Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : peshum

Perbedaan Penyesuaian Perkawinan Pada Pasangan Suami Istri Yang Melalui Proses Pacaran Dan Ta’aruf Di Kota Makassar Sarah Safira; Sitti Murdiana; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.441

Abstract

Kemampuan penyesuaian perkawinan diperlukan untuk mencapai keberhasilan rumah tangga yang dapat dipengaruhi oleh proses pemilihan pasangan yang dilalui individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penyesuaian perkawinan antara pasangan suami istri yang menikah melalui proses pacaran dan ta’aruf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang berusia 20-40 tahun, usia pernikahan 1-5 tahun, pernikahan merupakan pernikahan pertama dan monogami, serta menjalani proses pacaran atau ta’aruf sebelum menikah yang berjumlah 120 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok suami, tidak terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan suami terhadap istri yang menikah melalui proses pacaran (mean=117,933) dan ta’aruf (mean=123,300) dengan p=0,549 (p>0,05). Sedangkan pada kelompok istri, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang menikah melalui proses pacaran (mean=112,167) dan ta’aruf (mean=121,467) dengan p=0,016 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan bagi individu pentingnya proses pemilihan pasangan sebelum menikah dan bagi suami istri agar mampu memerhatikan aspek-aspek untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan terutama pasangan yang baru menikah.
Perbedaan Presentasi Diri Siswa dan Siswi di SMAN 2 Makassar Gunawan Jufri; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15195

Abstract

Dalam konteks sekolah, presentasi diri menjadi fenomena yang sangat relevan karena sekolah merupakan ruang sosial yang memiliki struktur, aturan, dan ekspektasi perilaku yang jelas. Selain faktor situasional, presentasi diri siswa juga dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sosial, salah satunya adalah jenis kelamin. Siswa dan siswi berada dalam proses sosialisasi yang berbeda sehingga berpotensi menampilkan pola presentasi diri yang tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan presentasi diri siswa dan siswi di SMAN 2 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 300 siswa yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan ialah modifikasi Skala Presentasi Diri yang dikembangkan oleh Evisetiawati. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik, yaitu uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara presentasi diri siswa dan siswi di SMAN 2 Makassar (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa dan siswi berada dalam konteks sosial yang sama, yaitu lingkungan sekolah, mereka menampilkan dan mengelola diri dengan pola yang berbeda, yaitu siswa lebih aktif dan ekspresif, sedangkan siswi lebih menjaga hubungan sosial berdasarkan norma yang berlaku.
Profil Self-compassionPada Pekerja Sosial Di Lingkungan Pondok Sosial Kota Makassar: Studi Deskriptif Kurniati Zainuddin; Muhammad Ihsan; Nurul Awaliyah Khalik; Vinky Glenda Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15827

Abstract

Pekerja sosial di Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Liponsos) menghadapi tuntutan kerja yang berat akibat tingginya jumlah klien dan keragaman kasus, sehingga berpotensi mengalami tekanan emosional dan kelelahan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko gangguan kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan kemampuan internal yang dapat melindungi kesehatan mental, salah satunya melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-compassion pada pekerja sosial di Liponsos Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 23 pekerja sosial. Pengukuran dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi adaptasi Indonesia, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, median, modus, serta kategorisasi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Seluruh subskala, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, self-judgment, isolation, dan overidentification, juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja sosial memiliki kemampuan dasar untuk menerima diri dan mengelola tekanan emosional, namun kapasitas tersebut belum optimal sebagai pelindung terhadap risiko stres dan burnout. Penelitian ini menegaskan perlunya program penguatan self-compassion guna meningkatkan ketahanan emosional dan kualitas kesejahteraan psikologis pekerja sosial.
Penerimaan Diri Pada Suami Korban Perselingkuhan Dalam Hubungan Pernikahan Laila Qadriany Saputri; Kurniati Zainuddin; Ismalandari Ismail
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan proses yang melibatkan berbagai tahapan emosional dan psikologis. Faktor seperti pengalaman masa lalu, tanggung jawab keluarga, dan keyakinan pribadi berperan penting dalam memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan pengambilan keputusan dalam hubungan pernikahan. Proses ini terbukti sebagai langkah kunci dalam mengatasi krisis emosional dan menjaga keharmonisan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji serta memberikan gambaran mengenai penerimaan diri pada suami korban perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden berjumlah dua pria yang telah menikah dan mengalami perselingkuhan dalam pernikahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan proses penerimaan diri yang dilakukan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan mereka. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik data driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami proses emosional signifikan setelah mengetahui perselingkuhan pasangan, termasuk rasa kecewa, sedih, dan rendah diri. Penerimaan diri yang baik tercermin dari kemampuan mereka menyesuaikan diri serta memandang kejadian tersebut sebagai bagian dari ujian hidup yang harus diterima dengan ikhlas. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berfungsi sebagai mekanisme coping individu dan fondasi untuk membangun kembali kepercayaan dan komunikasi dalam pernikahan.
Gambaran Pemaknaan Dan Kesiapsiagaan Bencana Alam Pada Warga Di Kota Palu Siti Nurazizah Rivai; Kurniati Zainuddin; Muhrajan Piara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17356

Abstract

Bencana alam di Kota Palu tahun 2018 berupa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi meninggalkan dampak mendalam bagi warga baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemaknaan pengalaman penyintas dan sejauh mana pemaknaan tersebut membentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga Kota Palu yang mengalami langsung peristiwa bencana 2018, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi foto pascabencana. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dalam kategori dan tema yang diberi kode sesuai kutipan verbatim serta penarikan kesimpan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bencana memunculkan berbagai persepsi, respons, dan dinamika perubahan emosi yang menjadi dasar terbentuknya pemaknaan. Pemaknaan mencakup aspek spiritual, penguatan hubungan keluarga dan relasi sosial, serta dorongan refleksi dan pengembangan diri, yang selanjutnya memengaruhi persepsi risiko dan perilaku kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembentukan kesiapsiagaan bencana perlu mempertimbangkan aspek pemaknaan pengalaman penyintas sehingga program mitigasi dan edukasi kebencanaan dapat dirancang berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata warga.