Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Komparasi Konsep Pendidikan Karakter Menurut KH. Hasyim Asy’ari dan Ki Hadjar Dewantara Hosaini; Erfandi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan karakter menurut KH. Hasyim Asy’ari dan Ki Hadjar Dewantara, serta mengetahui relevansi konsep pendidikan karakter dari kedua tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif, dengan metode komparasi dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan/library research, yaitu pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa konsep pendidikan karakter menurut KH. Hasyim Asy’ari adalah upaya membentuk manusia secara utuh baik jasmani maupun rohani, sehingga manusia dapat bertaqwa kepada Allah dengan benar-benar mengamalkan segala perintah-Nya mampu menegakkan keadilan di muka bumi, beramal shaleh dan maslahat, pantas menyandang predikat sebagai makhluk yang paling mulia dan lebih tinggi derajatnya dari segala jenis makhluk Allah yang lain. Adapun konsep pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara adalah usaha yang bermaksud memberi bimbingan, tuntunan dan arahan bagi tumbuhnya anak didik sesuai dengan kodratnya agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. pemikiran konsep pendidikan karakter menurut KH. Hasyim Asy’ari dan Ki Hadjar Dewantara sangat relevan untuk pendidikan saat ini, mengingat beberapa komponen pendidikan karakter di Indonesia meliputi makna dan tujuan pendidikan, makna dan landasan filosofis karakter, serta paradigma pendidikan karakter memiliki keterkaitan yang signifikan. terkait dengan pendidikan karakter pendidik dan anak didik dapat dikatakan sebagai insan kamil, maka harus berpegang teguh kepada tauhid dan moral
Pola interaksi Guru Dengan Murid Dalam Suasana Pembelajaran Erfandi
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakanakan dengan pertimbangan yang menunjukkan bahwa masing-masing sekolah belum memaksimalkan peraktek interaksi atau belum terbina dengan baik sebagaiman dengang yang diharapkan oleh pihak sekolah. Hampir disetiap sekolah bahkan setiap guru menjalankan praktek-praktek intraksi yang dilakukan oleh para guru di kelas dan diluar kelas, sehingga tidak menggambarkan gambaran yang sebenarnya tentang inteksi yang diharapkan oleh lembaga yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar belakang sejarah terjdinya MTs Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tahun ajaran 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,teknik wawancara kepada pihak yang bersangkutan, seperti para guru dan kepala sekolah serta teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk dideskripsikan dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah pertama pelaksanaan interaksi dalam suasana pembelajarane di MTs Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dilaksanakan secara rutin dalam bentuk peraktek antara guru dengan murid ,murid dengan guru dan murid dengan murid disaat berlangsungnya pproses pembelajaran dan di lain waktu. Kedua bahwasanya setiap guru harus memiliki banyak pengalaman, buku-buku dan sering ikut seminar-seminar yang berkaitan dengan pola interaksi
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBANGUNAN SISTEM HUKUM PIDANA DI INDONESIA Erfandi Erfandi
Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.467 KB) | DOI: 10.17977/jippk.v1i1.5933

Abstract

It should be recognized the draft Penal Code or the Criminal Code applied in Indonesia was a legacy of Netherland colonialism and imperialism regime which had colonized this country for 350 years. Badly, the book which is used as criminal law guidelines is still applicable in Indonesia, although the life and traditions of society are far different from those in the Netherlands. Even though, there are a few additions and subtractions to the Criminal Code provisions, but the nature of imperialism and capitalism remains rooted in the Penal Code. Therefore, in order to revise the PenalCode voiced intensively by various elements of society lately, it is highly recommended inserting appropriate norms to the values of Pancasila as the implementation of national ideology which is complex and civilized into the criminal law system in Indonesia
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBANGUNAN SISTEM HUKUM PIDANA DI INDONESIA Erfandi Erfandi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.467 KB)

