Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS SOLUTION FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SMK NEGERI 1 LOLOMATUA Ndruru, Nurven Intan Sari; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Famahato; Lase, Justin Foera-era
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9543

Abstract

ABSTRACT Academic procrastination is a tendency to delay completing tasks despite being aware of its negative impact on learning outcomes, and it remains a significant issue among students at SMK Negeri 1 Lolomatua, affecting academic achievement and learning discipline. Although various counseling approaches have been implemented to address this behavior, experimental studies specifically examining the effectiveness of Solution Focused Brief Therapy (SFBT) in vocational school settings remain limited, highlighting the need for more measurable and context-specific investigation. This study aimed to examine the effectiveness of SFBT in reducing students’ academic procrastination. The research employed a quasi-experimental design using a Pretest–Posttest Control Group Design involving 30 students selected purposively and proportionally assigned to experimental and control groups, where the experimental group received structured SFBT counseling sessions focusing on strength identification, goal setting, and solution formulation, while the control group received no intervention. Data were analyzed using an independent samples t-test at a 0.05 significance level after meeting the prerequisite statistical assumptions. The results showed that the posttest mean score of the experimental group (77.73) was lower than that of the control group (87.73), with a t-value of 3.12 and p < 0.05, indicating a statistically significant difference. These findings confirm that SFBT is an effective strength-based, brief, and practical intervention for reducing academic procrastination in vocational school contexts and is relevant for implementation in school counseling services. ABSTRAK Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan menunda penyelesaian tugas meskipun menyadari dampak negatifnya terhadap hasil belajar dan masih menjadi permasalahan nyata pada siswa SMK Negeri 1 Lolomatua sehingga memengaruhi capaian akademik serta kedisiplinan belajar. Meskipun berbagai pendekatan konseling telah diterapkan untuk mengatasi perilaku tersebut, penelitian eksperimental yang secara khusus menguji efektivitas Solution Focused Brief Therapy (SFBT) pada konteks sekolah kejuruan masih terbatas, sehingga diperlukan kajian yang lebih terukur dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas SFBT dalam menurunkan prokrastinasi akademik siswa. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan model Pretest–Posttest Control Group Design terhadap 30 siswa yang dipilih secara purposive dan dibagi secara proporsional ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol, di mana kelompok eksperimen memperoleh layanan konseling SFBT melalui sesi terstruktur yang menekankan identifikasi kekuatan, penetapan tujuan, dan perumusan solusi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05 setelah memenuhi asumsi prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelompok eksperimen (77,73) lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (87,73) dengan nilai t hitung 3,12 dan p < 0,05, yang menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa SFBT efektif sebagai intervensi berbasis kekuatan yang singkat dan aplikatif dalam menurunkan prokrastinasi akademik di sekolah kejuruan serta relevan untuk diimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling.
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 2 GIDO Debora Gulo, Magdalena Mey Lianta; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Famahato; Lase, Justin Foera-era
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9544

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the importance of peer conformity in shaping adolescents’ academic behavior at the junior high school level, where peer group pressure may function adaptively or maladaptively toward academic achievement. The focus of this research is to analyze the effect of peer conformity on students’ academic achievement at SMP Negeri 2 Gido. The study employed a quantitative approach using an explanatory correlational design, which is methodologically more appropriate than the term causal-comparative because the study examines the relationship and direction of influence between variables without manipulating treatment conditions. The sample consisted of 30 students from class VIII-C selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had met validity and reliability requirements. Data analysis included prerequisite tests (normality, homogeneity, and linearity) followed by simple linear regression to examine the predictive relationship model between variables. The results indicate that peer conformity has a negative and significant effect on academic achievement (p = 0.015 < 0.05), meaning that the higher the conformity to non-academic group norms, the lower the students’ academic performance. These findings highlight the importance of strengthening a positive academic culture and fostering constructive peer group dynamics as preventive strategies to enhance students’ academic achievement. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran konformitas teman sebaya dalam membentuk perilaku akademik remaja pada jenjang sekolah menengah pertama, di mana tekanan kelompok dapat berdampak adaptif maupun maladaptif terhadap capaian belajar. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konformitas teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksplanatori, yang secara metodologis lebih tepat dibandingkan istilah kausal komparatif karena penelitian ini menguji hubungan dan arah pengaruh antarvariabel tanpa manipulasi perlakuan. Sampel berjumlah 30 siswa kelas VIII-C yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data mencakup uji prasyarat (normalitas, homogenitas, dan linearitas) serta regresi linear sederhana sebagai teknik untuk menguji model hubungan prediktif antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prestasi belajar (p = 0,015 < 0,05), yang berarti semakin tinggi konformitas pada norma kelompok non-akademik maka semakin rendah capaian belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan budaya akademik positif dan pembinaan dinamika kelompok sebaya sebagai strategi preventif dalam meningkatkan prestasi belajar.
PERBEDAAN KONSEP DIRI PESERTA DIDIK SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DAN LAYANAN INFORMASI Waruwu, Hadirat; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10764

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of developing students’ self-concept as one of the key factors supporting academic success and social adjustment in the school environment. However, there are still students with low self-concept who require appropriate guidance and counseling interventions. This study aims to examine the differences in students’ self-concept before and after being provided with content mastery services and information services at UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. This study employs a mixed-method approach with a sequential explanatory design, which integrates quantitative data supported by qualitative data to strengthen the interpretation of the findings using purposive random sampling techniques. The research variables include self-concept as the dependent variable, and content mastery services and information services as the independent variables. Data were collected using a questionnaire. The data were analyzed by comparing pre-test and post-test scores to determine the effectiveness of the interventions. The results show that the average self-concept score of students increased from 67.37 to 110.25 (very high category) after the content mastery service, while in the information service it increased from 71.29 to 111.16 (very high category). These findings indicate that both services are effective in significantly improving students’ self-concept. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan konsep diri siswa sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan belajar dan penyesuaian sosial di lingkungan sekolah. Namun, masih ditemukan siswa dengan konsep diri yang rendah sehingga memerlukan intervensi layanan bimbingan dan konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsep diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan penguasaan konten dan layanan informasi di UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential explanatory, yaitu penggabungan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif untuk memperkuat interpretasi hasil penelitian dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Variabel penelitian meliputi konsep diri sebagai variabel dependen, serta layanan penguasaan konten dan layanan informasi sebagai variabel independen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Hasil penelitian dianalisis melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat efektivitas layanan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsep diri siswa sebelum dan sesudah layanan penguasaan konten meningkat dari 67,37 menjadi 110,25 dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan pada layanan informasi meningkat dari 71,29 menjadi 111,16 dengan kriteria sangat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua layanan tersebut efektif dalam meningkatkan konsep diri siswa secara signifikan.
EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI Piterman Gulo; Hosianna Rodearni Damanik; Justin Foera-era Lase; Famahato Lase
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9582

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.