Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM BHAKTI HUSADA BANYUWANGI Jayadi, Alpian; Nur Cahyanto, Heri; Titan Gumilang, Dinar
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i1.956

Abstract

Hemodialisa akan mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Karena semakin lama pasuen gagal gignjal kronik melakukan terapi hemodialisis maka kualitas hidup tersebut semakin baik. Tujuan dari penelitian ini guna menganalisis hubungan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSU Bhakti Husada Banyuwangi. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik sebanyak 50 pasien. Sampel yang digunakan yaitu 44 pasien. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan alat ukurnya menggunakan WHOQOL lalu uji statistik yang digunakan yaitu spearman rank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup baik. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan nilain p=0,010 <0,05 dan koefiesien korelasi sebesar 0,387 yang artinya semakin lama pasien menjalani terapi hemodialisa maka kualitas hidup mereka juga akan semakin membaik Untuk itu pasien gagal ginjal kronik perlu adanya motivasi agar dapart melakukan terapi hemodialisis dengan rutin sehingga kualitas hidup pasien akan menjadi lebih baik lagi.
DAMPAK OSTEOMIELITIS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA: PERAN DEBRIDEMEN BEDAH DAN DISRUPSI BIOFILM Zulkarnain, Octo; Nur Cahyanto, Heri; Farida, Denis
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i3.973

Abstract

Background: Increasing complaints about poor nursing care have prompted the investigation of possible reasons for this phenomenon. One of the factors that influence caring behavior is the practice environment, such as workload. Aim: To analyze the relationship between workload and nurse caring behavior. Method: This study was a correlational analytic study with a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 73 people. The sample was taken by using purposive sampling technique. The results of the study were tested with the Pearson statistical test with a significance of α = <0.05 using the SPSS v.23 program. The research instrument used a workload questionnaire and the CBAS (Caring Behaviors Assessment Scale). This research was conducted at Bhayangkara Makassar Hospital. Results: The results of the Pearson correlation test with a level of error (α) = 0.05, obtained p value = 0.011. This means that there is a significant relationship between workload and caring behavior applied by nurses. Conclusion: The lower the workload, the more likely it is for nurses to show caring behavior in providing nursing care.
PENGARUH PROGRAM AKTIVITAS FISIK BERKELOMPOK TERHADAP TINGKAT KESEPIAN LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI Cahyanto, Heri Nur; Viana, Natalia
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i3.977

Abstract

Background: Loneliness is a significant psychosocial problem among older adults,particularly those living alone, leading to negative impacts on mental health and overall well-being. Interventions promoting social engagement are crucial. Aim: To evaluate theeffectiveness of a structured, group-based physical activity program in reducing the level ofloneliness among older adults living alone. Method: This study used a quasi-experimentaldesign with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 32 older adultsliving alone, divided into an experimental group (n=16) and a control group (n=16), selectedusing purposive sampling. The experimental group participated in a weekly group physicalactivity (senam lansia) for one month. Loneliness was measured using the UCLA LonelinessScale Version 3 before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxonsigned-rank test (α = 0.05). This research was conducted in Kelurahan Semampir 5A,Surabaya. Results: The Wilcoxon test revealed a statistically significant reduction in lonelinessscores for the experimental group (p = 0.000), but no significant change was observed in thecontrol group (p = 0.083). Conclusion: The group-based physical activity program waseffective in reducing loneliness among older adults living alone.
THE EFFECT OF TERA EXERCISE ON REDUCING ANXIETY LEVELS IN THE ELDERLY IN WONOHARJO VILLAGE, BUMI AGUNG DISTRICT, WAY KANAN LAMPUNG Pamungkas, Putri; Sumardiko, Dwi Setiani; Hidayatullah, Ariska Putri; Nur Cahyanto, Heri
Journal of Vocational Nursing Vol. 5 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v5i1.49721

Abstract

Introduction: Anxiety is a feeling of fear that is not clear and is not supported by the situation. Usually, anxiety or anxiety disorders will be accompanied by behavioral, emotional, and physiological changes (Kaliman, 2011) Anxiety in the elderly if not handled properly then the anxiety will have an impact on increasing mental disorders. Therefore, Tera exercise therapy is needed which is expected to reduce anxiety in the elderly  Methods: The method in this study is a quantitative research type with a quasi-experimental research design with a pretest post-test control group approach. The sample in this study was the elderly who suffered from anxiety as many as 36 respondents who met the inclusion criteria. Collecting data in the study using a questionnaire sheet and data analysis using the Wilcoxon rank test statistical test. Results: The results of the Wilcoxon sign rank test with SPSS for Windows with a significance level of = 0.05 obtained a P value = 0.001 (0.001 <0.05) then Ho is rejected which means there is an effect of Tera exercise on decreasing anxiety levels in the elderly in Wonoharjo Village, Bumi Agung District, Way Kanan Lampung. Conclusions: For elderly who experience anxiety ranging from severe, moderate, and mild levels using tera exercise therapy can reduce anxiety levels in the elderly because it can cause them elderly to relax, feel comfortable, and happy, and interact with other elderly people.
EDUKASI YANG DIPIMPIN PERAWAT UNTUK PERAWATAN AKSES VASKULAR JANGKA PANJANG PADA HEMODIALISIS: SISTEMATIK LITERATURE REVIEW Cahyanto, Heri Nur; Enjelia, Devis; Susanah, Susi; Adja, Hesti; Herwanto, Rio
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1010

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan hemodialisis sangat bergantung pada akses vaskular jangka panjang yang berfungsi baik. Infeksi, trombosis, dan kegagalan maturasi merupakan penyebab utama morbiditas dan rawat inap, yang kerap terkait keterbatasan pengetahuan dan praktik perawatan mandiri. Edukasi yang dipimpin perawat dipandang kunci untuk memberdayakan pasien. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas strategi edukasi yang dipimpin perawat terhadap pengetahuan, praktik perawatan mandiri, dan luaran klinis akses vaskular pada pasien hemodialisis. Metode: Tinjauan sistematis mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan di PubMed, Scopus, dan Cochrane Library untuk publikasi Januari 2010–Desember 2024. Rekaman diimpor ke Covidence untuk deduplikasi, penyaringan dua penelaah, telaah teks penuh, dan pencatatan alasan eksklusi. Kriteria inklusi: uji terkontrol pada pasien hemodialisis dewasa yang mengevaluasi intervensi edukasi dipimpin perawat dengan luaran pengetahuan, perilaku perawatan mandiri, dan/atau luaran klinis (infeksi, trombosis/oklusi, maturasi/patensi, rawat inap). Risiko bias dinilai dengan RoB 2 (RCT) dan ROBINS‑I (studi quasi). Karena heterogenitas tinggi, dilakukan sintesis naratif. Hasil: Termasuk 15 studi dari 9 negara (1.824 pasien): 11 RCT dan 4 studi quasi‑eksperimental terkontrol. Modalitas intervensi meliputi sesi tatap muka terstruktur dan demonstrasi keterampilan, booklet/multimedia/video, dukungan internet/telehealth/aplikasi seluler, serta program latihan pascaoperasi yang diawasi perawat. Sebanyak 13 dari 15 studi melaporkan peningkatan bermakna pada pengetahuan dan/atau perilaku perawatan mandiri (p<0,05). Beberapa studi menunjukkan perbaikan luaran klinis, termasuk penurunan kegagalan maturasi dan percepatan maturasi AVF, serta penurunan infeksi dan trombosis dibanding perawatan standar. Penilaian risiko bias menunjukkan sebagian besar RCT berada pada kategori rendah hingga some concerns, sedangkan studi quasi cenderung moderat hingga tinggi karena keterbatasan perancangan dan pengukuran. Kesimpulan: Bukti yang ada mendukung program edukasi terstruktur yang dipimpin perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan mandiri, dengan sinyal kuat ke arah perbaikan luaran klinis akses vaskular. Diperlukan standarisasi protokol, pelaporan outcome inti yang seragam, RCT multicenter dengan tindak lanjut ≥6–12 bulan, serta evaluasi biaya‑efektivitas untuk memperkuat generalisasi dan adopsi sebagai standar layanan.
Penerapan Media E-Leaflet Digital sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Pasien Demam Tifoid di Rumah Sakit Cahyanto, Heri Nur; Lantasary, Mira Dwi; Mayasari, Nabilla; Prasetyo, Joko; Singgih, Singgih
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.713

Abstract

Introduction: Typhoid fever remains a major public health issue in Indonesia, especially in areas with poor sanitation and low health literacy. The disease, caused by Salmonella typhi, can lead to prolonged fever, digestive disorders, and serious complications if not treated properly. Limited understanding of prevention and poor hygiene practices often result in recurrent infections. The growing use of digital technology in healthcare provides new opportunities for patient education through interactive and accessible media such as e-leaflets. Objective: This community service aimed to improve patients’ knowledge and hygienic behavior in preventing typhoid reinfection through the use of e-leaflet media as an innovative digital health education tool. Method: The program was conducted by lecturers and students from the Medical-Surgical Nursing specialization, Master of Nursing Program, Universitas Strada Indonesia. The activity took place from September 15 to October 15, 2025, at Bhayangkara Hospital TK II H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, involving 40 patients and family members in the Anyelir 1, Edelweis, and Sakura wards. Activities included coordination with hospital staff, design of an interactive e-leaflet integrated with a QR code, education sessions, and discussions. Knowledge was assessed using pre- and post-tests based on the Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) framework, and analyzed descriptively. Result: The average knowledge score increased from 60.00 ± 7.85 before to 82.00 ± 6.42 after the intervention (p = 0.000). Participants found the e-leaflet engaging, easy to access, and helpful in understanding typhoid prevention. Conclusion: The e-leaflet is an effective digital health education tool that enhances patient knowledge and hygiene practices to prevent typhoid reinfection.
PENGARUH PENGGUNAAN CHATGPT TERHADAP KEMANDIRIAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKADEMIK Cahyanto, Heri Nur; Pamungkas, Putri; Zulkarnain, Octo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25582

Abstract

Salah satu kemajuan yang muncul adalah penerapan ChatGPT sebagai inovasi baru. Menurut penelitian yang dilakukan di Stanford, ChatGPT memiliki potensi besar untuk digunakan dalam Pendidikan. ChatGPT adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat memberikan respons otomatis terhadap teks yang dimasukkan. Kemampuannya meliputi beragam tugas seperti menerjemahkan bahasa, menyusun ringkasan dari teks, dan menjawab pertanyaan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan ChatGPT mempengaruhi tingkat kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan pedoman dan strategi yang lebih baik untuk memasukkan ChatGPT ke dalam proses pembelajaran. Ini dapat mengurangi efek negatifnya terhadap tingkat kemalasan mahasiswa dan memaksimalkan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yang mengadopsi pendekatan pretest post test control group. Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah mahasiswa di Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya. Sampel terdiri dari mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia untuk berpartisipasi, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil Penelitian menunjukan terjadi peningkatan yang signifikan pada kemandirian mahasiswa dalaam menyelesaikan tugas sebesar 65%. Dapat diambil kesimpulan ada pengaruh penggunaan chatgpt terhadap kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik dengan p<0.005 (0.000).
PEMBERDAYAAN KADER SURABAYA MELALUI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENANGANAN PERTAMA KASUS LUKA Zulkarnain, Octo; Pamungkas, Putri; Cahayanto, Heri Nur; hidayatillah, Ariska Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22090

Abstract

Anstrak: Penanganan luka sering kali tidak tepat dilakukan oleh masyarakat karena keterbatasan sumber informasi, kebiasaan lokal, dan kepercayaan. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan kapasitas kognitif dan pengalaman kader dalam penanganan kasus cedera. Metode yang digunakan adalah Experiential Learning dengan melibatkan 12 kader Taman Gununganayar sebagai mitra. Di awal pertemuan, dilakukan pre-test untuk menilai pemahaman kognitif kader menggunakan lembar kuesioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman kognitif kader hanya mencapai 41,6%, dan hanya 5 dari 12 kader yang mampu mempraktikkan penanganan luka. Setelah menjalani pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan. Rata-rata pemahaman kognitif meningkat menjadi 58%, dan seluruh kader mampu melakukan penanganan luka secara efektif. Hasil ini menegaskan efektivitas metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis kader, yang pada gilirannya mendukung peningkatan penanganan kasus luka di masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan pentingnya pendekatan eksperimental dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan cedera serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat terjadi akibat keterbatasan informasi dan kebiasaan lokal.Abstract: The handling of wounds is often improperly done by the public due to limited sources of information, local customs, and beliefs. This dedication aims to develop the cognitive capacity and experience of cadres in handling injury cases. The method used is Experiential Learning involving 12 Taman Gununganayar cadres as partners. At the beginning of the meeting, a pre-test was conducted to assess the cognitive understanding of cadres using a questionnaire sheet. The results showed that before the training, the cognitive understanding of cadres was only 41.6%, and only 5 out of 12 cadres were able to practice wound management. After undergoing training, there was a significant improvement. The average cognitive understanding increased to 58%, and all cadres were able to effectively handle wounds. These results confirm the effectiveness of the training method in improving the understanding and practical skills of cadres, which in turn support the improvement of wound management in the community as a whole. This illustrates the importance of an experimental approach in enhancing the capacity of the community in handling injuries and reducing the risk of errors that can occur due to limited information and local customs.
The effect of AI-assisted nursing care on digital health literacy, symptom management, and continuity of care among pulmonary outpatients: A quasi-experimental study at Bhayangkara Surabaya Hospital Heri Nur Cahyanto; Agustin Agustin; Novita Ana Anggraini; Prima Dewi K; Atik Setiawan W
Indonesian Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Politeknik Negeri Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/inj.v4i1.26

Abstract

Background: Pulmonary outpatients often experience recurrent respiratory symptoms requiring continuous support. Limited consultation time, increasing digital health use, and the need for symptom monitoring highlight the importance of AI-assisted nursing care in outpatient pulmonary services. Purpose: This study analyzed the effect of AI-assisted nursing care on digital health literacy, symptom management, and continuity of care among pulmonary outpatients at Bhayangkara Surabaya Hospital. Methods: A quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest design involved 70 pulmonary outpatients (35 intervention, 35 control). The intervention group received AI-assisted nursing care; the control group received standard care. Data were collected using the Digital Health Literacy Instrument, a symptom management questionnaire, and the Nijmegen Continuity Questionnaire. Analysis used paired t-test, Wilcoxon Signed-Rank Test, independent t-test, and Mann-Whitney U Test. Results: The intervention group showed significantly greater improvements than the control group. Digital health literacy was significantly higher (t = 9.11, p < 0.001), symptom management improved significantly (Z = −7.84, p < 0.001), and continuity of care differed significantly between groups (t = 8.99, p < 0.001). Change scores were substantially greater in the intervention group, particularly for continuity of care (18.95 vs. 2.26), with small effect sizes across all outcomes. Conclusion: AI-assisted nursing care can strengthen digital nursing support for pulmonary outpatients. Integrating structured digital education, chatbot interaction, symptom tracking, reminders, and nurse monitoring improves digital health literacy, symptom management, and continuity of care in outpatient pulmonary services.
PROGRAM PUSKESMAS DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING PADA BALITA Ariska Putri; Putri Pamungkas; Denis Farida; Octo Zulkarnain; Heri Nur Cahyanto; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1430

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya keluhan mengenai buruknya asuhan keperawatan mendorong dilakukannya penyelidikan terhadap kemungkinan penyebab fenomena ini. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku *caring* (kepedulian) adalah lingkungan praktik, seperti beban kerja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara beban kerja dan perilaku *caring* perawat. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan pendekatan *cross-sectional*. Sampel penelitian berjumlah 73 orang yang diambil menggunakan teknik *purposive sampling*. Hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α < 0,05 melalui program SPSS v.23. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (*Caring Behaviors Assessment Scale*). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan tingkat kesalahan (α) = 0,05 menunjukkan nilai p = 0,011. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan perilaku *caring* yang diterapkan oleh perawat. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja, semakin besar kemungkinan perawat menunjukkan perilaku *caring* dalam memberikan asuhan keperawatan.