Abstract

It should be recognized the draft Penal Code or the Criminal Code applied in Indonesia was a legacy of Netherland colonialism and imperialism regime which had colonized this country for 350 years. Badly, the book which is used as criminal law guidelines is still applicable in Indonesia, although the life and traditions of society are far different from those in the Netherlands. Even though, there are a few additions and subtractions to the Criminal Code provisions, but the nature of imperialism and capitalism remains rooted in the Penal Code. Therefore, in order to revise the Penal Code voiced intensively by various elements of society lately, it is highly recommended inserting appropriate norms to the values of Pancasila as the implementation of national ideology which is complex and civilized into the criminal law system in Indonesia. http://dx.doi.org/10.17977/um019v1i12016p023
PILGRIM PRAYER LAW BASED ON THE PERSPECTIVE OF MUHAMMADIYAH LEADERS IN ENREKANG REGENCY, SOUTH SULAWESI Erfandi, Erfandi; Abbas, Abbas; Hijazi, Muhammad Chiar; Anshar, Anshar; Misran, Misran
Journal of Family Law and Islamic Court Vol 1, No 2 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i2.10431

Abstract

Research on Pilgrim Prayer Law Based on the Perspective of Muhammadiyah Leaders  in Enrekang Regency,  South Sulawesi is Qualitative.  As stated in the formulation of the problem, in addition to researching the Pilgrim Prayer Law Based on the Perspective of the Muhammadiyah Leadership in  Enrekang Regency, the researcher also examined the Pilgrim Prayer Law Based on the  Perspective of  the Imams of the four schools, namely the Hanafi School, the Maliki School, the Shafi'i School and the Hanbali School  .  This study  aims to find out the  extent of the  perspectives of  the Muhammadiyah Leadership  and the  Imam of the Four Schools on the law of pilgrim prayer.   This is in order to  increase understanding, both  among   intellectuals and among the layman.  The results of  this study show that the scholars of the four  schools have different opinions about   the law of  prayer of pilgrims.   Imam Abu Hanifah An- Nu'man bin Tsabit stated that the pilgrim's prayer was the sunnah of mu'akkadah.  Imam Malik bin Anas stated that the law of pilgrim prayer is the sunnah of mu'akkadah. Imam Muhammad ibn Idris As-Shafi'i stated that the pilgrim's prayer was fardhu kifayah.  Imam Ahmad ibn Hanbal stated that the law of  pilgrim prayer is mandatory.  As for the  perspective of the Muhammadiyah Regional Leader (PDM), Enrekang Regency stated that the pilgrim's  prayer is fardhu kifayah.  This opinion is in harmony with the  opinion of  Imam Shafi'i and is also in harmony with the tarjih   of muhammadiyah.--Penelitian tentang Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif Pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan bersifat Kualitatif. Sebagaimana yang tertera pada rumusan masalah, selain meneliti tentang Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif Pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang, peneliti juga meneliti Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif imam empat mazhab, yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perspektif Pimpinan Muhammadiyah dan Imam Empat Mazhab tentang hukum shalat jamaah ini. Hal ini agar dapat menambah pemahaman, baik itu di kalangan intelektual maupun di kalangan awam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ulama empat mazhab berbeda pendapat tentang hukum shalat jamaah ini. Imam Abu Hanifah An- Nu’man bin Tsabit menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah. Imam Malik bin Anas menyatakan bahwa hukum shalat jamaah adalah sunnah mu’akkadah. Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah fardhu kifayah. Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa hukum shalat jamaah adalah wajib. Adapun mengenai perspektif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Enrekang menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah fardhu kifayah. Pendapat ini selaras dengan pendapat Imam Syafi’i dan juga selaras dengan tarjih muhammadiyah.
حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية Rusdin, Rusdin; Miro, Abbas Baco; Erfandi, Erfandi
Journal of Family Law and Islamic Court Vol 1, No 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10973

