Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN IKAN LOKAL BERPROTEIN TINGGI SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PUCAK Sumiaty, Sumiaty; M, Azrida; Arman, Arman; Thamrin, Halida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.861-868

Abstract

Bayi yang berusia lebih dari enam bulan memerlukan semua jenis nutrisi, termasuk makanan tambahan selain ASI (MP-ASI). Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi, bayi berpotensi menghadapi gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, seperti stunting. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk: 1) Bidang Kesehatan, yaitu meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan lokal agar kebutuhan protein balita tercukupi dan dapat mencegah stunting; 2) Bidang Edukasi, yaitu meningkatkan pengetahuan atau pemahaman ibu balita mengenai pentingnya makanan pendamping ASI yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: 1) Bidang Kesehatan, meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah camilan MP-ASI berbahan ikan melalui kegiatan demo masak (praktik memasak nugget dan bola-bola ikan bandeng); 2) Bidang Edukasi, meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat melalui penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa ibu balita mampu mengolah ikan bandeng menjadi nugget dan bola-bola ikan setelah berpartisipasi dalam demo masak, serta terdapat peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test, dari 70% menjadi 97,33%. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi ibu balita yang kesulitan dalam mengolah ikan, sehingga anak tidak bosan dan kebutuhan proteinnya terpenuhi, yang pada akhirnya dapat mencegah stunting.
Pemanfaatan Permainan Magnet Stick Dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Parangloe Kab. Gowa Sunarti, Sunarti; Thamrin, Halida; Ernasari, Ernasari; Murthafiah, Murthafiah; Amelia Matdoan, Riska
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.389

Abstract

Perkembangan anak terjadi pada beberapa aspek seperti perkembangan sosial, perkembangan emosional, dan perkembangan kognitif. Namun tingginya prevalensi gangguan perkembangan anak menyebabkan keterlambatan perkembangan. Agar potensi perkembangan dan pertumbuhan anak berjalan optimal, maka diperlukan adanya stimulasi perkembangan pada anak. Dimana pemberian stimulasi oleh ibu akan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan permainan magnet stick dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di wilayah kerja puskesmas parangloe Gowa. Metode pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu berkoordinasi dengan pihak setempat, Mempersiapkan materi penyuluhan dan manual book, Mempersiapkan alat permainan magnet stick, melakukan wawancara dan pengisian kuesioner pra tes pengetahuan, melakukan kegiatan penkes, melakukan pengisian kuesioner post-tes pengetahuan, melakukan pengukuran antropometri anak dan melaksanakan kegiatan bermain magnet stick pada anak. Adapun jumlah peserta sebanyak 15 anak dengan 10 Ibu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman Ibu tentang perkembangan dan stimulasi anak dari 40 % mnjadi 90,0% dari 10 peserta dan terlaksananya kegiatan terapi bermain dengan permainan magnet stick pada 15 orang anak. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan terkain stimulasi perkembangan anak melalui bermain khususnya permainan edukatif magnet stick karena dapat meningkatkan kemampuan imajinasi anak dalam mengembangkan kreatifitasnya sehingga perkembangan motorik halus anak dapat terangsang dengan baik.
Integritas dan Kepercayaan Bidan untuk Menciptakan Kemitraan dengan Dukun di Kota Mamuju Nurgahayu Nurgahayu; Halida Thamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk132

