Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyuluhan Gizi dan Korelasinya dengan Konsumsi Pangan B2SA Pada KWT Sri Rejeki Ridha Luthfiah, Hana; Euriga, Epsi; Nalinda, Rika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i1.3511

Abstract

This community service activity aims to raise awareness of healthy food consumption based on the B2SA (Diverse, Nutritious, Balanced, and Safe) principles through nutrition-sensitive outreach integrated with home-based farming practices. The target group was members of the Sri Rejeki Women's Farmers Group (KWT) in Giritirto Village, Gunungkidul, Yogyakarta Special Region. Implementation methods included participatory outreach, direct observation, semi-structured interviews, and the distribution of a Likert-based questionnaire. Evaluation results indicated that pest control and the selection of nutrient-rich plant varieties were significantly related to improved consumption patterns of nutritious and balanced foods. However, the correlation with indicators of diverse and safe food consumption remained weak. These findings underscore the importance of an intersectoral approach between agricultural technical education and nutrition education to encourage changes in consumption behavior at the household level. This activity also successfully strengthened women's roles in family food management through capacity building and active participation in the outreach program. Thus, nutrition-sensitive outreach, designed in a participatory and contextual manner, can be an effective empowerment strategy for building sustainable family food security.
Optimalisasi Fungsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kalurahan Banguntapan Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Euriga, Epsi; Akbar, M. Ali; Munanto, Totok Sevenek
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.18

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimalisasi kelompok wanita tani (KWT) dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai bulan Juli 2022. Penentuan objek penelitian dari kabupaten hingga desa dipilih secara purposive, sedangkan untuk responden ditentukan menggunakan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan pemberian kuesioner yang sudah diuji pertanyaannya terhadap 30 responden. Hasil kajian didapatkan bahwa tingkat optimalisasi fungsi kelompok dalam pemanfaatan lahan pekarangan meperoleh hasil bahwa aspek fungsi kelompok sebagai kelas belajar nilai pencapaian 305 atau sebesar 68,6% dikategorikan sedang. aspek fungsi kelompok sebagai wahana kerjasama memiliki nilai pencapaian 322 atau sebesar 72,45% dikategorikan sedang. aspek fungsi kelompok sebagai unit produksi memperoleh nilai capaian sebesar 64,57% dan masuk kategori sedang. Hasil kajian dijadikan pertimbangan dalam menyusun desain pemberdayaan,yaitu penyuluhan yang dilakukan pada 19 Juni 2022 di Kalurahan Banguntapan dengan hasil tingkat pengetahuan 80,28% dikategorikan tinggi, aspek sikap 81% dikategorikan tinggi dan aspek keterampilan 60% dikategorikan sedang.
Motivasi Petani dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Kelompok Wanita Tani di Kalurahan Potorono Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Rijal , Muvid; Euriga, Epsi; Nurlaela, Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 31 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v31i1.37

Abstract

Rendahnya motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan mendasari penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan dan mengetahui pengaruh faktor internal (usia, tingkat pendidikan dan, pengalaman bertani) dan faktor eksternal (intensitas penyuluhan dan ketersediaan sumber air) terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2022 dengan menggunakan metode kuantitatif.  Variabel independen atau yang memengaruhi dalam kajian ini yaitu faktor internal dan eksternal (X), sedangkan variabel dependen atau yang dipengaruhi adalah motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan (Y). Anggota kelompok wanita tani yang pernah melakukan budidaya tanaman di pekarangan merupakan populasi penelitian. Terdiri dari 4 kelompok wanita tani sebanyak 80 anggota petani. Data hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan dianalisis hubungan kausal menggunakan analisis regresi linear berganda. Motivasi petani di Kalurahan Potorono tergolong tinggi. Faktor usia, lama pendidikan formal, lama berusahatani, intensitas penyuluhan, dan ketersediaan sumber air secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Sedangkan, secara parsial hanya faktor intensitas penyuluhan yang berpengaruh pada motivasi petani. Sebagai tindak lanjut, maka sebaiknya  terdapat penambahan intensitas penyuluhan tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan diberikan pendampingan terhadap petani yang mulai memanfaatkan lahan pekarangan.
ADOPSI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (KASUS PETANI SAYURAN DAN BUAH DESA NEGLASARI, DRAMAGA, BOGOR) Euriga, Epsi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 25 No. 1 (2018): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v25i1.108

Abstract

Sustainable Agriculture System (SAS) is an innovative technology that could overcome the problems related to environmental sustainability. Farmers in Neglasari village, Dramaga has not entirely adopted the SAS innovation including integrated pest management, balanced fertilization, crop rotation, and tillage as recommended. This study aims to: (1) To analyse factors that influencing farmer perception toward SAS implementation. (2) To analyse the factors that influencing farmer attitude toward SPB. (3) Analyse the factors that influencing SAS adoption. The research conducted with survey method that involved 31 fruit and vegetable farmers. The results showed that age had significantly negative effect toward perception. Information from the extension and the type of participation had significantly positive effect toward perception. Type of participation had significantly positively effect toward the attitudes of farmers towards sustainable agriculture systems. Age and perceptions of sustainable farming systems had significantly positive effect toward the adoption of sustainable farming systems, while the extension information and the type of participation had significantly negative effect on the adoption of sustainable farming systems.
Peran P4S Amulat Terhadap Perubahan Perilaku Petani Pada Usahatani Komoditas Kedelai di Kalurahan Bleberan, Gunungkidul Widyarini, Darana; Euriga, Epsi
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i3.954

Abstract

Amulat Agricultural and Rural Self-Help Training Center (P4S) is a farmer institution based on self-help located in Bleberan Village, Kapanewon Playen, Gunungkidul Regency, with soybean (Glycine max L.Mer) as the leading commodity. However, the majority of farmers pay less attention to their farms, due to various limitations. This study aims to determine how the role of P4S Amulat as a farmer institution based on self-help training on farmer behavior on soybean commodity farming. This research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is narrative data analysis, with descriptive writing method. The results showed that P4S Amulat has a role as a motivator, provider of facilities and infrastructure, consultant, business network, training and apprenticeship. The role of P4S Amulat is influential in changing the behavior of farmers in Bleberan Village. Changes in farmer behavior can be seen from the aspects of knowledge, attitudes, and skills possessed by farmers. Changes in farmer behavior have had a positive impact on soybean farming activities, with increased community welfare in Bleberan Village.
Utilization of Vegetable Waste to Produce Local Microorganisms by Gapoktan Patri in Selopamioro Village, Bantul Meyzita, Chania; Euriga, Epsi; Fauziah, Nicky Oktav
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.682

Abstract

This study aims to examine the implementation and evaluation of an agricultural extension program based on the utilization of vegetable waste to produce local microorganisms by the Farmers Group Association (Gapoktan Patri) in Selopamioro Village, Bantul. The research was conducted through an extension activity using lecture and demonstration methods, targeting 20 Patri Farmers Group Association (Gapoktan) members. The analysis showed that the extension program improved farmers’ knowledge, attitudes, and skills, as measured by pre-test and post-test questionnaires. Knowledge increased by 6%, attitudes by 3.14%, and skills by 67.5%. Furthermore, the evaluation of the extension program revealed that its effectiveness was 6% for knowledge (less effective), 3% for attitudes (less effective), and 67% for skills (effective). Meanwhile, the effectiveness of behavior change was 24% for knowledge (less effective), 21% for attitudes (less effective), and 89% for skills (effective). Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 4: Quality EducationSDG 13: Climate Action