Produksi Pertanian Berbasis Machine Learning dan Data Lapangan Khaidir, Khaidir; Fadhliani, Fadhliani; Wirda, Zurrahmi; Ramadhani, Almuna
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 2 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/.v9i2.26015

Abstract

Ketidakpastian produksi pertanian merupakan tantangan krusial yang memengaruhi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi produksi pertanian berbasis machine learning menggunakan data lapangan yang komprehensif. Data dikumpulkan dari lahan pertanian di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara selama tiga musim tanam, mencakup parameter tanah, iklim mikro, praktik budidaya, dan hasil panen aktual, dengan total 432 observasi. Empat algoritma machine learning dibandingkan, yaitu Random Forest, Support Vector Regression, XGBoost, dan Artificial Neural Network. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XGBoost memberikan performa terbaik dengan nilai R² sebesar 0,89 dan RMSE 0,52 ton/ha pada dataset pengujian. Validasi lapangan pada musim tanam berikutnya mengonfirmasi kemampuan generalisasi model dengan RMSE 0,61 ton/ha. Analisis interpretabilitas model mengidentifikasi dosis pupuk nitrogen, kandungan C-organik tanah, dan curah hujan sebagai faktor paling berpengaruh terhadap produksi, dengan hubungan non-linear yang menunjukkan ambang optimal curah hujan pada kisaran 1.800–2.200 mm per musim tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi machine learning dan data lapangan mampu menghasilkan prediksi produksi yang akurat dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam sistem pertanian Indonesia.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK LADA (Piper Nigrum L.) Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Akmal, Ajmir; Baihaqi, Baihaqi; Ramadhani, Almuna; Humaira, Mira; Nasution, Wahyu Isnanda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4858

Abstract

Abstract: This study was conducted to compare the growth of pepper cuttings following the application of liquid organic fertilizer (POC) through the soil and leaves. The study took place at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, from May to August 2024, using a factorial Randomized Block Design (RAK). The results showed that the application technique and concentration of POC significantly affected shoot length and number of leaves in the early growth phase, but did not affect several other parameters such as the age of shoot emergence and root length. The best treatment was at a concentration of 4.5 ml/L.Keywords: Pepper, liquid, organic, cuttingsAbstrak: Penelitian dilakukan untuk menguji efektivitas pupuk organik cair NASA terhadap pertumbuhan stek tanaman lada. Penelitian berlangsung di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari Mei hingga Agustus 2024 dengan metode penelitian aplikasi POC NASA di tanah dan daun dengan 4 taraf yaitu: 0; 1,5; 3; 4,5 ml/L. Penelotian menggunakan RAK faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik dan konsentrasi POC NASA berpengaruh signifikan terhadap panjang tunas dan jumlah daun pada fase awal pertumbuhan, tetapi tidak memengaruhi beberapa parameter lain seperti umur muncul tunas dan panjang akar. Konsentrasi POC NASA 4,5 ml/L menunjukkan hasil lebih baik di beberapa parameter pengamatan.Kata kunci: Lada, cair, organik, stek
KAJIAN PENGGUNAAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Nanda Fadila; Hayati, Rita; Ramadhani, Almuna
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.15574

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the viability and vigor of tomato seeds (Solanum lycopersicum L.). The research was motivated by the importance of high-quality seeds as the foundation of tomato cultivation. Seed viability and vigor determine uniformity, growth rate, and seedling tolerance under changing environmental conditions. The experiment was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, using two tomato varieties (Karina and Grand Sakina F1) and eight rhizobacterial isolates (Azotobacter sp., Necercia sp., Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium,Pseudomonas diminuta, Flavobacterium sp., Bacillus polymixa, and Bacillus stearothermophillus). A factorial completely randomized design (2×9) with three replications was applied. Results indicated that the Karina variety exhibited higher seed viability and vigor compared to Grand Sakina F1. PGPR treatments did not significantly affect viability; however, some isolates such as Necercia sp. and Bacillus stearothermophillus tended to improve vigor, particularly in vigor index, uniformity, and relative growth rate. Conversely, Flavobacterium sp. showed relatively lower vigor values. These findings highlight the importance of selecting superior varieties and suitable PGPR isolates to enhance the physiological quality of tomato seeds in a sustainable manner.