Abstract

The position of midwives and traditional healers in partnership places midwives as birth attendants and changes the function of the traditional healers. In this case, the function of the traditional healers, which was originally used as the main helper in childbirth, has become a midwife partner whose function is to care for mothers and babies on a non-medical basis. The purpose of this study was to analyze the relationship between integrity and the trustworthiness of midwives in partnering with traditional healers in Mamuju City, West Sulawesi Province. This study used a cross-sectional approach. The population of this study was 99 village midwives, while the sample was 53 village midwives who were selected by accidental sampling technique. Integrity and trust were measured by filling out a questionnaire. Data analysis was carried out descriptively, followed by hypothesis testing using Fisher's exact test. The results of the analysis showed that integrity and trust research was at the "adequate" level. The p value was 0.02, so it was interpreted that there was a significant correlation in a positive direction. Furthermore, it was concluded that integrity was positively related to trust; the higher the integrity, the stronger the midwives' trust in partnering with traditional healers in Mamuju City.Keywords: integrity; trust; midwife; traditional healers; partners ABSTRAK Posisi bidan dan dukun dalam bermitra menempatkan bidan sebagai penolong persalinan dan merubah fungsi dukun. Dalam hal ini, fungsi dukun yang semula dijadikan sebagai penolong utama dalam persalinan menjadi mitra bidan yang berfungsi merawat ibu dan bayi pada segi non medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara integritas dengan kepercayaan bidan dalam bermitra dengan dukun di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 99 bidan desa,  sedangkan sampel adalah 53 bidan desa yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Integritas dan kepercayaan diukur melalui pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan Fisher’s exact test. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian integritas dan kepercayaan berada dalam level “cukup”. Nilai p adalah 0,02, sehingga diinterpretasikan ada korelasi secara signifikan dengan arah positif. Selanjutnya disimpulkan bahwa integritas berhubungan secara positif kepercayaan; semakin tinggi integritas, maka semakin kuat kepercayaan bidan dalam bermitra dengan dukun di Kota Mamuju.Kata kunci: integritas; kepercayaan; bidan; dukun; mitra
CEGAH KECACINGAN MELALUI METODE ROLE PLAY MAKSIMALKAN PERTUMBUHAN SISWA SDN 13 DI DESA PADANGLAMPE Arman, Arman; Thamrin, Halida; Sumiaty, Sumiaty; M, Azrida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1132-1139

Abstract

Faktor yang mempengaruhi gangguan pertumbuhan anak secara langsung, yaitu anak tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang, memadai, dan anak mungkin menderita penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi yang sering diderita anak sekolah yaitu kecacingan. Tujuan dari PkM ini adalah 1) Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan agar terhindar dari penyakit infeksi, 2) Meningkatkan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala Cacingan serta cara penularan dan pencegahannya, maka solusi yang ditawarkan yaitu 1) Bidang Kesehatan yaitu Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan dengan metode Role Play yaitu bermain ular tangga, 2) Bidang Edukasi yaitu Peningkatan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala Cacingan serta cara penularan dan pencegahannya dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan bahwa terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam praktek PHBS setelah melakukan Role Play dengan ular tangga dan pengetahuan siswa tentang tanda dan gejala cacingan juga mengalami peningkatan sebesar 16% yaitu pre test=80,65% dan post test=93,55%. Manfaat dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan adalah siswa lebih memperhatikan kebersihan individu agar mencegah kecacingan yang dapat berisiko pertumbuhan terhambat.
Asuhan Kebidanan Postpartum pada Ny. M dengan Nyeri Luka Jahitan Perineum Sari Nurhidayah, Erlinda; S, Linda Hardianti; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.191

Abstract

Data World Healt Organization (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, dan diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. sebagian besar wanita yang mengalami ruptur perineum pada saat melahirkan kurang lebih 50-60% dari wanita ini memerlukan penjahitan, sekitar 2% yaitu dari 10.000 orang wanita setiap tahunnya, ruptur perineum bisa menyebabkan terjadinya nyeri pada perineum yang dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk mobilisasi sehingga dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan postpartum. Tujuan disusunnya studi kasus ini adalah untuk dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. M dengan nyeri luka jahitan perineum. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi kasus manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Berdasarkan data yang diperoleh dari RSIA Malebu Husada Makassar pada Januari-April 2021, jumlah ibu bersalin adalah 118 orang yang mengalami rupture sebanyak 80 orang dan sekitar 60 orang mengalami nyeri. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah Ny. M usia 27 tahun. Hasil pada studi kasus Ny. M dengan nyeri luka jahitan perineum tidak ditemukan adanya kendala dalam menangani hal tersebut, berdasarkan data berat badan bayi lahir 3800 gram dan hal ini merupakan penyebab ruptur perineum. Kesimpulan dari studi kasus Ny. M postpartum hari pertama dengan nyeri luka jahitan perineum diRSIA Malebu Husada Makassar, yaitu asuhan yang telah diberikan berhasil dengan ditandai keadaan umum ibu baik, ASI sudah mulai lancar, Ibu sudah tidak merasakan sakit pada luka jahitan perineum, dan tidak ada tanda-tanda infeksi ditemukan.
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal pada Bayi Ny. N Azizah, Afifatul; Thamrin, Halida; M, Azrida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.192

