Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Cupping Titik Al-Kaahil, Al-Akhda’ain, Al-Katifain Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di  Klinik Medical Center Assyifa Tahun 2024 Laila Nuranisa; Yeni Koto; Susaldi Susaldi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang menjadi masalah utama baik di indonesia maupun di dunia. Hipertensi sering disebut sebagai “silent desease” atau penyakit diam meningkatkan resiko komplikasi masalah Kesehatan lainnya seperti stroke, infark miokard, gagal jantung sampai kondisi buruk yaitu kematian. Pengobatan hipertensi dengan farmakologis maupun non farmakologis. Pengobatan non farmakologis sangat digandrungi terlebih dalam pemakaian jangka panjang dan minim resiko salah satunya terapi cupping. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Terapi Cupping Titik Al-Kaahil, Al-Akhda’ain, Al-Katifain. Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Klinik Medical Center Assyifa Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment yang menggunakan rancangan pretest posttest control group teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 30 responden, kelompok intervensi 15 responden dan kelompok kontrol 15 responden dalam penelitian, analisis data menggunakan Uji Normalitas Shapiro-wilk dan Uji Non-Parametrik Independent t test penginputan dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Ms.Excel dan Jamovi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya Pengaruh Terapi Cupping Titik Al-Kaahil, Al-Akhda’ain, Al-Katifain. Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi pada dengan hasil SBP pre-post p-value 0,007 artinya <0,05 dan DBP pre-post p-value <0,001 artinya <0,05 pada kelompok intervensi dan kontrol. Namun berdasarkan selisih rata – rata dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol positif ada perbedaan yang signifikan. Pada kelompok intervensi didapatkan Selisih rata-rata dari SBP pretest – posttest 9,3 dan DBP pretest – posttest 6,3. Sedangkan Pada kelompok kontrol positif didapatkan Selisih rata-rata dari SBP pretest – posttest 11,2 dan DBP pretest – posttest 2,4. Yang artinya penurunan tekanan darah yang signifikan dan lebih efektif terjadi pada kelompok kontrol positif. Harapannya bahwa masyarakat umum dan profesional perawatan kesehatan akan mengadopsi terapi bekam sebagai pilihan pengobatan tambahan untuk mengelola tekanan darah tinggi.
Hubungan Penerimaan Diri (Self Acceptance) Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginal Kronik Di Ruang Hemodialisa RSUD Sayang Cianjur Tahun 2024 Devi Dwi Seftiani; Siti Kamillah; Yeni Koto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit yang bersifat ireversibel dengan kelainan struktur maupun fungsi ginjal (Cahyani dkk, 2023). Gagal ginjal kronis menyebabkan penurunan fungsi organ ginjal sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan keseimbangan cairan dan elektrolit. Selain itu, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan terjadinya penumpukan zat-zat yang tidak bisa dikeluarkan dari tubuh yang disebut dengan uremia. Kualitas hidup merupakan persepsi individu mengenai posisinya dalam konteks budaya dan sistem nilai pada tempat individu tersebut hidup dan hubungannya dengan tujuan, harapan, standar dan fokus hidupnya. Kualitas hidup ialah membandingkan tingkat harapan dengan  apa  yang  sebenarnya dialami.   Pasien   hemodialisis   dengan   gagal ginjal    kronik    alami    berbagai    perubahan kualitas hidup, termasuk perubahan kesejahteraan   fisik   dan   psikologis beserta perubahan gaya hidup serta lingkungan sosial. Penerimaan diri adalah suatu sikap yang positif terhadap dirinya sendiri, mampu menerima segala bentuk keadaan pada dirinya baik berupa kelebihan maupun kekurangan, adanya rasa kesadaran penuh tentang siapa mereka, dan apa diri mereka. Adanya keyakinan seseorang dalam menjalani kehidupan, berani untuk bertanggung jawab terhadap segala perilakunya di masa lalu dan menerima keadaan emosi. Jenis penelitian ini adalah kolerasional. Metode yang digunakan ini adalah metode (Accidental Sampling). Penelitian ini juga menggunakan metode survei dengan pendekatan studi belah lintang (Cross Sectional). Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik dengan responden berjumlah 85 orang. Instrument penelitian: Lembar kuesioner menggunakan intrumen penerimaan diri (Self Acceptance Scale). Data dianalisis dengan univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Ruang Hemodialisa RSUD Sayang Cianjur hasil analisis dengan uji Chi-square dan diperoleh nilai dengan tingkat kekeliruan 5%  nilai P-value sebesar 0.05 yang artinya jika P-value > 0,05 maka H0 diterima artinya terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen
The Influence of Lemon Aromatherapy on Pain Reduction in Post-Caesarean Section Patients at PMI Hospital Bogor Siyam, Laelatus; Purnama, Agus; Koto, Yeni
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 14 No 04 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 14 Number 04 December 2
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v14i04.3225

Abstract

Background: The issue of pain experienced by post-cesarean section mothers can be managed pharmacologically through pain relief medications or non-pharmacologically through the administration of lemon aromatherapy, which helps mothers feel more relaxed and calm. Objectives: This study aims to identify the influence of lemon aromatherapy on pain reduction in post-cesarean section patients. Methods: The research design used in this study is experimental research, specifically a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group or Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. The sample was selected using purposive sampling. To determine the minimum sample size for statistical testing, G Power was used, resulting in a total sample of 20 participants. The research instruments include a respondent identity questionnaire and an observation sheet questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon-W test. Results: The results of the analysis using the Wilcoxon-W test showed a P-value of 0.388 > 0.05 with an effect size of -0.396. Conclusion: There is an influence before and after administering lemon aromatherapy in both the intervention and control groups, although the difference is not highly significant. However, the intervention group demonstrated a more dominant reduction in pain levels compared to the control group.
Pengaruh Teknik Distraksi Mendengarkan Musik Klasik Mozart Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Ruang Cendana 1 Rsud Kota Tangerang Yogi Wahyu Pratama; Bambang Suryadi; Yeni Koto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum dan mendesak, terutama di negara berkembang, tidak hanya menambah beban sistem kesehatan tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit degenerated. Pendekatan teknik distraksi, yaitu metode pengalihan perhatian melalui aktivitas tertentu yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Metode penelitian yaitu desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi adalah seluruh pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Cendana 1 RSUD Kota Tangerang dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling, pasien hipertensi berusia 40 tahun ke atas yang berada di Ruang Cendana 1 RSUD Kota Tangerang dengan 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik pasien sebelum mendengarkan musik klasik Mozart adalah 152,96 mmHg. Setelah intervensi, tekanan darah sistolik menurun secara signifikan menjadi 130,64 mmHg. Penurunan sebesar 22,32 mmHg ini menunjukkan efek yang cukup signifikan dari intervensi terhadap tekanan darah sistolik pasien. Demikian pula, tekanan darah diastolik mengalami penurunan yang signifikan, dari rata-rata 97,70 mmHg sebelum intervensi menjadi 90,22 mmHg setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 7,48 mmHg. Hasil ini mendukung hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara teknik distraksi melalui mendengarkan musik klasik Mozart dengan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Pengaruh Program Walking Test Terhadap Peningkatan Fungsi Kardiovaskular Pada Pasien Dengan Gagal Jantung Di Wilayah Kerja Puskesmas Mande Cianjur Aurell Delfasya Bedy; Siti Kamillah; Yeni koto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walking test memiliki manfaat yang sangat baik untuk penderita Gagal jantung. tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan penurunan tekanan darah, perbedaan denyut nadi, dan menganalisa MAP (Mean Arteri Preassure) pada klien yang mendapat walking test. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dimana seluruh variabel diamati dan dilakukan secara pengamatan data-data populasi. Cross sectional yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu, dilakukan pada beberapa objek yang berbeda. Penelitian ini dilakukan melalui tahap observasi pada pasien. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional prediktif. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test design terhadap responden melakukan walking test selama 6 menit. Dengan adanya pretest (sebelum) dilakukan penelitian dan post test (sesudah) dilakukan penelitian apakah ada pengaruh walking test terhadap fungsi kardiovaskular menggunakan One Group. 6 menit walking test dapat meningkatkan aliran darah ke otot yang juga dapat meningkatkan perfusi jaringan perifer.
Pengaruh Edukasi Manajeman Bullying Dengan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Pada Remaja Kelas VIII Di SMP Al - Farabi Depok Tahun 2024 Irsa Putri Maharani; Arif Hidayatullah; Yeni Koto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah tindakan kekerasan atau intimidasi berulang terhadap individu yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik maupun psikologis, yang berdampak negatif pada korban. Kepercayaan diri merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan dan nilai dirinya dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan. Media audiovisual merupakan sarana yang menggabungkan elemen visual dan audio untuk menyampaikan informasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi manajemen bullying berbasis media audiovisual terhadap peningkatan kepercayaan diri remaja kelas VIII di SMP Al-Farabi tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan 24 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan p-value Sig. 2-tailed (0,004) < 0,05, yang mengindikasikan bahwa edukasi manajemen bullying melalui media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri remaja.
Efektivitas Terapi Wicara “Aiueo” Dan Melodi Intonasi Terapi Terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa Pasien Stroke Dengan Afasia Motorik Di Ruang Cherry RSUD Cengkareng Tahun 2024 Machmudah Machmudah; Yeni Koto; Arif Hidayatullah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan cacat permanen di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui efektivitas terapi wicara AIUEO dan melodi intonasi terapi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pasien afasia motorik pada stroke dengan afasia motorik di Ruang Cherry RSUD Cengkareng. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan two group pre-test and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke dengan afasia yang dirawat di ruang Cherry RSUD Cengkareng. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi. Analisa mengunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T-test atau uji Wilcoxon. Karakteristik pasien stroke dengan afasia usia dengan kategori > 60 tahun tahun memiliki frekuensi terbanyak yaitu sebesar 53%, jenis kelamin dengan laki-laki sebanyak 19 responden (63,3%), serangan stroke pertama memiliki frekuensi sebanyak 24 responden (80%). Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan data pretest dan postest terapi wicara aiueo, melodi Intonasi Terapi dan terapi kombinasi Terapi wicara AIUEO dan melodi intonasi terapi terhadap peningkatan kemampuan berbahasa pasien stroke dengan afasia motoric dengan hasil nilai sig (2-tailed) kurang dari < 0,05,  serta memiliki nilai t tabel 2,306.
PENGARUH AROMATERAPI JAHE TERHADAP MUAL MUNTAH PADA PASIEN PASCA OPERASI KOLESISTEKTOMI DI RUANG RAWAT INAP RSAL DR MINTOHARDJO JAKARTA Nurhayati; Yeni Koto; Agus Purnama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak mual dan muntah pada pasien pasca operasi dapat menyebabkan angka dehidrasi, kesakitan, gangguan keseimbangan elektrolit, jahitan luka pasca operasi menjadi tegang, bisa menimbulkan perdarahan, hipertensi, rupture esophagus, dan peningkatan permasalahan jalan nafas akibat terjadinya aspirasi paru karena menurunnya reflex jalan nafas, bahkan mual dan muntah yang tidak ditangani dengan serius bisa menimbulkan gangguan alat-alat vital seperti ginjal dan hati. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi jahe terhadap mual muntah pada pasien pasca operasi kolesistektomi di Ruang Rawat Inap RSAL Dr Mintohardjo Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pasien pasca operasi kolesistektomi di Ruang Rawat Inap RSAL Dr Mintohardjo Jakarta sebanyak 25 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dengan diberikan aromaterapi jahe. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Lembar Monitor Mual Dan Muntah Pasca Operasi dengan The Rhodes Index Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Berdasarkan hasil penelitian nilai rata rata sebelum dilakukan aromaterapi jahe sebesar 15,65. Std deviasi sebesar 4,356, nilai minimum sebesar 7 dan nilai maksimum sebelum sebesar 24. Nilai rata rata sesudah dilakukan aromaterapi jahe sebesar 2,200. Std deviasi sebesar 3,381, nilai minimum sebesar 0 dan nilai maksimum sesudah sebesar 12. Hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p value 0,000 berarti P<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mual muntah sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi jahe pada pasien pasca operasi kolesistektomi di Ruang Rawat Inap RSAL Dr Mintohardjo Jakarta. Saran bagi Rumah Sakit untuk selalu menyediakan aroma terapi jahe disetiap ruangan pasca operasi.