Claim Missing Document
Check
Articles

Pengeringan Kerupuk Kemplang Menggunakan Alat Efek Rumah Kaca Di Desa Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Rully Masriatini; Reno Fitriyanti; Husnah; Aan Sefentry; Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i3.1773

Abstract

Kemplang crackers are a traditional food that is very popular with Indonesian people. In the process of making it, it requires proper drying process so that when frying it produces crispy kemplang crackers when eaten. The problem in society is that the drying process is not optimal due to weather factors resulting in a reduced production process or product quality not as desired. For this reason, the Chemical Engineering Study Program held PKM in Jejawi village. By designing a kemplang cracker dryer by utilizing the greenhouse effect it is designed to overcome the existing problems. From the results of direct testing in the field in Jejawi village, the water content can be separated up to 6.95%.
Effect of EDTA Addition on Acidizing Treatment Process Fitriyanti, Reno; Pandjaitan, M.M. Lanny W.; Lukas, Lukas; Harlis, Gilang Bagaskara; Wahyudi, Agus; Fatimura, Muhrinsyah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v6i2.15647.95-104

Abstract

Acidizing treatment is commonly used to solve scale problem on production equipment. In this process, Hydrochloric acid (HCl) is often used to treat CaCO3 scale, posing the risk of pipe corrosion due to its high corrosive characteristics. Thus, the purpose of this study was to determine the impact of adding EDTA additive into HCl solution during the acidifying treatment procedure. The methodology included various stages such as scale identification, chemical scale removal test using 7.5% and 15% HCL solution, 15% HCl solution test with EDTA as an additive, and corrosion determination using corrosion coupon. The results showed that 15% HCl solution was very effective in removing CaCO3 scale but had a high corrosion rate of 186.255 mpy. Furthermore, the addition of 10 mL EDTA solution as an additive removed scale and reduced corrosion rate by approximately 85%.
Pirolisis Katalitik Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Zeolit Alam Fitriyanti, Reno; Fatimura, Muhrinsyah; Masriatini, Rully
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.791

Abstract

Minyak pelumas bekas merupakan limbah yang dihasilkan kendaraan bermotor yang jumlah buangannya sangat besar terutama dikota besar. Apabila terpapar akan membahayakan dan menyebabkan masalah dalam lingkungan.. Berbagai metode pengolahan minyak pelumas bekas seperti acid-clay, Distilasi Thin Film Evaporation–Hydrofinishing dan Pirolisi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konversi minyak pelumas bekas menjadi minyak serta mengetahui karekteristik produk cair yang dihasilkan. Minyak pelumas dipanaskan melalui metode pirolisis hingga mencapai suhu 2500C dengan banyak umpan 125 ml dengan variasi ratio (w/w) antara umpan dan zeolit alam 1:0 , 1:0.25, 1:0,5, 1:0.75 yang berupa batuan kecil yang telah dihaluskan sebesar 40 mesh.. Sebelum digunakan. zeolit alam terlebih dahulu diaktivasi menggunakan NaOH 10%(w/w). Cairan minyak yang dihasilkan kemudian di analisa berupa Initial Boilling Point (IBP), densitas, viskositas, flash point dan four point, specific gravity. Hasil penelitian pirolisis minyak pelumas didapat produk cair sebanyak 43,7 ml,65 ml, 77 ml dan 108,3ml. Penggunaan ratio katalis 1:0.75 menghasilkan produk cair terbanyak yaitu sebesar 108,3 ml atau 87%. Dengan karakteristsik minyak yang didapat yaitu Initial Boilling Point 185oC, berat jenis 835 kg/m3, viskositas 02.58 mm2/s 30 C ; 02.58 mm2/s 40 C, flash point 550C dan pour point. < 0 oC specific gravity 0.835. Dapat disimpulkan Pirolisis minyak pelumas bekas dengan menggunakan katalis zeolit alam dapat menghasilkan minyak dengan karakteristik produk yang dihasilkan mendekati minyak solar.
Variasi Laju Alir Kondensat Terhadap Rendemen Minyak Atsiri Daun Kemangi Menggunakan Metode Distilasi Steam Fatimura, Muhrinsyah; Fitriiyanti, Reno
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i1.8274.65-74