Abstract

Data Word Health Organization (WHO) angka kematian bayi secara global adalah 19 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup jauh dari target SDGs (Sustainable Development Goals) yang menargetkan pada tahun 2030 adalah angka kematian bayi 12 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan data awal yang diperoleh dari RSIA Malebu Husada pada bulan Januari-April tahun 2021 jumlah keseluruhan bayi baru lahir mencapai 129 bayi, sedangkan bayi yang lahir normal sebanyak 109 bayi. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. N. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu, berat badan lahir 2500-4000 gram, menangis spontan kurang dari 30 detik setelah lahir dengan nilai APGAR score antara 7-10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan tujuh langkah Varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah bayi Ny. N, umur 23 tahun, nikah 1x, suku Makassar, agama Islam, pendidikan SMA, pekerjaan IRT, alamat Jl. Dg Ramang No. 11. Kesenjangan antara teori dan kasus. Kesimpulan dari studi kasus dengan manajemen asuhan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP, yakni semua berlangsung secara normal tanpa ada masalah pada bayi.
Manajemen Asuhan Kebidanan Akseptor Baru KB Implan pada Ny. N dengan Kecemasan Permatasari, Ayu Diah; Thamrin, Halida; Nurhidayati, Nurhidayati
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.380

Abstract

penggunaan kontrasepsi implan meningkat di sub-sahara karena akan membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan dengan demikian mengurangi kejadian HIV, penularan dari ibu-ke-bayi.. peserta program KB di Indonesia memilih metode kontrasepsi suntik (59,7%) dan pil (20,71%), hal ini dikarenakan kedua metose tersebut mudah diterima oleh PUS kalangan ekonomi menengah, jangka penggunaan pendek dan lebih popular karena gencarnya iklan media massa . sedangkan, pengguna alat kontrasepsi jangka panjang tercatat sebanyak 7,30%, pengguna IUD 6,21%, Implan 1,27%, MOP dan kondom . Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada akseptor baru KB implant yang dirasakan Ny”N” di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah makassar tahun 2019. Implan merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk batang dengan panjang sekitar 4 cm yang didalamnya terdapat hormon progesteron, Hormon tersebut kemudian akan dilepaskan secara perlahan dan impalnt ini dapat efektif sebagai alat kontrasepsi selama 3 tahun. Cara Pemasangan implan dilaksanakan pada bagian tubuh yang jarang bergerak atau digunakan. Berdasarkn penelitian, lengan kiri merupakan tempat terbaik untuk pemasangan implan, yang sebelumnya dilakukan anastesi lokal. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar, perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi yang berbahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman. Calon Akseptor baru KB implant dengan kecemasan. Dari kasus Ny”N” yaitu kecemasan sudah berkurang. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. K dengan Kala I Fase Laten Putri, Putri Devi Anggraeni; Thamrin, Halida; M, Azrida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.444

