Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KELEMBAGAAN SASI LOMPA DAN IMPLIKASINYA (STUDI KASUS DI NEGERI HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH) Lopulalan, Yoisye; Abrahamsz, James
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 19 No 1 (2023): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol19issue1page52-63

Abstract

One local wisdom of the Haruku community is sasi lompa. In practice, the role of traditional institutions is vital. This study aims to analyze the institutional status of sasi lompa in Haruku. This research was conducted in July 2020 in Haruku Village, Maluku Tengah Regency. Data were collected using observation, interview, and documentation methods. A descriptive qualitative with the EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) indicator assessment approach was applied to answer the problem. A total of 35 respondents as samples were collected purposively. The results show that the adherence level to responsible fisheries principles is poor; meanwhile, indicators of the completeness of the rules in fisheries management and fisheries management plans and stakeholders are classified as average. Indicators of institutional mechanisms for fisheries management varied widely, while the policy and institutional cooperative levels were considered very good. The latter is the priority in enhancing the institutional capacity of sasi lompa in Haruku. ABSTRAK Salah satu kearifan lokal dari masyarakat Negeri Haruku Maluku Tengah adalah sasi lompa. Dalam pelaksanaannya, peran lembaga adat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kelembagaan sasi lompa di Negeri Haruku. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2020 di Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Data dikumpulkan dengan mengggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penilaian indikator EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management). Sebanyak 35 responden sebagai sampel penelitian dipilih secara purposif. Hasil analisis terhadap indikator kelembagaan sasi lompa di Negeri Haruku memperlihatkan bahwa indikator tingkat kepatuhan terhadap prinsip perikanan yang bertanggung jawab tergolong kurang; sementara indikator kelengkapan aturan main dalam pengelolaan perikanan dan rencana pengelolaan perikanan serta pemangku kepentingan tergolong sedang. Indikator mekanisme kelembagaan pengelolaan perikanan sangat bervariasi, sedangkan indikator tingkat sinergitas kebijakan dan kelembagaan dinilai sangat baik, dan merupakan prioritas dalam peningkatan kapasitas kelembagaan sasi lompa di Negeri Haruku. Kata Kunci: Kelembagaan, pengelolaan, sasi lompa, EAFM, Negeri Haruku
Ecosystem Approach to Fisheries Management Status At West Kei Kecil Small Island Park, South East Maluku Regency Abrahamsz, James; Makailipessy, Marvin M.; Thenu, Imanuel M.
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i1.45735

Abstract

Assessment of fisheries management with an ecosystem approach (EAFM) in the TPK Kei Kecil conservation area is important to determine the actual conditions of management in the conservation area as a follow-up step for sustainable management. This study aims to analyze the status of fisheries management and efforts to improve management based on the EAFM approach. The study was conducted in 10 villages/ohoi in 4 sub-districts in Southeast Maluku district. Data collection was carried out by interviewing fishery households and institutions as well as tracing data that referred to the EAFM indicator assessment method which included 30 indicators from six domains. The management status of the TPK Kei Kecil conservation area is classified as moderate category which is obtained based on the management status per domain, respectively: a) the domain of fish resources is moderate; b) habitat/ecosystem domain is moderate; c) fishing techniques domain is moderate; d) social domain is moderate category; e) economic domain is low category; and f) institutional domain is moderate category. Recommendations for fisheries management in the conservation area of ​​TPK Kei Kecil are sought to improve the economic domain and fishing techniques, especially in indicators of asset ownership, fishermen's household income, savings ratio, fishery capacity and fishing effort, legal documents on vessel functions and sizes as well as crew certification.
STUDI KERUANGAN DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI NEGERI AMAHAI, KABUPATEN MALUKU TENGAH Reyaan, Yosep M; Abrahamsz, James; Asikin, Erawan
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 21 No 1 (2025): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol21issue1page56-66

