Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Hubungan Kualitas Penggunaan Alat Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Kru Kapal MV Alba Samudera Sugiarti, Dwi Lucky; Anggraeny, Elva Febriana; Mudiyanto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i2.660

Abstract

Kualitas penggunaan alat keselamatan kerja merupakan tingkat kemampuan kru kapal dalam menggunakan, merawat, dan mematuhi prosedur penggunaan peralatan keselamatan sesuai standar yang berlaku di kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas penggunaan alat keselamatan kerja terhadap kinerja kru kapal MV Alba Samudera milik PT Anugerah Makmur Sejahtera. Latar belakang studi ini berangkat dari tingginya angka kecelakaan kerja di sektor maritim, yang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian penggunaan alat pelindung diri (APD) dan minimnya penerapan budaya keselamatan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh kru kapal sebanyak 35 responden (total sampling). Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas penggunaan alat keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja kru kapal, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,759. Sementara itu, koefisien determinasi sebesar 0,576 mengindikasikan bahwa 57,6% variasi dalam kinerja kru dapat dijelaskan oleh kualitas penggunaan APD. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji asumsi klasik yang menyatakan bahwa model regresi memenuhi syarat normalitas, homoskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi, dan bebas multikolinearitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman, pelatihan, pengawasan, dan ketersediaan alat yang layak sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kinerja sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat program pelatihan keselamatan, inspeksi rutin alat, serta menumbuhkan budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk memasukkan variabel tambahan guna memperoleh analisis yang lebih menyeluruh terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kru kapal.
Analisis Penyebab Terjadinya Kandas MV Selili Baru Di Alur Sungai Siak satya, Hammam; Malik, Djamaludin; Febriana, Elva
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.144

Abstract

Insiden kapal kandas masih menjadi permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada alur sungai yang memiliki karakteristik sempit, berarus kuat, dan dipengaruhi pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya kandas kapal MV Selili Baru di Alur Sungai Siak serta mengidentifikasi tindakan penanganan dan upaya pencegahan untuk meningkatkan keselamatan navigasi pelayaran sungai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan awak kapal, serta analisis dokumen kapal berupa logbook dan berita acara kejadian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden kandas disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal didominasi oleh human error, terutama ketidaktepatan perhitungan pasang surut, lemahnya komunikasi di anjungan, serta tidak dilaksanakannya safety meeting sebelum memasuki alur sempit. Faktor eksternal meliputi arus sungai yang kuat, perubahan kedalaman akibat pasang surut, serta karakteristik alur Sungai Siak yang sempit dan berbelok tajam. Tindakan awak kapal setelah kejadian kandas telah sesuai dengan prosedur keselamatan, meliputi plotting posisi kapal, sounding kedalaman dan tangki, serta pemeriksaan potensi kebocoran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan navigasi di alur sungai berisiko tinggi memerlukan perencanaan pelayaran yang lebih akurat, penerapan Bridge Resource Management, serta peningkatan kedisiplinan dan kesiapsiagaan awak kapal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan pelayaran, kru kapal, dan institusi pendidikan maritim dalam mencegah insiden kandas pada pelayaran sungai. Grounding incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in river channels characterized by narrow waterways, strong currents, and tidal influences. This study aims to analyze the factors causing the grounding of MV Selili Baru in the Siak River channel and to identify the response actions and preventive measures to enhance inland waterway navigational safety. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews with the ship’s crew, and analysis of ship documents, including logbooks and official incident reports. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the grounding incident was caused by a combination of internal and external factors. Internal factors were dominated by human error, particularly inaccurate tidal calculations, ineffective bridge communication, and the absence of a safety meeting prior to entering the confined channel. External factors included strong river currents, tidal-induced depth variations, and the narrow and sharply curved characteristics of the Siak River channel. The crew’s actions following the grounding complied with established safety procedures, including position plotting, depth and tank sounding, and leak inspections. This study concludes that improving navigational safety in high-risk river channels requires more accurate voyage planning, effective implementation of Bridge Resource Management, and enhanced crew discipline and preparedness. The findings are expected to serve as a reference for shipping companies, ship crews, and maritime education institutions in preventing grounding incidents in inland waterways.