Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Pemberian Tablet Fe dan Vitamin C dengan Tablet Fe dan Vitamin A terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Mahasiswi Kebidanan Halida Thamrin; Suchi Avnalurini Sharief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.89 KB) | DOI: 10.33846/sf11101

Abstract

Young women have a high risk of anemia, this is due to the loss of iron during menstruation. Young women have a higher risk to experience of anemia than young men because young women experience menstruation each month and desire to diet so that the body is deficient in essential nutrients such as iron. The purpose of this research is to know the comparison of tablet Fe and Vit C with tablet Fe and Vit A to increase the level of hemoglobin on the student of Midwifery School of Universitas Muslim Indonesia. The population in the study was all students of Midwifery School of Universitas Muslim Indonesia, with population size of 131 students. The samples were taken with purposive sampling technique based on certain criteria, with sample size of 32 students. The results of study showed that there was an increase in hemoglobin levels in the group of tablet Fe and vitamin C and the group of tablet Fe and vitamin A. Statistical test results using the T-Test obtained mean difference-1.950, p = 0.000 meaning there is a meaningful difference to the increase in hemoglobin level. Keywords: young men; hemoglobin; tablet Fe; vitamin C, vitamin A ABSTRAK Remaja putri memiliki risiko tinggi mengalami anemia, hal ini disebabkan hilangnya zat besi saat menstruasi. Remaja putri mempunyai risiko lebih tinggi terkena anemia dibandingkan remaja putra karena remaja putri mengalami menstruasi tiap bulannya dan keinginan untuk diet sehingga tubuh kekurangan zat gizi penting seperti zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbandingan Pemberian Tablet Fe dan Vit C dengan Tablet Fe dan Vit A terhadap Peningkatan kadar Hb pada Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan pendekatan post test only design untuk Mengetahui Perbandingan Pemberian Tablet Fe dan Vit C dengan Tablet Fe dan Vit A terhadap Peningkatan kadar Hb pada Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Adapun populasi pada penelitian adalah seluruh mahasiswi prodi DIII Kebidanan, dengan ukuran populasi 131 mahasiswa. Adapun sampel diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, dengan ukuran sampel 32 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok tablet Fe dan vitamin C dan kelompok tablet Fe dan vitamin A. Hasil uji statistik menggunakan uji t-test diperoleh mean difference -1,950, p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang bermakna terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Kata kunci: remaja putri; hemoglobin; tablet Fe; vitamin C; vitamin A
Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Siklus Menstruasi dan Derajat Dismenorhe pada Remaja Putri di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia Andi Masnilawati; Halida Thamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk223

Abstract

Young women are one of the groups that are prone to suffering from anemia. This study aims to analyze the relationship between hemoglobin levels and the menstrual cycle and the degree of dysmenorrhea in female adolescents at the Diploma of Midwifery Study Program, Universitas Muslim Indonesia. This research design is cross-sectional. Respondents of this study were 81 young women in the DIII Midwifery Study Program at the Muslim University of Indonesia. Data on hemoglobin levels were obtained by direct measurement, while data on the menstrual cycle and degree of dysmenorrhea were obtained through filling out a questionnaire. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi Square test. The results of this study showed that 34 of the 49 girls who had abnormal hemoglobin levels (69.4%), 31 people (63.3%) had abnormal menstrual cycles and 37 (75.5%) dysmenorrhea with degrees of dysmenorrhea. which varies. Hypothesis test results showed a relationship between hemoglobin levels and the menstrual cycle (p = 0.04), as well as a relationship between hemoglobin levels and the degree of dysmenorrhea (p = 0.00). The lower the hemoglobin level, causes problems in the menstrual cycle and worsens dysmenorrhea. Keywords: hemoglobin; menstrual cycle; degree of dysmenorrhea ABSTRAK Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan siklus menstruasi dan derajat dismenorhe pada remaja putri di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitisn ini adalah cross-sectional. Responden penelitian ini adalah 81 remaja putri di di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Data tentang kadar hemoglobin diperoleh dengan pengukuran langsung, sedangkan data tentang siklus menstruasi dan derajat dismenorhe diperoleh melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 49 remaja putri yang memiliki kadar hemoglobin tidak normal sebanyak 34 orang (69,4%), siklus mestruasi tidak normal sebanyak 31 orang (63.3%) dan dismenorhea sebanyak 37 orang (75,5%) dengan derajat dismenorhe yang bervariasi. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan siklus menstruasi (p=0,04), begitupun juga ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan derajat dismenorhe (p=0,00). Semakin rendah kadar hemoglobin, menimbulkan permasalahan pada siklus menstruasi dan memperberat dismenorhe. Kata Kunci: hemoglobin; siklus menstruasi; derajat dismenorhe
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 6-24 Bulan Halida Thamrin; Azrida M
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13132

