Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analsis Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Losion Tabir Surya Yang Beredar di Kota Pekalongan Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Khoirunnisa, Elsa Septiana; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, W; Nur, Achmad Vandian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losion adalah sediaan kosmetika yang mengandung air lebih banyak dan termasuk golongan pelembut. Efektifitas dari suatu sediaan tabir surya dapat ditunjukkan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), yang didefinisikan sebagai standar yang digunakan untuk mengukur potensi sediaan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV dan membentengi kulit dari paparan radiasi sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dari dua belas sampel losion tabir surya yang beredar di Kota Pekalongan berdasarkan kategori proteksi nilai SPF menurut FDA dan mengetahui pengaruh kepolaran pelarut terhadap nilai SPF. Sampel diuji dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm tiap interval 5 nm. Ekstraksi dilakukan menggunakan tiga pelarut yang berbeda (kloroform, etil asetat dan etanol), kemudian dianalisis dengan rumus persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dan masuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel dengan nilai SPF paling tinggi sebesar 12,36 dengan pelarut kloroform tmasuk dalam kategori proteksi maksimal, sedangkan sampel dengan nilai SPF paling rendah sebesar 1,10 dengan pelarut etanol mempunyai proteksi tabir surya tetapi tidak masuk dalam kategori proteksi menurut FDA karena nilai SPF yang didapat kurang dari minimal. Dua belas sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dari ketiga pelarut yang berbeda berdasarkan tingkat polaritasanya, pelarut yang paling efektif untuk analisis SPF secara berturut adalah kloroform, etil asetat dan etanol. Nilai SPF dari tiga pelarut yang berbeda polaritasnya secara berturut turut pada pelarut kloroform, etil asetat dan etanol sebesar 12,36, 11,06 dan 7,79.
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daging Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Ulfa, Nadia Salsabila; Pambudi, Dwi Bagus; Wirasti, W; Rahmasari, Khusna Santika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging buah asam jawa berkhasiat sebagai antioksidan. Penambahan ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) pada sediaan essence sheet mask diperkirakan mempengaruhi stabilitas fisik dari sediaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan essence sheet mask yang mengandung ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan berbagai konsentrasi (3%, 5%, dan 7%). Uji stabilitas fisik pada sediaan essence sheet mask dilakukan setelah penyimpanan selama 14 hari menggunakan uji cycling test (2°±40° C). Parameter stabilitas adalah organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test. Hasil ketiga formulasi menunjukkan stabilitas yang sesuai persyaratan sediaan gel diuji pada pengamatan organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test.
Lotion Antioksidan Ekstrak Etanol Selada Air (Nasturtium Officinale R. Br) Metode Beta Carotene Bleaching (BCB) Sulaiman, Naila Iva Amalina Putri; Wirasti, W; Pambudi, Dwi Bagus; Waznah, Urmatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada air merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid/steroid dan tannin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan lotion ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale L. R. Br). Metode penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Beta Carotene Bleaching (BCB). Pengujian stabilitas lotion meliputi dengan uji organoleptik, homogenitas, pH dan viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale R. Br) terhadap aktivitas antioksidan dan stabilitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etanol selada air sebesar 72,23±0,47 ?g/mL, sedangkan pada sediaan lotion berturut-turut formulasi 1, 2 ,3 sebesar 104,13±0,20 ?g/mL, 100,50±0,88 ?g/mL dan 98,37±1,02 ?g/mL. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan stabil masih dalam rentang SNI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion mengandung antioksidan sedang dengan sediaan yang stabil.
Pengaruh Pelarut Ekstraksi Pada Pembuatan Pemanis Dari Buah Lemba (Curculigo latifolia) Terhadap Kadar Total Gula Kamilah, Rasya Rizqi; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, W; Nur, Achmad Vandian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Lemba (Curculigo latifolia) adalah buah yang memiliki rasa manis, apabila mengkonsumsi buah tersebut rasa manis akan tertinggal pada mulut. Kandungan gula pada buah lemba dapat dipisahkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda-beda melaui proses maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total gula dan pengaruh pelarut terhadap kadar total gula pada pemanis dari buah lemba. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah lemba (Curculigo latifolia) yang diambil di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Buah lemba di maserasi dengan lima pelarut yang berbeda yaitu aquadest, etanol, metanol, etil asetat dan n-heksan, selanjutnya dipisahkan filtrat dan diuapkan menggunakan evaporator pada suhu dibawah 50ºC. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode anthrone pada panjang gelombang 628 nm. Hasil kadar gula total pada masing-masing sampel yaitu sampel ekstrak aquadest 1,625 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etanol 0,920 gram/500 gram buah lemba, ekstrak metanol 0,803 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etil asetat 0,325 gram/500 gram buah lemba dan kadar sampel ekstrak n-heksana 0,205 gram/500 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut berpengaruh terhadap kadar total gula yang diperoleh. Kadar gula total paling tinggi terdapat pada ekstrak aquadest dengan kadar total gula 1,625 gram/500 gram buah lemba.
Analisis Kadar Besi (Fe) Dan Seng (Zn) Pada Daun Selada Air (Nasturtium Officinale R.Br) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa) Fitriani, Adelia; Nur, Achmad Vandian; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) merupakan mikromineral yang sangat diperlukan dalam darah guna pembentukan hemoglobin (Hb). Seng (Zn) merupakan zat mineral essensial yang berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selada air memiliki kandungan antara lain protein, kalsium, fosfor, zat besi, seng, flavonoid, fenol dan vitamin A, E, dan C. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan kadar besi dan seng daun selada air berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Selada Air (Nastutrium officinale,R.Br) yang diambil dari ketinggian ±519 mdpl (sampel A) dan ±734 mdpl (sampel B). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm (Fe) dan 231,9 (Zn). Kadar Fe dalam sampel yang diteliti yaitu sampel A sebesar 0,441 mg/100 gr dan sampel B sebesar 1,421 mg/100 gr sedangkan kadar Zn dalam sampel A sebesar 0,007 mg/100 gr dan sampel B sebesar 0,173 mg/100 gr. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar Fe dan Zn tertinggi terdapat pada sampel B. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap kadar Fe dan Zn pada tanaman.
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Cahyaningrum, Galuh Surya; Slamet, S; Wirasti, W; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkuas merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antijamur. Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, tannin, saponin, flavonoid dan terpenoid yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak (Alpinia galanga (L) Willd) dapat mengetahui efektifitas antifungi terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sumuran pada uji aktivitas antijamur ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) dan metode maserasi untuk ekstraksi lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd). Analisis data yang diperoleh menunjukkan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 5% memiliki daya hambat sebesar 9,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat sebesar 10,16 mm dan konsentrosi 15% memiliki daya hambat sebesar 11,43 mm terhadap jamur Candida albicans yang merupakan kategori kuat.
Uji Antioksidan pada Sediaan Peel Off Nanopartikel Ekstrak Terung Belanda (Solanum Betaceum) Permadi, Yulian Wahyu; Ningrum, Wulan Agustin; Wirasti, W; Wirotomo, Tri Sakti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi nanopartikel adalah suatu teknologi formulasi suatu partikel yang terdispersi pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Tujuan penelitian ini adalah membuat sediaan Masker Gel Peel Off dari nanopartikel ekstrak terong belanda sebagai antioksidan. Teknologi nanopartikel ekstrak terong belanda mempunyai efek yang sangat baik sebagai antioksidan, sehingga dimungkinkan dibuat sediaan sebagai bahan kosmetik. Penelitian ini menguji nanopertikel ekstrak Terung Belanda (Solanum Betaceum) sebagai antioksidan sediaan Masker Gel Peel Off. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah maserasi menggunakan pelarut metanol. Pembuatan teknologi nanopartikel ekstrak Terung Belanda (Solanum Betaceum) menggunakan metode nanopertikel berbasis biopolimer. Nanopartikel ekstrak Terung Belanda (Solanum Betaceum) diformulasi menjadi Masker Gel Peel Off. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode penangkap radikal bebas DPPH. Parameter aktivitas antioksidan yaitu IC50 (Inhibititon Concentration) berturut-turut adalah 98 ± 2,1 ?g/mL dan 64 ± 2,5 ?g/mL, sedangkan uji sediaan Masker Gel Peel Off terdiri dari uji pH nilai 4,8-6,5, uji daya sebar nilai antara 5,0 – 6,5 cm, uji waktu mengering yang dihasilkan antara 12 sampai 15 menit, organoleptis (warna coklat tua, bau khas seperti teh, bentuk semi solid).
Uji Aktivitas Anti Fungi Ekstrak Daun Sambang Colok (Aerva Sanguinolenta L. Blume) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Safitri, Yuliana Nurul; Pambudi, Dwi Bagus; Rahmatullah, St.; Wirasti, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, terdapat tanaman hias yakni Daun Sambang Colok (Aerva sanguinolenta L.Blume) yang digunakan oleh penduduk setempat untuk pengobatan haid tidak teratur dan keputihan. Sambang colok (Aerva Sanguinolenta L.Blume) merupakan suatu tanaman hias yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, saponin, alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak Daun Sambang Colok (Aerva Sanguinolenta L.Blume) memiliki aktivitas anti fungi terhadap jamur candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sumuran. Analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak daun sambang colok memiliki aktivitas anti fungi pada konsentrasi 10% memiliki diameter zona hambat terbesar yaitu 7,90 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 8% memiliki diameter sebesar 7,40 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 5% memiliki diameter zona hambat 6,80 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 3% didapatkan diameter sebesar 6,55 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 2% didapatkan diameter zona hambat sebesar 4,15 mm yang tergolong kategori lemah, pada konsentrasi 1,5% memiliki diameter 3,80 mm yang tergolong kategori lemah, dan pada konsentrasi 1 % didapatkan hasil terendah yaitu 3,05 mm yang tergolong kategori lemah. Dari hasil yang didapatkan bahwa nilai konsentrasi hambat minimum ekstrak daun sambang colok yaitu pada konsentrasi 1% karena pada konsentrasi minimum sudah memiliki kemampuan untuk menghambat jamur candida albicans