Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. S Gestasi 43 Minggu 1 Hari dengan Serotinus Fikriyah, Ambar Hafifah; Sharief, Suchi Avnalurini Sharief; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.793

Abstract

Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan yang tertinggi dengan kematian 450 kematian per 100.000 kelahiran bayi hidup. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 angka kematian ibu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan 28%, eklampsi 24%, infeksi 11%, partus lama 5%, abortus 5%, dan lain-lain 27%, yang didalamnya terdapat juga penyulit pada masa kehamilan dan penyulit pada masa persalinan. Kehamilan serotinus atau kehamilan lewat bulan adalah kehamilan yang lebih dari 42 minggu (294 hari), dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele dengan siklus rata-rata 28 hari. Resiko bagi ibu dengan postterm dapat berupa perdarahan pasca persalinan ataupun tindakan obstetrik yang meningkat. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Interpretasi data dasar, diagnosa aktual,  diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari hasil pengkajian anamnesis pada kasus Ny. S didapatkan  bahwa ibu masuk RS dengan keluhan lewat bulan atau kehamilan serotinus. Hamil yang pertama dan tidak pernah keguguran sebelumnya. pergerakan janinnya kuat di sebelah kanan. keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis tanda-tanda vital dalam batas normal serta kolaborasi dengan dokter obgyn untuk USG dan penatalaksanaan selanjutnya. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
PENGOLAHAN IKAN LOKAL BERPROTEIN TINGGI SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PUCAK Sumiaty, Sumiaty; M, Azrida; Arman, Arman; Thamrin, Halida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.861-868

Abstract

Bayi yang berusia lebih dari enam bulan memerlukan semua jenis nutrisi, termasuk makanan tambahan selain ASI (MP-ASI). Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi, bayi berpotensi menghadapi gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, seperti stunting. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk: 1) Bidang Kesehatan, yaitu meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan lokal agar kebutuhan protein balita tercukupi dan dapat mencegah stunting; 2) Bidang Edukasi, yaitu meningkatkan pengetahuan atau pemahaman ibu balita mengenai pentingnya makanan pendamping ASI yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: 1) Bidang Kesehatan, meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan melalui kegiatan demo masak (praktik memasak nugget dan bola-bola ikan bandeng); 2) Bidang Edukasi, meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat melalui penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa ibu balita mampu mengolah ikan bandeng menjadi nugget dan bola-bola ikan setelah berpartisipasi dalam demo masak, serta terdapat peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, dari 70% menjadi 97,33%. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi ibu balita yang kesulitan dalam mengolah ikan, sehingga anak tidak bosan dan kebutuhan proteinnya terpenuhi, yang pada akhirnya dapat mencegah stunting.
PEDULI KESEHATAN PEREMPUAN DENGAN DETEKSI DINI DAN UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN WIDHATUL ULUM Masnilawati, Andi; Thamrin, Halida
Jurnal BALIRESO Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v5i2.165

Abstract

  Islamic boarding schools are a form of religious education institutions. In Indonesia, the prevalence of cancer is 1.4 per 1,000 population and is the 7th cause of death (5.7%) of all causes of death. The estimated incidence of breast cancer in Indonesia is 40 per 100,000 women. The highest type of cancer in hospitalized patients in hospitals throughout Indonesia in 2010 was breast cancer (28.7%). Therefore it is necessary to understand prevention efforts and early diagnosis so that patient detection can be carried out at an early stage so that it can reduce breast cancer deaths. Breast cancer screening is an examination or attempt to find abnormalities that lead to breast cancer in a person or group of people who have no complaints. The initial attempt to screen for breast cancer is SADARI. One of the health problems in Wihdatul Ulum Islamic boarding school, Bontokassi village, Parangloe district, Gowa district is the lack of knowledge of students on reproductive health problems, especially those related to breast cancer. The result that has been generated is an increase in knowledge where the results of the pre-test were carried out on 20 students consisting of tsnawiyah and madrasah students who were given a questionnaire with 14 questions with pre-test results, namely, 0% had good knowledge, 85% had sufficient knowledge, 5% who have less knowledge. After being given education and training at the level of natural knowledge, that is, 85% have good knowledge, 15% are sufficient and there is no one else who lacks knowledge about breast cancer.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI BENTUK STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI BALITA BAGI KADER POSYANDU DESA TELLUMPOCCOE MAROS Akbar, Nurlina; Thamrin, Halida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1372-1376

Abstract

Children's health is always concern because this group is vulnerable to health problems on their golden period. The involvement of parents, especially mothers and health workers, is needed. The Health Profile of South Sulawesi shows that the percentage of underweight children under five in Kabupaten Maros is ranked 4th with 8.23%. Data from interviews with the Tellumpoccoe Midwife in Kab. Maros, the number of infants under five until December 2021 is 96 toddlers and 5 health service assistent. This number shows that the ratio of health service assistent to the number of infants under five is sufficient so they should be able to assist mothers of infants under five in monitoring and stimulating growth and development. There is one way to stimulate growth and development is with baby massage which is known to be effective for increasing appetite and improving blood circulation. Health service assistent in this village have never been provided with baby massage skills, so the purpose of this community service is sharing information and baby massage skills to them. The service method includes the preparation stage, coordinating with the local government, pretest, the implementation stage, socialization and training and posttest as the evaluation stage. During the socialization and training, the health service assistant had great enthusiasm while listening to the explanation of baby massage, were active in discussing and practicing baby massage so that their knowledge and understanding increased and the five of them were able to practice good and correct baby massage
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) LOKAL DARI BAHAN DASAR SUKUN DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Thamrin, Halida; M, Azrida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2402-2405

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun persiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan pada masalah gizi. Data kesehatan menunjukkan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu lokasi khusus untuk menurunkan masalah kesehatan gizi khususnya anak balita. Tingginya masalah gizi pada balita bukan hanya karena faktor kemiskinan tetapi minimnya pengetahun dan praktik pengasuhan anak serta pemberian makan anak yang tidak mencukupi juga ikut memberikan sumbangsih terhadap masalah gizi yang dihadapi saat ini. Tujuan umum dari kegiatan ini yaitu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan kesehatan. Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu (1) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) dan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal dengan bahan dasar sukun yang dapat menambah variasi pemberian MP-ASI sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan Target yang diharapkan pada kegiatan ini adalah bertambahnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan bayi serta adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam meningkatkan kesejahteraan bayi dan balita maka seorang ibu harus dibekali dengan pendidikan kesehatan tentang kebutuhan anak balita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan (1) pemberian pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak (2) pelatihan MP-ASI lokal dari bahan dasar pembuatan sukun dengan melakukan unjuk rasa.
Pelatihan SADARI sebagai Upaya Menekan Angka Kanker Payudara pada Siswi SMAN 13 Maros Sartika Sartika; Halida Thamrin; Andi Sani
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.2921

Abstract

: Breast cancer is a malignant disease in the world and is the main cause of death from breast cancer among women. Breast cancer can be detected at an early stage which can be done by BSE. Even though the examination is based on existing guidelines and tutorials, with BSE more early stage breast cancer can be detected. However, teenagers feel afraid and feel that they lack knowledge regarding BSE.This community service aims to increase students' knowledge about the BSE method, increase the ability and skills to apply the BSE method independently, provide information boards in the UKS room. This activity involved 23 female students from SMAN 13 Maros. The approach method used is counseling and training on the BSE method.Breast cancer is a malignant disease in the world and is the main cause of death from breast cancer among women. Breast cancer can be detected at an early stage which can be done by BSE. Even though the examination is based on existing guidelines and tutorials, with BSE more early stage breast cancer can be detected. However, teenagers feel afraid and feel that they have minimal knowledge regarding BSE. This community service aims to increase students' knowledge about the BSE method, increase the ability and skills to apply the BSE method independently, provide information boards in the UKS room. This activity involved 23 female students from SMAN 13 Maros. The approach method used is counseling and training on the BSE method. The results of the outreach activities showed that students' knowledge and abilities changed from negative to positive by 68.2% through pretest and posttest questionnaires. It is hoped that schools can initiate the formation of student health groups and routinely carry out activities that increase students' knowledge about adolescent health.
Sosialisasi dan penerapan teknologi sederhana filtrasi air untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa di SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar Kadir, Hamdan; Thamrin, Halida; Husnah, Nurul; Nung, Agil; Fais, Akmal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37731

Abstract

Abstrak Akses terhadap air bersih yang aman merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan anak usia sekolah dasar. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan air dan rendahnya kesadaran kebersihan masih menjadi permasalahan di sejumlah sekolah, termasuk SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar yang menggunakan air sumur tanpa sistem filtrasi memadai. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan siswa melalui sosialisasi serta penerapan teknologi sederhana filtrasi air. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif mengenai pentingnya air bersih, demonstrasi pembuatan alat filtrasi sederhana berbasis pasir, karbon aktif, dan keramik, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas V sebagai peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa sebesar 43,33% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif dan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dinilai efektif sebagai upaya edukasi kesehatan lingkungan di sekolah dasar dan berpotensi untuk direplikasi pada sekolah lain guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang air bersih dan sanitasi. Kata kunci: air bersih; filtrasi air sederhana; pengolahan air; kesehatan siswa; sekolah dasar. Abstract Access to safe and clean water is essential for maintaining the health of elementary school children. However, limited water treatment facilities and low hygiene awareness remain challenges in many schools, including SD Negeri Rappojawa No. 71 Makassar, which relies on untreated well water without an adequate filtration system. This community service program aimed to improve students’ knowledge and health awareness through educational activities and the implementation of simple water filtration technology. The program methods included interactive sessions on the importance of clean water, demonstrations of simple filtration devices using sand, activated carbon, and ceramic materials, as well as pre-test and post-test assessments to evaluate students’ understanding. A total of 30 fifth-grade students participated in the program. The results showed an average increase of 43.33% in students’ knowledge scores after the program implementation. In addition, students demonstrated active participation and a better understanding of clean water utilization and clean and healthy living behaviors. These findings indicate that the integration of simple water filtration technology with health education is effective in enhancing environmental health literacy among elementary school students. This program has the potential to be replicated in other schools to support improved health outcomes and the achievement of sustainable development goals related to clean water and sanitation. Keywords: clean water; simple water filtration; water treatment; health awareness; elementary school.