Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ADOPSI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (KASUS PETANI SAYURAN DAN BUAH DESA NEGLASARI, DRAMAGA, BOGOR) Euriga, Epsi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 25 No. 1 (2018): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v25i1.108

Abstract

Sustainable Agriculture System (SAS) is an innovative technology that could overcome the problems related to environmental sustainability. Farmers in Neglasari village, Dramaga has not entirely adopted the SAS innovation including integrated pest management, balanced fertilization, crop rotation, and tillage as recommended. This study aims to: (1) To analyse factors that influencing farmer perception toward SAS implementation. (2) To analyse the factors that influencing farmer attitude toward SPB. (3) Analyse the factors that influencing SAS adoption. The research conducted with survey method that involved 31 fruit and vegetable farmers. The results showed that age had significantly negative effect toward perception. Information from the extension and the type of participation had significantly positive effect toward perception. Type of participation had significantly positively effect toward the attitudes of farmers towards sustainable agriculture systems. Age and perceptions of sustainable farming systems had significantly positive effect toward the adoption of sustainable farming systems, while the extension information and the type of participation had significantly negative effect on the adoption of sustainable farming systems.
Peran P4S Amulat Terhadap Perubahan Perilaku Petani Pada Usahatani Komoditas Kedelai di Kalurahan Bleberan, Gunungkidul Widyarini, Darana; Euriga, Epsi
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i3.954

Abstract

Amulat Agricultural and Rural Self-Help Training Center (P4S) is a farmer institution based on self-help located in Bleberan Village, Kapanewon Playen, Gunungkidul Regency, with soybean (Glycine max L.Mer) as the leading commodity. However, the majority of farmers pay less attention to their farms, due to various limitations. This study aims to determine how the role of P4S Amulat as a farmer institution based on self-help training on farmer behavior on soybean commodity farming. This research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is narrative data analysis, with descriptive writing method. The results showed that P4S Amulat has a role as a motivator, provider of facilities and infrastructure, consultant, business network, training and apprenticeship. The role of P4S Amulat is influential in changing the behavior of farmers in Bleberan Village. Changes in farmer behavior can be seen from the aspects of knowledge, attitudes, and skills possessed by farmers. Changes in farmer behavior have had a positive impact on soybean farming activities, with increased community welfare in Bleberan Village.
Utilization of Vegetable Waste to Produce Local Microorganisms by Gapoktan Patri in Selopamioro Village, Bantul Meyzita, Chania; Euriga, Epsi; Fauziah, Nicky Oktav
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.682

Abstract

This study aims to examine the implementation and evaluation of an agricultural extension program based on the utilization of vegetable waste to produce local microorganisms by the Farmers Group Association (Gapoktan Patri) in Selopamioro Village, Bantul. The research was conducted through an extension activity using lecture and demonstration methods, targeting 20 Patri Farmers Group Association (Gapoktan) members. The analysis showed that the extension program improved farmers’ knowledge, attitudes, and skills, as measured by pre-test and post-test questionnaires. Knowledge increased by 6%, attitudes by 3.14%, and skills by 67.5%. Furthermore, the evaluation of the extension program revealed that its effectiveness was 6% for knowledge (less effective), 3% for attitudes (less effective), and 67% for skills (effective). Meanwhile, the effectiveness of behavior change was 24% for knowledge (less effective), 21% for attitudes (less effective), and 89% for skills (effective). Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 4: Quality EducationSDG 13: Climate Action
Pendampingan Kelompok Tani Kawasan Perkotaan Berbasis PAR dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah Organik Yasmin Siti Sara Azami; Siti Nurlaela; Epsi Euriga
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1034

