Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Serasah Kebun Untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah Berpasir Di Kebun Kopi Rakyat Tadah Hujan Ifadah, Nisfi Fariatul; Faradilla, Santi; Soemarno, Soemarno; Safira, Nabila; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.02

Abstract

Tanah berpasir di perkebunan kopi rakyat memiliki kendala tanah utama berupa rendahnya kandungan C-organik dan rendahnya kapasitas tukar kation (KTK). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian serasah kebun pada tanah berpasir perkebunan kopi rakyat terhadap kandungan C organik dan KTK tanah.Penelitian inkubasi tanah menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah sampel tanah (Topsoil dan Subsoil), faktor kedua adalah dosis serasah (0, 5, 10, 20 ton.ha-1). Penelitian dilakukan di rumah kaca selama 16 minggu, pengamatan tanah meliputi pH tanah, kandungan C-organik, KTK tanah, kandungan N total, P tersedia dan K tersedia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serasah kebun (dosis serasah setara dengan 20 ton.ha-1) pada tanah lempung berpasir dari perkebunan kopi rakyat dapat meningkatkan nilai KTK dan kandungan bahan organik tanah topsoil dan subsoil.
Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi Untuk Meningkatkan Kemampuan Tanah Berpasir Menyimpan Air Di Kebun Kopi Rakyat Septiani, Deva Eka; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.01

Abstract

Tanah berpasir di kebun kopi rakyat mempunyai kemampuan sangat rendah untuk menyimpan air, sehingga sering terjadi cekaman air pada tanaman kopi di musim kemarau dengan dampak serius pada produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahgui efek pupuk kandang sapi terhadap peningkatan kapasitas air tersedia (KAT) tanah berpasir (topsoil dan subsoil) yang diambil dari kebun kopi rakyat di Desa Bambang, Wajak.  Penelitian inkubasi tanah selama 16 minggu di rumahkaca Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan kombinasi, yaitu tanah berpasir dengan dua kedalaman (K1: 0-30 cm, K2: 30-60 cm), dikombinasikan dnegan tiga dosis pupuk kandang sapi (D0: 0 ton.ha-1; D1: 10 ton.ha-1, D2: 20 ton.ha-1, D3: 30 ton.ha-1), setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi hingga dosis setara 30 ton.ha-1 ke tanah berpasir (topsoil dan subsoil) dapat menurunkan bobot isi (BI) tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan kadar air pF 2,5, pF 4,2 dan kapasitas air tersedia (KAT). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi dapat meningkatkan nilai KAT (atau pF 2.5 – pF 4.2) tanah berpasir yang diambil dari lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil) di kebun kopi rakyat.
Bahan Organik Dalam Lubang Resapan Biopori (Lrb) Untuk Meningkatkan Ketersediaan Kalium Subsoil Di Kebun Kopi Mutiasari, Faizah; Santi, Faradila; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.03

Abstract

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar minum kopi. Salah satu permasalahan pada perkebunan kopi rakyat adalah tingginya laju erosi tanah dan limpasan permukaan yang mengakibatkan hilangnya unsur hara dan bahan organik tanah. Rendahnya kandungan bahan organik dan unsur hara tanah berdampak pada rendahnya produktivitas perkebunan kopi rakyat. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian bahan organik pada lubang resapan biopori (BIH-30 cm) pada zona perakaran kopi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan ketersediaan unsur hara pada lapisan tanah bawah.Penelitian lapangan pada perkebunan kopi Robusta (umur 7-10 tahun) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah: P0 (Kontrol); BK (BIH Kosong); PKK1 (BIH + Pupuk Kandang Kambing 10 Mg.ha-1); PKK2 (BIH + Pupuk Kandang Kambing 20 Mg.ha-1; PK1 (BIH + Kompos 10 Mg.ha-1); PK2 (BIH + Kompos 20 Mg.ha-1). Pengamatan karakteristik tanah (K, Na, Ca, Mg, KTK, C-Organik) dan tanaman kopi (tinggi tanaman, jumlah daun, dan kandungan klorofil daun) dilakukan pada 1 dan 6 bulan setelah aplikasi perlakuan (MAA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing 20 Mg.ha-1 pada BIH30 cm menghasilkan karakteristik tanah (lapisan tanah 30-60 cm) dan pertumbuhan tanaman kopi yang lebih baik dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya. Kandungan bahan organik tanah berkorelasi positif dengan kandungan K-exch dan KTK tanah pada kedalaman 30-60 cm.
Indeks Lengas Tanah (Ilt) dan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Sebagai Penduga Produksi Kopi Di Kebun Kopi Bangelan, Kabupaten Malang, Jawa Timur Riezta, Saniya; Almira, Almira; Ayu, Febri; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno; Bushron, Raushanfikr
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.05

Abstract

Perkebunan kopi tadah hujan mengandalkan suplai air hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kopi, sehingga ketersediaan air dalam tanah sangat penting. Sementara itu, pengukuran dan pemantauan ketersediaan air dalam tanah memerlukan waktu dan biaya yang mahal, sehingga diperlukan metode yang murah, cepat dan akurat untuk memantau status ketersediaan air tanah pada perkebunan kopi. Soil Moisture Index (SMI) merupakan metode yang dapat digunakan untuk menaksir status kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk menaksir nilai NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan LST (land surface temperature). Indeks NDVI dan LST digunakan untuk menaksir SMI pada suatu lokasi tertentu, seperti perkebunan kopi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) SMI (soil moisture index), LST, dan NDVI, (2) hubungan antara SMI (Remote sensing) dan SMI (Field survey), dan (3) hubungan antara SMI, NDVI dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) indeks kelembaban tanah (IMT) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (2) indeks kerapatan vegetasi (NDVI) perkebunan kopi Bangelan pada fase pematangan buah kopi tergolong “Sedang” hingga “Tinggi”. (3) Metode SMI-Remote dapat digunakan untuk menduga kelembaban tanah perkebunan kopi, menggantikan metode SMI-Field. (4) SMI-Remote dan NDVI pada fase pematangan buah kopi merupakan prediktor yang baik untuk menduga produksi kopi pada saat panen. Persamaan regresinya adalah: Prod = 19857,69 +16049,00 IMTremote + 4096,26 NDVI (R^2 = 0,8173; Sig F = 0,0000005).
Kemantapan Agregat Tanah Di Kebun Kopi Rakyat, Karangploso, Malang Sukmajati, Muhammad Ramanda; Mahdiyyah, Refi Erika; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno; Pramesti, Gitri Ardia; Nugroho, Gabryna Auliya
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.09

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sifat fisik tanah: kemantapan agregat tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, konduktivitas hidrolik tanah, dan WHC (Water Holding Capacity) atau kapasitas menahan air pada zona perakaran tanaman kopi di perkebunan kopi rakyat tadah hujan. Studi lapangan dilakukan pada bulan November 2023 hingga April 2024 di kawasan perkebunan kopi rakyat tadah hujan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan survei lapangan meliputi pembuatan minipit tanah, dan pengumpulan contoh tanah tidak terganggu dan contoh tanah terganggu pada kebun-kebun kopi yang berumur <5 tahun, 5-10 tahun, dan > 10 tahun, pada kedalaman tanah 20-40 cm, 40-60 cm, dan 60-80cm. Setiap kelompok umur kebun kopi diwakili oleh 5 petak pengamatan (ukuran 10 m x 10 m) yang berisi 16 pohon kopi dengan jarak tanam 3 m x 3 m. Contoh pohon kopi pada setiap petak pengamatan berjumlah 4 pohon yang berada di Tengah-tengah petak. Contoh tanah diambil pada titik pengeboran 40-50 cm dari setiap contoh pohon kopi, kemudian dikompositkan menjadi satu sampel tanah komposit yang mewakili plot pengamatan, untuk setiap kedalaman tanah. Contoh tanah komposit ini terdiri dari contoh tanah terganggu (sekitar 1 kg tanah) dan contoh tanah tidak terganggu (4 ring sampel tanah). Analisis laboratorium terhadap karakteristik tanah meliputi kemantapan agregat tanah, kepadatan tanah, porositas tanah, konduktivitas hidrolik jenuh tanah, dan WHC (Water Holding Capacity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemantapan agregat tanah pada kedalaman 20-80 cm di kebun kopi dengan umur pohon kopi yang berbeda mempunyai nilai yang berbeda-beda, tergolong dalam agregat tanah “Sangat Mantap”. Kemantapan agregat tanah mempunyai hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisika tanah seperti berat isi, porositas tanah, kandungan fraksi pasir dan liat, serta WHC (Water Holding Capacity) tanah. Kemantapan agregat tanah, berat isi tanah, dan WHC tanah pada zona perakaran tanaman kopi (kedalaman tanah 20-80 cm) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.
Asam Humat untuk Membenahi Tanah Inceptisol dari Kebun Kopi Rakyat, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Putri, Rr. Audry Alivianisha; Pramesti, Gitri Ardia; Septiani, Deva Eka; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi asam humat terhadap sifat tanah (pH, KTK, C-Organik dan P-tersedia) topsoil dan subsoil tanah inseptisol dari kebun kopi rakyat.   Penelitian ini dilaksanakan dari Oktober 2023 hingga Maret 2024. Pengambilan sampel tanah inseptisol dilakukan di kebun kopi rakyat di wilayah Karangploso, kabupaten Malang.  Percobaan inkubasi tanah di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan dan empat ulangan. Kombinasi perlakuan tersusun atas faktor I Contoh tanah (yaitu topsoil dan subsoil) dan faktor II Dosis asam humat (yaitu 0, 500, 1000, dan 2000 ppm). Percobaan inkubasi berlangsung 16 minggu dan pengamatan meliputi tekstur tanah, pH tanah, kandungan C-organik, KTK tanah dan kandungan P-tersedia (P-Bray I). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: (1) aplikasi asam humat dapat memperbaiki karakteristik topsoil dan subsoil tanah inseptisol dari kebun kopi rakyat; (2) aplikasi asam humat berpengaruh signifikan terhadap berat kering tanaman dan serapan P tanaman jagung umur 16 minggu.
Penererapan Teknologi LRBB (Lubang Resapan Biopori Berkompos) di Kebun Kopi Milik Masyarakat Desa Bambang, Kecamatan Wajak Soemarno, Soemarno; Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahadika; Syarof, Zahrotun Naylis Syarof; Ifadah, Nisfi Fariatul; Lutfi, M Wasilul; Mustofa, Haidar Jundi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.03

Abstract

Rendahnya produktivitas  kebun kopi rakyat di wilayah Wajak disebabkan oleh kondisi tanah berpasir yang miskin bahan organic, sehingga tanah tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman kopi secara optimal. Teknologi yang dianggap aman dan efisien adalah penempatan kompos organic di zona perakaran tanaman kopi melalui lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendesain dan menerapkan teknologi LRB berkompos di kebun kopi rakyat Desa Bambang Kecamatan Wajak. Teknologi LRB ini dirakit dengan menggunakan pipa PVC diameter 15 cm dan panjangnya 40 cm, pipa ini dilubangi dindingnya dan kemudian dimasukkan ke dalam tanah di sekitar pohon kopi produktif, ada empat LRB di setiap pohon. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam LRB sesuai dengan dosis rekomendasi. Dosis kompos dalam kegiatan ini sebesar 5 kg per pohon dan kemudian dimasukkan ke dalam LRB. Teknologi LRB berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air tersedia, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah di zona perakaran kopi.
Analisis Ketahanan Penetrasi Subsoil Di Agroekosistem Kebun Kopi Robusta Di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Ifadah, Nisfi Fariatul; Riyanto, Saniya Reizta; Jasmita, Adellia; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.10

Abstract

Subsoil compaction indicator can be seen from the value of soil penetration resistance (SPR). Information related to the distribution of soil penetration resistance is important as the efforts to increase coffee production due to the relation to development of coffee roots, while at the research location does not have yet this information. Therefore, further research is needed to know the soil penetration resistance at several coffee ages with different soil depths and to analyze the relation between soil penetration resistance with other soil physical properties, coffee growth, as well as productivity of coffee crops in the Robusta coffee plantation. This research activity was carried out by survey method and purposive sampling method. The survey activities include making minipits, measuring soil penetration resistance at coffee plantation with a coffee plant age of 5 to >20 years at a soil depth of 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm by using a hand penetrometer, taking soil samples, and measuring coffee plant growth. The results showed that soil penetration resistance (SPR) in smallholber coffee plantations in the coffee root zone is classified into the “Medium” and “High” soil penetration resistance classes (1.34 MPa to 3.35 MPa). Variations in SPR values are caused by differences of cpffee age, agricultural activities in coffee plantations, and soil physical characteristics. Several physical properties of the soil that are closely related to the soil penetration resistance value are aggregate stability, water content, bulk density, porosity, silt content, and clay content. The soil penetration resistance value is closely related to the productivity of Robusta coffee, with a correlation coefficient value of -0.5936**.