Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Antibacterial Effects Of Cayenne Pepper Leaves Extract (Capsicum Frutescens L.) Against The Responsibility Of Staphylococcus Epidermidis Rahayu, Ika Marta; Hardiani, Elia; Hidayatunnadiya, Rida; Hayyu, Ghea Permata; Firdausi, Zainatul; Rahmawati, Riana Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daun cabai rawit dapat digunakan sebagai obat karena mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki peran sebagai antibakteri, antiinflamasi, antihistamin dan bahan anti-HIV. Menurut penelitian lain Kandungan flavonoid dan alkaloid dapat digunakan untuk antibakteri yaitu menghambat bakteri Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri dari penyakit biang keringat. Tujuan : Peneliti ingin melakukan pengujian aktivitas antibakteri daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yang dapat menyebabkan penyakit biang keringat pada berbagai konsentrasi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode difusi yaitu Disc diffusion (Kirby Baure). Konsentrasi yang digunakan yaitu 45% 55%, 65%, dan 75%, diletakan diatas media TSA yang telah ditumbuhi oleh bakteri Staphylococcus epidermis yang kemudian diinkubasi selama 24 jam serta di ukur zona hambat, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA (hasil < 0,05 berarti signifikan) dan dilanjutkan uji Post hoc (hasil < 0,05 berati signifkan). Hasil Penelitian : konsentrasi 45% mendapatkan hasil rata-rata 1,3 ± 0,40 cm (Lemah), konsentrasi 55% mendapatkan hasil rata-rata 1,9 ± 0,2 cm (Sedang), Konsentrasi 65% mendapatkan hasil rata-rata 2,23 ± 0,30 cm (Kuat), konsentrasi 75% mendapatkan hasil 2,77 ± 0,15 cm (Kuat), kontrol positif (Ciprofloxacin) mendapatkan hasil 3.3 ± 0,1 cm (Kuat), Kontrol negatif (Aquadest) mendapatkan hasil 0 ± 0 cm (Tidak ada). Kesimpulan : Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi optimum yaitu konsentrasi 75% dengan hasil rata-rata 2,23 ± 0,30 cm.
Uji Aktivitas Lilin Aromaterapi Daun Sereh (Cymbopogon Citratus) terhadap Tingkat Stres Mencit (Mus Musculus) Rahmawati, Riana Putri; Murharyanti, Rika; Arif, Fahrudin; Isnaini, Ratna Dewi; Hardiani, Elia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang terganggu, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orangmengalaminya, stres memberi dampak secara total pada individu yaitu terhadap fisik,psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, Tanaman sereh (Cymbopogon citrus) terutama batang dan daun bisa dimanfaatkan aromaterapi karena mengandung zat-zat seperti geraniol, sitronelal, sitronelol yang merupakan komponen dari minyak atsiri. Proses relaksasi akan berefek pada jalur neural dan neuroendokrin dibawah kontrol hipotalamus akan lebih cepat diaktifkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap stress mencit (Mus musculus) pada masing-masing konsentrasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan metode post-test only with control group design. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (SPSS) dengan uji statistik (ANOVA) dilanjutkan dengan uji post hoc. Hasil uji pemberian lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap mencit (Mus musculus) yang telah di streskan pada konsentrasi 3% didapatkan hasil rata-rata 17,4 menit. Konsentrasi 5% didapatkan hasil rata-rata 12,4 menit. Konsentrasi 7% didapatkan hasil rata-rata 7 ,4 menit. Kontrol positif menggunakan lorazepam 2mg hasil yang didapat setelah mencit (Mus musculus) di streskan dengan hasil rata-rata 5,2 menit. Semakin tinggi konsentrasi lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) maka semakin cepat efek relaksasi yang didapatkan dan konsentrasi yang paling optimal yaitu konsentrasi 7%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) dalam Sediaan Mouthwash Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Faizin, Fadli Akbar; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19006

Abstract

Daun kelengkeng memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antibakteri. Flavanoid, alkaloid, tanin, dan saponin adalah metabolit sekunder daun ini yang membantu menghentikan pertumbuhan bakteri. Menggunakan mouthwash daun kelengkeng sebagai pengganti mouthwash beralkohol yang memiliki efek samping dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelengkeng dalam sediaan mouthwash terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi daun kelengkeng adalah etanol 70%. Setelah ekstraksi dilakukan skrining fitokimia yang meliputi uji flavanoid, uji tanin, uji saponin dan uji alkaloid. Untuk membuat sediaan mouthwash, konsentrasi ekstrak daun kelengkeng yang digunakan adalah 0%, 5%, 15%, dan 25%. Selain uji antibakteri, sediaan mouthwash dilakukan pula uji fisikokimia yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kejernihan, uji bobot jenis dan uji viskositas. Pengujian antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Hasil penelitian pada formulasi mouthwash dari ekstrak daun kelengkeng menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, bobot jenis dan viskositas sediaan yang baik, sedangkan uji pH pada formula F0 melebihi syarat pH sediaan mouthwash. Pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan mouthwash didapatkan nilai zona hambat yaitu pada F0 2,5 mm; F1 4,66 mm; F2 7,33 mm; F3 9,16 mm; dan kontrol positif 10,16 mm.
Formulasi Krim Lindung Surya Ekstrak Buah Papaya (Caricaa papaya L.) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin Terhadap Nilai SPF (Sun Protection Factor) Silva, Elfanesya; Rahmawati, Riana Putri; Sukoharjanti, Bintari Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19022

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan paparan sinar matahari yang tinggi dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar ruangan sehingga memerlukan suatu perlindungan kulit. Bahan alam sebagai alternatif tabir surya adalah tanaman pepaya (Carica papaya L.). Kandungan buah pepaya sebagian besar terdiri dari air dan karbohidrat, rendah kalori serta kaya akan vitamin dan mineral alami, khususnya vitamin A dan C, asam askorbat dan kalium. Selain itu, mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, alkoloid, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan dan nilai SPF krim tabir surya ekstrak buah pepaya (Carica papaya L.) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Hasil sifat fisik sediaan krim tabir surya ekstrak buah pepaya pada formula basis, formula 1, 2, dan 3 berupa uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat memenuhi persyaratan uji sifat fisik yang sesuai. Pada formula basis memiliki nilai SPF 2,3506 ± 0,0106 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya. Formula 1 memiliki nilai SPF 2,5331 ± 0,0002 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya berarti sesuai pada penelitian yang dilakukan oleh Yuliastuti et al., (2020). Formula 2 memiliki nilai SPF 3,7754 ± 0,0026 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya. Formula 3 memiliki nilai SPF 5,0815 ± 0,0041 dengan kemampuan sedang sebagai tabir surya. Kontrol positif memiliki nilai SPF 35,1657 ±0,6426 dengan kemampuan ultra sebagai tabir surya berarti tidak sesuai pada kemasan produk yang tertera dipasaran memiliki nilai SPF 50 PA++++.
Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Sediaan Krim Racikan di Toko Kosmetik Kabupaten Jepara dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Mardhiyah, Sofiana Nur; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19057

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa aromatik organik jenis fenol dengan rumus kimia C6H6O2 yang sering ditambahkan dalam krim kecantikan dengan tujuan untuk memutihkan kulit. Mekanisme kerja hidrokuinon adalah efek toksik hidrokuinon terhadap melanosit dan menghambat proses pembentukan melanin. Penggunaan hidrokuinon dalam krim yang beredar dipasaran hanya dapat digunakan dalam kadar maksimal 2% , lebih dari itu dipergunakan sebagai obat. Hidrokuinon > 2% termasuk golongan obat keras yang penggunaanya harus dengan resep dokter. Kadar hidrokuinon yang melebihi 5% dapat menyebabkan kemerahan dan rasa terbakar pada kulit. Pemakaian hidrokuinon tanpa pengawasan dokter memiliki resiko iritasi kulit, kulit kemerahan, rasa terbakar, kelainan ginjal, hingga dapat menyebabkan kanker. Saat ini masyarakat sangat tertarik menggunakan krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik. Harga krim racikan yang terjangkau dengan hasil yang cepat menjadi alasan tingginya minat masyarakat. Pendistribusian produk krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik perlu diperhatikan untuk memastikan produk tersebut aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar hidrokuinon yang terkandung dalam krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorik dimana sampel krim racikan yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Analisis hidrokuinon dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3. Penentuan kadar hidrokuinon dalam sampel dilakukan secara kuantitatif menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta L.) DI KUDUS DENGAN METODE DPPH Kurniawan, Galih; Chabibah, Chabibah; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Apriliyani, Fitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2302

