Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Alexandro De Jesus; Matilda Pia Bone; Rosa Mustika Bulor
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109438

Abstract

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda yang seharusnya dapat mendukung pencapaian prestasi belajar secara optimal, pada kenyataannya masih banyak siswa yang kesulitan memahami materi karena gaya belajar mereka belum sepenuhnya terakomodasi dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 310 siswa dan sampel penelitian berjumlah 79 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data berupa angket dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana, Fhitung > Ftabel = 10,318 > 3,965 dan nilai signifikansinya 0,002 < 0,05 artinya terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kupang.
Perbedaan Motivasi Berprestasi Berdasarkan Gender pada Siswa SMP Anselmus Tupen Knotan; Rosa Mustika Bulor; Dhiu Margaretha
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109338

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan dorongan internal yang mendorong individu untuk mencapai hasil optimal. Namun, berdasarkan observasi di SMPK St. Theresia “Disamakan” Kupang, terlihat adanya perbedaan tingkat motivasi berprestasi antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa perempuan cenderung lebih tekun, aktif, dan bertanggung jawab dalam belajar, sedangkan siswa laki-laki menunjukkan keterlibatan yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan gender yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan gender pada siswa kelas VIII SMPK St. Theresia”Disamakan”  Kupang  Tahun Pelajaran 2024 / 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa  kelas VIII dari 25% maka sampel penelitian sebanyak 32 siswa  yang diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi berprestasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, serta uji-t dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki rata-rata motivasi berprestasi lebih tinggi (117,50) dibandingkan siswa laki-laki (89,86). Uji-t menghasilkan nilai thitung = 3,793 dengan signifikansi 0,001 (<0,05), serta uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan gender.
Kecerdasan Emosional Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan Tahun 2023 Di Unwira Berdasarkan Jenis Kelamin Yohana Imelda Harapan; Rosa Mustika Bulor; Gracianus Edwin T. P. Lejap
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110370

Abstract

Perbedaan kecerdasan emosional antara mahasiswa laki-laki dan perempuan masih menjadi permasalahan yang perlu dikaji lebih mendalam, mengingat kecerdasan emosional berperan penting dalam keberhasilan akademik, pengelolaan stres, dan hubungan sosial di lingkungan perguruan tingg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan Tahun 2023 di Universitas Katolik Widya Mandira. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 yang berjumlah 85 mahasiswa. Alat pengumpul data berupa angket. Teknik analisis data menggunakan uji T. Hasil uji independent Samples T- Test menunjukan nilai signifikan sebesar 0,015 (p<0,05), yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kecerdasaan emosional pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2023 berdasarkan jenis kelamin.
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS XI: STUDI LITERATUR di SMA NEGERI 3 KUPANG Banur, Marselina; Bulor, Rosa mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2409

Abstract

Adolescent delinquency at the senior high school level remains a persistent issue requiring a professional response through Guidance and Counseling services. This study aims to analyze the efforts of guidance counselors in addressing juvenile delinquency through preventive, corrective, and collaborative service approaches. The research employs a qualitative method with a literature review, examining scholarly articles, books, educational regulations, and professional publications related to counseling interventions for problematic student behavior. The findings indicate that the effectiveness of counselor interventions is influenced by the quality of basic services, individual counseling, cooperation with homeroom teachers and parents, and the school’s ability to build a supportive educational climate. Scientifically, this article contributes by presenting a comprehensive synthesis of recent research findings regarding the role of guidance and counseling teachers in addressing juvenile delinquency. This can serve as a conceptual and practical foundation for developing guidance and counseling service programs at the high school level.ABSTRAK                 Kenakalan remaja di tingkat sekolah menengah atas tetap menjadi masalah yang persisten dan memerlukan tanggapan profesional melalui layanan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya konselor bimbingan dalam menangani kenakalan remaja melalui pendekatan layanan preventif, korektif, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan literatur, menganalisis artikel ilmiah, buku, peraturan pendidikan, dan publikasi profesional yang berkaitan dengan intervensi konseling untuk perilaku siswa yang bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas intervensi konselor dipengaruhi oleh kualitas layanan dasar, konseling individu, kerja sama dengan guru kelas dan orang tua, serta kemampuan sekolah dalam membangun iklim pendidikan yang mendukung. Secara ilmiah, artikel ini berkontribusi dengan menyajikan sintesis komprehensif dari temuan penelitian terbaru mengenai peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani kenakalan remaja. Hal ini dapat menjadi landasan konseptual dan praktis untuk mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling di tingkat sekolah menengah atas.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGURANGI PERILAKU PROGRASTINASI AKADEMIK SISWA Semail, Lilioca Yulianti; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2485

