Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak pemberian instruksi pembersihan gigi tiruan lengkap dengan menggunakan leaflet terhadap kualitas hidup lansia (kajian di panti wreda kasih bapa, pontianak tenggara) Niko Falatehan; Juan Justin John
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jkgt.v5i1.16890

Abstract

Patient instruction is a crucial factor that could affect the outcome of complete denture treatment. Leaflet is one of the written media that is frequently utilized to provide information and instruction. Effective instruction will help patients maintain good behavior towards cleaning their dentures thus affecting their quality of life. This study aims to determine the impact of written instructions with the use of leaflet regarding complete denture cleaning on the oral health related quality of life in elderly patients. 36 elderly patients are interviewed and instructed with leaflet. The quality of life is assessed with OHIP-EDENT questionnaire. Data is collected twice, before the patients were given the instructions 1 month after the patients were given the instructions. Before receiving written instructions, most of the patients have a moderate quality of life (86,11%). After receiving instructions most of the patients have good quality of life (55,56%). Statistical test showed significant impact of leaflet instruction regarding complete denture cleaning on the oral health related quality of life of elderly patients. There is a significant impact of written complete denture cleaning instructions on the oral health related quality of life on elderly patients.
Efektivitas Waktu Perubahan Perilaku Lanjut Usia Pengguna Gigi Tiruan Lengkap dengan Menggunakan Video Pembersihan Gigi Tiruan Lengkap : (Kajian di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah) Falatehan, Niko; Johannis, Stefano D.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.54020

Abstract

Abstract: Aging process brings about several problems, particularly in the realm of oral health inter alia tooth loss in elderly. Dental prosthetic treatments, such as complete denture treatment can be employed to restore aesthetic, masticatory, and phonetic functions. The timing of follow-up appointments significantly influences the success of complete denture treatments. This study aimed to determine the effectiveness of using educational videos of cleaning complete dentures on time of behavior change among the elderly residents at Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah. This was an experimental study with a cross-sectional design using a questionnaire consisting of 15 questions. The results obtained 22 elderlies as subjects. Data collection was performed four times: before the video intervention; control I (one day after the video intervention); control II (one week after control I); and control III (two weeks after control II). Changes in elderly behavior were tested using the Friedman test. The results showed that the most significant change of behavior was during control I, which was one day after receiving instructions in the form of a video. The Friedman test resulted in a p-value of 0.001. In conclusion, the best follow-up time that resulted in the most significant improvement in behavior is control I, which is one day after the administration of instructional videos. Keywords: elderly; complete denture; control time; educational videos; behaviour   Abstrak: Bertambahnya usia akan menimbulkan beberapa permasalahan, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah kehilangan gigi pada kelompok lanjut usia (lansia). Pada kehilangan gigi dapat dilakukan perawatan gigi tiruan lengkap (GTL) untuk mengembalikan fungsi estetik, mastikasi, dan fonetik. Waktu kontrol memiliki pengaruh besar dalam keberhasilan perawatan GTL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video edukasi pembersihan GTL terhadap waktu perubahan perilaku lansia pengguna GTL di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan desain potong lintang dan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan. Pengambilan data dilakukan sebanyak empat kali, yaitu sebelum diberikan video; kontrol I, sehari setelah pemberian video; kontrol II, satu minggu setelah kontrol I; dan kontrol III, dua minggu setelah kontrol II. Perubahan perilaku lansia diuji menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian ini mendapatkan 22 lansia sebagai subjek penelitian. Perilaku lansia mengalami perubahan paling bermakna pada saat kontrol I dengan hasil uji p=0,001. Simpulan penelitian ini ialah waktu kontrol terbaik yang memberikan peningkatan perilaku paling bermakna ialah kontrol I, yaitu sehari setelah pemberian instruksi berupa video. Kata kunci: lanjut usia; gigi tiruan lengkap; waktu kontrol; video edukasi
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Gigi Tiruan Pada Lansia di Panti Werdha Berea Kedoya Falatehan, Niko; Yusra, Yohana; Chandra Dwidjayanti, Siti; Faaudah Amin, Meiny; Ariwibowo, Taufiq
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TERPADU Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kesehatan Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jakt.v3i1.20115