Abstract

A developed nation can be realized with the fulfillment of quality human resources. The realization of a quality generation of the nation cannot be separated from health efforts, especially maternal and child health. Stunting are children who experience growth retardation due to poor diet or repeated infections, who tend to have a greater risk of morbidity and mortality. Stunting is a long-term impact of malnutrition, and often results in delayed mental development, poor school performance and decreased intellectual capacity. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in the working area of the Bara-Baraya Health Center. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 37 children aged 6-24 months in the working area of the Bara-Baraya Health Center, Makassar City, which were selected by accidental sampling technique. Data was collected by measuring height using a microtoise, interviews and filling out questionnaires by mothers. The data that has been collected was analyzed using the Chi square test. The results showed that there was no relationship between birth weight and the incidence of stunting, there was a relationship between birth length and the incidence of stunting, there was no relationship between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting, there was a relationship between a history of infectious diseases and the incidence of stunting, there was a relationship between income families with stunting and there is a relationship between the mother's level of knowledge about nutrition and the incidence of stunting. Thus, the factors of stunting in the working area of the Bara-Baraya Health Center, Makassar City are birth length, history of infectious diseases, family income, and level of knowledge.Keywords: stunting; child; risk factors; birth length; history of infection; income; knowledge ABSTRAK Bangsa yang maju dapat diwujudkan dengan terpenuhinya sumberdaya manusia yang berkualitas. Perwujudan generasi bangsa yang berkualitas tidak dapat terlepas dari upaya kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Stunting merupakan anak-anak yang mengalami retardasi pertumbuhan akibat pola makan yang buruk atau infeksi berulang, yang cenderung memiliki risiko lebih besar untuk morbiditas dan mortaliotas. Stunting adalah dampak kekurangan gizi dalam jangka panjang, dan sering mengakibatkan keterlambatan perkembangan mental, prestasi sekolah yang buruk dan penurunan kapasitas intelektual. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 37 anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya, Kota Makassar yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, wawancara dan pengisian kuesioner oleh para ibu. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting, ada hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting, tidak ada hubungan antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting, ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting. Dengan demikian faktor dari stunting di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya, Kota Makassar adalah panjang badan lahir, riwayat penyakit infeksi, pendapatan keluarga, dan tingkat pengetahuan.Kata kunci: stunting; anak; faktor risiko; panjang badan lahir; riwayat infeksi; pendapatan; pengetahuan
Perbandingan Pemberiaan Tablet Fe + Asam Folat dan Tablet Fe + Vitamin C Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Azrida Machmud; Halida Thamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10414

Abstract

For children and adolesence, there are many health problems, especially anemia. Anemia is one of the common nutritional problems in the world, especially in developing countries. The purpose of this study was to determine the comparison of administration of Fe tablets + folic acid and Fe tablets + vitamin C to increasing Hb levels in midwifery students at the Muslim University of Indonesia. This type of research was a quasi experimental study with the pre test post test design. The sample was taken by purposive sampling technique with sample size of 32 female students.The results of this study there was a difference in the increase in hemoglobin levels in the group supplementing Fe + Folic Acid and Fe + Vitamin C. The statistical test results using the T-test obtained a mean difference of 0.47, p = 0.036. Giving Fe + folic acid tablets is more effective to increase hemoglobin levels Keywords: adolesence; Hb; Fe; folic acid; vitamin C
Optimalkan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Sejak Dini di Desa Taeng Kabupaten Gowa Halida Thamrin; Evi Istiqamah; Nurlina Akbar
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): January
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.154 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v1i1.26

