Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Metode Demonstrasi Berbasis Predict-Observe-Explain (POE) terhadap Kemampuan Metakognitif Siswa pada Materi Pemanasan Global Yuliani Yuliani; Mimin Nurjhani; Suhara Suhara
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/3141-472159

Abstract

Background: Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan berpikir bagaimana untuk berpikir. Kemmapuan tersebut merupakan salah satu sasaran pembelajaran yang dituntut oleh kurikulum. Pada kenyataannya, di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, kemmapuan metakognitif siswa jarang dikembangkan padahal kemampuan metakognitif sangat penting dan dapat menunjang kemampuan akademik siswa. Metode Untuk itu, dalam penelitian ini dilaksanakan sebuah pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi berbasis predict-observe-explain (POE) yang diharapkan dapat menunjang pencapaian kemampuan metakognitif siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum. Siswa yang terlibat dalam penenlitian ini adalah satu kelas VII B yang dipilih secara acak. Pengukuran kemampuan metakognitif siswa dilakukan dengan menggunakan soal-soal jenis metakognitif yang dibuat oleh penulis sendiri dengan memperhatikan indikator. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Hasil: Untuk mendukung data hasil penelitian, digunakan angket yang diadopsi dari Schraw & Dennison (1994) yaitu angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang diberikan setelah perlakuan. Kesimpulan: Uji T menunjukan menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan sebelum dan setelah perlakuan menggunakan metode demonstrasi berbasis POE.
Pengaruh Metode Demonstrasi Berbasis Predict-Observe-Explain (POE) terhadap Kemampuan Metakognitif Siswa pada Materi Pemanasan Global Yuliani Yuliani; Mimin Nurjhani; Suhara Suhara
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 1 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/3141-472159

Abstract

Background: Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan berpikir bagaimana untuk berpikir. Kemmapuan tersebut merupakan salah satu sasaran pembelajaran yang dituntut oleh kurikulum. Pada kenyataannya, di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, kemmapuan metakognitif siswa jarang dikembangkan padahal kemampuan metakognitif sangat penting dan dapat menunjang kemampuan akademik siswa. Metode Untuk itu, dalam penelitian ini dilaksanakan sebuah pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi berbasis predict-observe-explain (POE) yang diharapkan dapat menunjang pencapaian kemampuan metakognitif siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum. Siswa yang terlibat dalam penenlitian ini adalah satu kelas VII B yang dipilih secara acak. Pengukuran kemampuan metakognitif siswa dilakukan dengan menggunakan soal-soal jenis metakognitif yang dibuat oleh penulis sendiri dengan memperhatikan indikator. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Hasil: Untuk mendukung data hasil penelitian, digunakan angket yang diadopsi dari Schraw & Dennison (1994) yaitu angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang diberikan setelah perlakuan. Kesimpulan: Uji T menunjukan menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan sebelum dan setelah perlakuan menggunakan metode demonstrasi berbasis POE.
Application of jigsaw cooperative learning type based on socio-scientific issues to improve argumentation skills on nervous system material Mardiyah, Fitri Husni; Suhara, Suhara; Gemilawati, Meilia
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Vol 7, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/aijbe.v7i2.68809

Abstract

The use of a jigsaw type cooperative learning model based on socioscientific issues in nervous system material can be used as a way to provide students with argumentation skills. This research aims to obtain information regarding the application of jigsaw type cooperative learning based on socioscientific issues in improving students' argumentation skills regarding the nervous system. This research uses classroom action research methods. The sample in this study was class XI students consisting of 36 people. The results of this research show that there is a significant difference in the average between before and after action research in argumentation skills. In cycle 1, the pretest score achieved argumentation level 1 (score 64.36), while in the posttest score achieved argumentation level 2 (score 72.75). After treatment in cycle 2, namely the application of jigsaw type cooperative learning based on socioscientific issues, it was able to improve students' argumentation skills. The posttest score achieved argumentation level of 3 (score 76.17) becomes a score of 80.39 with an argumentation level of 4. So, based on this classroom action research, the application of jigsaw type cooperative learning based on socioscientific issues and improves students' argumentation skills in nervous system material.
Evaluating the Impact of the Pancasila Student Profile Project on Developing Student Competencies Yustina, Yustina; Wahyuni, Resma; Suhara, Suhara; Darmawati, Darmawati; Wulandari, Putri Adita; Saputra, Rio Rasdian
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.5031

Abstract

This study explores the role of education in enhancing essential competencies aligned with contemporary demands, focusing on the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) project within Indonesia's independent curriculum. The research aims to analyze the implementation of the P5 initiative in Sekolah Penggerak in Siak Regency and its effect on students' 4C skills (collaboration, communication, critical thinking, and creativity). Employing a descriptive research design with both quantitative and qualitative approaches, data was gathered through questionnaires and interviews, then analyzed statistically. Random sampling was used to select participants. The findings indicate that teachers in Siak Regency's Sekolah Penggerak perform well, with an average score of 3.73. The P5 implementation by students is rated very highly, averaging 4.32. In terms of 4C skills, students demonstrate excellent collaboration (4.51) and communication (4.29) abilities, while their critical thinking (4.15) and creativity (4.14) are classified as good. A correlation test reveals a positive relationship between P5 implementation and the development of 4C skills.
Diseminasi Teknologi Pembuatan Fat Oil Magot Bsf Pertahanan Tanaman Sebagai Adaptasi Pandemi Covid 19 Masyarakat Desa Belener Kabupaten Cianjur Yayan Sanjaya; Suhara Suhara; Muthiara Yasser
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.748

Abstract

Kegiatan diseminasi ini  bertujuan agar petani ikan Santani Nurul Huda Al-Majani mampu membuat fat oil sebagai sumplemen pakan ikan. Metode  Sosial Teknologi Masyarakat (STM) dilakukan dengan pengarahan, pembinaan, dan pemberian keterampilanan (training) dalam memperbanyak black soldier fly dan mengolahnya menjadi fat oil. Hasil diseminasi ini  adalah menurut para petani ikan materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka untuk mengurangi ongkos produksi dengan mengunakan suplemen “Fat Oil” magot BSF (60%) dan materi ini bermanfaat karena dapat memecahkan masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi. Petani ikan juga menerapkan agar  diterapkan di lapangan karena mudah didapat dan murah. Dissemination of Technology for Making Fat Oil Maggot Bsf Plant Defense as an Adaptation to the Covid 19 Pandemic Community of Belener Village, Cianjur Regency This dissemination activity aims to make Santani Nurul Huda Al-Majani fish farmers able to make fat oil as a fish feed supplement. The Social Technology Community (STM) method is carried out by directing, coaching, and providing skills (training) in multiplying black soldier fly and processing it into fat oil. The result of this dissemination is that according to the fish farmers, the training material is very suitable for their needs to reduce production costs by using the BSF "Fat Oil" supplement (60%) and this material is useful because it can solve the economic and environmental problems they face. Fish farmers also apply to be applied in the field because it is easy to obtain and cheap.  
Peyuluhan Teknologi air bersih dengan Khitosan Desa Belener Kabupaten Cianjur Yayan Sanjaya; Suhara Suhara
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2203

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan teknologi berbasis kitosan untuk meningkatkan kualitas air di Desa Belener, Kabupaten Cianjur. Mitra kegiatan adalah kelompok petani setempat yang menghadapi permasalahan air tercemar akibat limbah pertanian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Science Technology Society (STS), dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan berbasis praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait manfaat kitosan sebagai agen koagulasi alami, efektif dalam penjernihan air dengan efisiensi hingga 95%. Demonstrasi praktik dan pelatihan keterampilan menghasilkan antusiasme tinggi, dengan 70% peserta menilai materi sangat sesuai kebutuhan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah teknologi kitosan mampu menjadi solusi ramah lingkungan dan ekonomis untuk masalah kualitas air. Rekomendasi meliputi replikasi program ke daerah lain dengan memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Clean Water Technology Extension with Chitosan in Belener Village, Cianjur This community service activity aims to introduce chitosan-based technology to improve water quality in Belener Village, Cianjur Regency. The partners in this program are local farmers facing water contamination issues caused by agricultural runoff. The implementation method uses the Science Technology Society (STS) approach, emphasizing hands-on knowledge and skill development. The results demonstrated increased participant understanding of chitosan's benefits as a natural coagulant, effectively purifying water with up to 95% efficiency. Practical demonstrations and training activities generated high enthusiasm, with 70% of participants rating the material as highly relevant to their needs. The conclusion of this program highlights chitosan technology as an environmentally friendly and cost-effective solution for water quality issues. Recommendations include replicating the program in other areas while strengthening collaborations between academics, governments, and communities
Abundance of Ordo Lepidoptera in The Land Conversion of Ciwidey Pine Forest Mulyono, Sabella Friska S.; Suhara, Suhara; Kurniawan, Iwan Setia
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i2.12684

Abstract

The study entitled "Abundance of Ordo Lepidoptera in The Land Conversion of Ciwidey Pine Forest" aims to obtain the information about the abundance of insects of the ordo Lepidoptera and the influence of climatic factors on the abundance. The research method used is descriptive method, the research design is belt transect, and the sampling techniques used are pitfall trap, hand sorting, beating tray, and insect net. There are 6 stations with 5 quadrants in each. The results of this study obtained 37 individuals from 10 species, 10 genus, and 6 families. Abundance at station one is worth of 2 individuals/m2, abundance at station two is worth of 4 individuals/m2, abundance at station three is worth of 6 individuals/m2, abundance at station four is worth of 6 individuals/m2, abundance at station five is worth of 2 individuals/m2, abundance at station six worth of 10 individuals/m2.