Abstract

إن هذا البحث يتكلم في مسألة الزواج وهي عن حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية وهو يدور على المشكلتين الرئيسيتين، وهما:1) ما حكم قبول خطبة الفاسق؟، و 2) ما أثر قبول خطبة الفاسق في الحياة الزوجية؟ وقد سلك الباحث في كتابة هذا البحث مسلك الدراسة المكتبية على مرحلتين في إعداده. أما المرحلة الأولى فهي جمع المواد المتعلقة به من كتب العلماء والمقالات والأوراق العلمية التي تكلمت في الموضوع. وأما المرحلة الثانية فهي تنظيم المواد بطريقة نقل الكلام وترتيبه بعد المطالعة والاستقراء في مناسبته بموضوع البحث.ونتيجة البحث هي: 1) أن حكم قبول خطبة الفاسق متعلق بمدى فسق الخاطب؛ الأول: جواز قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه لا يخرجه عن دائرة الإسلام، والثاني: تحريم قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه يخرجه عن دائرة الإسلام. 2) أن الفسق له أثر سيئ في الحياة الزوجية وأنه قد يسبب شقاء الحياة بين الزوجين بل قد يؤدي إلى تفريق الزوجين.الكلمة الأساسية: القبول، الخطبة، الفاسق، الحياة الزوجية. Penelitian ini berbicara tentang masalah perkawinan, yaitu tentang putusan tentang menerima pertunangan pernikahan dalam yurisprudensi Islam dan dampaknya terhadap kehidupan pernikahan, yang berkisar pada dua masalah utama, yaitu: 1) Apa hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq, dan 2) Apa dampak dari menerima pinangan seorang fasiq dalam kehidupan berumahtangga. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil jalur penelitian pustaka dalam dua tahap pada penyusunannya. Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data terkait dari buku-buku karya para ulama, artikel dan makalah ilmiah yang berbicara tentang masalah ini. Tahap kedua adalah menyusun data-data yang ada dengan cara menyalin dan mengaturnya setelah membaca dan meneliti kesesuaiannya dengan subjek penelitian. Hasil penelitian adalah: 1) Hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq tergantung pada sejauh mana kefasiqan sang peminang; yang pertama: diperbolehkannya menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya tidak membawanya keluar dari lingkaran Islam, dan yang kedua: Diharamkan menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya membawanya keluar dari lingkaran Islam. 2) Kefasiqan memiliki dampak buruk pada kehidupan berumahtangga dan dapat menyebabkan kesengsaraan dalam hidup di antara pasangan suami-istri dan bahkan dapat menyebabkan perceraian antara pasangan suami-istri.Kata Kunci: Penerimaan, Pinangan, Fasiq, Kehidupan Berumahtangga.
Pandangan Masyarakat terhadap Tradisi Upacara Adat Patorani dalam Mencari Nafkah AM, Erfandi; Muntazar, Ahmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i1.4304

Abstract

Upacara adat Patorani merupakan upacara yang menurut kepercayaan masyarakat tradisi ini bertujuan sebagai pembuka rezeki dan membawa keselamatan bagi mereka saat berada di laut dalam mencari nafkah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses upacara adat patorani dan pandangan masyarakat terhadap tradisi tersebut di desa Palalakang kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan hukum syar’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara adat patorani masih terus terjaga hingga saat ini, dikarenakan dianggap sebagai kewajiban bagi para nelayan sebelum mereka memulai kegiatan melaut. Adapun pandangan masyarakat terhadap tradisi tersebut, bahwa upacara ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, upacara dianggap sebagai sarana untuk memberikan semangat kepada para nelayan, menyatukan dan membesarkan semangat mereka sebelum melaut. Kedua, upacara juga diartikan sebagai bentuk penghormatan kepada nabi Khidir, nabi Yunus, dan nabi Sulaiman, yang diyakini sebagai penguasa lautan, ikan, dan simbol pemberi rezki.
PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TENTANG TALAK  KINAYAH  DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan  Tallo, Kota Makassar) Muhammad Hanil; Erfandi. AM; Muh. Chiyar Hijaz
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan tokoh masyarakat di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mengenai talak kinayah serta perspektif hukum Islam terhadap pandangan tersebut. Talak kinayah, sebagai salah satu bentuk talak dalam hukum Islam, memiliki karakteristik unik karena bersifat implisit dan bergantung pada niat pengucap. Sifat ambigu ini sering kali menimbulkan kebingungan dan beragam interpretasi di masyarakat, terutama dalam konteks lokal yang masih kuat dipengaruhi oleh norma-norma budaya dan tradisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini mencakup tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang memiliki pengalaman langsung terkait isu talak kinayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang talak kinayah di Kelurahan Kaluku Bodoa masih sangat terbatas. Banyak masyarakat yang salah memahami bahwa ucapan ambigu seperti "Pergilah ke rumah orang tuamu" atau "Saya tidak mau melihatmu lagi" dapat dianggap sebagai talak jika diiringi dengan niat tertentu. Ketidaktahuan ini sering kali mengakibatkan ketidakpastian hukum dalam hubungan rumah tangga dan memicu konflik yang tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga pada anak-anak dan lingkungan sosial mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor komunikasi dalam rumah tangga, tekanan ekonomi, dan pengaruh norma budaya lokal menjadi penyebab utama terjadinya talak kinayah. Komunikasi yang buruk, terutama dalam kondisi emosional yang memuncak, sering kali memicu suami untuk mengeluarkan ucapan yang ambigu tanpa memahami konsekuensi hukumnya. Tekanan ekonomi yang tinggi juga turut memperburuk situasi, mendorong munculnya konflik yang lebih sering terjadi di keluarga dengan pendapatan rendah. Norma budaya lokal yang menempatkan otoritas suami sebagai figur utama dalam rumah tangga juga berkontribusi pada ketidakadilan yang sering dialami oleh pihak istri.  Dari perspektif hukum Islam, talak kinayah menuntut kejelasan niat sebagai syarat sahnya. Namun, minimnya edukasi hukum Islam di tingkat masyarakat lokal menyebabkan rendahnya kesadaran tentang pentingnya memahami implikasi hukum dari ucapan yang bersifat ambigu. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang lebih intensif, berbasis budaya lokal, dan melibatkan tokoh agama serta masyarakat untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang talak kinayah.
Analisis Prinsip Komunikasi Islami dalam Membangun Keluarga Harmonis Menurut Alqur’an Ilham Muchtar; Erfandi AM; Zainal Abidin; Aliman Aliman; Ramli Ramli; Dahlan Lama Bawa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 10: September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i10.2220

