Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI SEMEN Reno Fitriyanti; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.803 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3070

Abstract

ABSTRAK Pembangunan berkelanjutan mengusung konsep  pembangunan yang mengoptimalkan sumber daya yang ada tanpa  mengorbankan kepentingan generasi mendatang. Industri semen adalah salah satu industri yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.Industri Semen masuk dalam daftar sepuluh besar industri penyumbang  polusi udara terbesar di Indonesia. Industri semen  menjadi sorotan karena  emisi karbon dioksida, komponen terbesar gas rumah kaca, yang dihasilkan dari  proses kalsinasi  kapur dan pembakaran batu bara.  Jumlah karbon dioksida  yang dihasilkan industri semen  menyumbang tujuh persen dari keseluruhan karbon dioksida yang dihasilkan dari berbagai sumber. Dalam industri semen, beberapa proses  produksi masih memungkinkan dikaji lebih dalam melalui penerapan prinsip produksi bersih untuk memperoleh efisiensi penggunaan energi yang secara langsung akan berdampak pada penekanan biaya. Penggunaan bahan baku serta bahan bakar alternatif, merecycle kembali bahan kedalam proses serta mereduksi gas buang dalam memproduksi semen menjadi usaha pelaksanan produksi bersih yang mendatangkan manfaat secara ekologi, ekonomi dan teknis. Kata kunci : Industri, Semen, emisi, recycle, reduksi
PEMANFAATAN KARBON AKTIF SEBAGAI PENYERAP ION BESI Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.701 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.3335

Abstract

Perairan yang memiliki kadar logam berat yang telah melampaui batas maksimum maka dapat dikatakan bahwa perairan tersebut telah tercemar dan tentu saja akan memberikan dampak negatif pada lingkungan. Limbah cair yang mengandung besi banyak dihasilkan oleh industri pengolahan logam. Limbah yang dihasilkan ini sebelum dibuang ke sungai harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi Standar Baku Mutu lingkungan yang telah ditetapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ion logam besi dalam larutan terhadap penyerapan Fe2+ menggunakan karbon aktif. Dari hasil penelitian didapat Kata Kunci : Karbon Aktif, Limbah , Ion Besi.
PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA YANG DIAKTIFKAN UNTUK MENYERAP ZAT WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI KAIN TRADISIONAL Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.414 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3508

Abstract

Abstrak Tempurung kelapa yang banyak terdapat di Indonesia merupakan bagian dari buah kelapa. Salah satu manfaatnya adalah mengolah Tempurung kelapa dengan mengaktifkannya  untuk dijadikan Arang aktif yang dapat digunakan untuk menyerap zat warna yang terkandung dalam air limbah industri kain tradisional.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu  pemanasan yang optimum dan konsentrasi Asam Sulfat yang digunakan sebagai aktifator pada arang tempurung kelapa dan digunakan untuk menyerap zat warna yang terdapat dalam limbah cair  industri kain tradisional. Sebagai aktifatornya digunakan Asam Sulfat  dengan berbagai variasi konsentrasi dan waktu  pemanasan.  Kondisi optimum dicapai pada waktu pemanasan 5 jam dan konsentrasi penambahan zat asam 0,1 M. Kata kunci       : arang aktif, limbah cair,aktifator
OPTIMALISASI RANCANGAN SHELL-DAN-TUBE HEAT EXCHAGERS (TINJAUAN LITERATUR) Muhammad Bakrie; Muhrinsyah. Fatimura
Jurnal Redoks Vol 5, No 2 (2020): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v5i2.4992

Abstract

Artikel ini adalah tinjauan literatur rancangan Shell-dan-Tube Heat Exchagers, yang membahas prinsip-prinsip yang mendasari desain heat exchanger, yang mencakup: komponen heat exchanger, klasifikasi menurut konstruksi dan menurut kegunaan, data yang dibutuhkan untuk rancangan termal, rancangan tube side, rancangan shell side, tata letak tube (tube pitch), baffle, dan penurunan tekanan (pressure drop) shellside; dan perbedaan suhu rata-rata, letak fluida pada shellside dan tubeside, penggunaan beberapa shell, dan pada design. Tujuan artikel ini untuk optimalisasi rancang shell dan tube heat exchagers. Kata Kunci : Shell, Tube, heat exchanger, pressure drop, tube pitch, baffle.. 
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH BEKAS RUMAH MAKAN DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KATALIS KOH PADA PROSES TRANSESTERIFIKASI Muhrinsyah Fatimura; Daryanti Daryanti; Santi Santi
Jurnal Redoks Vol 1, No 2 (2016): Redoks Juli - Desember
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.24 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i2.2027

Abstract

ABSTRAK Minyak bumi merupakan sumber energi terbesar digunakan diseluruh dunia saat ini. Pemanfaat minyak bumi yang berlebihan sebagai sumber energi menyebabkan cadangan minyak bumi mulai berkurang,seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor terutama bahan bakar kendaraan seperti solar,bensin yang kesemuannya merupakan bahan bakar yang susah diperbaharui (unrenewable.) Biodisel merupakan bahan bakar alternatif  yang  menjanjikan yang dapat diperoleh dari minyak nabati maupun lemak hewan melalui transesterifikasi dengan alkohol. Minyak jelantah yang digunakan bekas minyak pengorengan rumah makan dimana  proses pembuatan biodiesel menggunakan proses transesterifikasi dengan memvariasikan katalis KOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksibiodieseldan mengetahui karakterisitik biodiesel dimana dengan memvariasikan Konsentrasi Katalis KOH  1%, 2%, 3%, 4%  maka didapat Variasi penambahan katalis mempengaruhi nilai FFA dan Angka Asam yang didapat biodiesel, semakin banyak katalis nilai FFA dan AA biodiesel akan semakin kecil. Variasi penambahan katalis mempengaruhi nilai densitas yang didapat biodiesel, semakin banyak katalis maka densitas yang diperoleh akan lebih kecil. Dari variasi berbagai katalis KOH, diperoleh bahwa kondisi optimum untuk penelitian ini adalah 4% katalis dari berat minyak. dimana didapat FFA=0,2%, AA=0,27%, Densitas =0,859g/mlKata kunci : transesterifikasi, biodiesel, katalis.
PENGURANGAN TURBIDITAS PADA PENGOLAHAN AIR BAKU PDAM TIRTA MUSI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 2, No 1 (2017): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.979 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v2i1.2032

Abstract

ABSTRAKPengurangan turbiditas pada air baku PDAM Tirta Musi menggunakan proses elektrokoagulasi yaitu menggunakan arus listrik searah melalui proses elektrokimia. Sampel air yang digunakan adalah sampel air baku dari  PDAM Tirta Musi Palembang dengan nilai turbidity awal 70.7 NTU dan parameter yang diamati adalah parameter fisik berupa Turbidity. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan 2 lempeng plat Alumunium berukuran 9cm x 4cm dengan ketebalan 0.1cm dan jarak antar elektroda 1cm. Variasi tegangan listrik yang digunakan adalah 6V, 9V dan 12V dan waktu pengoperasian 10menit, 20menit, 30menit dan 40menit. Hasil analisa diketahui bahwa pada tegangan 12V dan waktu 40menit merupakan tegangan dan waktu yang efektif terhadap penurunan parameter fisik, dimana nilai turbidity yang didapat 17.6 NTU terjadi pengurang turbiditas sebesar 75.12%. Secara umum percobaan ini menunjukkan metode elektrokoagulasi cukup efektif untuk mengolah air baku. Kata kunci : Elektrokoagulasi, Koagulasi, Elektrokimia
PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS KANTONG KRESEK DAN GELAS MINUMAN MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Rensi Sepriyanti; Resi Yunita
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.25 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3509

Abstract

AbstrakUnsur Karbon dan Hidrogen merupakan senyawa penyusun utama plastik atau merupakan senyawa polimer. Pada penelitian ini proses pirolisis digunakan untuk  mendekomposisi bahan kimia terutama bahan  organik yang terdapat dalam limbah plastik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen. Dimana massa umpan plastik 500 gr  akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas dan cair  dan terdapat residu . Penelitian ni dilakukan dua kali proses  pirolisis. Sampah kantong kresek untuk proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 256.4◦ C didapat minyak sebesar  13 ml  untuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  369◦ C didapat minyak sebanyak 180 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses didapat densiats 0.72 gr/ml dan nilai viskositas 0.615 cp.  Sampah gelas  minuman plastik pada proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 266.5◦ C didapat minyak sebesar  7 ml  untuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  264.2 ◦C didapat minyak sebanyak 170 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses  densitas  0.76 gr/ml dan nilai viskositas 0.55 cp. Sampah campuran kantong kresek+gelas  minuman plastik  pada proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 286.7◦ C didapat minyak sebesar  34 ml  ntuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  326.3 ◦C didapat minyak sebanyak 150 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses  densiats  0.84 gr/ml dan nilai viskositas 0.88cp. Karekteristik minyak  yang didapat ini mendekati bahan bakar  bensin dan minyak tanah. Kata kunci       : plastik, pirolisis,minyak,limbah
Analisa Kualitas Air Minum Isi Ulang dan kemasan di kelurahan Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura; Andika Jaya
Jurnal Redoks Vol. 6 No. 1 (2021): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i1.5652

Abstract

Manusia dan semua mahluk hidup sangat memerlukan air.  Tubuh manusia terbentuk dari 70 persen air. Dan  tidak adanya air akan membuat manusia tidak dapat bertahan hidup. Untuk itu diperlukan air yang bersih dan sehat yang akan dapat dikonsumsi manusia. Salah satunya adalah air minum yang berkualitas yang harus sesuai standar di  dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010  Pada penelitian ini  analisa yang dilakukan meliputi analisa pH, TDS, bau, rasa, warna, temperatur dan bakteri. Beberapa Depot yang dianalisa terdapat di daerah Kenten Laut dan beberapa sample air minum kemasan untuk mengetahui kualitasnya. Penelitian dilakukan dengan metode sampling dan analisis di laboratorium. Dari hasil analisa parameter fisika pada rasa sampel 1 sampai 9 memiliki rasa pahit, aaasam, kelat. Lengket, beraroma kelapa, kecuali pasa sampel 1 sampai 6 untuk parameter kimia, pada sampel 1 sampai 6 memiliki pH yang cenderung asam, dan dari beberapa depo dan air minum kemasan pada parameter fisika, kimia, sampel 1 sampai 9 masih belum sesuai  dan belum memenuhi persyaratan  Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Sedangkan untuk parameter biologi sudah memenuhi standar Permenkes RI, hanya sampel no 5 saja yang mengandung bakteri E Coli sedangkan sampel no 1,2, 3,4, 5, 6,7, 8. 9 tidak terkontaminasi bakteri E-coli.
STUDY ANALISA KUALITAS AIR BOILER MENGGUNAKAN STANDAR AMERICAN SOCIETY OF MECHANICAL ENGINEERS (ASME) Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 1, No 1 (2016): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.755 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i1.2019

Abstract

ABSTRAKPenggunaan boiler pada industry atau pabrik kimia sebagai peralatan penghasil steam yang biasa digunakan sebagai fluida penukar panas ,pembangkit turbin, atau sebagai bahan reaktan .Air boiler yang terdapat dalam boiler hendaklah memenuhi standar  yang telah ditetapkan oleh American Society of Mechanical Engineers (ASME) ,.Permasalahn yang sering timbul apabila tidak memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan ASME seperti Kerak,Deposit, Korosi atau carry over yang disebabkan oleh parameter yang telah ditetapkan tidak memenuhi standar ASME . Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah air boiler pada sampel air boiler yang diambil pada perusahaan sawit masih memenuhi parameter yang ditetapkan oleh ASME. Sampel yang diambil pada penelitian ini menggunakan  air boiler yang diambil dari Pabrik Kelapa Sawit  PT. Tunjuk Langit Sejahtera Jambi pada beberapa sampel . Dengan cara menganalisa pH, Hidrat Alkalinity,Hardness, Silika, Fe (besi) konduktivity. Dari hasil analisa sampel air boiler yang di ambil didapat rata-rata pH =10.84, Hidrat Alkalinity = 397.5 ppm, Hardness rata-rata trace walaupun ada satu parameter yang bernilai  Ca = 6 ppm dan Mg = 4 ppm , silica = 139.25 ppm, Besi = 0.9 ppm dan konduktivity = 2750 micromhos/cm Kata Kunci : Boiler,ASME, limit control, Deposit, Carry Over , Korosi
PENANGANAN GAS ASAM ( SOUR GAS ) YANG TERKANDUNG DALAM GAS ALAM MENJADI SWEETENING GAS Muhrinsyah Fatimura; Reno Fitriyanti; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.017 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2390

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi dan bahan baku yang terdapat dialam baik itu terdapat sebagai Associated gas maupun non Associated gas. Keberadaannya dialam membuat gas alam tidak dalam keadaan murni, kandungan gas alam dari beberapa sumber berbeda-beda komposisinya tergantung dari sumber dan lokasi  pengeksplorasian  demikian  juga  impurities  yang terkandung didalamnya. Gas asam (sour gas ) merupakan salah satu kandungan impurities yang terdapat dalam gas alam seperti CO2, H2S, mercaptan. Keterikutan sour gas kedalam gas alam dalam proses selanjutnya   dapat   menyebabkan  korosif  pada   peralatan, mengurangi heating value pada gas alam , racun pada katalis serta pada proses pencairan gas alam dapat menjadi icing atau padat sehingga dapat menghambat transportasi gas alam. Kandungan sour gas dalam gas alam yang pernah di analisa berkisar antara  range terendah  >10 %  dan  tertinggi >   60 %  sehingga memerlukan penangan khusus untuk   menghilangkannya .Untuk range > 10 % proses yang digunakan yaitu dengan cara Absorpsi Kimia, Absorpsi Fisik, Absorpsi Fisik-Kimia, Adsorpsi Fisik dengan menggunakan berbagai absorben Mononethanolamine (MEA), Diglycolamine (DGA) , Diethanolamine (DEA), Diisopropanolamine (DIPA), Methyldiethanolamine (MDEA),  alternative absorben  Potasium Karbonat (K2CO3). Untuk  Sour gas yang kandungan tinggi   > 60 % penanganan Fraksinasi Cryogenic  dan Permeation (membran). Sehingga sour gas bisa terbebas dari  impurities  yang   mengikutinya menjadi  Sweetening  Gas. Kata Kunci:  Gas Alam, Sour gas , Sweetening  Gas, , Absorben