Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Axiology

Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Diferensiasi dengan Metode Pembelajaran Tutor Sebaya di UPT SPF SMPN 3 Makassar Anggreni, Sulastri Putri; Khaerani, Raisa Nurul; Asriati; Munir; La Sunra
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Axiology: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum presents student-centered learning with a differentiated system that recognizes the different needs and abilities of each student. Peer tutoring is a learning method that can be used in this learning, where students help each other learn the material. Students are divided into three groups based on their level of understanding to discuss together and work on different assignments for each group. The results showed that some students increased their self-confidence and motivation, and were able to catch up in completing their LKPD or LKS assignments.
Strategi Mahasiswa Aktif Raih Talenta Melalui Pelatihan Dengan Bimbingan Intensif PKM (Smart-PKM) Di Jurusan Bahasa Inggris Suci Amaliah; La Sunra; Maemuna Muhayyang; Lely Novia; Fitri Radhiyani
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan untuk merespons rendahnya partisipasi mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Meskipun mahasiswa memiliki kemampuan bahasa yang baik, mereka belum mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dalammenyusun proposal yang sesuai standar kompetisi nasional. Tujuan kegiatan ini adalah merancang dan mengimplementasikan model SMART-PKM, yang mencakup: (1) asesmen kebutuhan mahasiswa, (2) analisis pedoman resmi PKM, (3) lokakarya interaktif penulisan proposal dan teknik presentasi, (4) bimbingan individu, dan (5) evaluasi berkelanjutan. Selama dua bulan pelaksanaan, mahasiswa mengikuti empat sesi lokakarya, menerima bimbingan personal, serta menyusun dan merevisi proposal berdasarkan umpan balik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan sebesar 40% dalam jumlah proposal yang diajukan, serta peningkatankualitas struktur, metode, dan performa presentasi. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan motivasi untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi nasional. Beberapa masukan dari peserta mencakup perlunya penambahan waktu untuk bimbingan individual dan penerapan sistem tinjau sejawat.
WORKSHOP DEEP LEARNING BAGI GURU SMA: Menciptakan Pembelajaran Berkesadaran, Bermakna dan Menyenangkan La Sunra; Suci Amaliah; Ahmad Talib; Fitri Radhiyani; Maemuna Muhayyang
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data pendidikan nasional dari Kemendikbudristek (2024) dan OECD (2023) menunjukkan bahwa lebih dari 68% guru di Indonesia masih menerapkan pembelajaran berbasis hafalan dan berorientasi ujian, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menjawab kesenjangan pedagogis tersebut melalui penerapan kerangka Deep Learning yang menekankan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning kepada guru-guru Bahasa Inggris SMA di Kota Makassar, sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif dan berbasis pengalaman yang melibatkan 42 guru dalam sesi refleksi, diskusi kolaboratif, serta perancangan Modul Ajar berbasis Deep Learning. Dengan mengacu pada siklus pembelajaran pengalaman Kolb (1984), guru diajak untuk mengalami, merefleksikan, mengkonseptualisasikan, dan menerapkan strategi pembelajaran mendalam ke dalam modul ajar mereka. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan 78% dalam kemampuan guru merancang modul ajar berpusat pada siswa yang memadukan kesadaran diri, relevansi kontekstual, dan suasana belajar yang menyenangkan, serta tingkat kepuasan 91% terhadap kebermanfaatan pelatihan. Lebih jauh lagi, program ini melahirkan komunitas belajar profesional bernama Makassar EFL Deep Learning Educators Circle (MEDLEC), yaitu jejaring guru reflektif yang berkomitmen menumbuhkan inovasi pembelajaran bermakna dan berkelanjutan. Program ini berhasil memperkuat otonomi pedagogis, kolaborasi guru, dan keselarasan praktik mengajar dengan filosofi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian, relevansi, dan kebahagiaan dalam belajar