Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penyusunan Model Pengembangan Pariwisata Pedesaan Berkelanjutan di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun Jef Rudiantho Saragih; Ummu Harmain; Muldri Pudamo James Pasaribu; Ester Ria Aurora; Sulastri Doloksaribu; Elida Samosir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ahqtca65

Abstract

Peningkatan jalan ruas Simpang Sonom ke Haranggaol sepanjang 18 km mendorong pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. Kegiatan pengabdian ini melakukan penilaian potensi pariwisata dan menyusun model pengembangan pariwisata pedesaan berkelanjutan (PPPB) di Nagori Togu Domu Nauli (TDN). Pariwisata belum berkembang di wilayah ini akibat buruknya aksesibilitas selama puluhan tahun. Melihat potensi pantai, agrowisata, alam, budaya, dan masyarakat lokal; kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyusun konsep awal model PPPB. Metode yang digunakan adalah reviu hasil penelitian/pengabdian sebelumnya, survei awal, pedoman observasi, plotting, RRA, dan penyusunan model. Komponen PPPB di Nagori TDN terdiri dari pantai, agrowisata, atraksi, dan masyarakat lokal. Komponen pantai terdiri dari prasarana pantai (joglo/pondok, jalur pedestrian), permainan/wisata air, fasilitas berenang, fasilitas memancing, kuliner lokal, pohon dan buah mangga, dan spot foto. Komponen agrowisata meliputi kebun kopi arabika Sigarar Utang, pengolahan kopi arabika, cafe (Simalungun specialty), demplot kebun bawang merah dan stroberi, budidaya lebah madu, dan spot foto. Sementara komponen atraksi terdiri dari demo prosesing kopi arabika spesialti dan produksi madu. PPPB ini memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan: pemerintah kabupaten (Dinas Pariwisata), perguruan tinggi, perusahaan publik dan swasta, masyarakat lokal, dan media. Pengembangan wisata komponen pantai dan komponen agrowisata, kegiatan pengabdian ini telah mengidentifikasi empat lokasi potensial. Model awal dan konsep denah lokasi disajikan pada bagian akhir naskah ini
Penaksiran Stok Karbon Berdasarkan Tutupan Lahan Pada KHDTK Aek Nauli Bagi Pembangunan Kehutanan Berkelanjutan Di Kabupaten Simalungun Dimpu Jekson Panjaitan; Jef Rudiantho Saragih; Benteng Haposan Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6y6g4g95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur stok karbon pada berbagai tipe penutupan lahan di KHDTK. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Nopember 2025– Januari 2026 di KHDTK Aek Nauli Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun. Luas KHDTK Aek Nauli adalah 2.415,36 hektar yang terdiridari hutan terbuka, hutan pinus dan hutan campuran. Metode pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung dilapangan yang mencakup  pencatatan jenis tanaman, pengukuran diameter batang dan tinggi tanaman berkayu, vegetasi non kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok karbon di KHDTK Aek Nauli bervariasi secara signifikan antar tipe penutupan lahan, yang dipengaruhi oleh perbedaan biomassa. Tegakan pinus memiliki stok karbon tertinggi sebesar 296,69 ton/ha. Hutan campuran memiliki stok karbon sedang sebesar 117,62 ton/ha, lahan terbuka menunjukkan stok karbon terendah sebesar 75,83 ton/ha. Tegakan pinus berperan dominan dalam fungsi regulasi iklim dan peningkatan kualitas lingkungan, sementara hutan campuran berfungsi sebagai penyangga ekologis pada skala lanskap. Lahan terbuka menjadi indikator degradasi ekosistem dan prioritas utama rehabilitasi. Oleh karena itu, pengelolaan hutan KHDTK Aek Nauli dalam kerangka PHPL perlu difokuskan pada restorasi lahan terbuka, penguatan struktur hutan campuran, perlindungan tegakan pinus, serta monitoring karbon untuk menjamin keberlanjutan ekosistem jangka panjang
Market Integration and Price Transmission of Robusta Coffee in North Sumatra Province with the World Market Wahyunita Sitinjak; Zulkarnain Lubis; Muhammad Buhari Sibuea; Jef Rudiantho Saragih; Muhammad Reza Aulia; Faiz Ahmad Sibuea
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i2.2849

Abstract

Previous coffee-market studies have linked domestic and international prices, but they have rarely examined long-run integration, short-run asymmetry, shock decomposition, predictive causality, and threshold adjustment in one empirical sequence for the North Sumatran robusta supply chain. This study addresses that gap by analysing farm-level or production-area prices (PFC), North Sumatra exporter-level prices (PEC), and world prices represented by London Robusta Futures (PWC) using 120 monthly observations from January 2016 to December 2025. The analysis applied unit-root testing, Johansen cointegration, VECM, FEVD, Granger causality, AECM, Wald tests, and Hansen-Seo threshold testing. All series were I(1), and the Johansen test identified two cointegrating equations, confirming long-run integration among farm, exporter, and world prices. VECM adjustment was significant for PFC (ECT = -0.426806; t = -5.07885) and PEC (ECT = -0.298370; t = -4.44265), while PWC behaved as the reference market. At the 10-month horizon, PWC shocks explained 51.15% of PFC variation and 40.50% of PEC variation, while PWC remained dominated by its own shocks (84.22%). Supporting four-market IRF evidence showed that the largest own-price responses occurred in the first period, were followed by sign reversals, and in several equations remained visible at period 10, indicating gradual rather than instantaneous stabilization. Granger causality was bidirectional between PFC and PEC and unidirectional from PWC to PEC. Short-run asymmetry was found mainly in the PFC-PEC relationship, whereas long-run asymmetry and threshold cointegration were not supported. These findings contribute to agricultural market-integration literature by showing that benchmark prices transmit risk to domestic actors through linear long-run adjustment and temporary short-run frictions. Policy should strengthen transparent price information, quality-based pricing, and farmer bargaining institutions.
Marketing Channels, Margin and Farmer Share, and The Marketing Mix of Stingless Bee Honey in North Sumatra, Indonesia: A Field Survey Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Tri Martial
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2505

Abstract

The uniqueness of stingless bee honey makes it an attractive choice as both food and natural medicine for honey consumers, who were previously dominated by honey produced by honeybees (Apis mellifera). This study examines the marketing of stingless bee honey in North Sumatra. The objectives were to determine marketing channels and functions, farmer share, share margin, and the marketing mix. This study uses a cross-sectional survey in five districts/cities in North Sumatra. Respondents were selected using the purposive sampling method (11 stingless bee farmers with at least 50 colonies and at least 5 years of experience), snowball sampling (5 resellers) by recording buying and selling prices. The study results show that three marketing channels are used, with farmers sharing 64.6% on channel 2, yielding an average margin of IDR 106,088/kg. This study found that the longer the distribution chain, the smaller the proportion of income received by farmers (farmer share). Direct channels provide full margins to farmers, whereas the involvement of resellers significantly reduces the farmer's share of the profit. The implications of these findings underscore the importance of developing more efficient and equitable marketing strategies for farmers, including the effective use of digital platforms to expand their markets. However, this study was limited to a specific region and sample. Further studies are recommended to analyze channel efficiency and the impact of digital promotions on increasing sales and farmer welfare.
Co-Authors Ade Wijaya Ahyar Abdi Nasution Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Anggiat Sinurat Arvita N Sihaloho Arvita N Sihaloho Arvita Netty Sihaloho Arvita Netty Sihaloho Azhari, Mhd. Harry Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Haposan Sihombing Benteng Sihombing Benteng Sihombing Benteng Sihombing Dadang Subarna Dadang Subarna Dimpu Jekson Panjaitan Doloksaribu, Sulastri Edy Syahputra Batubara Elida Samosir Endang Christina Endang Christina Ester Ria Aurora Ester Ria Aurora Esther Ria Aurora S Faiz Ahmad Sibuea Fetty Farida Tamba Galumbang Hutagalung Galumbang Hutagalung Hevietri Ida Lolyta Siregar Hisarma Saragih Ika Rosenta Purba Imanuel Sitohang Imanuel Sitohang James Pasaribu, Muldri Pudamo Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Jico Sigiro Lela, Janidar M Ade Kurnia Harahap Malau, Herminda Marulam MT Simarmata Mhd. Asaad Mida D Rajagukguk Mida D Rajagukguk Mispa Tarigan Mispa Tarigan Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Buhari Sibuea Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri P.J. Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Nurhayati Nurhayati Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Roy Sartana Napitupulu Roy Sartana Napitupulu Samosir, Elida Saragih, Ramainim Sitepu, Dhenny Valentino P. A. Sulastri Doloksaribu Tioner Purba Tioner Purba Tioner Purba Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Ummu Harmain Ummu Harmain Ummu Harmain Ummu Harmain, Ummu Wahyunita Sitinjak Yulie Widya Hapsari