Abstract

Ecotourism is a tourist activity that aims to conserve. In its implementation, institutions have a very important role for sustainable ecotourism management. This study aims to determine the forms of space utilization in mangrove ecotourism, analyze the suitability and carrying capacity of ecotourism areas, analyze the role of institutions in influencing the success of ecotourism management, and formulate a strategy for managing ecotourism in Negeri Amahai. The research was conducted in Negeri Amahai, Central Maluku Regency in January-May 2023. Mangrove data were collected by purposive sampling using transect lines. Analysis of land suitability and carrying capacity using established formulas. Management strategies using SWOT and TOWS with policy priorities further analyzed with AHP. The results showed, the tourist space in mangrove ecotourism is in the form of reception space, service space and tourist space. There are various forms of utilization in the space both supporting ecotourism activities such as educational facilities, trade, trash bins, sanitation and communication, and there are still activities that threaten such as mangrove logging and sand mining. The suitability of mangrove ecotourism at station I is categorized as “Very Suitable” with IKW 85%, while at station II as “Suitable” with IKW 64%. The carrying capacity of mangrove ecotourism area can accommodate 31 tourists/day. The role of institutions in the management of mangrove ecotourism is considered “Not Optimal” because it does not yet have institutions or rules that focus on management of mangrove ecotourism. There are 11 strategies and 5 priorities in managing mangrove ecotourism in Negeri Amahai. ABSTRAK Ekowisata merupakan suatu kegiatan wisata yang bertujuan untuk konservasi. Dalam pelaksanaanya, kelembagaan memiliki peran yang sangat penting untuk pengelolaan ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pemanfaatan ruang pada ekowisata mangrove, menganalisis kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata, menganalisis peran kelembagaan dalam mempengaruhi keberhasilan pengelolaan ekowisata, dan memformulasikan strategi pengelolaan ekowisata Negeri Amahai. Penelitian dilakukan di Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah pada Januari-Mei 2023. Pengambilan data mangrove secara purposive sampling dengan menggunakan garis transek. Analisis kesesuaian lahan dan daya dukung menggunakan rumus yang ditetapkan. Strategi pengelolaan menggunakan SWOT dan TOWS dengan prioritas kebijakan dianalisis lebih lanjut dengan AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang wisata pada ekowisata mangrove berupa ruang penerimaan, ruang pelayanan dan ruang wisata. Terdapat beragam bentuk pemanfaatan pada ruang tersebut baik yang mendukung kegiatan ekowisata seperti fasilitas edukasi, perdagangan, tempat sampah, sanitasi dan komunikasi, serta aktivitas yang mengancam seperti penebangan mangrove dan penambangan pasir. Kesesuaian ekowisata mangrove pada stasiun I dikategorikan “Sangat Sesuai” dengan IKW 85%, sedangkan pada stasiun II dikategorikan “Sesuai” dengan IKW 64%. Daya dukung kawasan ekowisata mangrove Negeri Amahai mampu menampung 31 wisatawan/hari. Peran kelembagaan dalam pengelolaan ekowisata mangrove Negeri Amahai dinilai “Belum Optimal” dikarenakan belum memiliki lembaga maupun aturan yang fokus pada pengelolaan ekowisata mangrove. Terdapat 11 strategi dan 5 prioritas dalam pengelolaan ekowisata mangrove Negeri Amahai. Kata Kunci: Ekowisata, mangrove, kesesuaian, daya dukung, kelembagaan
PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN KECENDERUNGAN PENAMBANGAN GALIAN C DI KAWASAN PESISIR DESA WANGEL KABUPATEN KEPULAUAN ARU MALUKU: PENDEKATAN FISIKA LINGKUNGAN Gainau, Johana J. L.; Abrahamsz, James; Tubalawony, Simon
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2025): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v7i2.4941

Abstract

Pembangunan wilayah yang pesat di Desa Wangel, Kabupaten Kepulauan Aru, menyebabkan peningkatan aktivitas penambangan galian C, terutama pasir laut, yang berdampak langsung pada perubahan garis pantai. Fenomena ini merupakan hasil dari interaksi antara proses alami seperti abrasi dan akresi dengan aktivitas manusia yang menghasilkan penurunan garis pantai. Melalui pendekatan fisika, artikel ini mengkaji proses-proses fisik yang terlibat, seperti energi gelombang laut yang menyebabkan erosi serta dampak mekanis penambangan terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dan Net Shoreline Movement (NSM) untuk mengukur perubahan garis pantai antara tahun 2012 dan 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa abrasi lebih dominan daripada akresi, yang dipercepat oleh penambangan galian C. Studi ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
TINJAUAN FISIKA PEMANFAATAN RUANG KAWASAN SEMPADAN PANTAI: STUDI KASUS DESA WANGEL, PULAU WAMAR, KEPULAUAN ARU, MALUKU Nanlohy, Edwin; Abrahamsz, James; Mamesah, Juliaeta A. B.
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2025): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v7i2.5008

Abstract

Desa Wangel yang terletak di Pulau Wamar, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki kawasan sempadan pantai yang memainkan peran krusial dalam mendukung kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber mata pencaharian, tempat budidaya, maupun sebagai daya tarik pariwisata. Implikasi dari dampak fisik lingkungan dan kegiatan pengambilan karang dan pasir di kawasan sempadan pantai antara lain: 1) semakin berkurangnya luasan pantai; 2) rusaknya jaringan jalan darat; 3) rusaknya kawasan permukiman di sepanjang Pantai; serta 3) menurunnya luasan Kawasan sempadan Pantai. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan ruang kawasan sempadan pantai di Desa Wangel Pulau Wamar Kabupaten Kepulauan Aru Maluku. Pengumpulan data secara primer dan sekunder yang dikoleksi menggunakan GPS. Analisis data menggunakan menggunakan software QGIS dilakukan untuk mengetahui distribusi dan luasan pemanfaatan ruang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemanfaatan ruang eksisting sebanyak enam bentuk, terbesar untuk industri bercampur pemukiman dan terkecil, untuk sosial budaya, dengan masalah fisik: kerusakan akses jalan terpanjang pada tiga lokasi, kerusakan talud (pelindung pantai) pada empat lokasi; masalah ekologis: abrasi, erosi dan perubahan pemanfaatan lahan; masalah sosial: konflik pemanfaatan ruang; masalah ekonomi: perbedaan nilai ekonomi; serta masalah kebijakan: implementasi kebijakan belum sesuai dengan aturan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Eco Enzyme dan Sabun Eco Enzyme di Negeri Hatu, Maluku Tuhumury, Novianty C; Retraubun, Alex S W; Selanno, Debby A J; Wawo, Mintje; Abrahamsz, James; Sahalessy, Arielno; Sumiyanti, Sumiyanti
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i3.1704

Abstract

The processing of fruit peel waste into an eco-enzyme is a simple and environmentally friendly technology. This community service program aimed to empower the community through the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap in Negeri Hatu. This PKM activity was conducted on May 24, 2025, in Negeri Hatu, Leihitu Barat District, Central Maluku Regency, involving 23 women from the local women's service group. The methods used included lectures and training on the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap. Participants were provided with a mini-handbook to facilitate understanding of the material. Subsequently, participants were trained in groups to produce eco-enzyme and eco-enzyme soap. Participant enthusiasm was evident from the various questions raised regarding the eco-enzyme and its benefits. After the activity, participants gained knowledge and understanding of the eco-enzyme and its production process, which they had previously lacked. The results of the activity showed that participants successfully practised the production of eco-enzyme and eco-enzyme soap. It is expected that participants will be able to process fruit peel waste into an eco-enzyme in every household as a concrete step toward reducing organic waste and increasing family economic value.
Strategi Pengelolaan Komunitas Mangrove Di Kawasan Wisata Kairatu Beach Berbasis Kondisi Bioekologis Dan Bentuk Pemanfaatan: Strategic Management of Mangrove Communities in the Kairatu Coastal Tourism Area: A Bioecological and Utilization-Based Approach Serhalawan, Hetmy; Siahainenia, Laura; Abrahamsz, James
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.84

Abstract

Ekosistem mangrove di Kawasan Wisata Kairatu Beach terletak di pusat aktivitas wisata dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Namun, pemanfaatan sumber daya mangrove yang berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek ekologis berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi bioekologis, bentuk pemanfaatan, serta merumuskan strategi pengelolaan komunitas mangrove di kawasan wisata Kairatu Beach. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 melalui observasi lapangan dan wawancara. Pengambilan sampel mangrove dilakukan dengan metode line transect, sedangkan analisis bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan salinitas masih berada dalam kisaran baku mutu, sementara nilai DO belum memenuhi standar kualitas perairan. Substrat di lokasi penelitian didominasi oleh lumpur berpasir. Ditemukan 8 jenis mangrove sejati dan 4 jenis mangrove ikutan, dengan tingkat kerapatan yang secara umum tergolong baik. Analisis menggunakan hemispherical photography menunjukkan variasi tutupan kanopi antarstasiun. Aktivitas pemanfaatan utama di kawasan ini meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya, serta penangkapan ikan. Berdasarkan hasil analisis, dirumuskan delapan strategi dan enam belas arahan pengelolaan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan wisata tersebut.
PELATIHAN SELAM SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK PENGELOLA SASI Tuapetel, Friesland; Abrahamsz, James; W. Ayal, Frederik; Manuputty, Jan; M. Makailipessy, Marvin
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.4.2.72-81

Abstract

East Seram, Maluku, is one of the regions that still preserves the sasi tradition as a form of local wisdom in managing coastal resources. However, social changes and increasing economic pressures threaten the sustainability of this practice. This community service program aims to strengthen the capacity of sasi management groups through diving training focused on improving knowledge and skills in maintaining and utilizing marine resources sustainably. The training materials covered basic diving techniques, safety, and an introduction to scientific diving to support marine ecotourism and coastal ecosystem monitoring. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ understanding and skills related to basic diving principles and underwater conservation. This program contributes to enhancing community competence, strengthening the role of sasi groups, and promoting the development of a sustainable marine ecotourism-based economy