Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI KARBON AKTIF DENGAN VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR NaCl Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Fenny Putri
Jurnal Redoks Vol 5, No 2 (2020): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v5i2.4924

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi  NaCl yang digunakan sebagai aktivator dalam pembuatan karbon aktif dari kulit pisang  tanduk (Musa x paradisiaca)  dan menganalisa hasilnya untuk mengetahui karakteristik karbon aktif yang dihasilkan.  Konsentrasi NaCl yang digunakan 15%, 30%, 45% dan 60%. Hasil yang optimum didapat pada  komposisi 40gr Karbon dengan konsentrasi  NaCl  60% . Dengan hasil analisa kadar air 10,7 %,  kadar abu 9,55 %, kadar zat terbang 13,8 %, daya serap terhadap iod 1516,45 mg/gr serta kadar karbon aktif murni 76,65%.   Dan hasilnya memenuhi syarat mutu karbon aktif menurut SNI 06 ─ 3730 ─ 1995.
PEMBUATAN MINYAK ATSIRI KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP LANGSUNG Imas Ayu Putri; Muhrinsyah Fatimura; Husnah Husnah; Muhammad Bakrie
Jurnal Redoks Vol 6, No 2 (2021): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i2.5202

Abstract

Abstrak Daun Kemangi selain memiliki cita rasa yang khas saat dikonsumsi, daun kemangi juga mempunyai khasiat kesehatan bagi tubuh. Pada daun kemangi terdapat kandungan  minyak atsiri atau minyak basil atau disebut minyak esensial.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi bahan kemangi terhadap % rendemen dan karakteristik dari minyak kemangi yang dihasilkan. Penelitian daun kemangi menghasilkan minyak atsiri dengan variasi perlakuan yang berbeda pada bahan baku yaitu daun kemangi segar utuh, segar cacah, layu utuh, layu cacah, kering utuh sampai dengan perlakuan kering cacah. Didapatkan volume minyak yaitu 0,1 ml, 0,2 ml, 0,35 ml, 0,50 ml, 0,80 ml, 1,35 ml, dan massa minyak yang dihasilkan 0,15 gr, 0,28 gr, 0,33 gr, 0,41 gr, 0,77 gr, 1,25 gr.            % rendemen yang paling optimal yaitu 0,0833 dengan waktu proses penyulingan distilasi uap langsung selama 120 menit, massa daun kemangi 1500 gr serta densitas yang diperoleh dari minyak atsiri paling besar 0,925 gr/ml. KataKunci: kemangi, minyak atsiri,distilasi, rendemen
PEMBUATAN SARINGAN CEPAT (RAPID FILTER) (Penggunaan Pipa PVC Dengan Sistem Pencuci Balik (Backwash) Di SMAN 1 Jejawi OKI) Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Reno Fitriyanti; Aan Sefentry; Rully Masriatini; Husnah; Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v5i2.1070

Abstract

Air adalah kebutuhan pokok setiap makhluk hidup terutama manusia, hewan serta tumbuhan. Tanpa air, mahluk hidup tidak akan bisa hidup. Kecamatan Jejawi merupakan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah penduduk 38.098 jiwa. Masyarakat Kecamatan Jejawi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari air sungai dan air sumur. Pemanfaatan sumber air dengan kualitas yang rendah berpotensi menyebabkan penyakit diare yang merupakan penyakit endemis potensial dan merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi diare pada balita di Kabupaten OKI mencapai 11, 35 % yang mana Kecamatan Jejawi menempati urutan kelima kecamatan yang memiliki kasus tertinggi, yaitu sebanyak 1.328 kasus diare. Mengingat pentingnya fungsi air tersebut maka sebagai salah satu program studi di Universitas PGRI Palembang, program studi teknik kimia berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan terutama di daerah Sumatera Selatan yang salah satunya tentang air. Beberapa mata kuliah yang tercantum pada kurikulum di program studi teknik kimia mempelajari tentang pengolahan air termasuk peralatan yang digunakan dalam pengelolaan air, seperti filter air atau penyaring air. Penyaring air merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyaring serta meniadakan pengotor di dalam air dengan menggunakan penghalang atau sarana, baik secara proses kimia, fisika ataupun biologi. Filter air berguna secara meluas pada pengairan, air minum, akuarium serta kolam renang. Salah satu jenis filter yang umum digunakan yaitu filter air saringan cepat (Rapid Filter) dengan sistem pencuci balik (Back Wash). Oleh karena itu, sebagai penerapan hasil pembelajaran di prodi teknik kimia Universitas PGRI Palembang, serta membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat Kecamatan Jejawi, khususnya civitas akademika SMAN 1 Jejawi, dalam hal pengolahan air bersih, dilakukan pelatihan pembuatan Filter air saringan cepat (Rapid Filter) dengan sistem pencuci balik (Back Wash).
PENGARUH LAJU ALIR ABSORBEN DAN WAKTU KONTAK K2CO3 TERHADAP PENYERAPAN CO2 YANG TERKANDUNG DALAM GAS ALAM Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Reno Fitriyanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v6i2.5506

Abstract

Gas CO2 atau gas asam (sour gas) merupakan salah satu kandungan dari gas alam yang sifatnya sebagai kontaminan. Adanya kandungan gas CO2 yang tinggi didalam gas alam perlu dilakukan treatment khusus dalam menghilangan kandungan gas asam (sour gas) tersebut dari gas alam dimana proses penghilangan gas asam dari gas alam disebut proses Sweetening. Proses Absorspi gas CO2 merupakan metode yang sering dilakukan. Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh laju alir absorben dan waktu kontak terhadap konsentrasi CO2 yang di serap. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan perancangan alat yang bisa menunujukan proses absorpsi CO2. Variabel penelitian yang digunakan memvariasikan  laju alir absorben 4,95 ml/s, 7,26 ml/s, 10,75 ml/s serta waktu kontak 2,4,6,8 menit dengan menggunakan absorben K2CO3 dan   Gas alam yang digunakan compress Natural Gas CNG.  Dari hasil penelitan laju alir Absorbenyang paling baik didapat pada  10,75 ml/s dengan penyerapan  CO2 sebesar  69,45 %. Waktu kontak  pada setiap waktu   tidak berpengaruh banyak  terhadap konsentarsi CO2 yang terserap .  Kata kunci: absorben, Sour gas, gas alam, laju alir  AbstractCO2 gas or acid gas (sour gas) is one of the contents of natural gas which is a contaminant. The presence of high CO2 gas content in natural gas requires special treatment to remove the sour gas content from natural gas where the process of removing acid gas from natural gas is called the Sweetening process. The CO2 gas absorption process is a method that is often used. This study aims to determine the effect of absorbent flow rate and contact time on the absorbed CO2 concentration. The method used in this research is to design a tool that can show the CO2 absorption process. The research variables used varied the absorbent flow rate of 4.95 ml/s, 7.26 ml/s, 10.75 ml/s and a contact time of 2,4,6,8 minutes using K2CO3 absorbent and natural gas used compressed Natural CNG gas. From the research results, the best absorbent flow rate was obtained at 10.75 ml/s with CO2 absorption of 69.45%. Contact time at any time did not have much effect on the concentration of CO2 absorbed. Keywords: absorbent, sour gas, natural gas, flow rate
PENGARUH VARIASI LAJU ALIR GAS ALAM TERHADAP ABSORBSI GAS CO2 DAN WAKTU PEMBAKARAN Agung Kurniawan; Muhrinsyah Fatimura; Nurlela Nurlela; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 1 (2022): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i1.8706

Abstract

Absorbsi adalah proses penyerapan atau pemisahan bahan tertentu dari suatu campuran gas dengan melalui ikatan fisik ataupun ikatan kimia. Penyerapan gas CO2 didalam gas alam dapat meningkatkan kadar senyawa lain yang ada didalam gas alam tersebut, sehingga akan meningkat mutu pembakaran suatu gas. Penyerapan gas CO2 didalam gas alam dapat dilakukan salah satu nya dengan menggunakan absorben KOH. Reaksi penyerapan antara kalium hidroksida (KOH) dengan carbon dioxide (CO2) berlangsung secara kimia dimana pada tahap awal akan membentuk senyawa potassium bicarbonate (KHCO3), reaksi lebih lanjut antara KHCO3 dengan KOH akan membentuk senyawa potassium carbonate (K2CO3) dan air (H2O). Gas alam dengan laju alir 3 l/m, 5 l/m, 7 l/m dilewatkan media penyerap (KOH) dengan konsentrasi 30 % Wt dengan waktu kontak 2, 4, 6, 8 menit dianalisa kadar persenyawaan nya dengan Ca(OH)2 secara gravimetric dengan membandingkan hasil penyerapan sebelum dan sesudahnya. Hasil penyerapan optimal pada laju alir 3 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 72,77%, pada laju alir 5 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 68,30%, pada laju alir 7 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 65,12%.  Kata Kunci: Kata kunci :Absorbsi CO2,Variasi Laju Alir, Kalium Hidroksida (KOH).
Pirolisis Katalitik Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Zeolit Alam Reno Fitriyanti; Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.973