Abstract

Antioksidan memiliki kapasitas untuk melindungi organisme terhadap serangan radikal bebas dan mengurangi dampak buruknya. Indonesia memiliki beragam tanaman yang menunjukkan kemampuan antioksidan. Kopi Robusta yang secara ilmiah dikenal dengan nama Coffea Robusta L merupakan tanaman yang terkenal dengan kemampuan antioksidannya karena kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Kemampuan antioksidan pada kopi Robusta diduga berkaitan dengan adanya senyawa flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan ekstrak etanol 70% yang diperoleh dari biji kopi Robusta.Penelitian ini memerlukan penyelidikan empiris yang menganalisis sifat-sifat fitokimia secara kualitatif melalui pengujian. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dievaluasi menggunakan teknik DPPH (1,1 difenil -2-pikrilhidrazil). Ekstrak diuji pada konsentrasi 25, 50, 100, 200, dan 400 ppm, dengan vitamin C sebagai bahan acuan. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk memastikan nilai IC50, yang berfungsi sebagai ukuran hasil aktivitas antioksidan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji kopi menunjukkan aktivitas antioksidan sebesar 47,77 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan vitamin C relatif lebih rendah yaitu 17,07 ppm. Nilai IC50 yang diperoleh dari uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji kopi Robusta menunjukkan derajat aktivitas antioksidan yang signifikan.
APLIKASI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY UNTUK MEMPERBAIKI KEPATUHAN PASIEN AIDS Fanani, Zaenal; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Simbara, Ari; Mafitri, Hanifah Miftah
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2218

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kepatuhan dalam pengobatan (medication compliance) adalah mengkonsumsi obat terapi ARV yang telah diresepkan oleh dokter dan dosis yang tepat dalam pengobatan hanya efektif apabila memenuhi ketentuan dalam meminum obat ARV tersebut. Pengukuran kepatuhan minum obat ARV dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Information Motivation Behavioral Skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ARV) Adherence. Mengetahui dan menganalisa hubungan Information Motivation Behavioral skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ART) terhadap Kepatuhan Minum Obat pasien HIV/AIDS di Klinik CST RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deksriptif korelasi. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 sampel responden. Hasil karakteristik informasi (information) tentang obat ARV dengan kategori informasi tinggi sebanyak 51 responden (82,3%), motivasi (motivation) minum obat ARV dengan kategori tinggi sebanyak 44 responden (71,0%) dan keterampilan berperilaku (behavioral skills) dengan kategori tinggi sebanyak 53 responden (85,5%). Ada hubungan antara informasi dan keterampilan berperilaku terhadap tingkat kepatuhan terhadap kepatuhan minum obat pasien HIV/AIDS.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.) DENGAN VARIASI NILAI HLB TWEEN 80 DAN SPAN 80 Rahmawati, Riana Putri; Setyaningrum, Intansari; Besan, Emma Jayanti; Faradila, Fatarani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2250

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan pada tubuh guna membersihkan, mempercantik, mengharumkan atau mengubah penampilan namun tidak diperbolehkan untuk mempengaruhi kesehatan penggunanya. Ekstrak herbal pada umumnya bersifat multifungsi karena adanya khasiat seperti fotoproteksi, anti aging, moisturizer, astringen, antiiritasi dan antimikroba yang berkorelasi satu sama lain. Kosmetik herbal merupakan sediaan yang mengandung fitokimia dari berbagai macam sumber botani yang dapat memberikan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan kulit atau rambut, meskipun hanya menggunakan minyak aromatik dalam sediaannya. Salah satu tanaman tradisional yang diyakini banyak khasiat adalah beluntas yang menurut penelitian terdahulu telah ditemukan bahwa bagian daunnya memiliki kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri sehingga cocok untuk diformulasikan sebagai krim kosmetik. Pada studi kali ini dilakukan formulasi sediaan krim dengan bahan herbal utama ekstrak etanol daun beluntas. Stabilitas sifat fisika kimia diuji pada penelitian kali ini sebagai evaluasi sediaan pada penggunaan emulgator dengan variasi nilai HLB tween 80 dan span 80.Rumus F1, F2, dan F3 disusun dengan menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium; dua yang pertama memiliki nilai HLB 10, sedangkan yang ketiga masing-masing memiliki nilai HLB 11 dan 12. Dengan menggunakan pelarut yang mengandung etanol 96%, dilakukan prosedur maserasi untuk membuat ekstrak etanol daun beluntas. Pengujian mutu fisik sediaan meliputi jenis krim, organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan daya rekat, serta pH dan ukuran analisis lainnya. Selanjutnya hasil uji stabilitas dianalisis secara statistik dengan menggunakan bentuk uji t, yaitu proses freeze-thaw yang terdiri dari tiga siklus.Pada hari ke 0 sampai hari ke 6, konsistensi uji jenis krim, uji organoleptik, uji homogenitas x, dan uji pH ditunjukkan dari hasil uji stabilitas ketiga formula. Ketiga formula tersebut memberikan hasil yang sama ketika diuji daya rekat dan viskositasnya, menurun pada hari keenam. Uji daya dispersi juga menunjukkan adanya peningkatan pada ketiga formula.Penelitian menunjukkan bahwa formula F2 yang mengandung ekstrak etanol daun beluntas konsentrasi 15% merupakan resep terbaik. Basis krim formula ini mengandung pengemulsi Tween 80 dan Span 80 yang memiliki nilai HLB 11.
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID ORAL TERHADAP EFEK SAMPING PENINGKATAN KADAR GLUKOSA DARAH DI APOTEK KANIGORO KABUPATEN MALANG Rahmawati, Riana Putri; Besan, Emma Jayanti; Saputri, Ardiani Maulina
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2438