Abstract

Pertumbuhan (growth) sering disamakan dengan perkembangan (development) khususnya pada anak usia dini. Walaupun kedua istilah tersebut nampaknya mempunyai gejala yang sama yaitu perubahan tetapi pada kenyataannya berbeda. Walaupun selalu terjadi perubahan-perubahan yang sifatnya fisik atau psikologis, banyak orang tidak sepenuhnya menyadarinya kecuali apabila perubahan-perubahan itu terjadi secara mendadak atau jelas mempengaruhi pola kehidupan mereka. Salah satu masalah kesehatan yang terdapat di Desa Taeng Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap masalah kesehatan utamanya pengetahuan ibu yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini. Kegiatan pengabdian ini lakukan di salah satu rumah warga dengan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Setelah pemeriksaan dan penyuluhan dilakukan, pengetahuan dan pemahaman para ibu terhadap materi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pre dan posttest para ibu yang memiliki pengetahuan kategori baik meningkat dari 17% menjadi 39%, kategori cukup dari 44% menjadi 50% dan kategori kurang dari 39% menjadi 11%. Pemberian edukasi kepada para ibu merupakan sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, diharapkan para ibu dapat memberikan stimulus yang tepat pada anak di lingkungan Desa Taeng Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI BENTUK STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI BALITA BAGI KADER POSYANDU DESA TELLUMPOCCOE MAROS Nurlina Akbar; Halida Thamrin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1372-1376

Abstract

Children's health is always concern because this group is vulnerable to health problems on their golden period. The involvement of parents, especially mothers and health workers, is needed. The Health Profile of South Sulawesi shows that the percentage of underweight children under five in Kabupaten Maros is ranked 4th with 8.23%. Data from interviews with the Tellumpoccoe Midwife in Kab. Maros, the number of infants under five until December 2021 is 96 toddlers and 5 health service assistent. This number shows that the ratio of health service assistent to the number of infants under five is sufficient so they should be able to assist mothers of infants under five in monitoring and stimulating growth and development. There is one way to stimulate growth and development is with baby massage which is known to be effective for increasing appetite and improving blood circulation. Health service assistent in this village have never been provided with baby massage skills, so the purpose of this community service is sharing information and baby massage skills to them. The service method includes the preparation stage, coordinating with the local government, pretest, the implementation stage, socialization and training and posttest as the evaluation stage. During the socialization and training, the health service assistant had great enthusiasm while listening to the explanation of baby massage, were active in discussing and practicing baby massage so that their knowledge and understanding increased and the five of them were able to practice good and correct baby massage
Kejadian Dismenorhoe Pada Mahasiswi Dengan Anemia Azrida Machmud; Suchi Avnalurini Sharief; Halida Thamrin
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 1 No 3 (Juli 2018 )
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi anak-anak dan remaja putri banyak ditemukan masalah kesehatan khususnya anemia. Pada wanita dengan anemia defisiensi zat besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala –gejala pada waktu haid, tetapi sebagian merasa berat di panggul atau merasa nyeri (dismenorea). Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa angka kejadian dismenorea masih cukup tinggi, mereka yang mengalami dismenorea yang sangat berat setelah minum obat harus beristirahat serta dianjurkan untuk membatasi bahkan meninggalkan sekolah atau pekerjaan selama 1-3 hari dalam satu bulan yang tentunya akan dapat merugikan wanita dalam beraktifitas, khususnya pada remaja putri yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian dismenorea pada mahasiswi dengan anemia. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan desain survai analitik dengan pendekatan yang digunakan cross sectional. Dalam penelitian ini cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Kebidanan UMI dimana hasil uji chi square sebesar 9,737 artinya responden yang mengalami anemia mempunyai risiko 9,7 kali mengalami dismenorea dibandingkan responden yang tidak anemia dengan p-value 0,0001 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa anemia dapat menyebabkan terjadinya dismenorea pada remaja putri, sehingga perlunya peningkatan pengetahuan tentang gizi bagi remaja putri untuk mencegah terjadinya anemia.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) LOKAL DARI BAHAN DASAR SUKUN DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Halida Thamrin; Azrida M
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2402-2405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun persiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan pada masalah gizi. Data kesehatan menunjukkan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu lokasi khusus untuk menurunkan masalah kesehatan gizi khususnya anak balita. Tingginya masalah gizi pada balita bukan hanya karena faktor kemiskinan tetapi minimnya pengetahun dan praktik pengasuhan anak serta pemberian makan anak yang tidak mencukupi juga ikut memberikan sumbangsih terhadap masalah gizi yang dihadapi saat ini. Tujuan umum dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan kesehatan. Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu (1) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) dan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal dengan bahan dasar sukun yang dapat menambah variasi pemberian MP-ASI sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan anak balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan (1) pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) pelatihan MP-ASI lokal dari bahan dasar pembuatan sukun dengan melakukan unjuk rasa.
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal Pada Bayi Ny. N Nur Fakhriyah Mumtihani; Halida Thamrin; Suchi Avnalurini Sharief
Window of Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data World Health Organization pada tahun 2019 AKB secara global adalah angka kematian bayi 19 per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal adalah angka kematian yang terjadi sebelum bayi berumur satu bulan atau 28 hari. Bayi baru lahir sangat memerlukan asuhan yang segera, cepat, tepat aman serta bersih. Tujuan disusunnya studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal pada Bayi Ny. N di klinik Pratama BKIA Rakyat Makassar tahun 2022 dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan sesuai wewenang bidan. Bayi baru lahir atau disebut juga dengan neonatus adalah bayi yang berusia 0-28 hari. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari usia kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat badan lahir 2500 sampai 4000 gram, dan menangis spontan kurang dari 30 detik setelah lahir dengan nilai APGAR antara 7-10. Jenis penelitian ini menggunakan metode 7 langkah Varney yang meliputi pengumpulan data, identifikasi diagnosa/masalah aktual, masalah potensial, tindakan segera/kolaborasi, rencana tindakan, implementasi, serta evaluasi. Berdasarkan dari teori dan studi kasus yang dilakukan, penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Setelah penulis mempelajari teori dan pengalaman langsung di lahan praktek melalui studi kasus tentang asuhan kebidanan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. N di Klinik Pratama BKIA Rakyat Makassar tahun 2022. Bidan diharapkan senantiasa memberikan perhatian serta berupaya meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir normal.
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. L Pratama Wara-wara, Jihan; Saputri, Linda Hardianti; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 4 No. 2 (Desember, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.946

