Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK METHANOL BATANG KEMANGI (Ocimum bacilicum L): IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLYTE IN METHANOL EXTRACT OF BASIL STEMS (Ocimum bacilicum L) Andiarna, Funsu; Kumalasari, Mei Lina Fitri; Tyastirin, Esti; Pribadi, Eko Teguh; Khoiriyah, Romyun Alvy; Oktorina, Sarita
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.420

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum bacilicum L) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang paling banyak dikembangkan di negara Indonesia. Tanaman kemangi memiliki banyak manfaat seperti mengobati demam, diare, batuk, pusing, mual, dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada batang tanaman kemangi. Ekstrak kemangi menggunakan pelarut metanol 96%. Batang daun kemangi dilakukan proses penyarian dengan metode maserasi. Ekstrak kemangi selanjutnya dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada batang tanaman kemangi terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tannin, alkaloid dan saponin. Hal ini dapat menjelaskan bahwa ekstrak kemangi memiliki potensi yang kuat dalam aktivitas antioksidan yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan obat tradisional. Senyawa flavonoid paling umum dijadikan sebagai antioksidan. Selain itu beberapa jenis senyawa alkaloid, tanin dan saponin juga mempunyai efek antioksidan. Kata Kunci: Kemangi,  Metanol,  Ocimum bacilicum L, Senyawa metabolit sekunder   The basil plant (Ocimum bacilicum L) is one of Indonesia's most developed traditional medicinal plants. Basil plants have many benefits, such as treating fever, diarrhea, cough, dizziness, nausea, etc. The study aims to identify secondary metabolite compounds in the stem of basil plants. Basil extract uses 96% methanol solvent. Stems of basil leaves carried out the process of expulsion by maceration method. The phytochemical test was conducted through basil extraction to determine the secondary content of metabolite compounds. The results of this research show that the stem of the basil plant is a secondary metabolite compound, namely flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins. It can explain that basil extract has a strong potential for antioxidant activity that has an essential role in traditional medicine. Keywords: Methanol, Ocimum bacilicum, Secondary metabolites compounds, Stem basil
Optimalisasi Kantin Sehat dan Halal sebagai Sarana Edukasi Gizi Berbasis Komunitas di UIN Sunan Ampel Surabaya Zuardin, Zuardin; Pribadi, Eko Teguh
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.820

Abstract

Kantin sehat dan halal di lingkungan universitas berperan strategis dalam menyediakan pangan bergizi sekaligus membentuk perilaku konsumsi sehat mahasiswa. Namun, rendahnya pemahaman pengelola dan pengguna kantin terkait gizi seimbang, keamanan pangan, dan kehalalan menunjukkan perlunya intervensi pengabdian masyarakat yang terstruktur dan partisipatif. Program ini bertujuan mengoptimalkan fungsi kantin sehat dan halal di UIN Sunan Ampel Surabaya melalui peningkatan kapasitas pengelola kantin dan mahasiswa. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest pada Juli–November 2025. Kegiatan mencakup pelatihan, edukasi gizi, implementasi menu sehat dan halal, serta monitoring dan evaluasi pada 39 unit kantin, dengan evaluasi kuantitatif melibatkan 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari rerata 18,80 menjadi 20,70 (Δmean = +1,90; p = 0,003) serta skor sikap dari 13,43 menjadi 14,87 (Δmean = +1,44; p < 0,001) pengelola kantin dan mahasiswa setelah intervensi. Perubahan kognitif dan afektif tersebut diikuti dengan penerapan menu sehat dan halal pada sekitar 70–80% kantin kampus. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif berbasis komunitas efektif mendorong perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik pengelolaan kantin, serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan kantin sehat dan halal yang berkelanjutan di perguruan tinggi.
Optimalisasi Kantin Sehat dan Halal sebagai Sarana Edukasi Gizi Berbasis Komunitas di UIN Sunan Ampel Surabaya Zuardin, Zuardin; Pribadi, Eko Teguh
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.820