Abstract

Elderly are people aged 60 years or more. According to Riskesdas, the highest prevalence of tooth loss in Indonesia is in the age group over 60 years, specifically at 30.6%. Prosthodontic treatment can improve a patient's oral health, improve their masticatory and speech functions, and improve their aesthetics. However, the use of dentures requires proper care. The elderly need to be aware of how to maintain oral health and care for dentures to ensure its longevity. The purpose of this activity is to increase knowledge and change attitudes and behaviors concerning dental health care, denture care and oral hygiene in the elderly. In this activity, audio visual training techniques are applied by using powerpoint and videos as training tools to improve the retention of counseling materials by the elderly and avoid saturation. The delivery of materials is conducted using a language that is easily understood by the elderly. Based on the results of the pretest and posttest, this activity shows an increase in knowledge as well as the enthusiasm of the participants in asking questions about counseling and training related to maintaining oral health and the mouth as well as dentures. A good level of success can be achieved through this activity as it is supported by appropriate methods and good communication between the implementing team and the community.
PENYULUHAN, PELATIHAN, DAN PEMBERIAN BUKU SAKU MENJAGAKESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK LANSIA DI PANTI SOSIAL JAKARTA BARAT Panjaitan, Caesary Cloudya; Eddy; Lestari, Sri; Falatehan, Niko; Dwimega, Arianne; Endriyana, Jessica
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 5, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/ak4nym92

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 didapatkan hanya 2,9% kelompok lanjut usia (lansia) yang menyikat gigi dengan baik dan benar. Jika tidak dilakukan perawatan, gigi akan rusak dan harus dicabut. Hal inilah yang menyebakan kelompok masyarakat lansia banyak yang mengalami kehilangan gigi dan membiarkan tanpa diganti dengan gigi tiruan. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar Jakarta Barat. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan metode pendidikan dan pelatihan dengan mitra PkM 31 lansia dan petugas Panti Sosial. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre-post test berisikan 12 pertanyaan pengetahuan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Di akhir kegiatan dilakukan pemberian buku saku menarik yang dapat digunakan oleh peserta dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan danketerampilan peserta sebesar 16,67% dengan nilai rata-rata pre-test 50% menjadi 66,67% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan PkM ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Antusias peserta sangat baik, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan PkM ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga para peserta dapat memiliki perilaku yang benar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.  
PENGARUH INSTRUKSI LEAFLET PEMBERSIHAN GIGI TIRUAN LENGKAP TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA (Kajian di Panti Wreda Kasih Bapa, Pontianak Tenggara) Niko Falatehan; Juan Justin John
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.24594

Abstract

Instruksi merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan perawatan gigi tiruan lengkap. Leaflet merupakan salah satu media tulis yang seringkali digunakan dalam penyampaian informasi dan instruksi. Pemberian instruksi yang baik dapat meningkatkan perilaku pembersihan sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian instruksi pembersihan gigi tiruan lengkap dengan menggunakan leaflet terhadap kualitas hidup terkait kebersihan rongga mulut pada lansia pengguna gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test yang dilakukan di Panti Wreda Kasih Bapa, Pontianak Tenggara dengan mewawancarai 36 pasien dengan menggunakan kuesioner OHIP-EDENT. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum diberikan instruksi leaflet dan 1 bulan setelah diberikan instruksi leaflet. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan kualitas hidup pada lansia setelah diberikan instruksi pembersihan gigi tiruan dengan menggunakan leaflet. Sebelum diberikan instruksi ditemukan bahwa mayoritas pasien di Panti Wreda Kasih Bapa memiliki kualitas hidup sedang (86,11%). Setelah diberikan instruksi terdapat peningkatan dimana mayoritas pasien memiliki kualitas hidup baik (55,56%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank didapatkan nilai p=0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian instruksi leaflet pembersihan gigi tiruan lengkap terhadap kualitas hidup terkait kebersihan rongga mulut pada lansia pengguna gigi tiruan lengkap.
PERSEPSI TENTANG FUNGSI ESTETIK DAN MASTIKASI GIGI TIRUAN LENGKAP TERHADAP LANJUT USIA Niko Falatehan; Jihan Fahira
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18440

Abstract

Salah satu masalah dalam rongga mulut yang banyak dialami oleh populasi lansia adalah kehilangan gigi secara keseluruhan, untuk mengatasi hal tersebut pasien bisa melakukan perawatan prostodontik berupa gigi tiruan lengkap. Persepsi lansia dalam penggunaan GTL penting diketahui guna mengevaluasi kelebihan dan kekurangan GTL yang digunakan, terutama dari segi estetik dan mastikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi lansia terhadap fungsi estetik dan mastikasi GTL, dimana merupakan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional dari 30 orang lansia di Panti Werdha Tresna Wisma Mulia, Jelambar, Jakarta Barat. Persepsi lansia terhadap fungsi estetik dan mastikasi GTL diukur dengan instrumen OHIP-14 (Oral Health Impact Profile-14). Analisis data dengan program SPSS versi 22.0 menunjukkan secara umum keseluruhan sampel memiliki persepsi sedang terhadap fungsi estetik dan mastikasi GTL. Berdasarkan pengelompokkan jenis kelamin diperoleh kelompok lansia pria dengan kategori sedang memiliki persepsi mengenai fungsi mastikasi terhadap GTL. yaitu sebesar 84,6% dan kelompok lansia wanita dengan kategori baik memiliki persepsi mengenai fungsi estetik terhadap GTL yaitu sebesar 58, 8%. Pria lebih mementingkan fungsi mastikasi pada penggunaan GTL, sedangkan wanita lebih mementingkan fungsi estetik pada penggunaan GTL.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN ESTETIK DAN FONETIK PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP DI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS TRISAKTI Niko Falatehan; Eddy Kusumah
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11710

Abstract

Kehilangan seluruh gigi merupakan masalah kesehatan yang diderita oleh kebanyakan lansia. Jika masalah ini tidak diperbaiki akan mengganggu kecantikan (estetik) dan gangguan bicara (fonetik) pada pasien lansia. Untuk mengatasi masalah ini pasien dibuatkan gigi tiruan lengkap (GTL). Pasien lansia memiliki beragam tingkat kepuasan tergantung dari hasil pelayanan yang diberikan dan GTL yang dibuatkan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien dalam menggunakan gigi tiruan lengkap dari segi estetik dan fonetik. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik pembagian kuisioner kepada pasien lansia pengguna gigi tiruan lengkap yang berada di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti Jakarta Barat yang berusia 60 tahun keatas sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil analisis program SPSS menggunakan windows versi 22.0 menunjukkan bahwa pengguna gigi tiruan lengkap terhadap faktor estetik memiliki tingkat kepuasan 67% dan tidak puas 33%. Demikian juga faktor fonetik memiliki tingkat kepuasan sebesar 74% dan tidak puas 26%. Berdasarkan data yang diperoleh penggunaan gigi tiruan lengkap lebih banyak pada pasien perempuan yang berusia 60-74 tahun. Tingkat kepuasaan estetik penggunaan gigi tiruan lengkap di RSGM FKG Usakti wanita lebih rendah dibandingkan pria.Kata Kunci: Gigi tiruan lengkap, estetik, fonetik
GAMBARAN PERUBAHAN LAJU DEGRADASI BIO-OSS COLLAGEN SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI TULANG ALVEOLAR Octarina, Octarina; Berliana, Stefhanie; Falatehan, Niko
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v20i2.4055