Abstract

Academic procrastination is a common problem that negatively affects students’ achievement and learning well-being. Guidance and Counseling (GC) teachers play a strategic role in helping students overcome these challenges through preventive, curative, and developmental services. This study aims to analyze the roles and intervention strategies of GC teachers in reducing students’ academic procrastination. The study employs a qualitative research method using a literature review approach that synthesizes theories, previous empirical findings, and relevant counseling intervention models. The results indicate that learning information services, individual and group counseling, and behavioral approaches such as self-management effectively reduce procrastination tendencies. Moreover, collaboration between GC teachers, subject teachers, and parents strengthens the effectiveness of interventions. This study concludes that optimizing the role of GC teachers is essential for reducing academic procrastination and improving students’ learning outcomes.ABSTRAKPenundaan akademik merupakan masalah umum yang berdampak negatif terhadap prestasi dan kesejahteraan belajar siswa. Guru Bimbingan dan Konseling (GC) memainkan peran strategis dalam membantu siswa mengatasi tantangan ini melalui layanan preventif, kuratif, dan pengembangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi intervensi guru GC dalam mengurangi penundaan akademik siswa. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur yang mensintesis teori, temuan empiris sebelumnya, dan model intervensi konseling yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa layanan informasi pembelajaran, konseling individu dan kelompok, serta pendekatan perilaku seperti manajemen diri secara efektif mengurangi kecenderungan menunda-nunda. Selain itu, kolaborasi antara guru GC, guru mata pelajaran, dan orang tua memperkuat efektivitas intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengoptimalkan peran guru GC sangat penting untuk mengurangi penundaan akademik dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Trauma Healing Pasca Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Bulor, Rosa Mustika; Lio, Stefanus; Nagul , Wens
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qyben759

Abstract

Kecamatan Wulanggitang di Kabupaten Flores Timur terdampak erupsi gunung berapi yang menimbulkan kerusakan sekolah, pengungsian warga, dan trauma psikologis pada peserta didik sehingga mengganggu proses belajar. SMK Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Wulanggitang mengalami keterbatasan fasilitas dan peningkatan kecemasan, stres, serta kesulitan mengekspresikan emosi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa program trauma healing yang bertujuan memulihkan stabilitas emosional, meningkatkan rasa aman, optimisme, dan kemampuan adaptasi sosial peserta didik agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Metode yang digunakan mencakup biblioterapi untuk membantu peserta didik mengenali dan mengekspresikan emosi melalui bacaan reflektif, terapi naratif untuk membangun pemaknaan positif dari pengalaman traumatis, serta play therapy untuk meningkatkan kerja sama, interaksi sosial, dan mengurangi kecemasan melalui permainan terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan kecemasan, peningkatan ekspresi emosi positif, partisipasi aktif dalam interaksi sosial, dan kesiapan belajar yang lebih baik. Program ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial berbasis konteks dan jenjang pendidikan dalam pemulihan pascabencana.
LAYANAN KLASIKAL BIMBINGAN KARIER DENGAN TEORI KEPRIBADIAN JOHN HOLLAND DALAM MEMBANTU PERENCANAAN KARIER SISWA SMA Desire Maria Gracela Kwaelaga; Rosa Mustika Bulor
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2773

Abstract

High school students’ career planning can be supported through classroom-based career guidance services using John Holland’s personality theory. This study aims to describe the role of traditional career guidance services using John Holland’s personality theory as one of the strategies employed by guidance and counseling teachers in assisting high school students with career planning. This study employs a qualitative method using a literature review approach to analyze various scientific sources related to traditional career guidance services and John Holland’s personality theory among high school students. The results of the study indicate that classical career guidance services play a crucial role in helping students understand their potential, obtain career information, and enhance their career decision-making skills through the Holland (RIASEC) theory approach. Thus, the integration of classical career guidance services with John Holland’s personality theory can assist high school students in planning their careers more thoroughly, realistically, and in alignment with their interests and potential. ABSTRAKPerencanaan karier siswa SMA dapat didukung melalui layanan klasikal bimbingan karier dengan pendekatan teori kepribadian John Holland. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dari layanan klasikal bimbingan karier dengan teori kepribadian John Holland sebagai salah satu strategi guru bimbingan dan konseling dalam membantu perencanaan karier siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait layanan klasikal bimbingan karier dan teori kepribadian John Holland pada siswa SMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan klasikal bimbingan karier berperan penting dalam membantu siswa memahami potensi diri, memperoleh informasi karier, serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier melalui pendekatan teori Holland (RIASEC). Dengan demikian, integrasi layanan klasikal bimbingan karier dengan teori kepribadian John Holland dapat membantu siswa SMA merencanakan karier secara lebih matang, realistis, dan sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki.