Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Pencegahan Covid-19 Dengan Menerapkan 5M Lina Dewi Anggraeni; Alfiana Rahmat; Conidya Erika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5966

Abstract

 ABSTRAK Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Penularan virus ini terjadi melalui droplet atau cairan tubuh yang terpercik pada seseorang atau benda-benda di sekitarnya yang berjarak 1-2meter. Data secara global menunjukkan 1 dari 9 di bawah usia 20 tahun justru terinfeksi virus corona Covid-19 dengan kondisi serius. Pemberian edukasi pencegahan Covid-19 dengan menerapkan 5M merupakan salah satu cara membantu pemerintah meminimalkan angka kesakitan khususnya pada anak. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang cara pencegahan covid-19 melalui penerapan 5M. Pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan simulasi dengan media audio-visual. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pengetahuan mengenai covid-19. Anak diharapkan menerapkan 5M dalam kesehariannya. Kesiapan anak dalam mencegah Covid-19 ini tidak lepas dari peran orangtua dan sekolah, sehingga keduanya berkewajiban untuk tetap mengingatkan anak untuk disiplin menerapkan 5M. Kata Kunci: Covid-19 Pada Anak, Penerapan 5M, Pencegahan Penularan  ABSTRACT Coronavirus are a large family of virus that cause illness ranging from mild to severe symptoms. Transmission of this virus occurs through droplets or body fluids that are splashed on a person or object in the vicinity within 1-2 meters. Global data shows that 1 in 9 children under the age of 20 is actually infected with the Covid-19 corona virus with a serious condition. Providing education to prevent Covid-19 by implementing 5M is one way to help the government minimize morbidity, especially for children. To increase the knowledge of school-age children about how to prevent covid-19 through the implementation of 5M. Health education was conducted using lecture and simulation methods using audio-visual media. Participants experienced an increase in knowledge before and after being given knowledge about covid-19. Conclusion: Children are expected to be able to apply 5M in their daily life. The readiness of children to prevent Covid-19 cannot be separated from the role of parents and schools, so both must continue to remind children to be disciplined in implementing 5M. Keywords: Covid-19 In Children, Application Of 5M, Prevention Of Transmission
Aktivitas dan Kreatifitas Bermanfaat bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19 Lina Dewi Anggraeni; Iin Hodijah; Puspita Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4700

Abstract

ABSTRAK Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa kota di Indonesia memberikan dampak pada beberapa sektor diantaranya pendidikan. Aktivitas pendidikan yang pada awalnya dilakukan secara konvensional, dimana mengandalkan tatap muka antara guru dengan siswa menjadi terbatas. Keadaan ini mengakibatkan aktivitas fisik anak banyak berkurang, anak hanya akan menghabiskan banyak waktu di layar gadget atau smartphone. Anak-anak mulai kecanduan gawai karena banyak kegiatan atau tugas sekolah yang dilakukan lewat gawai. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua  dan meningkatkan aktifitas bermanfaat bagi anak. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan power point, leaflet, bermain, lagu dan gerak/tari. Terdapat 80% peningkatan pengetahuan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, dampak penggunaan gawai, dan anak sangat antusias dalam melakukan kegiatan aktifitas bermain yang kreatif. Kata kunci: bermain, covid-19, gawai  ABSTRACT Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) in several cities in Indonesia has an impact on several sectors including education. Educational activities that were initially carried out conventionally that relied on face-to-face meetings between teachers and students were limited. This situation results in the child's physical activity being reduced a lot, the child will only spend a lot of time on the device screen. Children are addicted to gadgets because many activities or school assignments are done through gadgets. The purpose of this activity is to increase the knowledge of parents and increase activities that are beneficial for children. Activities carried out in the form of counseling using power points, leaflets, playing, songs, and movements/dances. There was an 80% increase in parental knowledge about children's growth and development, the impact of using gadgets, and children were very enthusiastic in doing creative play activities. Keywords: covid-19, gadget, play
Optimalisasi Perilaku Hidup Sehat dan Bersih Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru Lina Dewi Anggraeni; Elisabeth Isti Daryati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3227

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebar di seluruh negara termasuk di Indonesia. Menurut data yang dirilis virus ini telah menyebar di 34 provinsi dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 25.773 kasus. Dari angka tersebut, 7.015 diantaranya dinyatakan sembuh, sementara 1.573 meninggal dunia. Seiring dengan terus menyebarnya Covid-19, tanpa disertai dengan perilaku hidup sehat, pemerintah menerapkan rakyat Indonesia harus hidup berdamai dengan virus corona.  Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anak prasekolah-sekolah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan kebersihan tangan dan memakai masker dengan tepat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan power point, leaflet, lagu dan gerak/tari. Terdapat peningkatan pengetahuan anak prasekolah-sekolah tentang perilaku hidup bersih dan sehat menuju adaptasi kebiasaan baru. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Adaptasi Kebiasaan Baru, Cuci Tangan, Pakai Masker  ABSTRACT The Covid-19 pandemic has spread to all the countries including Indonesia. According to the released data, this virus has spread in 34 provinces with the number of positive cases of Covid-19 reaching 25,773 cases. Of these, 7,015 were declared cured, while 1,573 died. As Covid-19 continues to spread, without being accompanied by healthy habits, the governments were implementing it so that Indonesians live in peace with the corona virus. The purpose of this activity is to increase preschool and school children's knowledge about clean and healthy living habits by performing hand hygiene and wearing masks appropriately. Activities carried out in the form of counseling using power points, leaflets, songs and movements/dances. There is an increase in preschool and school children's knowledge about clean and healthy living habits to adapt to new habits. Keywords : Clean and Healthy Living Behavior, Adaptation of New Habits,  Washing Hands, Wearing Masks
Wujud Kepedulian dan Caring Terhadap Perempuan dan Anak di Lingkungan Pendidikan Tinggi Melalui Pos Sapa Lina Dewi Anggraeni; Lorensia Panselina Widowati; Yunita Astriani; Agustina Ida Pratiwi; Dewi Novitasari Suhaid; Regina Vidya Trias Novita; Justina Purwarini Acihayati; Dewi Prabawati; Maria Astrid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6754

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan segala bentuk ancaman, intimidasi, dan pelanggaran hak atau kemerdekaan perempuan dan anak. Kekerasan dapat terjadi di mana saja, termasuk di ruang publik seperti di lingkungan pendidikan baik di sekolah maupun di kampus. Kompleksitas masalah kekerasan muncul mulai dari pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban sehingga kerja multisektor dan multistakeholder sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan adanya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi dan sekitar, meningkatkan pengetahuan akan bentuk kekerasan dan dampaknya secara fisik, ekonomi, psikis dan seksual serta menyediakan layanan pengaduan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Kegiatan ini dilakukan dengan pembentukan tim Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA), edukasi tentang kekerasan dan sosialisasi layanan Pos SAPA kepada civitas akademika dan lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjalan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari seluruh civitas akademika dan pihak terkait. Pos SAPA STIK Sint Carolus berkontribusi sebagai agent of change dengan  menjadi wadah edukasi dan penjaringan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah internal dan eksternal kampus. Kata Kunci: Kekerasan, Perempuan Dan Anak, Pos Sapa  ABSTRACT Violence against women and children is all forms of threats, intimidation, and violations of women and children’s rights. Violence can occur anywhere, including in public spaces such as in the educational environment, both at school and on campus. The complexity of violence problem arises from prevention, problem solving, and rehabilitation of victims. Multi-sectoral and multi-stakeholder work is needed. This community service activity aims to increase awareness of violence acts in the higher education and community environment, increase knowledge of violence forms and their physical, economic, psychological and sexual impacts as well as provide complaint services and protection for women and children. This activity was carried out by forming a team of Pos Sahabat Women and Children (Pos SAPA), education about violence and socialization of Pos SAPA services to the academic community and the surrounding environment. Community Service activities went smoothly and received a good response from the entire academic community and related parties. Post SAPA STIK Sint Carolus contributes as an agent of change by becoming a forum for education and screening cases of violence against women and children in the internal and external areas of the campus Keywords : Violence, Women And Children, Pos Sapa
Pengetahuan, Kesiapan Ibu dan Anak dalam Keberhasilan Toilet Training Sri Lestari; Lina Dewi Anggraeni; Fulgensius Surianto
Faletehan Health Journal Vol 9 No 02 (2022): Faletehan Health Journal, July 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i02.271

Abstract

Toilet training is a learning process or exercise carried out by children so that they can urinate and defecate properly. The age of 18-36 months is a toddler period, where toilet training becomes very important. The achievement of this development is done so that the child is accustomed to being independent and also stimulates further development. The purpose of the study was to determine the factors corelated with the success of toilet training in children aged 18-36 months. This study used a descriptive correlative method through a cross sectional approach. This study used a purposive sampling technique and a sample of 163 respondents, with Kendal tau statistical test. The results showed that there was a relationship between mother's knowledge (p value 0.000), mother's readiness (p value 0.000), and child readiness (p value 0.000) with the success of toilet training. The readiness of mothers and children is very important in supporting the success of child toilet training. Parents, especially mothers, need to increase knowledge and provide simulation motivation to children in order to improve toddler toilet training skills.
Evaluasi Penerapan Nesting Terhadap Perubahan Berat Badan dan Tanda Vital Bayi Lina Dewi Anggraeni; Melania Fitri Astuti; Sada Rasmada
Ners Jurnal Keperawatan Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.18.2.76-81.2022

Abstract

Penerapan nesting menjadi salah satu tindakan mandiri perawat dalam membantu bayi baru lahir beradaptasi dengan lingkungan baru. Nesting dapat diterapkan pada semua bayi baru lahir tanpa memandang berat badan lahir maupun usia gestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan nesting terhadap berat badan dan tanda-tanda vital bayi di unit perina RS X Jakarta. Penelitian ini melibatkan 318 sampel dengan teknik purposive sampling, desain penelitian pre eksperimen one group pra-posttest design. Data diperoleh dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji  T-berpasangan, dimana diperoleh hasil ada perubahan berat badan bayi terhadap penerapan nesting  (p= 0,014) ada perubahan tanda-tanda vital terhadap penerapan nesting (HR (nilai p=0,000); RR (nilai p=0,000); SaO2 (nilai p=0,000). Penerapan nesting bermanfaat terhadap neonatus yaitu menjaga kestabilan tanda-tanda vital bayi, dan meningkatkan berat badan. Saran untuk tetap mempertahankan penerapan nesting sebagai kebutuhan perawatan bayi.Kata kunci:  bayi baru lahir, berat badan, nesting, tanda vital
Manajemen Fatigue pada Anak yang Mengalami Kanker di Rumah Singgah Lina Dewi Anggraeni; Elisabeth Isti Daryati; Sari Nartiana; Nyimas Heni Purwati; Meidiana Bangun; Catur Parmiyati; Eka Handayani; Nurbetty Ginting; Indra Hendrawan; Istinganah Istinganah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i1.99

Abstract

Pendahuluan: Fatigue ​atau kelelahan dirasakan hampir semua pasien kanker. Kelelahan terjadi sebagai akibat berkembangnya penyakit kanker dan efek terapi. Kelelahan dapat dirasakan sebelum maupun setelah terapi diselesaikan serta dapat mengganggu fungsi fisik, psikis, mental dan sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan anak tentang fatigue dan meningkatkan keterampilan dalam mengatasi kelelahan dan nyeri. Metode: Metode yang digunakan yakni pertama membuat grup Whatsapp dengan pendamping orang tua lalu membagikan link kuesioner pre-test. Kemudian  pemberian  materi  penyuluhan,  sesi tanya jawab, dan post-test. Selanjutnya tahap evaluasi. Hasil: Kegiatan ini dilaksanakan di rumah singgah X, diikuti oleh anak dengan kanker, orang tua dan para fasilitator. Hasil menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan tentang penanganan fatigue. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat fatigue yang dirasakan oleh anak dengan kanker. Pengabdi membantu anak-anak dengan kanker meningkatkan kualitas hidupnya.
Hubungan Pengetahuan, Pemberian Stimulasi oleh Ibu dengan Perkembangan Toddler Menggunakan Metro Manila Developmental Screening Test Lina Dewi Anggraeni; Aprilia Arta Magdalena
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i2.7870

Abstract

ABSTRACT Toddlers are a golden period, a window of opportunity and also a critical period in determining the next child's development. Development can be achieved optimally, if the child gets adequate nutrition, a stimulating environment, and social interactions with caring caregivers. This study aims to determine the relationship between knowledge, mother's stimulation and toddler development in Posyandu RW 12 Setia Mekar Bekasi. This study used a qualitative descriptive research design with a cross sectional approach. The number of samples studied were 92 mothers and 92 toddlers. The analysis tool uses the Kendall's Tau C statistical test. There was a significant relationship between knowledge and stimulation by mothers for toddlers aged (18-24 months) (p-value = 0.031) and age (24-36 months) (p-value = 0.043). There is a significant relationship between the provision of stimulation by mothers to toddlers aged (18-24 months) (p-value = 0.041) and children aged (24-36 months) (p-value = 0.014) with the development of toddlers. It is recommended that health workers and cadres provide counseling about stimulation and development of toddlers, so that mothers can provide appropriate stimulation to their toddlers. Keywords: MMDST, Knowledge, Development, Stimulation, Toddler  ABSTRAK Toddler merupakan masa emas, jendela kesempatan dan juga masa kritis dalam menentukan perkembangan anak selanjutnya. Perkembangan dapat tercapai secara maksimal, apabila anak mendapatkan nutrisi yang memadai, lingkungan yang merangsang, dan interkasi social dengan pengasuh yang penuh perhatian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan toddler di Posyandu RW 12 Setia Mekar Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dekriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 92 ibu dan 92 toddlernya. Alat analisis menggunakan uji statistik Kendall’s Tau C. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberian stimulasi oleh ibu pada toddler usia (18-24 bulan) (nilai p=0,031) dan usia (24-36 bulan) (nilai p=0,043). Ada hubungan yang bermakna antara pemberian stimulasi oleh ibu pada toddler usia (18-24 bulan) (nilai p=0,041) dan pada anak usia (24-36 bulan) (nilai p=0,014) dengan perkembangan toddler.Petugas kesehatan dan kader sebaiknya memberikan penyuluhan tentang stimulasi dan perkembangan toddler, agar ibu dapat memberikan stimulasi dengan tepat kepada toddlernya Kata Kunci: MMDST, Pengetahuan, Perkembangan, Stimulasi, Toddler
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DAN ANTICIPATORY GRIEF PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK KANKER Angela Merici Ok Cito Sukma Lestari; Lina Dewi Anggraeni; Regina Vidya Trias Novita
Jurnal Ners Indonesia Vol 13 No 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.13.2.137-145

Abstract

Berduka antisipatif atau anticipatory grief merupakan reaksi emosional seseorang dalam menghadapi kehilangan dimasa yang akan datang. Tentunya reaksi ini akan dialami oleh orang tua yang memiliki anak terdiagnosisi kanker. Dalam menjalankan hari-hari yang berat, tentunya orang terdekat anak yaitu orang tua, harus memiliki kepribadian yang tangguh atau hardiness dalam menjalani peristiwa tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan anticipatory grief pada orang tua yang memiliki anak kanker. Penelitian menggunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan total sampling sebanyak 60 orang tua yang memiliki anak 0-18 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil yang didapatkan, sebanyak 60% responden ibu yang mengikuti penelitian ini dengan usia orang tua 18-40 tahun atau dewasa awal sebanyak 58.3% dengan usia anak terdiagnosis kanker yaitu usia sekolah (6-12 tahun) sebanyak 55%. Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara hardiness dengan anticipatory grief pada orang tua yang memiliki anak kanker dengan nilai p-value 0.001. Setiap orang tua harus memiliki hardiness yang tinggi dalam menjalankan pristiwa yang dihadapi, sehingga orang tua dapat memberikan dukungan kepada anaknya yang sedang menjalankan pengobatan.
Distraction Techniques: Telling Stories to Decrease Pain for Preschool Children During Infusion Lina Dewi Anggraeni; Widiyanti Widiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v22i1.887

Abstract

Hospital procedures, such as infusions, are often associated with pain. Preschool-aged children who are hospitalized for infusions will often exhibit a strong fearful response because their concept of body integrity has not fully developed. One way to reduce the fear of infusion pain is by using stories as a distraction technique. The purpose of this study was to identify differences in the scale of pain between members of an intervention group, to which the distraction technique was applied, and a control group, to which it was not applied. The study used quasi-experimental methods, with intervention and control groups. The study was conducted on 46 preschool aged respondents (3–6 years old), divided into a 34 member intervention group and a 12 member control group and ran from September to December 2017 in one of the private hospitals in the East Bekasi. The research employed a questionnaire to collect demographic data and used the Wong-Baker Faces Pain Scale to assess pain levels. The data analysis technique used was the independent t-test. The results showed there was a difference of pain response between the intervention and control groups with P value < 0.05. Pediatric nurses are advised to use storytelling therapy as an option for providing atraumatic care intervention. Abstrak Teknik Distraksi: Bercerita Menurunkan Nyeri Pada Anak Usia Pra Sekolah Selama Penggunaan Infus. Rasa sakit seringkali dikaitkan dengan salah satu prosedur rumah sakit yakni pemasangan infus. Reaksi anak prasekolah yang dipasang infus menunjukkan ketakutan yang luar biasa, hal itu disebabkan karena konsep integritas tubuhnya belum berkembang dengan baik. Salah satu cara untuk mengurangi ketakutan akibat nyeri pemasangan infus pada prasekolah adalah teknik distraksi bercerita. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan skala nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimen, yang menggunakan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan terhadap 46 responden usia prasekolah (3-6 tahun) yang terdiri dari 34 kelompok intervensi dan 12 kelompok kontrol dari bulan September-Desember 2017 di salah satu Rumah Sakit Swasta di wilayah Bekasi Timur. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner data demografi dan lembar observasi skala nyeri Wong Baker Faces Pain. Teknik analisis data menggunakan Uji Independent T test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan respon nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,012 (< 0.05). Perawat anak sebaiknya menggunakan metode bercerita sebagai sarana asuhan keperawatan atraumatik. Kata kunci: cerita, nyeri, pemasangan infus, prasekolah, teknik distraksi
Co-Authors Agustina Ida Pratiwi Ainum Jhariah Hidayah Alfiana Rahmat Angela Merici Ok Cito Sukma Lestari Apriani, Faulis Apriani, Faulis Aprilia Arta Magdalena Carolina Putri Indah Sari Catur Parmiyati Conidya Erika Daryati, Elisabeth Isti Daryati, Susi Dewi Prabawati Dini, Kusuma Dwiningthyas, Maria Evelyne Ruth Eka Handayani Elisa Lbn Gaol Elisabeth Isti Daryati Elpasa, Gopie Ernawati Ernawati Febiola, Yelli Fulgensius Surianto Gabriela, Maria Gaol, Elisa Lbn Grace Issabella Ambarita Happy Hayati Ides, Stefanus Andang Iin Hodijah Indiyah, E Sri Indra Hendrawan Iser Leonardus Istinganah Istinganah June Ririn Mbeo Justina Purwarini Acihayati Justina Purwarini, Justina kadarsih, mitra Maria Astrid Meidiana Bangun Melania Fitri Astuti Melania Fitri Astuti Melanurista, Adelheid Mogi, Imelda Ririn Obo Nani Nurhaeni Novita, Regina Vidya Trias Novrin Senselia Putri Ziliwu Nurbetty Ginting Nyimas Heni Purwati Oktavia Roma Uli, Yohana Paramitha Wirdani Ningsih Marlina Paramitha, Monica Pradnya Pasaribu, Jesika Pasti Kurnia Puspita Sari Regina Labetubun Rina Martines, Krisna Rosa Nora Lina Sada Rasmada Sada Rasmada Sari Nartiana Sari Ndraha, Piki Nadia Setiowati, Theresia Dewi Siebel, Ernita Kandi Utami Silalahi, Polmaida Sinaga, Alma Dormian SRI LESTARI Stefanus Andang Ides Stella Pramasita Stella Pramasita Arundina Sudibyo Supardi Suhaid, Dewi Novitasari Tameon, Simson Fermande Theresia Sindy Claudia Utama Triwahyuni, Fransisca Utami, Tuti Asrianti Wanda , Dessie Wardani, Dyah Woro Kartiko Kusumo Widiyanti Widiyanti Widowati, Lorensia Panselina Wihardja, Hany Wilhelmus Hary Susilo Yohana Riang Toby Yunita Astriani