Abstract

Menurut laporan World Health Organization (WHO) Indonesia menduduki urutan pertama angka kematian ibu di Asia tenggara yaitu sebesar 214 per 100.000 kelahiran hidup. Tercatat sekitar 830 wanita meninggal karena kehamilan dan persalinan. Secara global 80% penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, hiperternsi dalam kehamilan, partus lama dan aborsi. Tujuan  dilakukannya studi kasus ini ialah agar terlaksananya Asuhan Kebidanan Intanatal pada Ny. K dengan Kala I Fase Laten di Klinik Pratama BKIA Rakyat tahun 2021 dengan penerapan asuhan kebidanan didasari wewenang bidan. Persalinan dimulai sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan dilatasi serviks (membuka dan menipis) dan diakhiri lahirnya plasenta secara lengkap Fase laten merupakan fase pembukaan yang sangat lambat yaitu dari 0 sampai 3 cm yang membutuhkan waktu 8 jam. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah Ny. K, 33 Tahun, Nikah 1 kali, suku bugis, agama Islam, pendidikan SD, pekerjaan ibu rumah tangga, alamat Jln. Tinumbu Lr. 165 C, RT.005, RW.001 Kel. Pannampu. Berdasarkan studi kasus pada Ny. K dengan Kala I Fase Laten tidak ditemukan adanya kesejangan antara teori dan kasus berdasarkan data G1 P0 A0, gestasi 38-40 minggu, punggung kanan, presentasi kepala, BDP, intra uterine, janin hidup, keadaan janin dan ibu baik, inpartu Kala I Fase Laten. Setelah penulis mempelajari teori dan pengalaman langsung di lahan praktik melalui studi kasus tentang asuhan kebidanan persalinan normal kala I fase laten pada Ny. K di Klinik Pratama BKIA Rakyat Makassar maka penulis menarik kesimpulan bahwa intervensi yang tepat dalam persalinan dapat mencegah risiko keadaan abnormal persalinan, serta saran sebagai seorang tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan mampu mempertahankan pelayanan profesional sesuai dengan wewenangnya sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui dukungan untuk mencegah komplikasi.
Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. M dengan Inisisasi Menyusui Dini Nining, Nining Fitriani Eleuwarin; Masnilawati, Andi; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.459

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan awal menyusui dini sekurang kurangnya 30-60 menit setelah bayi lahir dengan meletakan bayi di atas dada atau perut ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi, dapat merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan pasca bersalin dan semakin besar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi (6 bulan sampai dengan 2 tahun). Untuk mencegah hal tersebut maka harus dilakukan Inisiasi Menusui Dini (IMD). Berdasarkan pencatatan dan pelaporan di RSIA Malebu Husada Makassar pada bulan Januari-April 2021 jumlah keseluruhan bayi baru lahir mencapai 127 bayi, sedangkan bayi yang lahir normal sebanyak 109 bayi. Dari 127 bayi baru lahir yang dilakukan IMD sekitar 55 bayi. Tujuan dilakukan studi kasus ini untuk melakukansuhan kebidanan bayi baru lahir pada bayi Ny. M dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di RSIA Malebu Husada Makassar dengan pendekatan asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab bidan. Kesimpulan setelah dilakukan identifikasi pengumpulan data dasar meliputi identitas bayi, identitas orang tua, data biologis yang diperoleh yaitu bayi lahir segera menangis tanggal 25 April 2021 dengan berat badan lahir: 3000 gram, panjang badan lahir: 49 cm dan APGAR score 8/10, dari hasil pengkajian serta analisa data tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus.
Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. A dengan Hiperemesis Gravidarum Terengganu, Rani Nawaro; M, Azrida; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.505

Abstract

Hyperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi sehingga cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Mual dan muntah yang terus menerus tanpa pengobatan dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang janin dan Rahim. Hyperemesis gravidarum terjadi di Indonesia dengan angka kejadian 0,13%. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami Asuhan Kebidanan Antenatal Pada Ny. “A” Dengan Hyperemesis Gravidarum Di RSIA Masyita Makassar tahun 2019 menurut manajemen Varney. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa aktual, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya dari kasus Ny”A” yaitu kehamilan berlangsung normal tanpa komplikasi hingga aterm, mual dan muntah berkurang, keadaan ibu dan janin baik, Hyperemesis gravidarum tingkat II dapat teratasi. Berdasarkan studi kasus dilakukan Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah. Berdasarkan studi kasus pada Ny “A” dengan Hyperemesis gravidarum, ditemukan tidak adanya kesenjanggan antara teori dan studi kasus dimana mualdan munta adalah halyang normal pada kehamilan trimester awal, akan tetapi menjadi berat apabila frekuensi muntah lebih dari 10 kali, sehingga pada kasus ini diagnose yang diambil yaitu Hyperemesi gravidarum tingkat II dan masalh potensial terjadi gangguan pemenuhan nutrisi.