Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN NUTRISI DAN STATUS GIZI PADA ANAK AUTISME maizzatul raziah; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jbe9v109

Abstract

Autisme pada anak merupakan kelainan pada perilaku, komunikasi, interaksi sosial dan emosi yang tidak stabil. Autisme adalah sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan otot kompleks dan gangguan perkembangan saraf. Terdapat beberapa faktor yang ikut mempengaruhi terjadinya autisme, yaitu Faktor Psikogenik, Faktor biologis dan lingkungan.  Peran Nutrisi Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa sel-sel saraf otak, termasuk neurotransmitter, memiliki kaitan langsung dengan nutrisi dari makanan dan malnutrisi atau defisiensi zat-zat gizi tertentu dapat menyebabkan gangguan pemusatan perhatian (inattention), perilaku hiperaktif dan impulsif akibat berkurangnya kadar serotonine, dopamine, noreepinephrine dan acetylcholine, merupakan neurotransmitter otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku, konsentrasi dan suasana hati. Gangguan proses sulfasi dan detoksifikasi logam berat dan bahan beracun dari tubuh dan otak. Glutatione adalah peptida utama yan dibutuhkan untuk proses stress oksidatif. Pada anak autisme ditemukan kadar glutation yang rendah sehingga mengakibatkan peningkatan stress oksidatif pada anak autisme.
RELEVANSI GIZI DAN KESEHATAN Syarifah, Syarifah Rozati Nomira; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/mxqfwp22

Abstract

Gizi, terdiri dari makronutrien dan mikronutrien, memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh, memastikan pertumbuhan yang optimal, dan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program-program seperti Stranas Stunting dan Germas untuk mengatasi tantangan serius terkait masalah gizi. Faktor-faktor seperti ekonomi, sosial, budaya, akses terhadap makanan, dan kesehatan memengaruhi status gizi, menuntut pendekatan menyeluruh. Koordinasi antar sektor, keterbatasan sumber daya, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan utama dalam upaya mengatasi permasalahan gizi. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan tujuan untuk menyelidiki peran penting gizi dalam kesehatan manusia, dengan fokus pada aspek-aspek kompleks seperti stunting, wasting, underweight, obesitas, dan anemia gizi besi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya keseimbangan gizi, tidak hanya dalam kuantitas makanan tetapi juga kualitasnya. Berbagai zat gizi, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral, memiliki peran unik dalam menjalankan fungsi biologis tubuh. Saran penulis mencakup pengetahuan kebutuhan tubuh, penggunaan metode perhitungan gizi, dan kesadaran terhadap pentingnya gizi dalam menjaga daya tahan tubuh, mencegah penyakit kronis, dan mendukung kesehatan mental guna menjaga kesehatan secara menyeluruh.
TANGGUNG JAWAB HUKUM PRAKTIK TANPA SURAT IZIN OLEH PENATA ANESTESI DI RUMAH SAKIT sri wahyuni; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2pmjzv59

Abstract

Yurisdiksi kesehatan kian marak. Secara yuridis rumah sakit bertanggung jawab atas semua kerugian yang diakibatkan kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Sebagai langkah preventif rumah sakit melakukan kredensial terhadap semua tenaga kesehatan yang terlibat perawatan medis langsung, salah satunya adalah kepemilikan surat izin praktik. Dalam latar belakang terdapat isu hukum, yakni praktik tanpa surat izin oleh penata anestesi di rumah sakit. Maka timbul permasalahan legalitas dan pembebanan tanggung jawab. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah sakit tidak bertanggung jawab dan turut bertanggung jawab secara hukum terhadap praktik tanpa surat izin oleh penata anestesi di rumah sakit, tergantung pada perjanjian kerja bersama. Sehingga Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, tidak berlaku absolut.
Relevansi Antropologi dalam Kajian Kesenian di Indonesia Rajudin, Rasina; Nurdin, Ambia; Lestari, Diana; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ycxmp156

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana antropologi dan seni menaruh perhatian pada seni, khususnya pada penelitian serupa yang pernah dilakukan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut juga untuk menunjukkan makna tersirat dari beberapa proposisi dan asosiasi gagasan dalam perspektif antropologi yang dapat dijadikan pertimbangan bagi kajian seni rupa. Dalam pengertian ini, hal ini bukan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan besar antropologi seni atau membatasi diri pada keutamaan-keutamaan antropologi seni, melainkan untuk memperluas cakrawala yang harus mempertimbangkan hal-hal tersebut.
Perempuan dan rokok (kajian sosiologi kesehatan terhadap perilaku kesehatan reproduksi perempuan perokok di kota surakarta ) Elisa nur; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v9t7zr36

Abstract

Banyak faktor perilaku yang memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan reproduksi wanita, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah bidan Puskesmas dan suami dari wanita perokok, respondennya adalah wanita perokok. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sementara sampel dengan maximum variation sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, hubungan sosial dan keinginan mencoba hal baru membuat wanita merokok. Dalam sehari, responden mengkonsumsi rokok 3 batang hingga 1 atau 2 bungkus rokok. Pengetahuan perokok Wanita tentang kesehatan reproduksi cukup luas, namun sikap mereka dalam menjaga Kesehatan reproduksi masih kurang karena mereka berhenti merokok hanya selama kehamilan dan menyusui. Setelah itu, mereka akan merokok lagi. Selain itu, beberapa responden tidak memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi serly adhariaty; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rnzeph17

Abstract

Era globalisasi telah membawa budaya dan teknologi ke wilayah masyarakat adat yang dapat menimbulkan mulai pudarnya kepercayaan masyarakat karena adanya modernisasi pada masa kini. Modernisasi merupakan proses transformasi masyarakat dan kebudayaan dalam semua aspeknya, dari tradisional ke modern. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada kaitan Dinamika Sosial Masyarakat Adat dalam Menghadapi Modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metodeliteratur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui analisa data pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan antara kepercayaan masyarakat dan modernisasi di Kampung. Hasil penelitian ini adalah menunjukan jika terdapat beberapa aspek modernisasi yang masuk kedalam masyarakat. Tetapi tidak membuat suatu perubahan pada kebiasaan dan adat istiadat serta nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat karena masyarakat tetap memegang kepercayaan masyarakat adat, budaya dan adat istiadat yang diajarkan oleh leluhur. Hal ini diambil berdasarkan indikator yang diuji meliputi Sekularisasi, Penggunaan Nalar, Pendidikan, Kebiasaan Masyarakat, Sikap Terbuka, Kemajuan Teknologi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIARE PADA ANAK LAURA YOHANA; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hztbrj10

Abstract

Diare merupaka suatu kondisi dimanan seseorang mengalami kondisi buang air besar 3 (tiga) kali atau lebih dalam rentan waktu 24 (dua puluh empat) jam dengan kondisi tinja atau feses berupa cairan encer atau sedikit berampas. Diare lebih dominan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah, sehingga anak-anak sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab diare. Jika diare disertai muntah berkelanjutan akan menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Penyakit diare terjadi akibat faktor langsung maupun tidak langsung, diare bisa juga berasal dari faktor agen penjamu, perilaku, dan juga faktor terkait dengan lingkungan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak. Metode yang di gunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka (library research). Hasil dari penulisan artikel ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak-anak adalah faktor lingkungan, pengetahuan orang tua, kondisi ekonomi, umur, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, personal hygiene dan kualitas makanan yang di konsumsi.
Tanaman Obat di Indonesia: Sebuah Perspektif dari Antropologi Kesehatan Jamaluddin, RAHMA SASWITA; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dyn9pj56

Abstract

Tumbuhan obat di Indonesia telah didokumentasikan selama berabad-abad. Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional sangat diminati oleh masyarakat karena terbukti memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. Suku Karo tidak hanya menggunakan tumbuhan untuk keperluan obat tradisional, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, adat, dan budaya. Suku Karo telah menciptakan sistem kearifan lokal yang unik dalam merawat tumbuhan yang ada di sekitar mereka. Pengolahan dan penggunaan obat tradisional ini telah diwariskan oleh leluhur mereka, menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Bentuk-bentuk perawatan tradisional yang selalu digunakan oleh suku Karo mencakup Parem/Kuning, Tawar, Minyak Karo, dan Oukup. Keempat jenis perawatan ini memiliki karakteristik dan efikasi yang berbeda satu sama lain, mencerminkan kekayaan pengetahuan tradisional yang telah terjaga dan dilestarikan oleh suku Karo selama berabad-abad.
Gambaran Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Hipertensi 05, Maulina; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvnx3330

Abstract

 Hypertension is a health problem that is not only intense inthe world, but also in Indonesia. Hypertension is also referred to as the silent killer, which is a deadly disease without any signs and symptoms firstas a warning. The status of blood pressure will be higher as the function ofthe body's organs decreases. Hypertension is an abnormal increase in blood pressure which is the main cause of cardiovascular disease. The purpose of this study was to describe the efforts of early detection of hypertension and prevention of hypertension in Kayu Bawangvillage in the working area of Peat Public Health Center. Therefore, the public must be able to detect early and make efforts to prevent hypertension so that the blood pressure of people with hypertension can be controlled.
KEBIASAAN KEROKAN PADAMASYARAKAT SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DALAMPERSPEKTIF ANTROPOLOGI KESEHATAN Maudatul Izza; Nurdin, Ambia; Dinen, Kiki Asrifa; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3j6p4436

Abstract

Meskipun saat ini telah memasuki era modern dimana ilmu pengetahuan danteknologi kedokteran berkembang sangat pesat namun sebagian besarmasyarakat masih mempertahankan pengobatan tradisional sebagai upayakuratif.Pengobatan tradisional telah menjadi suatu kebiasaan turun temurundan melekat di kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatansalah satunya adalah kebiasaan kerokan. Terdapat berbagai macam alasanmasyarakat masih mempertahankan kerokan sebagai pengobatan tradisionaldiantaranya adalah faktor kepercayaan, sosial budaya, faktor ekonomi danlain sebagainya. Penulisan ini dilakukan menggunakan metode literaturereview dan disusun untuk mengidentifikasi pandangan antropologi kesehatanterhadap kebiasaan kerokan yang ada di masyarakat. Dari hasil telaahdiketahui bahwa kerokan tidak hanya ada di Indonesia saja namun terdapatpula di beberapa negara Asia dengan istilah dan alat yang berbeda padamasing-masing negara. Selain itu pengobatan tradisional ini dapat membukapeluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga dapat diambilkesimpulan bahwa kerokan merupakan pengobatan tradisional yang telahdilakukan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Kerokan telahumum dilakukan bagi masyarakat dewasa maupun anak-anak. Pengobatanini dianggap sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi beberapapenyakit ringan, seperti seperti flu, pilek, demam, serta sakit kepala.