Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Kadar Hemoglobin Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Melalui Intervensi Edukasi Poster Pada Ibu Hamil: Studi Quasi Eksperimen Rizki Dyah Haninggar; Abbas Mahmud; Yulianti Anwar; Ajeng Hayuning Tiyas
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.854

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan global. Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) berperan penting dalam pencegahan anemia, namun masih belum optimal. Edukasi melalui media poster diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode: Penelitian quasi experimental dengan desain pre-post test control group melibatkan 60 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 30 responden kelompok intervensi (edukasi poster) dan 30 responden kelompok kontrol (edukasi lisan) di wilayah kerja Puskesmas Binanga dan Puskesmas Rangas, Kabupaten Mamuju selama enam minggu. Kepatuhan konsumsi TTD diukur menggunakan metode pill count dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan alat Hb digital. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test, Wilcoxon Signed Ranks Test, dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Kadar Hb kelompok intervensi meningkat dari 12,25±1,12 g/dL menjadi 12,87±1,08 g/dL (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol menurun dari 12,56±0,84 g/dL menjadi 12,14±1,09 g/dL (p=0,002). Kepatuhan konsumsi TTD meningkat dari 71,43% menjadi 80,56% (p=0,000) pada kelompok intervensi dan dari 72,14% menjadi 73,41% (p=0,112) pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan bermakna antarkelompok pada kadar hemoglobin (p=0,011) dan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,023). Kesimpulan: Edukasi berbasis poster lebih efektif dibandingkan edukasi lisan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil.
Factor Determinants of breast cancer : Systematic Literature Review Eka Ratnasari; Ajeng Hayuning Tyas; Rizki Dyah Haninggar; Wahida Wahida; Rachmawati Rahim; Aticeh Aticeh
Green Health International Journal of Health Sciences Nursing and Nutrition Vol. 2 No. 3 (2025): July : Green Health: International Journal of Health Sciences, Nursing and Nutr
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenhealth.v2i3.161

Abstract

Breast cancer is a highly prevalent disease and the leading cause of death in women worldwide. The determinants of breast cancer are multifactorial, including genetic, hormonal, environmental, and lifestyle factors. Breast cancer remains one of the significant global health challenges, with a growing burden of disease in both developed and developing countries. Based on recent data, it accounts for about 25% of all cancer cases in women worldwide (Sung et al., 2021). In Indonesia, breast cancer ranks first in cancer prevalence with an incidence rate of 42.1 per 100,000 population (MOH RI, 2022). This phenomenon requires a comprehensive understanding of the various determinant factors that play a role in the pathogenesis of this disease. The aim of this study was to analyze the determinant factors of breast cancer through Systematic Literature Review (SLR) of 8 national google schollar journals and 7 international pubmed journals.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DENGAN BALITA TERHADAP PELAKSANAAN SDIDTK DI POSYANDU MASSIPA, DESA TADUI KECAMATAN MAMUJU Ajeng Hayuning Tiyas; Ashriady Ashriady; Yulianti Akbar; Nurdiana Nurdiana
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.6849

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Mamuju berada pada tingkat yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini mencerminkan adanya tantangan dalam deteksi dini dan penanganan masalah gizi pada anak balita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), untuk mengidentifikasi risiko gangguan tumbuh kembang secara komprehensif di tingkat layanan primer. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan pelaksanaan SDIDTK. Metode yang dilakukan melalui edukasi, pelayanan SDIDTK, serta pemberian intervensi dini sesuai hasil interpretasi SDIDTK. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan komitmen kepada mitra dalam menjaga keberlanjutan pelaksanaan SDIDTK secara komprehensif di tingkat layanan primer.
THE RELATIONSHIP BETWEEN EARLY MARRIAGE AND THE INCIDENCE OF STUNTING Wahida Wahida; Idayati Idayati; Ajeng Hayuning Tiyas; Gusriani Gusriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i2.10327

Abstract

Stunting is a chronic nutritional disorder influenced by multiple factors, including child marriage. West Sulawesi is one of the provinces in Indonesia with a high prevalence of both stunting and child marriage. This study aimed to examine the association between child marriage and stunting among children aged 23–59 months in Mamuju Regency. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 62 mothers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews and anthropometric measurements and analyzed using the chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed no significant association between child marriage and stunting (p = 0.667; OR = 0.72; 95% CI: 0.16–3.27). These findings suggest that stunting is a multifactorial condition influenced by various determinants beyond child marriage, highlighting the need for a comprehensive approach to its prevention. The Technology Readiness Level (TRL) of this study was Level 2.