Articles
Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Dampak Hospitalisasi (Kecemasan) pada Pasien Anak Usia Prasekolah dengan Diagnosa Diare
Wardah, Ade Nur Syamsiah Misvita;
Purnama, Agus;
Koto, Yeni
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 12 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33221/jiki.v12i01.2937
Hospitalisasi anak usia prasekolah merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau darurat, mengharuskan anak tersebut untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai pulih atau pemulangannya kembali ke rumah. Adapun penyebab dari kecemasan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari petugas perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya, lingkungan baru, maupun keluarga yang mendampinginya. Upaya untuk mengurangi kecemasan anak saat hospitalisasi dapat dilakukan dengan terapi bermain karena terapi bermain berfokus untuk mengurangi rasa takut, kekhawatiran dan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Terapi Bermain terhadap Dampak Hospitalisasi (Kecemasan) pada Pasien Anak Usia Prasekolah dengan Diagnosa Diare. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experiment dengan rancangan One group pretest-posttest design dengan menggunakan uji T test. Populasi pada penelitian ini adalah pasien anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi dengan diagnosa diare. Sampel yang digunakan adalah 18 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Skala ZSRAS (Zung-Self Rating Anxiety Scale). Berdasarkan hasil penelitian rata-rata standar deviasi pengukuran kecemasan pada pasien anak usia prasekolah dengan diagnosa diare sebelum dilakukan intervensi terapi bermain dan setelah dilakukan intervensi terapi bermain adalah dengan nilai p 0,001 <0,05 yang artinya ada pengaruh terapi bermain sebelum dan sesudah perlakuan terhadap kecemasan pada pasien anak usia prasekolah dengan diagnosa diare. Ada pengaruh terapi bermain sebelum dan sesudah perlakuan terhadap kecemasan pada pasien anak usia prasekolah dengan diagnosa diare. Perawat disarankan memberikan intervensi terapi bermain sebagai salah satu alternatif tindakan pendekatan untuk menurunkan kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi di bangsal anak.
Penyembuhan Ulkus Diabetik dengan Aplikasi Antimikrobial Wound Dressing Silver (Acticoat™)
Indrayati, Nila;
Koto, Yeni;
Mulyadi, Budhi
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 04 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia edisi Desember 2018
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.693 KB)
|
DOI: 10.33221/jiiki.v8i04.174
Penanganan ulkus diabetik, membutuhkan advanced wound management berupa antimikrobial dressing, karena luka yang tidak kunjung sembuh, salah satu penyebabnya karena kumpulan berbagai jenis bakteri dan disertai biofilm. Balutan Silver (Acticoat ™) merupakan salah satu produk antimikrobial.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas balutan silver terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperiment, metode kelompok kontrol pre-test-post-test. Menggunakan instrumen luka yang sudah baku, yaitu Status Kontinum Bates Jensen Wound Assessment Tools (BWAT). Jumlah populasi sebanyak 54 pasien dan pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Hasil univariat didapatkan bahwa pada kelompok kontrol yang menggunakan Cutimed Sorbact® , jenis kelamin dan usia responden terbanyak adalah wanita sebanyak 71,43% dan usia 61 – 70 tahun sebanyak 50,00%.Pada kelompok eksperimen yang menggunakan Acticoat ™, jenis kelamin terbanyak adalah wanita sebanyak 62,50% dan usia 61- 70 tahun sebanyak 57,14 %. Hasil uji independent T-test yang membandingkan pre dan post didapatkan nilai p-value 0,011 dengan tingkat signifikansi < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hidrophobic (Cutimed Sorbact®) dan silver (Acticoat ™) . Penggunakan Silver (Acticoat ™) memiliki respon yang lebih baik, dibuktikan oleh tingkat kesembuhan yang tinggi dan waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan lebih cepat dari yang diharapkan
Penyembuhan Ulkus Diabetik dengan Aplikasi Antimikrobial Wound Dressing Silver (Acticoat™)
Indrayati, Nila;
Koto, Yeni;
Mulyadi, Budhi
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 7 No 01 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Maret 2017
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.081 KB)
|
DOI: 10.33221/jiiki.v7i01.237
Penanganan ulkus diabetik, membutuhkan advanced wound management berupa antimikrobial dressing, karena luka yang tidak kunjung sembuh, salah satu penyebabnya karena kumpulan berbagai jenis bakteri dan disertai biofilm. Balutan Silver (Acticoat ™) merupakan salah satu produk antimikrobial.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas balutan silver terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperiment, metode kelompok kontrol pre-test-post-test. Menggunakan instrumen luka yang sudah baku, yaitu Status Kontinum Bates Jensen Wound Assessment Tools (BWAT). Jumlah populasi sebanyak 54 pasien dan pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Hasil univariat didapatkan bahwa pada kelompok kontrol yang menggunakan Cutimed Sorbact® , jenis kelamin dan usia responden terbanyak adalah wanita sebanyak 71,43% dan usia 61 – 70 tahun sebanyak 50,00%.Pada kelompok eksperimen yang menggunakan Acticoat ™, jenis kelamin terbanyak adalah wanita sebanyak 62,50% dan usia 61- 70 tahun sebanyak 57,14 %. Hasil uji independent T-test yang membandingkan pre dan post didapatkan nilai p-value 0,011 dengan tingkat signifikansi < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hidrophobic (Cutimed Sorbact®) dan silver (Acticoat ™) . Penggunakan Silver (Acticoat ™) memiliki respon yang lebih baik, dibuktikan oleh tingkat kesembuhan yang tinggi dan waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan lebih cepat dari yang diharapkan.
Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Utilisasi Kamar Bedah Di Rumah Sakit X Depok Tahun 2015
Purba, Yennita BR;
Koto, Yeni
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 7 No 03 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi September 2017
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.759 KB)
Kamar operasi suatu unit khusus di Rumah Sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukantindakan pembedahan secara elektif maupun cito, yang membutuhkan kondisi steril dan kondisi lainnya. Utilisasi kamar operasi adalah waktu actual yang diperlukan untuk melakukan tindakan operasi ditambah turn over (waktu perpindahan operasi) dibagi dengan waktu yang tersedia, dimana turn over dirata-ratakan selama 15 menit. Menurut data yang ada di Rumah sakit terjadi pembatalan dan penundaan operasi di bulan Januari sampai dengan agustus 2015 tercatat penundaan sebanyak 26 pasien, pembatalan sebanyak 46 pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi utilisasi kamar bedah di rumah sakit X Depok. Metode penelitian: desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan survey crossectional. Sampel adalah pasien sebagai asumsi dari ruangan yang menjalani tindakan operasi sebanyak 55 orang responden yang dipilih secara nonrandom sampling. Hasil penelitian: hasil uji statistic chi square menunjukkan adanya hubungan kesesuaian waktu penjadwalan dengan utilisasi instalasi Kamar operasi dengan p value 0,001, ada hububngan antara lamanya tindakan operasi dengan utilisasi Instalasi kamar Operasi dengan p value 0,018, ada hubungan antara perawatan pre operasi dengan utilisasi Instalasi Kamar Operasi dengan p value 0,011, ada hubungan antara perawatan pre operasi dengan utilisasi Instalasi Kamar Operasi dengan p value 0,018, ada hubungan antara ketersediaan fasilitas dan peralatan dengan utilisasi Installasi Kamar Operasi dengan p value 0,021, ada hubungan antara tenaga perawat dengan utilisasi Instalasi Kamar Operasi dengan p value 0,021
Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perawatan Luka dengan Kejadian Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesaria
koto, yeni;
Munandar, Imam
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2018
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.813 KB)
|
DOI: 10.33221/jiiki.v8i02.315
Kepatuhan perawat dalam penerapan standar keperawatan dan standar operasional prosedur sebagai salah satu ukuran keberhasilan pelayanan keperawatan sehingga tidak terjadi infeksi pada luka yang dapat mengakibatkan lama perawatan dan komplikasi. Tujuan penelitian adalah Mengetahui hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur perawatan luka operasi dengan kejadian infeksi luka operasi sectio caesaria di ruang X Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional, dengan Metode penelitian kuantitaif. Populasi dalam penelitian yaitu 30 orang, dengan total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate. Analisa univariat didapatkan karakteristik responden sebagian besar berusia 21-30 tahun, berjenis kelamin perempuan, Pendidikan terakhirnya yaitu D3 Keperawatan, status Kepegawaian BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Analisa Bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat kepatuhan responden sebagian besar patuh (72%) dan tidak terjadi infeksi (67%). Hasil tabulasi silang diperoleh nilai (p=0.000) yang berarti bahwa Ada hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur perawatan luka operasi dengan kejadian infeksi luka operasi section caesaria di ruang X Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi
Terapi Bekam Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Amaliyah, Hanina;
Koto, Yeni
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 01 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Maret 2018
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.829 KB)
|
DOI: 10.33221/jiiki.v8i01.321
Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Salah satu terapi komplementer yang dilakukan dalam penanganan hipertensi yaitu terapi bekam. Bekam (Al-Hijamah) merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian menggunakan pre eksperimental dengan model one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang berbekam di Bekam Ruqyah Center Pasar Minggu sebanyak 64 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 38 responden. Hasil dari uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 . Hal ini menunjukkan bahwa terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan bagi masyarakat dan dunia medis dapat menggunakan terapi bekam sebagai salah satu terapi komplementer dalam mengatasi hipertensi
efektifitas shake exercise terhadap disfagia pada pasien pasca stroke di rumah sakit cianjur
Lulu, Intan;
Koto, Yeni
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 03 September
Publisher : UIMA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33221/jiiki.v13i03.2717
Background: Stroke is a disease that causes the greatest death and disability every year. Symptoms of stroke that often occur include swallowing disorders or dysphagia. One form of intervention that can be done to speed healing and minimize complications due to dysphagia is to do swallowing exercises. One of the swallowing exercises that can improve swallowing function in stroke patients with dysphagia is the shaker exercise. Purpose: The purpose of this study was to identify the effectiveness of shaker exercise on dysphagia in post-stroke patients and to identify features based on age, gender, education, occupation, on dysphagia in post-stroke patients. Methods: The research design in this study used a quasy experimental design, patients were given intervention for 6 consecutive days of treatment sessions to measure swallowing ability using the GUSS (Gugging Swallowing Screen). Results: After 6 days of treatment sessions, respondents showed a very significant increase in swallowing ability, the average value before treatment was 11.3 and after treatment was 16.5. The effect test results obtained a p-value <0.001 and the result of the effect size was -2.99. Where the intervention of shaker exercise therapy (SE) is effective in increasing the swallowing ability of post-stroke dysphagia patients. Conclusion: The application of shaker exercise (SE) intervention in post-stroke dysphagia patients has significantly improved swallowing ability. It is hoped that those who experience dysphagia can be recommended to carry out shaker exercise independent nursing interventions in treating post-stroke patients with dysphagia.