Abstract

Distilasi steam  merupakan salah satu metode ekstraksi minyak atsiri dengan steam yang dihasilkan berasal dari boiler. Ekstraksi minyak atsiri kemangi berdasarkan perbedaan tekanan uap komponen penyusun tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi laju kondensat terhadap volume kondensat, rendemen, dan karakteristik minyak kemangi yang dihasilkan. Penelitian ini merancang alat Distilasi steam dengan variabel bebas massa kemangi 2 kg, 4 kg, 6 kg dan laju alir kondensat 0,0831 mL/s, 0,329 mL/s, 0,4023 mL/s serta variabel tetap kondisi operasi boiler pada tekanan <1 kg/cm2 dengan temperatur 95 oC dan lama Distilasi 120 menit. Hasil penelitian minyak atsiri kemangi berbentuk cair, berwarna kuning, rasanya kelat dan berbau khas kemangi, massa jenis 0,9524 g/mL, indeks bias 1,4622, kelarutan dalam alkohol 95% 1:1, bilangan asam yang di dapat 0,6067 mgKOH/g. Karakteristik ini masih memenuhi standar yang di tetapkan Essential Oil Association (EOA) hanya indeks bias yang masih dibawah paremeter EOA. Volume kondensat paling banyak 2.886,20 mL pada massa kemangi  2 kg, dengan rendemen sebesar 0,1155% pada laju alir kondesat 0,4023 mL/s.
Pengaruh Konsentrasi H2SO4 Dan Waktu Fermentasi Terhadap Proses Pembuatan Bioetanol Berbahan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Wulandari, Putri Andini; Fatimura, Muhrinsyah; Fitriyanti, Reno
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i2.75

Abstract

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan yang banyak mengandung selulosa yaitu 64,51%, pentosa 15,611 % dan 7,69 % lignin. Jumlah selulosa yang sangat tinggi ini memungkinkan eceng gondok dapat diolah menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat sebagai katalis dalam proses hidrolisis terhadap kadar glukosa yang dihasilkan dan lamanya fermentasi terhadap banyaknya jumlah bioetanol yang diperoleh dari eceng gondok sebagai bahan bakunya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan beberapa tahapan meliputi preatreatment, delignifikasi, hidrolisis, fermentasi, destilasi, dan pengujian kadar bioetanol menggunakan alkoholmeter. Larutan NaOH 5% digunakan selama proses delignifikasi untuk menghilangkan lignin. Hasil dari proses delignifikasi akan dilakukan proses hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 3 %, 5 %, 6 %, dan 7 %, sedangkan waktu fermentasi yang dilakukan selama 72 jam, 96 jam, dan 120 jam. Pada proses fermentasi, ragi yang digunakan adalah ragi tape (Saccharomyces cerevisiae). Berdasarkan hasil penelitian ini, pada proses hidolisis menggunakan asam sulfat konsentrasi 6 % diperoleh kadar glukosa tertinggi sebesar 17,17 %  dan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10,096 % dengan waktu fermentasi selama 72 jam. 
Pengaruh Fly Ash Batubara Sebagai Adsorben Pada Limbah Cair Kain Jumputan Palembang Novitasari, Chicha; Sefentry, Aan; Fatimura, Muhrinsyah
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i2.77

Abstract

Permasalahan lingkungan saat ini banyak sekali didominasi oleh pencemaran limbah cair terhadap lingkungan perairan salah satunya limbah cair tekstil rumahan seperti limbah cair kain jumputan. Adsorpsi dapat dijadikan alternatif  pengolahan limbah tersebut. Jenis adsorben yang dapat digunakan diantaranya fly ash batubara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan % penurunan pH, COD, BOD dan TSS serta mengetahui berat massa adsorben yang optimum pada limbah cair kain jumputan Palembang. Komponen yang dipakai di penelitian ini ialah berat fly ash 2 gram dan 5 gram, dengan variasi waktu pengadukan 90 dan 150 menit. Dan kecepatan putaran 150 rpm. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah massa adsorben 5 gram dan waktu pengadukan 150 menit dengan penurunan pH 9,3%,COD sebesar 63%, BOD sebesar 85%, dan TSS sebesar 28% dengan penurunan awal 7,5 menjadi 6,8 untuk pH, 330 mg/L menjadi 120 mg/L untuk COD, 245 mg/L menjadi 35 mg/L untuk BOD, dan 66 mg/L menjadi 47 mg/L untuk TSS. Hasil dari penelitian ini memenuhi syarat Baku Mutu yang ditetapkan oleh  Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No 08 Tahun 2012 yaitu 6,0-9,0 untuk pH, 150 mg/L untuk COD, 60 mg/L untuk BO D, dan 50 mg/L untuk TSS.
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK Ikbal Oktaviansyah; Rully Masriatini; Aan Sefentry; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i1.9097