Abstract

Kantin sehat dan halal di lingkungan universitas berperan strategis dalam menyediakan pangan bergizi sekaligus membentuk perilaku konsumsi sehat mahasiswa. Namun, rendahnya pemahaman pengelola dan pengguna kantin terkait gizi seimbang, keamanan pangan, dan kehalalan menunjukkan perlunya intervensi pengabdian masyarakat yang terstruktur dan partisipatif. Program ini bertujuan mengoptimalkan fungsi kantin sehat dan halal di UIN Sunan Ampel Surabaya melalui peningkatan kapasitas pengelola kantin dan mahasiswa. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest pada Juli–November 2025. Kegiatan mencakup pelatihan, edukasi gizi, implementasi menu sehat dan halal, serta monitoring dan evaluasi pada 39 unit kantin, dengan evaluasi kuantitatif melibatkan 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari rerata 18,80 menjadi 20,70 (Δmean = +1,90; p = 0,003) serta skor sikap dari 13,43 menjadi 14,87 (Δmean = +1,44; p < 0,001) pengelola kantin dan mahasiswa setelah intervensi. Perubahan kognitif dan afektif tersebut diikuti dengan penerapan menu sehat dan halal pada sekitar 70–80% kantin kampus. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukatif berbasis komunitas efektif mendorong perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik pengelolaan kantin, serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan kantin sehat dan halal yang berkelanjutan di perguruan tinggi.
Dogs (Canis lupus familiaris) as Virus Carrier in Indonesia Moch Irfan Hadi; Muhammad Yusuf Alamudi; Mei Lina Fitri Kumalasari; Sri Hidayati; Tatag Bagus Prakarsa; Eva Agustina; Muhamad Ratodi; Misbakhul Munir; Eko Teguh Pribadi; Hanik Faizah
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 2 No. 2 (2018): Biotropic, Volume 2, Nomor 2, 2018
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2018.2.2.100-107

Abstract

A Virus is an individual that cannot be described as an animal or a plant. If animals and plants contain two nucleic acids (DNA and RNA), on the contrary, the virus only has one of them. These nucleic acids can stimulate a complete virus replication cycle. The virus can only replicate and live on a living host if the host is finally dead, then the virus will move on the cells that are still alive. The virus has genetic material which is a protective protein coat called a capsid. Viruses can infect various varieties of organisms, both eukaryotes (animals, plants, protists, and fungi) and prokaryotes (bacteria and archaea). The Virus infects bacteria known as bacteriophage (phage). The Virus can cause serious diseases for humans such as AIDS, HIV, rabies, etc. Dogs belonging to Canidae family are the sibling of wolves, foxes and raccoon dogs. Among all members of Canidae, dogs have the most closely related to wolves which are the ancestors of dogs. The Canidae family generally has a small elongated body, sharp ear and muzzle, sharp smelling, can run fast and can swim. Dogs are human best friends. While taking care of the dogs, they can be attacked by various diseases. The closeness of the relationship between humans and dogs raises the potential for disease transmission, especially zoonosis and pandemics viruses. Keywords: Canis lupus familiaris, Carier, Influenza, virus
Identifikasi Bakteri Toleran terhadap Logam Berat Pb yang Diisolasi dari Air dan Sedimen di Sungai Porong, Sidoarjo Nur Rokhmatul Lailiya; Misbakhul Munir; Esti Tyastirin; Eko Teguh Pribadi; Hanik Faizah
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 6 No. 2 (2022): Biotropic, Volume 6 Nomor 2, 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porong River is an active river located in the Sidoarjo region, East Java which has been polluted by the Lapindo mudflow containing various chemical compounds, one of which is lead (Pb) heavy metal. Isolation of bacteria in the environment contaminated with Pb allows bacteria that have the potential as bioremediation agents to grow. The purpose of this study was to determine the content of heavy metal Pb and isolate and identify lead (Pb) tolerant bacteria in water and sediment at Porong river, Sidoarjo. Sampling of water and sediment was carried out at 2 sampling points based on the presence of Lapindo mud waste flow. Analysis of the heavy metal content of Pb was carried out using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Bacterial isolation was carried out on NA media containing 10 ppm Pb of heavy metal and incubated for 24 hours at 300C. Bacterial isolates were identified based on the macroscopic and microscopic properties and biochemical tests. The results of the heavy metal content of Pb at sampling point 1 in water was 0.81 ppm, and in sediment was 0.98 ppm while at sampling point 2 in water was 2.93 ppm, and in sediment was 3.88 ppm. The results of bacterial identification obtained as many as 6 bacterial isolates belonging to 3 genera of bacteria including Bacillus, Acinetobacter and Pseudomonas.