Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN 8 INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MENGGUNAKAN METODE BUZZ GROUP DI MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Susetiyanto Atmojo, Didik; Kristanto, Heny; Sucipto, Sucipto
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 1 (2022): Vol 6 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i1.17891

Abstract

Upaya strategis peningkatan kualitas masyarakat Indonesia dengan berbagai pendekatan telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah. Namun masalah kesehatan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Komunitas sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, sehingga apabila promosi kesehatan tidak dilakukan dengan baik maka akan berdampak pada pengetahuan tentang PHBS, dan pada akhirnya menurunkan kualitas kesehatan dan prestasi akademik anak. Kepedulian dan pelibatan komunitas sekolah dalam kegiatan promosi kesehatan sangat penting dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan komunitas sekolah. Berkenaan dengan perwujudan sekolah sebagai wahana “Sekolah Promosi Kesehatan” maka perlu adanya partisipasi masyarakat sekolah khususnya guru dan siswa sebagai bagian dari PHBS di lingkungan sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design pre-post test dengan control group yang melihat efektivitas promosi kesehatan terhadap kemampuan 8 indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) metode Buzz Group di Madrasah Ibtidaiyah. Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Analisis data menggunakan uji statistik dengan uji t. Hasil analisis pengambilan keputusan dengan membandingkan nilai signifikan (p) dengan nilai α, hasil p menunjukkan 0,036. Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test terhadap kemampuan PHBS terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah promosi kesehatan dengan metode Buzz Group pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penggunaan metode Buzz Group dimaksudkan untuk lebih memfokuskan pada topik atau materi promosi kesehatan, dengan mengoptimalkan keterlibatan siswa dalam kegiatan promosi kesehatan, sehingga diperoleh kemampuan yang baik, peningkatan kualitas kesehatan serta prestasi sekolah / akademik
PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA KELUARGA RESIKO TINGGI DI UPTD PUSKESMAS SEMEN KEDIRI Sucipto; Vina Marini Putri; Heny Kristanto
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27423

Abstract

Keluarga merupakan bagian penting masyarakat untuk mendorong perilaku pencegahan diabetes melitus. Penyakit kronis terus meningkat di masyarakat, terutama pada individu berisiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat dalam keluarga atau gaya hidup tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga berisiko tinggi di UPTD Puskesmas Semen Kediri. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 95 keluarga penderita diabetes melitus dengan sampel sebanyak 77 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah peran keluarga dan variabel terikat adalah perilaku pencegahan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian tentang peran keluarga diperoleh hampir separuh responden, sebanyak 36 responden (46,8%) menunjukkan peran keluarga baik dan perilaku pencegahan diperoleh sebagian besar responden, sebanyak 44 responden (57,1%) menunjukkan perilaku pencegahan baik dari total 77 responden. Dari hasil analisis uji rank Spearman didapatkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,585. Simpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan antara peran keluarga dengan perilaku pencegahan diabetes melitus pada keluarga risiko tinggi di UPTD Puskesmas Semen Kediri. Diharapkan peran keluarga terus dipertahankan agar gula darah penderita diabetes melitus tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi.