Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Budaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA di Kota Denpasar I Made Surya Hermawan; Hadi Suwono; Herawati Susilo; Desak Nyoman Budiningsih
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.575 KB) | DOI: 10.22236/j.bes/425582

Abstract

Background: One of the learning objectives is to develop a cognitive process dimension seen in cognitive learning outcomes. In fact, this has not been implemented optimally in the learning process. The Balinese culture-based biology learning model is seen as an alternative to developing the cognitive process dimension. This study aims to reveal the effect of the Balinese culture-based biology learning model through the cognitive learning outcomes of high school students in Denpasar City. Methods: This study was conducted using a non-equivalent pretest-posttest control group design. The research subjects were 144 students who were taken using cluster random sampling technique. The data collection instrument was in the form of multiple choices questions which were categorized into questions of lower-order thinking skills (LOTS) and questions of higher-order thinking skills (HOTS). Results: The results of data analysis showed that: 1) there was a significant difference in cognitive learning outcomes between the experimental class and the control class (p <0.05); 2) the Balinese culture-based biology learning model increased students' cognitive learning outcomes by 18.21%; 3) the Balinese culture-based biology learning model improves lower-order thinking skills (LOTS) by 8.44% and higher-order thinking skills (HOTS) by 17.92%. Conclusions: This study concludes that the Balinese culture-based biology learning model improves cognitive learning outcomes and has the potential to develop higher-order thinking skills of high school students in Denpasar City.
WHAT KIND OF PHILOSOPHY UNDERLIES THE FUTURE CURRICULUM FOR INDONESIA? Ida Bagus Ari Arjaya; I Wayan Suastra; Desak Nyoman Budiningsih; I Made Surya Hermawan
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 4 No. 1 (2022): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Unmas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.237 KB)

Abstract

Nowadays, there are many educational problems experienced by the education system in Indonesia. The educational problem that is most clearly seen as an evaluation of the learning process is the problem of learning outcomes for Indonesian students in Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) and Program for International Student Assessment (PISA). In terms of developing the personality or character of students, problems with disciplinary action, juvenile delinquency, honesty, and so on still adorn Indonesian education today. Educators must shape the character of students based on their local potential. The local potential can be in the form of local wisdom that forms a positive attitude of students in order to survive in the 21st-century competition. Seeing the problems that have been previously disclosed, the world of education in Indonesia actually needs to redefine the educational philosophy that underlies its curriculum to meet future curriculum needs. The results of qualitative descriptive research show 1) that the philosophical schools that underlie education are idealism, perennialism, reconstructionism, essentialism, progressivism, pragmatism, realism, materialism, and existentialism, 2) Philosophy for the current curriculum is related to the current curriculum. which is related to the independent learning curriculum and the independent campus is closely related to the philosophy of progressivism and materialism, 3) While the philosophical schools that underlie the future curriculum are the idealism, pragmatism, and humanist philosophy of Ki Hajar Dewantara
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS MIND MAPPING Desak Nyoman Budiningsih; Dewa Ayu Sri Ratnani; I Made Diarta
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v12i2.5194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diterapkamnya model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbasis media mind mapping untuk meningkatkan minat belajar Biologi siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan non equivalent control groups design. Tempat pelaksanaan penelitian adalah di SMA Negeri 1 Mengwi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2022. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X (IIS) pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Sampel dipilih secara acak. Sebagai kelas eksperimen yaitu kelas X (IIS) 4, sedangkan untuk kelas kontrol adalah kelas X (IIS) 6. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif NHT berbasis mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan (0,00˂0,05) terhadap minat belajar siswa. Pada kelas eksperimen, dari pretest ke posttest terjadi peningkatan persentase minat belajar siswa sebesar 81,1%. Sedangkan peningkatan persentase minat belajar siswa pada kelas kontrol dari pretest ke posttest adalah sebesar 51,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran NHT berbasis media mind mapping dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas X (IIS) di SMA Negeri 1 Mengwi.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBASIS POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA I Made Diarta; Desak Nyoman Budiningsih
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i1.6054

Abstract

Hasil belajar siswa belum maksimal, sebelum diterapkannya model pembelajaran yang inovatif.  Sebenarnya di sekolah ini sudah tersedia LCD sebagai media pembelajaran dengan jumlah yang cukup memadai, hanya saja tidak semua guru memanfaatkan LCD tersebut untuk mengajar di kelas. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis  penerapan  Problem-based Learning (PBL) berbasis media PowerPoint terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Populasi adalah seluruh siswa kelas X, dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil belajar dianalisis dengan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, didapatkan hasil belajar yang berbeda. Hasil belajar di uji dengan  T-test, dimana didapatkan nilai yang signifikan (p=0,000<0,01). Simpulan penelitian adalah bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis PowerPoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
GROUP INVESTIGATION BERBASIS POWER POINT: PENGARUHNYA TERHADAP HASIL PRESENTASI SISWA Desak Nyoman Budiningsih
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i2.7669

Abstract

Alat media power point digunakan untuk menciptakan presentasi dalam bentuk slide power point dengan harapan memudahkan pemahaman topik substansi pelajaran oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur implikasi dari penerapan model pembelajaran Group Investigation yang menggunakan media power point terhadap hasil presentasi power point peserta didik. Jenis penelitian yang diterapkan adalah Quasi Experimental Design, dengan rancangan non equivalent Control Group Design. Sampel diambil melalui Teknik Simple Random Sampling untuk membentuk dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui rubrik penilaian hasil presentasi power point. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan metode Gain Score, dan secara inferensial menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil presentasi power point menunjukkan bahwa skor nilai kelompok eksperimen adalah 55,35, yang lebih tinggi daripada skor nilai kelompok kontrol yang mencapai 44,59. Hasil uji Mann Whitney U juga mengindikasikan signifikansi, dengan probabilitas (P) = 0,020, yang lebih rendah dari 0,05. Simpulan dari penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran tipe Group Investigation berbasis media power point efektif dalam meningkatkan hasil presentasi power point siswa di SMAN 1 Mengwi.
Pembelajaran Berbasis Budaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA di Kota Denpasar I Made Surya Hermawan; Hadi Suwono; Herawati Susilo; Desak Nyoman Budiningsih
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/425582

Abstract

Background: One of the learning objectives is to develop a cognitive process dimension seen in cognitive learning outcomes. In fact, this has not been implemented optimally in the learning process. The Balinese culture-based biology learning model is seen as an alternative to developing the cognitive process dimension. This study aims to reveal the effect of the Balinese culture-based biology learning model through the cognitive learning outcomes of high school students in Denpasar City. Methods: This study was conducted using a non-equivalent pretest-posttest control group design. The research subjects were 144 students who were taken using cluster random sampling technique. The data collection instrument was in the form of multiple choices questions which were categorized into questions of lower-order thinking skills (LOTS) and questions of higher-order thinking skills (HOTS). Results: The results of data analysis showed that: 1) there was a significant difference in cognitive learning outcomes between the experimental class and the control class (p <0.05); 2) the Balinese culture-based biology learning model increased students' cognitive learning outcomes by 18.21%; 3) the Balinese culture-based biology learning model improves lower-order thinking skills (LOTS) by 8.44% and higher-order thinking skills (HOTS) by 17.92%. Conclusions: This study concludes that the Balinese culture-based biology learning model improves cognitive learning outcomes and has the potential to develop higher-order thinking skills of high school students in Denpasar City.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEDERHANA PADA PEMBUATAN PREPARAT BASAH BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DAN SISWA DI SMA NEGERI 1 MENGWI Desak Nyoman Budiningsih; Dewa Ayu Puspawati; Dewa Ayu Sri Ratnani; I Made Diarta; Ni Komang Dina Suciari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i5.6481

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pengajaran di bidang biologi tidak cukup hanya dilakukan dengan memahami materi di ruang kelas saja, namun perlu didukung dengan kegiatan praktikum di laboratorium (Puger, 2012). Tujuan kegiatan PkM ini adalah melatih guru dan para siswa/siswi dalam pembuatan preparat basah/ segar Biologi yang akan dimanfaatkan dalam melaksanakan praktikum di laboratorium, untuk mendukung proses belajar mengajar Biologi di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti peserta sebanyak 30 siswa/i dan Guru- Guru Biologi SMA Negeri 1 Mengwi diawali dengan tahap observasi, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang materi pengabdian sesuai topik yang akan diberikan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/pendampingan secara praktek langsung untuk membuat preparat basah di laboratorium. Preparat basah yang dihasilkan pada saat pelatihan dengan metode template stomata ada 3 macam preparat yaitu preparat stomata pada daun Rhoeo discolor, trikoma pada daun durian (Durio zibethinus), trikoma pada daun waru (Hibiscus tiliaceus) dan 1 preparat sel epitel mukosa pipi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang dapat meningkatkan keterampilan Guru- Guru Biologi dan siswa-siswi dalam membuat preparat basah pada saat praktikum di laboratorium.
Pembelajaran Berbasis Budaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA di Kota Denpasar I Made Surya Hermawan; Hadi Suwono; Herawati Susilo; Desak Nyoman Budiningsih
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/425582

Abstract

Background: One of the learning objectives is to develop a cognitive process dimension seen in cognitive learning outcomes. In fact, this has not been implemented optimally in the learning process. The Balinese culture-based biology learning model is seen as an alternative to developing the cognitive process dimension. This study aims to reveal the effect of the Balinese culture-based biology learning model through the cognitive learning outcomes of high school students in Denpasar City. Methods: This study was conducted using a non-equivalent pretest-posttest control group design. The research subjects were 144 students who were taken using cluster random sampling technique. The data collection instrument was in the form of multiple choices questions which were categorized into questions of lower-order thinking skills (LOTS) and questions of higher-order thinking skills (HOTS). Results: The results of data analysis showed that: 1) there was a significant difference in cognitive learning outcomes between the experimental class and the control class (p <0.05); 2) the Balinese culture-based biology learning model increased students' cognitive learning outcomes by 18.21%; 3) the Balinese culture-based biology learning model improves lower-order thinking skills (LOTS) by 8.44% and higher-order thinking skills (HOTS) by 17.92%. Conclusions: This study concludes that the Balinese culture-based biology learning model improves cognitive learning outcomes and has the potential to develop higher-order thinking skills of high school students in Denpasar City.
PERSEPSI SISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA SECARA DARING BERBASIS APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DI SMP (SLUB) SARASWATI 1 DENPASAR Desak Nyoman Budiningsih
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8618

Abstract

Pembelajaran online, yang menjadi solusi terhadap tantangan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19, telah diadopsi oleh SMP Saraswati 1 Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi siswa terhadap efektivitas pembelajaran daring berbasis aplikasi Google Classroom pada mata pelajaran IPA serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi siswa dalam proses belajar. Penelitian ini dilakukan pada 02 Mei hingga 16 Juni 2022, di SMP Saraswati 1 Denpasar. Variabel terikat penelitian ini adalah persepsi siswa terhadap efektivitas pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner tertutup. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Populasi studi ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Saraswati 1 Denpasar, dan sampelnya adalah kelas VIII D dan VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan pendekatan statistik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap efektivitas pembelajaran daring dengan Google Classroom pada beberapa aspek, meskipun ada aspek yang mendapat respon negatif. Dengan demikian, model pembelajaran daring dengan Google Classroom dianggap efektif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMP DWIJENDRA DENPASAR Welhelmince Umbu Pati; Desak Nyoman Budiningsih; I Made Diarta
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9877

Abstract

Pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan di sekolah merupakan suatu proses yang sangat penting untuk menciptakan suasana nyaman dalam menjalankan kegiatan pembelajaran bersama peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Dwijendra Denpasar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimental). Rancangan penelitian Control Group Pretest and Posttest Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Dwijendra Denpasar dan dilaksanakan pada 16 Aptil-3 Mei Tahun ajaran 2023/2024. Sampel di pilih  secara acak (random cluster).  Didapatkan sebagai sampel kelas eksperimen yaitu  peserta didik di kelas VIII D dan peserta didik kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian berdasarkan uji  independent sample test,  didapatkan nilai sangat signifikan sebesar 0,001**(0,001 < 0,01), ini berarti bahwa pembelajaran tipe kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, dimana Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dilihat dari nilai mean atau rata-rata dari pembelajaran kelas kontrol bernilai 62,7705 dan lebih kecil dibandingkan dengan nilai dari kelas eksperimen yaitu sebesar 69,9300. Berdasarkan hasil ini menunjukkan bukti bahwa rata-rata nilai hasil belajar pada kelas eksperimen memiliki peningkatan yang lebih baik  dibanding pada kelas kontrol, sehingga dapat dinyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.