Abstract

Latar belakang: Perubahan dimensi tulang alveolar setelah pencabutan gigi, baik lebar maupun tinggi dapat mempengaruhi fungsi prostetik dan keberhasilan perawatan implan. Salah satu biomaterial yang telah banyak digunakan secara komersil untuk mengatasi masalah ini adalah Bio-Oss Collagen. Material ini diaplikasikan setelah pencabutan gigi untuk mencegah terjadinya resorpsi tulang alveolar serta merangsang regenerasi pembentukan tulang alveolar yang baru. Bio-Oss Collagen sering dipilih sebagai pengganti tulang karena memiliki biokompatibilitas yang sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat biodegradasi dari material Bio-Oss Collagen untuk menilai efektivitasnya dalam mendukung regenerasi tulang alveolar dan mempertahankan struktur tulang yang optimal. Metode Penelitian: Bio-Oss Collagen ditimbang untuk mendapatkan berat awal. Material kemudian direndam dalam Larutan SBF (Simulated Body Fluid) selama 7 hari. Setelah itu, material tersebut diproses dengan  freeze drying pada suhu -100°C selama 24 jam. Proses penimbangan kembali dilakukan untuk mendapatkan berat akhir material setelah perendaman dan freeze drying. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam waktu 7 hari, Bio-Oss Collagen dapat terdegradasi dengan mudah dan meninggalkan granul demineralized bone freeze-drying. Laju rata-rata biodegrasi dari material Bio-Oss Collagen adalah sebesar 3,66%. Kesimpulan: Laju biodegradasi dari Bio-oss Collagen dengan persentase 3,66% menunjukkan bahwa Bio-Oss Collagen memiliki sifat biokompatibel dan dapat digunakkan sebagai material pengganti tulang alveolar. Kemampuan biodegradasi Bio-Oss Collagen yang efisien dapat memfasilitasi proses regenerasi jaringan tulang dan memperbaiki serta mempertahankan struktur yang optimal.
Edukasi Kesehatan Gigi melalui Booklet untuk Meningkatkan Perilaku Pembersihan Gigi Tiruan pada Lansia di Panti Werdha Berea Kedoya, Jakarta Barat Falatehan, Niko; Octarina, Octarina; Kurniawan, Florencia Livia; Gunardi, Indrayadi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1865

Abstract

Kelompok lansia pengguna gigi tiruan di wilayah mitra pengabdian masih menghadapi kendala dalam merawat dan membersihkan gigi tiruan secara benar akibat keterbatasan pengetahuan. Permasalahan ini berdampak pada kebersihan rongga mulut, kenyamanan penggunaan gigi tiruan, serta kualitas hidup secara umum. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi melalui media booklet yang disusun secara sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian dan penyampaian secara partisipatif serta evaluasi efektivitas edukasi melalui pengukuran pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi tiruan. Edukasi menggunakan media booklet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan membentuk kebiasaan positif dalam perawatan gigi tiruan. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap keberhasilan penggunaan gigi tiruan secara jangka panjang pada kelompok lansia mitra.
A complete denture hygiene maintenance instruction booklet in enhancing elderly behavior: an experimental study Tsamarah, Bilqis Ghina; Falatehan, Niko; Halim, Stephanie Renata
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no2.61323

Abstract

Introduction: The aging process introduces behavioral and physiological challenges, including tooth loss. While complete dentures restore function and aesthetics, inadequate hygiene compromises their effectiveness. Existing educational resources often lack clarity and do not adequately support behavior change. This study aimed to analyze a complete denture hygiene maintenance instruction. Methods: This study employed an experimental one-group pretest and posttest design, involving 37 elderly participants from Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah. A 15-item questionnaire was administered through structured interviews both before and two weeks after the distribution of a booklet on denture hygiene maintenance instruction techniques. The Wilcoxon signed-rank test was used to analyze differences. Results: Following the two-week intervention, 78% of participants achieved good knowledge scores, 84% demonstrated good attitudes, and 73% reported good hygiene practices. Wilcoxon analysis showed significant improvements across all three domains (p=0,001). Conclusion: The use of instructional booklets can enhance a complete denture hygiene maintenance instruction among the elderly. Although behavior is presented as an overall outcome, the analysis was conducted independently for each domain to ensure interpretive clarity.