Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BINTANG LAUT BERTANDUK (Protoreaster nodosus) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus yulianti fauziah; Randa Wulaisfan
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 3 (2) Juni 2021)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v3i2.182

Abstract

ABSTRAK Bintang laut bertanduk merupakan salah satu biota laut yang digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya adalah pengobatan infeksi. Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit yang sering terjadi di daerah yang beriklim tropis khususnya Indonesia. Salah satu infeksi yang sering terjadi adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol bintang laut bertanduk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga kali pengulangan dengan menggunakan metode pengujian paper disk. Sampel uji yang diteliti adalah bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus) yang dilarutkan dalam DMSO 10% hingga didapatkan varian konsentrasi 5%, 10%, dan15% kemudian dilakukan uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bintang laut bertanduk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus masing-masing konsentrasi 5%, 10% dan 15% yakni 5,99mm, 6,69mm dan7,64mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara signifikan. Kata kunci :Zonahambat, Bintang Laut Bertanduk, Staphylococcus aureus. ABSTRACT Horned starfish are one of the marine biota used as traditional medicine. One of them is the treatment of infections. Infection is one of the causes of diseases that often occur in the tropics, especially Indonesia. One infection that often occurs is an infection of the skin caused by Staphylococcus aureus. This study aims to determine whether the horned starfish ethanol extract can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This type of research used in this study is an experimental study consisting of five treatments and three repetitions using a diskette testing method. The test sample studied was a horned starfish (Protoreasternodosus) dissolved in DMSO 10% to 5%, 10%, and 15% of the variant of concentration was obtained then the inhibitory test was performed on Staphylococcus aureus bacteria. The results showed that the horned starfish extract inhibited the growth of Staphylococcus aureus, each concentrations of 5%, 10% and 15% respectively 5.99 mm, 6.69 mm and 7.64 mm. Based on these results it can be concluded that the ethanol extract of the horned starfish (Protoreasternodosus) can significantly inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: Inhibited zone, Horn Star, Staphylococcus aureus.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 1 KENDARI TENTANG SWAMEDIKASI DENGAN METODE CBIA (CARA BELAJAR INSAN AKTIF) Musdalipah, Musdalipah; Daud, Nur Saadah; Fauziah, Yulianti; Karmilah, Karmilah; Yusuf, Muh. Ilyas; Rusli, Nirwati; Setiawan, Muh. Azdar; Wulaisfan, Randa; Ado, Moldefya Wahid; Audina, Fina
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.773 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v1i1.3

Abstract

Swamedikasi adalah pengobatan dilakukan oleh masyarakat tanpa menggunakan resep dokter. Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan lebih dari 66% masyarakat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Siswa (i) SMA merupakan kelompok masyarakat yang masih labil dan mempunyai pengetahuan yang terbatas dalam menggunakan obat. Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) adalah model edukasi pemberdayaan siswa agar lebih terampil memilih obat sehingga swamedikasi menjadi lebih efektif, aman, dan hemat biaya. Tujuan kegiatan ialah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa (i) SMA Neg.1 Kendari tentang swamedikasi dengan metode CBIA. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 1 Kendari pada bulan April 2017 dengan desain pra-experimental one-group pretest-posttest. Kegiatan menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan uji T-test. Berdasarkan hasil analisis uji sample paired T-test 0,026<0,05) menunjukkan pengaruh yang bermakna pemberian metode CBIA terhadap peningkatan pengetahuan siswa (i) SMA Negeri 1 Kendari tentang swamedikasi.Kata Kunci : Swamedikasi, Pengetahuan, CBIA
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK AKAR BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Randa Wulaisfan; Muh. Asdar Setiawan; Adryan Ruslan Awasuraby
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 8 (2) June 2026)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v8i2.428

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan tanaman pangan yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai penyakit. Salah satu bagian dari bawang merah yang dapat dimanfaatkan yaitu pada bagian akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat akar bawang merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, yaitu ekstrak akar bawang merah dibuat 5 kosentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, yang diuji pada bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumuran agar. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan menggunakan amoxicillin 1% sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa luas zona hambat pada konsentrasi 5% adalah 3,84 mm, 10% adalah 4,40 mm, 20% adalah 4,83 mm, 30% adalah 5,41 mm, dan 40% adalah 6,13 mm. Ekstrak etanol akar bawang merah memiliki respon hambatan yang masuk dalam kategori sedang
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA TANAMAN BOROCO (Celosia argentea L.) TERHADAP Candida albicans PENYEBAB KEPUTIHAN Randa Wulaisfan; Yulianti Fauziah; Esti Badia; Muh. Asdar Setiawan; Muhammad Ilyas Y
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i3.2745

Abstract

Boroco flower (Celosia argentea L.) is one of the plants that can be used as a traditional medicine because it contains alkaloid compounds, saponins and flavonoids which are antifungal so it is believed to be used in treating diseases such as vaginal discharge caused by the fungus Candida albicans. The antimicrobial activity test method used is the agar well method and the media used is Saboraud Dextrose Agar (SDA) media. The test samples in this study were made in 3 replications with concentrations of 10%, 20% and 30% and 2 controls namely positive and negative controls. This study aims to determine the extract of boroco plant flowers (Celosia argentea L.) in inhibiting the growth of Candida albicans. The results showed that a concentration of 10% had an average inhibitory power of 3.4 mm with a moderate inhibitory category, at a concentration of 20% had an average inhibitory power of 4.5 mm with a moderate inhibitory category, at a concentration of 30% had an average inhibitory power of 4.8 mm with a moderate inhibitory category. From the research results, it can be concluded that boroco flower extract is able to inhibit the growth of Candida albicans fungus.