Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimalisasi Fungsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kalurahan Banguntapan Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Euriga, Epsi; Akbar, M. Ali; Munanto, Totok Sevenek
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.18

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimalisasi kelompok wanita tani (KWT) dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai bulan Juli 2022. Penentuan objek penelitian dari kabupaten hingga desa dipilih secara purposive, sedangkan untuk responden ditentukan menggunakan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan pemberian kuesioner yang sudah diuji pertanyaannya terhadap 30 responden. Hasil kajian didapatkan bahwa tingkat optimalisasi fungsi kelompok dalam pemanfaatan lahan pekarangan meperoleh hasil bahwa aspek fungsi kelompok sebagai kelas belajar nilai pencapaian 305 atau sebesar 68,6% dikategorikan sedang. aspek fungsi kelompok sebagai wahana kerjasama memiliki nilai pencapaian 322 atau sebesar 72,45% dikategorikan sedang. aspek fungsi kelompok sebagai unit produksi memperoleh nilai capaian sebesar 64,57% dan masuk kategori sedang. Hasil kajian dijadikan pertimbangan dalam menyusun desain pemberdayaan,yaitu penyuluhan yang dilakukan pada 19 Juni 2022 di Kalurahan Banguntapan dengan hasil tingkat pengetahuan 80,28% dikategorikan tinggi, aspek sikap 81% dikategorikan tinggi dan aspek keterampilan 60% dikategorikan sedang.
Motivasi Petani dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Kelompok Wanita Tani di Kalurahan Potorono Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Rijal , Muvid; Euriga, Epsi; Nurlaela, Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 31 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v31i1.37

Abstract

Rendahnya motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan mendasari penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan dan mengetahui pengaruh faktor internal (usia, tingkat pendidikan dan, pengalaman bertani) dan faktor eksternal (intensitas penyuluhan dan ketersediaan sumber air) terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2022 dengan menggunakan metode kuantitatif.  Variabel independen atau yang memengaruhi dalam kajian ini yaitu faktor internal dan eksternal (X), sedangkan variabel dependen atau yang dipengaruhi adalah motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan (Y). Anggota kelompok wanita tani yang pernah melakukan budidaya tanaman di pekarangan merupakan populasi penelitian. Terdiri dari 4 kelompok wanita tani sebanyak 80 anggota petani. Data hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan dianalisis hubungan kausal menggunakan analisis regresi linear berganda. Motivasi petani di Kalurahan Potorono tergolong tinggi. Faktor usia, lama pendidikan formal, lama berusahatani, intensitas penyuluhan, dan ketersediaan sumber air secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Sedangkan, secara parsial hanya faktor intensitas penyuluhan yang berpengaruh pada motivasi petani. Sebagai tindak lanjut, maka sebaiknya  terdapat penambahan intensitas penyuluhan tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan diberikan pendampingan terhadap petani yang mulai memanfaatkan lahan pekarangan.
ADOPSI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (KASUS PETANI SAYURAN DAN BUAH DESA NEGLASARI, DRAMAGA, BOGOR) Euriga, Epsi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 25 No. 1 (2018): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v25i1.108

Abstract

Sustainable Agriculture System (SAS) is an innovative technology that could overcome the problems related to environmental sustainability. Farmers in Neglasari village, Dramaga has not entirely adopted the SAS innovation including integrated pest management, balanced fertilization, crop rotation, and tillage as recommended. This study aims to: (1) To analyse factors that influencing farmer perception toward SAS implementation. (2) To analyse the factors that influencing farmer attitude toward SPB. (3) Analyse the factors that influencing SAS adoption. The research conducted with survey method that involved 31 fruit and vegetable farmers. The results showed that age had significantly negative effect toward perception. Information from the extension and the type of participation had significantly positive effect toward perception. Type of participation had significantly positively effect toward the attitudes of farmers towards sustainable agriculture systems. Age and perceptions of sustainable farming systems had significantly positive effect toward the adoption of sustainable farming systems, while the extension information and the type of participation had significantly negative effect on the adoption of sustainable farming systems.
Peran P4S Amulat Terhadap Perubahan Perilaku Petani Pada Usahatani Komoditas Kedelai di Kalurahan Bleberan, Gunungkidul Widyarini, Darana; Euriga, Epsi
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i3.954

Abstract

Amulat Agricultural and Rural Self-Help Training Center (P4S) is a farmer institution based on self-help located in Bleberan Village, Kapanewon Playen, Gunungkidul Regency, with soybean (Glycine max L.Mer) as the leading commodity. However, the majority of farmers pay less attention to their farms, due to various limitations. This study aims to determine how the role of P4S Amulat as a farmer institution based on self-help training on farmer behavior on soybean commodity farming. This research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is narrative data analysis, with descriptive writing method. The results showed that P4S Amulat has a role as a motivator, provider of facilities and infrastructure, consultant, business network, training and apprenticeship. The role of P4S Amulat is influential in changing the behavior of farmers in Bleberan Village. Changes in farmer behavior can be seen from the aspects of knowledge, attitudes, and skills possessed by farmers. Changes in farmer behavior have had a positive impact on soybean farming activities, with increased community welfare in Bleberan Village.
Utilization of Vegetable Waste to Produce Local Microorganisms by Gapoktan Patri in Selopamioro Village, Bantul Meyzita, Chania; Euriga, Epsi; Fauziah, Nicky Oktav
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.682