Abstract

Angka kematian bayi adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari pertama kehidupan per 1000 kelahiran hidup menurut WHO pada tahun 2013 di dunia sebanyak 34 per 1.000 kelahiran hidup, di negara berkembang sebanyak 37 per 1.000 kelahiran hidup dan di negara maju sebanyak 5 per 1.000 kelahiran hidup, ini menunjukan bahwa angka kematian bayi di negara berkembang lebih tinggi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan angka kematian bayi 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan angka kematian balita 32 per 1.000 kelahiran hidup. Meskipun demikian angka kematian bayi dan balita diharapkan akan terus mengalami penurunan, intervensi-intervensi yang dapat mendukung kelangsungan hidup anak ditujukan untuk dapat menurunkan angka kematian bayi menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup di tahun 2024. Sementara itu, sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan, angka kematian balita diharapkan dapat mencapai angka 18,8 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2030. Tujuan dilakukannya studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada kasus bayi baru lahir pada Bayi Ny. L dengan lahir cukup bulan di Klinik Pratama BKIA Rakyat, penyusunan studi kasus ini didasarkan pada teori ilmiah yang menggabungkan praktek dan pengalaman, penulis membutuhkan data subjektif dan objektif terkait teori yang digunakan sebagai dasar analisis pemecahan masalah, untuk itu penulis menggunakan metode anamnesis, pemeriksaan fisik, studi kasus, studi kepustakaan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kasus yang terjadi pada Bayi Ny. L merupakan hal yang fisiologis, kesimpulan yang dapat penulis tarik yakni Bayi Ny. L dengan lahir cukup bulan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan tinjauan kasus.