Madu dapat Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak: Honey Can Reduce the Frequency of Diarrhea in Children
Siti Nurjanah;
Koto, Yeni;
Irawan Danismaya
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Nursing Education & Practice
Publisher : MPI Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jnep.v2i1.98
Introduction: Diarrhea is the discharge of abnormal and liquid feces. It can also be defined as bowel movements that are abnormal and liquid with more frequency than usual. Objectives: This study aimed to determine the effect of giving honey on diarrhea in children at Rs. Bina Husada Cibinong. Method: This study uses a quantitative approach with the type of experimental research. The design used was quasi-experiment Design with a Non-Equivalent Control Group Pre-test and post-test. The population in this study was all 36 children in the Bina Husada Hospital, Cibinong. In this study, the sample consisted of 20 children who had diarrhea. This research uses a probability sampling technique. The research instrument used was the observation sheet. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results showed that the value of the treatment group was -2,919 with a p-value of 0.003 p-value <0.05, and the control group was -2,972 with a p-value of 0.004
Pola Asuh Orang Tua dan Tingkat Kemandirian Pemenuhan Kebutuhan ADL (Activity of Daily Living) pada Anak Tunagrahita: Parenting Patterns and the Level of Independence in Fulfilling ADL (Activity of Daily Living) Needs in Mentally Disabled Children
Yesi Permatasari;
Wesley Daely;
Yeni Koto
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Nursing Education & Practice
Publisher : MPI Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53801/jnep.v2i2.104
Introduction: Mentally retarded children have limitations in taking care of themselves due to their motor and cognitive factors. The role of parents is very important to improve the ability of disabled children to be independent in fulfilling the needs of daily activities such as eating, toileting, and dressing. There are three types of parenting, authoritarian, permissive, and democratic. Objectives: This study aims to determine whether or not there is a relationship between parenting parents and the level of independence in fulfilling ADL in children with disabilities. Method: The method used in this research is quantitative descriptive analysis, the sample size is 35 parents who have mentally retarded children at SLB Mekar Sari 1 Cibinong using a total sampling technique, collecting data using a questionnaire. Result: After the Chi-Square test was carried out, a p-value of 0.007 was obtained so that the p-value <0.05. Conclusion: This study has limitations in self-care due to a motor and cognitive factors. So it can be concluded that there is a relationship between parenting style and the level of ADL independence of children with disabilities at SLB Mekar Sari 1 Cibinong.
Edukasi Mengenai Asupan Gizi Seimbang pada Balita dalam Pencegahan Stunting
Herliana, Irma;
Lestari, Nur Eni;
Solehudin, Solehudin;
Koto, Yeni;
Lannasari, Lannasari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4177
Asupan gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Kurang asupan dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, termasuk stunting. Prevalensi stunting di Indonesia masing cukup tinggi walaupun terjadi penurunan pada tahun 2022. Stunting dapat dicegah melalui beberapa cara, salah satunya adalah memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada orang tua, terutama ibu. Tujuan penulisan artikel yaitu untuk memahami pentingnya pengetahuan mengenai asupan gizi seimbang pada bayi dan balita dalam mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh dosen profesi ners pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024 di Madrasah Marga Jaya RT 02 RW 05 Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui 5 langkah, yaitu persiapan, persamaan persepsi dan penyampaian gambaran kegiatan, pengambilan data, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pemberian Pendidikan kesehatan pada ibu memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan ibu. Meningkatkan pengetahuan ibu perlu dilakukan secara rutin melalui berbagai macam metode dan media pembelajaran.