Abstract

Obat golongan kortikosteroid adalah kelompok obat yang sangat luas penggunaannya, sehingga mendapat julukan life saving drug. Meskipun memiliki efek farmakologi yang luas obat golongan ini juga perlu diwaspadai dalam penggunaannya, karena obat golongan ini memiliki efek samping yang berbahaya salah satunya adalah peningkatan kadar glukosa. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Apotek Kanigoro, diperoleh hasil bahwa banyak pasien yang menggunakan kortikosteroid oral intermediate maupun long acting, seperti metilprednisolon, prednisone dan deksametason. Mengingat tingginya angka penggunaan dan bahaya efek peningkatan kadar glukosa dari obat tersebut peneliti terdorong untuk mengetahui rasionalitas dan efek samping peningkatan kadar glukosa darah di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang. Tujuan: Mengetahui Hubungan Rasionalitas Penggunaan Kortikosteroid Oral Terhadap Peningkatan Kadar Glukosa Darah di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang. Metode: observasional analitik, diperoleh perhitungan sampel sebesar 50 responden dengan tekhnik purposive sampling, analisis hubungan dengan chi-square. Hasil Penelitian : 47 responden dinyatakan tepat dosis , 45 responden dinyatakan tidak tepat dalam lama penggunaan obat kortikosteroid, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 24 jam 10 responden 10.0 % mengalami hiperglikemia, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 1 minggu 20 responden 40.0 % mengalami hiperglikemia, hasil pemeriksaan glukosa darah acak 2 minggu 19 responden 38.0 % mengalami hiperglikemia. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan kortikosteroid oral terhadap peningkatan kadar glukosa darah acak di Apotek Kanigoro Kabupaten Malang.
PERBANDINGAN FORMULA EKSTRAK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) TERHADAP UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LILIN AROMATERAPI Rahmawati, Riana Putri; Setyaningrum, Intansari; Arif, Fahrudin; Alviona, Juana Della
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2446

Abstract

Pemanfaatan kemangi pada masyarakat dianggap kurang optimal karena masih sebatas konsumsi dalam makanan, padahal kemangi mengandung 1,7% minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi sehingga memberikan efek relaksasi bagi saraf dan otot-otot yang tegang. Lilin aromaterapi dengan kandungan minyak atsiri memiliki sifat menenangkan dan aroma yang menyegarkan. Penambahan minyak nilam dalam lilin aromaterapi berfungsi untuk menghambat daya penguapan yang begitu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan formulasi optimal ekstrak minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) terhadap sifat fisik sediaan lilin aromaterapi. Penelitian ini menggunakan destilasi air. Ekstrak yang diperoleh dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi 2%,3%, 4%. Pengujian lilin aromaterapi dilakukan dengan uji organoleptik, uji titik leleh, dan uji waktu bakar. Hasil data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS tipe 25. Pada kelompok formulasi A, A1 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian titik leleh. Pada kelompok formulasi B memenuhi semua persyaratan pada pengujian sifat fisik lilin aromaterapi. Pada kelompok formulasi C,C2 C3 dan C4 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian waktu bakar. Formulasi kelompok B dengan perbandingan basis lilin asam stearat : paraffin (50%:50%), minyak nilam 10% serta kandungan minyak daun kemangi (Ocimum basilicum L) 2-4% merupakan formulasi optimal pada sediaan lilin aromaterapi dikarenakan dalam formulasi B (B1, B2, B3, dan B4) memenuhi persyaratan dalam sediaan lilin aromaterapi.