Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Toksisitas Letal dari Kombinasi Antidepresan Fluoxetine dan Antihistamin Diphenhydramine: Sebuah Studi Kasus Maharani, Norika Aurelia; Aini, Anggun Qurrota; Putri, Rury Eryna; Kristianto, Sonny
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kematian yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan overdosis obat, semakin marak terjadi. Beberapa di antara obat yang sering ditemukan pada TKP berasal dari golongan antihistamin OTC dan antidepresan. Seseorang yang berkemungkinan mengonsumsi kedua golongan obat tersebut, memiliki peningkatan risiko toksisitas letal yang disebabkan oleh interaksi antara kedua obat. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang risiko kombinasi toksisitas yang disebabkan oleh interaksi antara kedua golongan obat tersebut dan untuk membahas risiko terjadinya kasus yang serupa di Indonesia. Metode penulisan artikel ini didasarkan pada studi dari kasus kematian akibat kombinasi toksisitas. Dari kasus yang dibahas, dapat diketahui bahwa interaksi antara antihistamin OTC diphenhydramine dan antidepresan fluoxetine menyebabkan peningkatan toksisitas obat secara fatal di dalam darah korban, yang mengarah pada kematian korban. Komplikasi lain yang dapat disebabkan oleh interaksi antara kedua obat tersebut adalah sindrom serotonin. Studi lebih lanjut mengenai komplikasi lain yang disebabkan oleh interaksi yang dapat berakibat fatal antara kedua obat yang telah dibahas dan obat lain yang memiliki kemiripan dengan kedua obat tersebut masih diperlukan.
Petroleum Degradation by Bacteria Explored from Logending Mangrove Sediments Apriliani, Herlina; Pramono, Hendro; Oedjijono, Oedjijono; Widodo, Wimbuh Tri; Kristianto, Sonny; Putri, Rury Eryna; Unsunnidhal, Lalu
Biota Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Biota 2026
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/biota.v12i1.29245

Abstract

Oil spills resulting from shipping activities, tanker-based oil transportation, and fuel oil usage can cause coastal pollution, particularly in sensitive ecosystems such as mangroves. More than 90% of petroleum consists of hydrocarbons with complex carbon chain structures, making them difficult to decompose. Biological remediation using microorganisms offers a promising alternative for pollution mitigation, as microbes can degrade petroleum components and oxidizing hydrocarbons. This study aimed to evaluate the petroleum-degrading ability of selected bacterial isolates obtained from mangrove sediments at Logending Beach. The research employed experimental and survey methods. The primary parameter measured was Total Petroleum Hydrocarbons (TPH), while supporting parameters included pH and bacterial population density. The study consisted of several stages, including bacterial isolation, screening, and evaluation of the petroleum degradation capacity of selected isolates. The results identified two potential bacterial isolates capable of degrading crude oil. Isolate LG62 exhibited a degradation efficiency of 71.40%, while isolate LG105 showed a degradation efficiency of 57.10%. Petroleum concentrations of 2% (v/v) and 5% (v/v) were degraded more effectively than higher concentrations. Overall, the two bacterial isolates (LG62 and LG105) from Logending mangrove sediments demonstrated significant potential as bioremediation agents for petroleum hydrocarbon contamination.
Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Kristianto, Sonny; Putri, Rury Eryna; Widodo, Wimbuh Tri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Kristianto, Sonny; Putri, Rury Eryna; Widodo, Wimbuh Tri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC