Claim Missing Document
Check
Articles

ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN PRAKTIK PERAWATAN TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT ACEH elsa fajira; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s8bfcm63

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional merupakan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan pasca melahirkan oleh Suku Aceh di Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik Participatory Rural Appraisal dan observasi. Parameter dalam penelitian ini adalah jenis tumbuhan obat, jenis ramuan obat, dan cara penggunaan ramuan dalam pengobatan pasca melahirkan. Hasil penelitian diperoleh 25 jenis tumbuhan yang tergolong ke dalam 15 suku yang digunakan dalam pengobatan pasca melahirkan di Kabupaten Pidie. Jenis ramuan dalam pengobatan tradisional pasca melahirkan terdiri atas obat dalam dan obat luar. Obat dalam yang digunakan terdiri atas obat perut, bedak param, dan pilis. Penggunaan ramuan obat dalam dan obat luar selama pasca melahirkan dilakukan selama 44 hari. Manfaat dari penggunaan obat tersebut di antaranya menambah darah, meningkatkan jumlah air susu ibu, menghangatkan badan, dan menghilangkan lelah pasca melahirkan. Pemanfaatan tumbuhan obat secara tradisional sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat Aceh pada pengobatan ibu pasca melahirkan selain pengobatan modern.
Tradisi Pengobatan Tradisional Meurajah di Gampong Cucum Aceh Besar SUCI, SUCI RAMADHANI; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tmf3sv65

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki berbagai macam suku. Salah satu fenomena yang menarik dan dekat sekali hubungannya dengan kepercayaan masyarakat Aceh adalah rajah (bahasa Aceh). Rajah juga dapat diartikan mantra/doa atau simbol. Pada masyarakat Aceh, rajah biasanya dipelajari oleh sebahagian masyarakat secara turun temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana proses pelaksanaan pengobatan tradisional Meurajah serta apa alasan masayarakat memilih pengobatan tradisional Meurajah. Penelitian ini dilakukan di Desa Cucum, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian kualitatif. Metode penyembuhan penyakit secara tradisional masyarakat Desa Cucum pada umumnya dilakukan dengan menggunaan mantra. Mantra yang dibaca perpaduan antara bahasa Aceh dan bahasa Arab. Selain itu hampir seluruh jenis obat-obatan tradisional yang berkembang di masyarakat mengunakan Ranup ranub atau sirih, sebagai komponen utama pengobatannya. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 67 spesies tumbuhan obat yang termasuk ke dalam 38 familia daun. Proses pelaksanaan pengobatan Rajah dimulai sejak pukul 4 sampai jam 8 malam, proses pelaksanaannya pasien akan membawa obat-obatan yang sudah ditentukan sesuai penyakit yang diderita, dalam cara pengobatannya semua jenis penyakit hampir tergolong sama. Pertama dukun akan mengambil semua bahan-bahan obat yang tersedia dan dipotong kemudian dimasukkan kedalam mangkok. Alasan Pengobatan meurajah/ rajah sangat diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan pengobatan ke klinik kesehatan atau modern. Pada umumnya alasan masyarakat memilih pengobatan tradisional dibandingkan pengobatan modern ini disebabkan beberapa faktor yaitu Faktor Keuangan, Faktor Hubungan Sosial Masyarakat, Faktor Pengetahuan dan Pendidikan, Bahan Obat-Obatan Mudah ditemukan dan Banyaknya Masyarakat Yang Sembuh Sebab Perantaraan Do’a atau Mantra.
TINGKAT PENGETAHUAN KADER DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Wanda, Herfa iswanda; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4k5n3919

Abstract

Stunting menjadi permasalahan gizi kronis dalam prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Kabupaten Semarang termasuk dalam 100 kota/kabupaten prioritas untuk intervensi anak dengan stunting di Indonesia. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan deskriptif survei. Sampel penelitian ini adalah kader Kesehatan didesa Kecamatan Banyubiru dan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan jumlah sampel 120 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. 
"Dampak Kesehatan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga: Tinjauan Kesehatan Masyarakat di Indonesia" maulita, risna; Nurdin, Ambia; Dinen, Kiki Asrifa; Fitria, Ully
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/19xc1q78

Abstract

Asuransi kesehatan dan akses kredit mikro memiliki peran penting dalam mengurangi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia. Metode evaluasi dampak Propensity Score Matching (PSM) digunakan untuk mengestimasi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia dengan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guncangan kesehatan secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi rumah tangga baik pada konsumsi makanan dan bukan makanan. Asuransi kesehatan membantu melindungi rumah tangga dari beban finansial yang tidak terduga akibat biaya kesehatan yang tinggi, sementara akses kredit mikro memberikan kesempatan bagi rumah tangga untuk memperoleh modal tambahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Gambaran stuasi gizi bayi dan balita pada masa covid-19 di kalurahan Jetis sukoharjo Utami, Sri; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6ymkcq61

Abstract

lah gizi lebih rentan dialami oleh anak-anak. Oleh sebab itu mereka membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi di bandingkan dengan orang dewasa.anak-anak akan menderita kekurgan gizi jika mereka tidak dapat mengakses gizi dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Gangguan gizi pada kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Gizi kurang pada belita hanya menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas ketika dewasa.  
BUDAYA MASYARAKAT YANG MERUGIKAN KESEHATAN PADA IBU NIFAS DAN BAYI Zulbaidah, Nirwana; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2xrayy77

Abstract

       Beragam budaya dalam masa nifas dan pengasuhan anak, banyak muncul  diantaranya pada awal periode setelah melahirkan, berbagai larangan dan praktek budaya seringkali berdasarkan pada kepercayaan bahwa persalinan telah mengganggu keseimbangan tubuh seorang wanita, memprediksi dirinya untuk terkena penyakit, dan kepercayaan bahwa wanita setelah bersalin dalam kondisi kotor, serta perilaku pingitan selama 40 hari dan meminimalkan untuk melakukan aktifitas. Tujuan Penelitian Membuktikan budaya masyarakat yang merugikan kesehatan pada ibu nifas dan bayi.      Metode yang digunakan metode survey kualitatif, Jenisnya semi kualitatif  dengan pendekatan observasional, Pendekatan waktu cross sectional, penelitian dilakukan tanggal 09- 29 September 2019, Populasi seluruh ibu nifas dan bayi dengan jumlah sampel 6 responden, data primer instrument yang di gunakan pertanyaan terbuka.      Hasil  karakteristik umur responden sebagian besar adalah > 30 Tahun yaitu 4 responden (67%), untuk pekerjaan responden hampir seluruhnya yaitu sebagai ibu rumah tangga yaitu 5 responden ( 83%), dari segi pendidikan hampir seuruhnya adalah SD- SMA yaitu 5 responden (83%), sedangkan berdasarkan uturan anak yang di lahirkan sebagian besar adalah anak ke ≤ 2 (67%) dan karakteristik hari nifas ke adalah seluruhnya adalah nifas ≤ 7  hari (100%). Kesimpulan masih adanya ibu nifas yang menggunakan rebusan daun sirih untuk di gunakan cebok pada alat kelamin, memakai gurita atau stagen pada perutnya, ada yang meminum jamu tradisional untuk menghilangkan bau pada cairan yang dikeluarkan alat kelamin, dan juga mandi pagi tidak boleh terlalu siang karena dapat menimbulkan rabun. bayi masih di pakaikan gurita.
PERAN ASPEK ETIKA TENAGA MEDIS DALAM PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT april, lilis aprilia frasticha; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7fmyx193

Abstract

Permasalahan etik didunia rumah sakit seperti halnya fenomena gunung es. Di lndonesia ba-nyak permasalahan yang tidak terungkap. Mulai dari kasus dugaan malpraktik, kelalaian dalam penanganan pasien, diskriminasi terhadap pasien, sampai tindak kriminal lainnya. Tenaga medis memiliki peran penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu. Di antaranya dalam menerapkan budaya keselamatan pasien. Saat ini keselamatan pasien belum sepenuhnya menjadi budaya dalam pelayanan kesehatan. Hal ini terlihat dari masih adanya kasus seperti malpraktik, diskriminasi, dan lainnya. Setiap profesi kesehatan memiliki kode etik masing-masing. Keberadaan kode etik seharusnya menjadi aspek dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Undang-undang Rumah Sakit nomor 44 tahun 2009 sudah jelas mengatakan bahwa keselamatan pasien adalah faktor yang harus diutamakan oleh petugas kesehatan dibandingkan faktor yang lain. Metode: metode yang digunakan yaitu menelaah dari berbagai sumber publikasi ilmiah secara online. Dari hasil pencarian kemudian diolah dan dianalisis sehingga menghasilkan sebuah pembahasan dan kesimpulan dari topik yang ditetapkan. Hasil: Kode etik yang dimiliki oleh profesi tenaga kesehatan harus selalu diterapkan sebagai upaya untuk menerapkan budaya keselamatan pasien. Pasien akan merasa puas apabila terlayani dengan baik oleh tenaga kesehatan. Untuk menerapkan budaya keselamatan pasien dan menjalankan kode etik profesi diperlukan iklim berorganisasi yang baik. Aspek etika menjadi bagian penting dalam melakukan pelayanan kepada pasien.   
Pengobatan Tradisional Pasca Melahirkan di Desa Lamreh Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar Siti humairah; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tn3j2y41

Abstract

Pengobatan trasidisonal merupakan salah saatu jenis pengobatan yang dilakukan secara turun-temurun oleh beberapa masyarakat. Proses pengobatan tradisional dilakukan dengan berbagai macam cara seperti menggunakan ramuan dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengobatan tradisional ibu pasca melahirkan yang dilakukan oleh masyarakat. metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Sampel penelitian ini masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional pasca melahirkan dan masyarakat yang melakukan pengobatan tradisional pasca melahirkan. Teknik analisis data secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan proses pengobatan tradisional untuk ibu pasca melahirkan dengan meminum ramuan-ramuan, melakukan urut (pijat) badan, dan menggunakan obat oles pada perut.
Tring Kunengsebagai Media Pengobatan Tradisionalpada Masyarakat Aceh Dan Kalimantan Novita Mlina; Nurdin, Ambia; Dinen, Kiki Asrifa; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hsm2mx51

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuisecaramendalamtentangpengertiansehat dan sakitmenurutmasyarakat  Aceh di Gampong Gle Putoh, makna media TriengKunengdalampengobatantradisional, dan kepercayaanmasyarakatterhadappengobatantradisional. Pendekatanpenelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiankualitatifdenganjenismetodepenelitianetnografi, pengujiankeabsahan data menggunakanteknikanalisis data kualitatif. Teori interpretatifdigunakansebagaipisauanalisisuntukmenginterpretasikanpraktik-praktikmanusia yang bermakna. Sehinggateknikpengumpulan data dengancaraobservasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperolehdarisumberberupa orang, tempat dan arsipataudokumen. Hasil penelitianmenunjukkanbahwapemilihanupayapenyembuhanpenyakit yang sesuai oleh masyarakat, juga ditentukanataspersepsipenyebabdaripenyakit dan rasa sakit yang wajaratautidakwajar 
EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KEPALA KELUARGA BAGI KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT najma; Nurdin, Ambia; Fitria, Ully; Dinen, Kiki Asrifa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e6taqx85

Abstract

ABSTRAKKurangnya pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran warga  terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan menyebabkan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Maka tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kegiatan berupa transfer pengetahuan terkait kesehatan lingkungan warga masyarakat. Metode yang digunakan adalah knowledge transfer dengan pendekatan yaitu; a) persiapan kegiatan, b) kegiatan edukasi kesehatan lingkungan masyarakat, c) evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan menggunakan strategi presentasi materi dan diskusi. Kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga kalurahan tertomartani diikuti sebanyak 23 peserta. Data peserta kegiatan yaitu; 1) kepala dukuh sebayak 17 peserta, 2) lembaga desa sebanyak 3 peserta, 3) tokoh pemuda dan masyarakat sebanyak 3 peserta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi kesehatan lingkungan masyarakat kalurahan tertomartani, antara lain; 1) sebanyak 19 peserta atau 82,60% paham, 2) sebanyak 1 peserta atau 4,34% cukup paham, 3) sebanyak 2 peserta atau 8,69% belum paham.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan status sosial ekonomi kepala keluarga terhadap kesehatan lingkungan masyarakat. Pendapatan juga sangat mempengaruhi setiap kepala keluarga mengenai kesehatan lingkungan. Pekerjaan/mata pencahariaan juga sangat mempengaruhi pengetahuan kepala mengenai kesehatan lingkungan. Status sosial sangat mempengaruhi kesehatan lingkungan yang dimiliki dimana apabila semakin tinggi status sosial ekonomi kepala keluarga baik dilihat dari pendidikan, pekerjaan dan pekerjaan/mata pencaharian, maka semakin baik kesehatan lingkungan yang dimiliki. Bahwa status sosial ekonomi kepala keluarga (pendidikan, pendapatan dan pekerjaan/mata pencahariaan) memberikan kontribusi yang besar bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi kepala keluarga.