Abstract

This study aims to examine the implementation and evaluation of an agricultural extension program based on the utilization of vegetable waste to produce local microorganisms by the Farmers Group Association (Gapoktan Patri) in Selopamioro Village, Bantul. The research was conducted through an extension activity using lecture and demonstration methods, targeting 20 Patri Farmers Group Association (Gapoktan) members. The analysis showed that the extension program improved farmers’ knowledge, attitudes, and skills, as measured by pre-test and post-test questionnaires. Knowledge increased by 6%, attitudes by 3.14%, and skills by 67.5%. Furthermore, the evaluation of the extension program revealed that its effectiveness was 6% for knowledge (less effective), 3% for attitudes (less effective), and 67% for skills (effective). Meanwhile, the effectiveness of behavior change was 24% for knowledge (less effective), 21% for attitudes (less effective), and 89% for skills (effective). Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 4: Quality EducationSDG 13: Climate Action
Pendampingan Kelompok Tani Kawasan Perkotaan Berbasis PAR dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah Organik Yasmin Siti Sara Azami; Siti Nurlaela; Epsi Euriga
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1034

Abstract

Minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menyebabkan rendahnya efektivitas sistem pengolahan sampah di perkotaan. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan tahapan perencanaan, implementasi, refleksi dan evaluasi yang melibatkan kelompok tani di kawasan perkotaan. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada edukasi individu, program ini menerapkan metode PAR yang melibatkan komunitas tani secara langsung dalam pengelolaan sampah organik berbasis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan dilakukan dengan 1) membentuk Kelompok Tani Kawasan Perkotaan 2) membentuk komunitas pemberdayaan masyarakat, 3) melakukan pendampingan kelompok, 4) melakukan pengelolaan sampah organik, 5) edukasi pengelolaan sampah organik dan 6) sosialisasi kegiatan tukar sampah berhadiah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan 5 rancangan aksi yang dilaksanakan secara partisipatif oleh partisipan. Tahapan ketiga yaitu tahap observasi sebagai tanggapan kritis partisipan terhadap berjalannya rangkaian aksi dalam kegiatan pengelolaan sampah organik. Tahapan terakhir yaitu tahap refleksi, upaya merumuskan aksi perbaikan dari hasil observasi kegiatan yang dapat diterapkan pada siklus pendampingan ke-2. Edukasi juga dilakukan untuk membantu memastikan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah meningkat sebesar 40% dan efektivitas pengolahan sampah organik meningkat dari 50% menjadi 85%, sebagaimana hasil evaluasi pre-test dan post-test. Dengan begitu, metode PAR terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik, sehingga dapat diadaptasi untuk diterapkan di wilayah lain terutama pada komunitas terintegrasi dengan integrasi RTH Perkotaan.
INTERNALISASI ELEMEN AGROEKOLOGI PADA PENDAMPINGAN BUDIDAYA PISANG AMBON KERJASAMA IZI YOGYAKARTA, POLBANGTAN YOGYAKARTA MAGELANG, DAN BPP SENTOLO) Euriga, Epsi; Sutarto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The agroecological approach can reduce the negative impacts of agricultural cultivation on the environment, economy, and society. This study aims to determine the internalization of ten (10) agroecological elements, obstacles, and potential improvements in mentoring the Ambon Banana Farmers Group in collaboration with IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, and BPP Sentolo. The study was conducted in Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, and Kulonprogo. The study conducted in-depth interviews and focused group discussions with 17 informants—data analysis used by triangulating data. The results of this study are expected to provide input for agricultural empowerment or mentoring in the future. The application of agroecology is in the medium category, with a score of 2.72 in the FAO Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019, with the lowest score in the recycling element (score 1) (renewable technology) and the highest in responsible governance (score 4). The obstacles faced in mentoring Ambon banana cultivation include irrigation, climate, disease, funding, soil processing tools, and cultivation time. The proposed potential improvements include the creation of drilled wells (irrigation), soil processing tools, smart farming design, assistance, plant disease control, additional livestock, funding, maximizing resource potential, and improving sanitation. Keywords: agroecology, mentoring, Ambon banana, food system. ABSTRAK Pendekatan agroekologi dapat mengurangi dampak buruk budidaya pertanian terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi sepuluh (10) elemen agroekologi, kendala dan potensi perbaikan dalam pendampingan Kelompok Tani Pisang Ambon kerjasama IZI Yogyakarta, Polbangtan Yoma, dan BPP Sentolo. Penelitian dilakukan di Bantarjo, Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan focused group discussion bersama 17 informan. Analisis data yang digunakan dengan melakukan triangulasi data. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemberdayaan atau pendampingan pertanian di masa mendatang. Penerapan agroekologi berada pada kategori medium dengan skor Tool for Agroecology Performance Evaluation 2019 FAO yaitu 2.72, dengan skor terendah pada elemen daur ulang (skor 1) (teknologi terbarukan) dan tertinggi pada tata kelola yang bertanggung jawab (skor 4). Kendala yang dihadapi dalam pendampingan budidaya pisang ambon: pengairan, iklim, penyakit, pendanaan, alat pengolah tanah dan waktu budidaya. Potensi perbaikan yang diusulkan yaitu pembuatan sumur bor (pengairan), alat pengolah tanah, desain smart farming, pendampingan, pengendalian penyakit tanaman, penambahan ternak, pendanaan, maksimalisasi potensi sumber daya, dan perbaikan sanitasi. Kata kunci: agroekologi, pendampingan, pisang ambon, sistem pangan.