Abstract

Komunikasi merupakan bagian integral dari kehidupan keluarga. Komunikasi bukan hanya alat bertukar informasi, tetapi juga sarana untuk mengungkapkan rasa sayang, mempererat tali silaturahmi dan menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam membangun keluarga harmonis menurut Alqur’an. Kajian ini akan menjadi landasan teori yang kokoh untuk menerapkan prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam kehidupan keluarga muslim sesuai ajaran Alqur’an. Prinsip-prinsip komunikasi Islam yang bersumber dari Alqur'an dan Hadits menekankan pentingnya bahasa yang baik, kejujuran, mendengarkan dengan penuh perhatian, menghindari fitnah, dan memberi nasehat dengan lemah lembut. Dengan menerapkan konsep komunikasi Islam setiap anggota keluarga dapat merasakan kehangatan dan kedamaian yang terpancar dari harmoni dalam berinteraksi satu sama lain. Islam mendorong anggota keluarga untuk menghindari bahasa kasar, menghina, atau merendahkan satu sama lain. Komunikasi dalam Islam harus dilandasi dengan kelembutan dan rasa hormat agar tidak menyakiti perasaan atau menciptakan permusuhan. Keharmonisa keluarga dapat dnilai dari kesiapan setiap anggota keluarga menerima perbedaan dengan lapang dada dan saling menghormati perbedaan pendapat dan pandangan orang lain. Prinsip-prinsip komunikasi yang penting dalam membina hubungan keluarga yang harmonis, antara lain; Kejujuran, kelembutan berbicara, saling memaafkan, penuh perhatian, menghindari ghibah, saling menasehati, menjaga rahasia, saling mendukung dan memotivasi antara satu dengan yang lain.
Konflik Agraria Sebagai Penghambat Reforma Agraria: Studi Kasus Pertanahan Kota Depok Mustova, Muhammad Zainul Mustova; Mustova, mz_mustova; Setya Indra Arifin; Erfandi
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol 6 No 1 (2025): AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath/gn0c7f65

Abstract

Tinjauan Yuridis terkait dengan Analisis konflik Agraria di Kota Depok perlu dianalisa terlebih dalam untuk nantinya bisa mengetahui penyebab terjadinya Konflik Agraria di Kota Depok, Metode Penelitian Ini menggunakan pendekatan penelitian hukum normative yang menganalisis UU terlebih dahulu, dilanjutkan dengan menggali data data sekunder yang didapatkan dari jurnal dan buku buku yang tentunya berkaitan dengan Konflik Agraria serta menggunakan data tersier yang bersumber dari berita berita yang dapat dipercaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Konflik Agraria menjadikan penghambat dalam mewujudkan Reforma Agraria yang bertujuan Mengurangi Ketimpangan penguasaan dan pemilikan atas tanah di Kota Depok, maka dari itu untuk mewujudkan Reforma Agraria yang harus diselesaikan terlebih dahulu adalah Konflik Agraria, agar Ketimpangan Penguasaan atas tanah benar benar dihapuskan dan terwujudnya penataan secara lebih baik dari struktur penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan untuk kemakmuran rakyat.