Abstract

Pada penelitian ini, NaCl 60% sebagai aktivator untuk pembuatan karbon aktif dari tulang sapi dan tempurung kelapa. Karbon aktif dari tempurung kelapa mendapatkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kandungan air 2,4% dibanding tulang sapi 2,86% sedangkan untuk karbon aktif tulang sapi mendapatkan nilai terbaik pada karakteristik kandungan abu 3,94%, kadar karbon terikat 78,6%, kandungan zat terbang 18,80%, daya serap terhadap iodium 888,08 mg/gr dibanding dengan karbon aktif dari tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,38%, kandungan karbon terikat 61,89%, kandungan zat terbang 20,29%, daya serap terhadap iodium 769,99%. Karbon aktif dari tempurung kelapa dan tulang sapi telah memenuhi SNI-06-3730-1995 untuk karakteristik. Uji pengaruh karbon aktif tempurung kelapa dan tulang sapi direndam dengan limbah cair domestik didapat karbon aktif tulang sapi paling baik dalam menurunkan ammonia dari 28,91 ppm menjadi 7,50 ppm, total coliform dari 43520 MPN/100 ml menjadi 920 MPN/100ml, minyak lemak dari 2,33 ppm menjadi 0,70 ppm. Kata kunci: aktif karbon, karakterisasi, tempurung kelapa, tulang sapi.
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK Ikbal Oktaviansyah; Rully Masriatini; Aan Sefentry; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i1.12554

Abstract

Limbah Biomassa yang berasal dari pertanian seperti tempurung kelapa dan tulang sapi yang cukup berlimpah selama ini hanya dibuang begitu saja sehingga menyebabkan bertumpuknya limbah padat yang menganggu lingkunga, sehingga perlu adanya usaha untuk mengolah limbah tersebut.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah limbah tempurung kelapa dan tulang sapi menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis menjadi karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari 3 tahapan yaitu karbonisasi, aktivasi menggunakan proses fisika dan kimia dan karakterisasi karbon aktif berdasarkan SNI-06-3730-1995 kemudian diaplikasikan pada pengolahan air limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kandungan air 2,4% dibanding tulang sapi 2,86% sedangkan untuk karbon aktif tulang sapi mendapatkan nilai terbaik pada karakteristik kandungan abu 3,94%, kadar karbon terikat 78,6%, kandungan zat terbang 18,80%, daya serap terhadap iodium 888,08 mg/gr dibanding dengan karbon aktif dari tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,38%, kandungan karbon terikat 61,89%, kandungan zat terbang 20,29%, daya serap terhadap iodium 769,99%. Kualitas karbon aktif dari tempurung kelapa dan tulang sapi telah memenuhi SNI-06-3730-1995. Hasil uji karbon aktif pada proses pengolahan air limbah domestik yaitu karbon aktif dari tulang sapi paling baik dalam menurunkan ammonia menjadi 7,50 ppm, total coliform 920 MPN/100 ml, minyak lemak menajdi 0,70 ppm.
Pembuatan yoghurt sederhana sebagai alternatif kewirausahaan bagi siswa SMK Kimia Yanitas Palembang Ully, Rully Masriatini; Muhammad Bakrie; Muhrinsyah Fatimura; Aan Sefentry; Reno Fitriyanti; Nurlela; Husnah; Agus Wahyudi
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i1.11651

Abstract

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan merubah tuntutan masyarakat terhadap produk pangan yaitu pangan yang menyehatkan. Pangan tanpa tambahan zat aditif seperti pengawet, pewarna buatan, perasa artificial dan lain-lain adalah keinginan masyarakat. Yoghurt adalah produk susu yang difermentasi dengan bantuan asam laktat (BAL). Bakteri yang terlibat dalam pembuatan yoghurt ini menggunakan kombinasi dua jenis starter bakteri yaituLactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophillus. Selain sebagai pangan sehat, Yogurt juga memiliki peluang untuk dijadikan salah satu wirausaha.  Usaha untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan peluang kewirausahaan dari yogurt salah satunya melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Pangan (Pembuatan Yogurt) sebagai Usaha Pengenalan Kewirausahaan pada Sivitas Akademik   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, mengabdikan ilmu dan pengetahuan serta memberikantambahan pengetahuan dan wawasan mengenai Teknologi Pangan kepada masyarakat melalui penyuluhan bagaimana cara membuat yoghurt yang sehat, higienis tanpa pengawet dan tanpa penambahan zat aditif yang berbahaya untuk menjadi peluang berwirausaha bagi sivitas akademik di SMK Kimia Yanitas Palembang
Pelatihan Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah Di Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi bagi Dosen Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang Aprianti, Nabila; Fauziyah; Wijayanti, Ratih; Safitri, Ayu; Kurniawan, Ian; Sefentry, Aan; Masriatini, Rully; Fatimura, Muhrinsyah; Amiwarti; Nurdiana, Nita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Kemas Journal - Juli - Desember
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i2.13495

Abstract

Pelatihan penulisan dan publikasi artikel ilmiah sebagai bentuk pengabdian untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah langsung, pendampingan dan bedah manuskrip perwakilan dari masing-masing program studi di FT UPGRIP. Dari hasil pelatihan, pertambahan pemahaman mengenai penyusunan manuskrip, proses submit hingga cara merespon reviewer telah dirasakan oleh peserta. Tercapainya tujuan pelatihan diamati dari pre dan post-test pada peserta. Rata-rata peserta telah memahami proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah adalah 50-75%. Pelaksanaan pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan.