Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Minat dan Hasil Belajar Biologi Siswa pada Pembelajaran Daring di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas: (Analysis of Student Biology Interests and Learning Outcomes in Online Learning at Purwodadi Public High School, Musi Rawas Regency) Septi Kurnia; Saleh Hidayat; Sri Wardhani
BIODIK Vol. 7 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i4.14489

Abstract

The purpose of the study was to determine the interest and learning outcomes of students' biology in online learning at SMA Negeri Purwodadi, Musi Rawas Regency. This research is a qualitative descriptive study using a case study research strategy. Based on the results of the questionnaire given to students, there were 130 students who answered the questionnaire. There are four indicators of learning interest that are measured, namely feelings of pleasure, interest, attention and involvement. The happy feeling indicator is a high enough indicator for interest in learning because all students feel happy to take part in biology learning during online learning because students can do online learning anywhere. Then from the indicators of student interest in learning, the involvement indicator is the lowest indicator because students in online learning do not have the awareness to study independently at home. The results of students' biology learning in online learning KD 3.14 which is about the immune system there are 22 students with the lowest score of 75 and 37 students getting the highest score of 98. Abstrak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui minat dan hasil belajar biologi siswa pada pembelajaran daring di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa terdapat 130 siswa yang menjawab angket. Terdapat empat indikator minat belajar yang diukur yaitu perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan. Indikator perasaan senang merupakan indikator yang cukup tinggi untuk minat belajar karena seluruh siswa merasa senang mengikuti pembelajaran biologi selama pembelajaran daring karena siswa dapat melakukan pembelajaran daring dimana saja. Kemudian dari indikator minat belajar siswa indikator keterlibatan merupakan indikator yang paling rendah karena siswa pada pembelajaran daring siswa kurang memiliki kesadaran untuk belajar secara mandiri dirumah. Hasil belajar biologi siswa pada pembelajaran daring KD 3.14 yaitu tentang sistem imun terdapat 22 siswa dengan nilai terendah 75 dan 37 siswa mendapatkan nilai tertinggi yaitu 98.
Pendekatan Scaffolding pada Pembelajaran Biologi Materi Sistem Pencernaan Untuk Meningkatkan HOTS Siswa Kelas XI SMA di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur : (Scaffolding Approach to Biology Learning Digestive System Materials to Increase HOTS for Class XI High School Student in Ogan Komering Ulu Timur Regency) Joko Purwadi; Saleh Hidayat; Astrid S.W. Sumah
BIODIK Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i2.17266

Abstract

This research is motivated by the lack of teacher innovation in strategic approaches to students during the learning process which causes students to be less enthusiastic about participating in learning. The purpose of this study was to improve the Higher Order Thinking Ability (HOTS) of high school students in East OKU District through a scaffolding approach to learning the human digestive system. The research method used is a quasi-experimental research by giving a pre-test to the experimental class. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected by direct observation, the test was tested through post-test and pretest, closed questionnaire to the teacher directly, and documentation. Data analysis was carried out by using questionnaire analysis, observation analysis, test analysis, and Higher Order Thinking Ability (HOTS) analysis. The results showed that the experimental class had a significant increase in Higher Order Thinking ability (HOTS) and the scaffolding approach in learning biology of the human digestive system material could improve the higher order thinking skills of XI SMA students in East OKU District. Key words: Scaffolding Approach, Biology Learning, and HOTS Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh, kurangnya inovasi guru dalam strategi pendekatan kepada siswa pada saat proses belajar yang menyebabkan siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) siswa kelas XI SMA di Kabupaten OKU Timur melalui pendekatan Scaffolding pada pembelajaran sistem pencernaan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quase eksperimental research) dengan memberikan pree-test pada kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel digunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi melalui secara langsung, Tes soal diujikan melalui post-test dan pretest, angket tertutup kepada guru secara langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis angket, analisis observasi, analisis tes, dan analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen terjadi peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) yang signifikan dan pendekatan scaffolding pada pembelajaran biologi materi sistem pencernaan manusia dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMA di Kabupaten OKU Timur. Kata kunci: Pendekatan Scaffolding, Pembelajaran Biologi, dan HOTS
Hubungan Kemandirian dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Kognitif Biologi Peserta Didik pada Pembelajaran Online di SMA Muhammadiyah Se-Kota Palembang: (The Relationship between Independence and Learning Motivation on Biological Cognitive Learning Outcomes of Students in Online Learning at Muhammadiyah High Schools throughout Palembang City) Tri Fathan; Saleh Hidayat; Sri Wardhani
BIODIK Vol. 8 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i4.17586

Abstract

This study aims to determine the relationship between independence and learning motivation on cognitive learning outcomes of Biology Students in online learning at Muhammadiyah high schools throughout Palembang. The research design used is descriptive quantitative research. Data collection techniques using a questionnaire sheet and learning outcomes of cognitive Biology students. The data obtained were analyzed using the significance test. The research subjects were students of class X and XI in the even semesters of the 2019/2020 school year, the sampling technique used the slovin formula. The results obtained after using the significance test at Muhammadiyah high schools in Palembang City, it is known that the significance value is < 0.05, which means (1) there is a relationship between learning independence and cognitive biology learning outcomes of students in online learning at Muhammadiyah high schools throughout Palembang, (2) there is a relationship between learning independence and cognitive biology learning outcomes of students in online learning at Muhammadiyah high schools throughout the city of Palembang and (3) there is a relationship between independence and learning motivation on students' cognitive biology learning outcomes in online learning at Muhammadiyah high schools throughout the city Palembang. Key word : : Independence, Motivation and Learning Outcomes.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dan motivasi belajar terhadap hasil belajar kognitif BiologiPeserta Didik pada pembelajaran online di SMA Muhammadiyah se-Kota Palembang.Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar angket dan hasil belajar kognitif Biologi peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji signifikansi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X dan XI pada semester genap di tahun pelajaran 2019/2020, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian diperoleh setelah menggunakan uji signifikansi di SMA Muhammadiyah se-Kota Palembang diketahui bahwa nilai signifikansi< 0,05, yang artinya (1) terdapat hubungan kemandirian belajar terhadap hasil belajar kognitif Biologi peserta didik pada pembelajaran online di SMA Muhammadiyah se-Kota Palembang, (2) terdapat hubungan kemandirian belajar terhadap hasil belajar kognitif Biologi peserta didik pada pembelajaran online di SMA Muhammadiyah se-Kota Palembang dan (3) terdapat hubungan kemandirian dan motivasi belajar terhadap hasil belajar kognitif Biologi peserta didik pada pembelajaran online di SMA Muhammadiyah se-Kota Palembang. Kata Kunci: Kemandirian, Motivasi dan Hasil Belajar.
Guided Inquiry-Based Electronic Module Development on Circulation System Ma-Terial to Improve Student Learning Outcomes Madiany Erika Purnama; Saleh Hidayat; Rusdy A. Siroj
BIOEDUSCIENCE Vol 6 No 1 (2022): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/617089

Abstract

Background: Industrial era 4.0 has an impact on the world of education. This affects students, where students can understand subject matter such as biology, which contains abstract concepts such as circulation system material. The teaching materials developed in this study are expected to improve student learning outcomes by integrating guided inquiry learning models. This study aimed to determine the validity, practicality, and effectiveness of guided inquiry-based electronic modules. Method: 4D model development research. Data collection by interview and questionnaire sheet. Result: The module validation of the language validator is 83%, the material is 81%, the media 81% has a good category, while the learning device validator is 96%, the learning validator is 98%, and 94% has a very good category. Practicality is taken from student responses which are divided into three stages: 81% preliminary trial, 89% quantitative trial, and 92% final trial showing a positive response. The effectiveness of this guided inquiry-based electronic module can improve student learning outcomes seen from the N-Gain score results. The control class is 0.38 with medium criteria, and the experimental class is 0.73 with high criteria. While the psychometric results of students who studied using guided inquiry-based electronic modules for three meetings, namely the first meeting 77% (good), the second meeting 91% (very good), and the third meeting 88% (very good). Conclusion: Guided inquiry-based electronic module on circulation system material has a potential effect on improving student learning outcomes
MODEL PEMBELAJARAN IPA SEBELUM-SELAMA-PASCA PANDEMI COVID-19 SERTA PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 59 PALEMBANG Tini Apriani; Saleh Hidayat
Bioilmi: Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2022): Bioilmi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/bioilmi.v8i1.12916

Abstract

This study aims to determine the learning model applied in the period before-during-after the Covid-19 pandemic and the student achievement of SMP Negeri 59 Palembang. This research is qualitative descriptive, data collection was done by observing and interviewing 5 science teachers. Qualitative data analysis was carried out by field recording, collecting and selecting data, classifying, analyzing, looking for data relationships, and concluding them. The results showed that the average student learning completeness before the Covid-19 pandemic was 74%. The average student learning completeness during the Covid-19 pandemic is 64%. The average student learning completeness before the Covid-19 pandemic was 74.6%. The learning models applied by the teachers are Discovery Learning, Project-based Learning, and Problem-based Learning. During the Covid-19 pandemic from 2020-2021, SMPN 59 Palembang still utilizes the WhatsApp group facility on the smartphone. The teacher provides assignment information to students through the student's WhatsApp group or their respective class groups. The Covid-19 pandemic familiarizes teachers and students with using IT devices in the form of mobile phones, laptops with WhatsApp software, Zoom Meetings, Google Classroom.
Analisis Kesiapan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ogan Ilir dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Selpiana Agustianda; Puja Tri Wulandari; Siti Nurhayati; Saleh Hidayat; Wulandari Saputri; Meli Astriani
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.8.1.1-11

Abstract

Kurikulum Merdeka menerapkan konsep “Merdeka Belajar” untuk mendukung upaya proses pemulihan krisis pembelajaran pada Kurikulum 2013 karena pandemi Covid-19. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan persiapan yang matang. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kesiapan Madrasah Tsanawiyah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Madrasah Tsanawiyah Ogan Ilir dan sampel penelitian yaitu MTs N 1 Ogan Ilir dan MTs Al-Ittifaqiah. Sebanyak 17 guru dan 2 wakil kepala bidang kurikulum di kedua Madrasah Tsanawiyah  sebagai sasaran penelitian. Data penelitian  dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara.  Hasil penelitian menyatakan bahwa Madrasah Ogan Ilir cukup siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan nilai rata-rata 66,2. Indikator kesiapan meliputi tiga aspek diantaranya kesiapan terhadap perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses penilaian. Menurut ketiga aspek kesiapan, yang paling siap dengan nilai tinggi yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran dengan nilai 68,8. Sedangkan kesiapan pada proses penilaian termasuk kategori siap rendah dengan nilai 63,7. Dengan demikian, perlu ada peningkatan pada pelatihan ataupun sosialisasi sehingga tingkat kesiapan guru meningkat.
Pengembangan Modul Ajar Elektronik Etnoekologi Perubahan Lingkungan Berbasis PjBL dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Ida Fitriani; Saleh Hidayat; Marlina Ummas Genisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar elektronik tentang perubahan lingkungan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi etnoekologi yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kritis siswa pada fase E. Pengembangan menggunakan model 4D dari Thiagarajan, yang mencakup empat langkah yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan. Validasi produk oleh 10 orang validator dari lima bidang keahlian, yaitu: ahli bahasa, media, materi, perangkat ajar, dan evaluasi. Subjek penelitian siswa kelas X SMA Negeri 3 Tanjung Raja dengan desain uji menggunakan kuasi eksperimen non-equivalent control group. Berdasarkan hasil validasi, produk dinyatakan memiliki tingkat validitas sangat tinggi yaitu 88,09%. Kepraktisan produk dapat dilihat dari persentase angket keterbacaan peserta didik sebesar 82,44% dengan kualifikasi sangat kuat dan persentase kepraktisan guru sebesar 86,90% dengan kualifikasi sangat praktis. Produk ini terbukti mampu mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis secara signifikan. Berdasarkan hasil tes, terlihat bahwa siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan produk menunjukkan pencapaian hasil belajar yang lebih unggul daripada siswa di kelas kontrol yang tidak menggunakan produk tersebut. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,78, dan kritis sebesar 0,77 keduanya masuk dalam kategori tinggi. Sebaliknya, kelas kontrol mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,46 untuk berpikir kreatif (kategori sedang) dan 0,70 untuk berpikir kritis (kategori sedang).