Abstract

Minyak pelumas bekas merupakan limbah yang dihasilkan kendaraan bermotor yang  jumlah buangannya sangat besar terutama dikota besar. Apabila terpapar akan membahayakan dan menyebabkan masalah dalam lingkungan.. Berbagai metode pengolahan minyak pelumas bekas diantaranya acid-clay, Distilasi Thin Film Evaporation–Hydrofinishin dan Pirolisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  konversi minyak pelumas bekas  menjadi minyak  serta mengetahui karekteristik produk cair yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan proses pirolisis dengan memanaskan minyak pelumas sampai temperatur 2500C dengan banyak umpan 125ml dengan variasi ratio antara umpan dan zeolit alam 1:0 , 1:0.25, 1:0,5, 1:0.75 yang berupa batuan kecil yang telah dihaluskan sebesar 40 mesh.. Sebelum digunakan. Zeolit  alam terlebih dahulu di aktivasi menggunakan NaOH 10%(w/w). Cairan minyak yang dihasilkan kemudian di analisa berupa Initial Boilling Point (IBP), densitas, viskositas, flash point  dan four point, specific gravity . Hasil penelitian didapat produk cair yang dihasilkan sebanyak 43,7 ml,65 ml, 77 ml dan 108,3ml. Penggunaan ration katalis 1:0.75 memberikan hasil yang maksimal yaitu sebanyak 108,3 ml produk cair atau  87%. Dengan karakteristsik minyak yang didapat Initial Boilling Point 185oC, berat  jenis .835 kg/m3, viskositas 02.58 m 30 C ; 02.58 m 40 C, flash point 550C dan pour point. 0 oC specific gravity 0.835. Dapat disimpulkan Pirolisis katalitik  minyak pelumas bekas dengan  zeolit alam menghasilkan produk cair yang bernilai sebagai bahan bakar. Dari analisa karakteristik  minyak yang dihasilkan  mendekati minyak solar.
PENGARUH TEGANGAN TERHADAP PENGOLAHAN AIR BAKU DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Muhrinsyah Fatimura; Septi Anggraini
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v12i2.950

Abstract

This study aimed to determine the effect of voltage and operation time required in the electrocoagulation process that is using electric current through an electrochemical process.. The water sample used was raw water sample from cascada Tirta Musi PDAM with an initial turbidity of 77.3 NTU and parameters measured were physical parameters such as turbidity, conductivity, TDS and temperature. This research was carried out on a laboratory scale using two aluminum plates with 9 cm x 4 cm size, a thickness of 0.1 cm and 1 cm distance between the electrodes. Electric voltage variations used were 3 V, 6 V, 9 V and 12 V and operation times of 10 minutes, 20 minutes, 30 minutes and 40 minutes. Laboratory analysis was based on the MENKES rule No. 492, year 2010 on the requirements of drinking water quality. Result analysis found that at a voltage of 12 V and a time of 40 minutes was the effective voltage and time to the decreament of the physical parameters, where the obtained turbidity value was 2.23 NTU, conductivity of 42.4 s / cm, TDS of 21.2 mg/l, and temperature of 27.8°C. Generally, these study showed that the electrocoagulation method is quite effective for the raw water treatment.Keywords: electrocoagulation, coagulation, electrochemistryABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan waktu pengoprasian yang diperlukan dalam proses elektrokoagulasi yaitu menggunakan arus listrik searah melalui proses elektrokimia. Sampel air yang digunakan adalah sampel air baku dari cascada PDAM Tirta Musi Palembang dengan nilai turbidity awal 77.3 NTU dan parameter yang diamati adalah parameter fisik berupa Turbidity, Conduktivity, TDS, dan Suhu. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan 2 lempeng plat Alumunium berukuran 9 cm x 4 cm dengan ketebalan 0.1 cm dan jarak antar elektroda 1 cm. Variasi tegangan listrik yang digunakan adalah 3 V, 6 V, 9 V dan 12 V dan waktu pengoprasian 10 menit,  20 menit, 30 menit dan 40 menit. Analisa laboratorium didasarkan pada peraturan MENKES NO. 492 tahun 2010 tentang persyratan kualitas air minum. Hasil analisa diketahui bahwa pada tegangan 12 V dan waktu 40 menit merupakan tegangan dan waktu yang efektif terhadap penurunan parameter fisik, dimana nilai turbidity yang didapat 2.23 NTU, Conduktivity 42.4 s/cm, TDS 21.2 mg/l, suhu 27.8 0C. Secara umum percobaan ini menunjukkan metode elektrokoagulasi cukup efektif untuk mengolah air baku. Kata kunci : Elektrokoagulasi, Koagulasi, Elektrokimia
Plastik Ramah Lingkungan Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Aan Sefentry; Reno Firiyanti; husnah husnah; Nurlela Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i1.1383

Abstract

The problem of plastic waste based on petroleum becomes a serious problem. The existence of plastic waste used as wrapping food for snacks and other uses causes pollution in the soil, air and water. To overcome this, Chemical Engineering Study Program at PGRI Palembang University introduced and made biodegradable plastic based on starch to students at SMK Negeri I Prabumulih as an alternative to conventional plastics based on petroleum. The implementation of the activity is carried out by presenting the subject and making the biodegradable plastic. This biodegradable plastic is the results of research that is applied in the form of community service and it is expected to open people's minds in reducing and utilizing plastic waste
Effect of Glycerin Addition On Physical And Mechanical Properties in the Manufacturing Of Biodegradable Plastics From Cassava Skin Strach Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Denny Irawan
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v7i1.24962

Abstract

Biodegradable plastic is a plastic that is easily decomposed with the help of micro-organism activity. The manufacture of biodegradable plastic in this study used cassava peel starch as raw material, cornstarch as chitosan and glycerin as a plasticizer. The materials used in this study have different composition variations, in cassava peel starch 10 grams in all samples, in cornstarch chitosan using 1 gram in all samples while the glycerin plasticizer uses volume variations of 0.5 ml, 1 ml, 1 ,5ml, 2ml and 2.5ml. The purpose of this study was to determine the characteristics of the mechanical properties of tensile strength, elongation, water absorption and biodegradation of the obtained biodegradable plastic. In each of the tests carried out, the best value was obtained, namely the characteristic value of the biodegradable plastic produced, namely the best tensile strength test results were 0.20491 Mpa at the addition of 0.5 ml glycerin, the best elongation test was 10.90909% at the addition of 2, 5 ml of glycerin, the best water absorption test was 44.62% with the addition of 0.5 ml of glycerin and the best biodegradation test was 0.1275 grams/day on the addition of 0.5 ml of glycerin. 
SINTESIS BIODIESEL MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH DENGAN MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ADSORBEN SERTA VARIASI KATALIS NaOH DAN WAKTU TRANSESTERIFIKASI Ikke Febri Yenika; Aan Sefentry; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.9047

Abstract

Peningkatan  konsumsi  energi  dan  tumpukan  limbah  merupakan   permasalahan  besar yang muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Limbah yang berupa  minyak jelantah terus  meningkat  jumlahnya dapat menimbulkan  masalah bagi  lingkungan karena bersifat karsinogenik. Proses pengolahan pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan pretreatment minyak jelantah terlebih dahulu dengan menggunakan mengkudu sebagai adsorben agar didapat asam lemak bebas yang rendah kemudian dilanjutkan dengan proses transesterifikasi langsung dengan menggunakan katalis basa NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pretreatment minyak jelantah menggunakan variasi adsorben mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai bahan baku pembuatan biodiesel serta mengetahui variasi antara konsentrasi katalis NaOH dan waktu transesterifikasi yang menghasilkan biodiesel optimum. Penelitian ini menggunakan proses tranesterifikasi dengan variasi waktu 60 menit dan 90 menit serta penggunaan variasi katalis NaOH 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% pada temperatur 60oC. Dari hasil analisa dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan adsorben mengkudu 250 gram menghasilkan asam lemak bebas sebesar 1,2788% dan kondisi optimum pada saat proses tranesterifikasi dengan katalis 1,5% dengan waktu tranesterifikasi 90 menit. Pada kondisi tersebut biodiesel memenuhi standar  (kadar air 0,05831%, berat jenis 0,8680 g/ml, viskositas 3,6978 cSt, bilangan asam 0,3767 mg KOH/gr sampel dan rendemen sebesar 80%) Kata kunci: Minyak Jelantah, Mengkudu, Adsorbsi, Asam Lemak Bebas dan Transesterifikasi