Abstract

Minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menyebabkan rendahnya efektivitas sistem pengolahan sampah di perkotaan. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan tahapan perencanaan, implementasi, refleksi dan evaluasi yang melibatkan kelompok tani di kawasan perkotaan. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada edukasi individu, program ini menerapkan metode PAR yang melibatkan komunitas tani secara langsung dalam pengelolaan sampah organik berbasis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan dilakukan dengan 1) membentuk Kelompok Tani Kawasan Perkotaan 2) membentuk komunitas pemberdayaan masyarakat, 3) melakukan pendampingan kelompok, 4) melakukan pengelolaan sampah organik, 5) edukasi pengelolaan sampah organik dan 6) sosialisasi kegiatan tukar sampah berhadiah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan 5 rancangan aksi yang dilaksanakan secara partisipatif oleh partisipan. Tahapan ketiga yaitu tahap observasi sebagai tanggapan kritis partisipan terhadap berjalannya rangkaian aksi dalam kegiatan pengelolaan sampah organik. Tahapan terakhir yaitu tahap refleksi, upaya merumuskan aksi perbaikan dari hasil observasi kegiatan yang dapat diterapkan pada siklus pendampingan ke-2. Edukasi juga dilakukan untuk membantu memastikan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah meningkat sebesar 40% dan efektivitas pengolahan sampah organik meningkat dari 50% menjadi 85%, sebagaimana hasil evaluasi pre-test dan post-test. Dengan begitu, metode PAR terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik, sehingga dapat diadaptasi untuk diterapkan di wilayah lain terutama pada komunitas terintegrasi dengan integrasi RTH Perkotaan.
INTERNALISASI ELEMEN AGROEKOLOGI PADA PENDAMPINGAN BUDIDAYA PISANG AMBON KERJASAMA IZI YOGYAKARTA, POLBANGTAN YOGYAKARTA MAGELANG, DAN BPP SENTOLO) Euriga, Epsi; Sutarto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The agroecological approach can reduce the negative impacts of agricultural cultivation on the environment, economy, and society. This study aims to determine the internalization of ten (10) agroecological elements, obstacles, and potential improvements in mentoring the Ambon Banana Farmers Group in collaboration with IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, and BPP Sentolo. The study was conducted in Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, and Kulonprogo. The study conducted in-depth interviews and focused group discussions with 17 informants—data analysis used by triangulating data. The results of this study are expected to provide input for agricultural empowerment or mentoring in the future. The application of agroecology is in the medium category, with a score of 2.72 in the FAO Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019, with the lowest score in the recycling element (score 1) (renewable technology) and the highest in responsible governance (score 4). The obstacles faced in mentoring Ambon banana cultivation include irrigation, climate, disease, funding, soil processing tools, and cultivation time. The proposed potential improvements include the creation of drilled wells (irrigation), soil processing tools, smart farming design, assistance, plant disease control, additional livestock, funding, maximizing resource potential, and improving sanitation. Keywords: agroecology, mentoring, Ambon banana, food system. ABSTRAK Pendekatan agroekologi dapat mengurangi dampak buruk budidaya pertanian terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi sepuluh (10) elemen agroekologi, kendala dan potensi perbaikan dalam pendampingan Kelompok Tani Pisang Ambon kerjasama IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, dan BPP Sentolo. Penelitian dilakukan di Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan focused group discussion bersama 17 informan. Analisis data yang digunakan dengan melakukan triangulasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemberdayaan atau pendampingan pertanian di masa mendatang. Penerapan agroekologi berada pada kategori medium dengan skor Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019 FAO yaitu 2.72, dengan skor terendah pada elemen daur ulang (skor 1) (teknologi terbarukan) dan tertinggi pada tata kelola yang bertanggung jawab (skor 4). Kendala yang dihadapi dalam pendampingan budidaya pisang ambon: pengairan, iklim, penyakit, pendanaan, alat pengolah tanah dan waktu budidaya. Potensi perbaikan yang diusulkan yaitu pembuatan sumur bor (pengairan), alat pengolah tanah, desain smart farming, pendampingan, pengendalian penyakit tanaman, penambahan ternak, pendanaan, maksimalisasi potensi sumber daya, dan perbaikan sanitasi. Kata kunci: agroekologi, pendampingan, pisang ambon, sistem pangan.  
Hubungan Karakteristik Kelompok Wanita Tani dan Efisiensi Produksi Usahatani Jamur Berbasis Data Envelopment Analysis Bintang Akbar Palinja; Epsi Euriga; Geraldo Adinugra Rimartin
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 50, No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v50i1.116450

Abstract

Oyster mushroom cultivation by Women Farmers Groups (KWT) in Condongcatur Village has great potential in supporting urban food security, but still faces production efficiency issues. This study aims to analyze the efficiency scores of mushroom farming and their relationship with KWT characteristics, including: age, education, leadership, business facilities, and use of the Internet of Things (IoT). The research method used Data Envelopment Analysis (DEA) with an output-oriented Variable Returns to Scale (VRS) model on 12 KWTs, accompanied by descriptive and correlation analysis with 35 respondents. The results showed that six KWTs had achieved optimal efficiency scores, while the other six KWTs were still inefficient. The correlation analysis showed that leadership and business facilities had a positive and significant (moderate) relationship, while the use of IoT had a positive and significant (strong) relationship to the efficiency score of oyster mushroom farming. This study provides recommendations for the need for extension regarding the use of IoT in KWTs that have not implemented it by looking at KWTs that have implemented it.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN WHEY SEBAGAI PUPUK ASAM AMINO PADA TANAMAN HORTIKULTURA Geovani Nur Sajidah; Epsi Euriga; Geraldo Adinugra Rimartin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1999

Abstract

Pembangunan sektor pertain pertanian menjadi hal penting bagi negara serta menjadi sumber mata pencaharian pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu jenis pupuk yang paling umum digunakan petani adalah pupuk NPK, yang meskipun efektif dalam meningkatkan hasil pertanian namun memiliki dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak digunakan secara berimbang dalam jangka panjang. Di sisi lain, peningkatan produksi whey semakin meningkat dan berisiko menyebabkan pencemaran. Namun kandungan yang dimiliki whey kaya akan protein, laktosa, mineral, dan asam amino yang menjadi unsur utama dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap persepsi petani mengenai pemanfaatan whey pada tanaman hortikultura. Penelitian dilakukan di Dusun Cancangan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sleman, DIY, dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei melalui kuesioner. Sampel ditentukan secara jenuh terhadap 30 petani hortikultura yang telah mengikuti sekolah lapang pemanfaatan whey. Analisis data dalam penelitian menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskritpif dan analisis regresi linear berganda. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan whey sebagai pupuk organik tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi petani hortikultura. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan yang mendorong penggunaan pupuk organik di sektor pertanian hortikultura, serta pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia.