Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kajian Campuran Media Tanam Terhadap Hasil Seledri (Apium graveolens L.) Hamawi, Mahmudah; Etica, Use
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5211

Abstract

Pertanian ubanfarming diminati oleh masyarakat yang ingin budidaya di sekitar rumah. Seledri tanaman sayuran sebagai penyedap masakan akan lebih baik ditanam di sekitar rumah supaya tersedia setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media tanam terhadap hasil seledri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020, di Lahan praktikum Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor dan diualang 5 kali. Campuran media tanam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan A = kontrol (tanah + kompos), B = tanah + kompos + arang sekam (3:2:2), C = tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), D = tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Parameter yang diamati antara lain : jumlah daun, panjang daun dan bobot basah daun. Data hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA apabila terjadi interaksi dilanjut dengan uji BNT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanah dan kompos menghasilkan berat basah daun seledri yang paling besar dan tidak berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2) dan campuran tanah + kompos + arang kayu (3:2:2), dan berbeda nyata dengan campuran tanah + kompos + abu dapur (3:2:2). Media tanam untuk pelaksanaan urban farming disarankan menggunakan campuran tanah + kompos + arang sekam (3:2:2).
Development of Catfish Cultivation Skills to Improve the Economy of “Garipinus” Catfish Farmers in Karanggebang, Jetis, Ponorogo Kurniawan, Dhika Amalia; Etica, Use; Cahyani, Meitria; Ardiani, Yana Elita
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.513

Abstract

The catfish farming grup “Garipinus” is a catfish farming grup in Karanggebang village, Jetis, Ponorogo. Catfish cultivation is an activity that has potential to develop the economy of the Karanggebang village community. The availability of catfish from the “Garipinus” breeder group is already quite plentiful, but it is still lacking in supplying market demand, because traded cannot take the catfish products within a short period of time, so it is necessary to increase knowledge and abilities in the productivity of catfish cultivation. The steps taken are to provide training and assinstence related to increasing the productivity of catfish cultivation. This program uses method of observation, socialization, training, and mentoring as well as menitoring and evaluation. The result of this activity is increased knowledge and ability of members of the “Garipinus” catfish cultivation and factors than influence increasing its productivity.
Pendampingan Jama’ah Tani Muhammadiyah dalam Pertanian Organik untuk Mewujudkan Ekonomi Hijau Triono, Bambang; Etica, Use; Ridho, Irvan Nur
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.472

Abstract

Salah satu kelompok tani di Kabupaten Ponorogo yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan adalah JATAM ( Jamaah Tani Muhammadiyah). kemampuan dalam mengelola organisasi perlu ditingkatkan dan mewujudkan tata kelola pertanian organik menjadi perhatian khusus.  pendampingan JATAM ini merupakan langkah yang kronkrit untuk menunjang orientasi dari kelompok petani tersebut.  Langkah yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan pembuatan pupuk dari bahan sampah organik. Dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan utama pembuatan pupuk diharapkan bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar. Sehingga bisa mendukung program green economy. Program pendampingan ini menggunakan metode pendampingan yaitu analisis permasalahan, pemetaan kemampuan, mendesain model pelatihan, evaluasi program dan keberlanjutan program. Kesimpulan program ini adalah pendampingan  ini memberikan pengetahuan mengenai pertanian organik dan petani mampu membuat pupuk pertanian dari bahan yang murah di sektitar rumah.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN BUDIDAYA CACING GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PKK DESA NAMBAK Rusli, Lathiefa; Etica, Use; Maulana, Hartomi; Roihan, Muhammad
Jurnal Al Basirah Vol. 4 No. 2 (2024): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v4i2.278

Abstract

Sampah merupakan masalah lingkungan yang mendesak akibat adanya peningkatan jumlah penduduk serta aktifitas ekonomi yang pesat, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah yang dihasilkan, tidak terkecuali Desa Nambak. Desa Nambak banyak menghasilkan sampah dengan perbandingan sampah organic lebih besar daripada sampah non organic. Hal ini dikarenakan Desa Nambak dikelilingi oleh area persawahan dan lahan hutan yang mengakibatkan tingginya sampah organic. Keterbatasan lahan pembuangan dan pengelolaan sampah, serta rendahnya literasi dan regulasi tentang pengelolaan sampah membuat sampah organic, khususnya sampah rumah tangga tidak dapat termanfaatkan secara optimal. Program kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini menggunakan pendekatan Assets Based Community Development (ABCD) dimana pendekatan tersebut lebih menitikberatkan pada keunggulan sumber daya yang dimiliki dalam mengembangkan desa, adapun tahapan yang dilakukan diantaranya observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM didapatkan bahwa terdapat peningkatan literasi dan edukasi kepada seluruh anggota PKK Desa Nambak dalam hal pemanfaatan sampah rumah tangga, pemanfaatan bank sampah, serta pembudidaya cacing agar dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian anggota. Berdasarkan dari hasil evaluasi, pihak mitra menyampaikan perlunya ada peningkatan kegiatan tindak lanjut dan pendampingan terkait budidaya cacing dan pemanfaatan sampah rumah tangga ini, sehingga budidaya dapat berjalan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat tim penggerak PKK Desa Nambak
Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan Puspitasari, Niken Sylvia; Etica, Use; Rusli, Latiefa
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1038

Abstract

Program Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan dilaksanakan di Dusun Caru, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, sejak November 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam budidaya anggur impor serta mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti minimnya peralatan budidaya, kerusakan tanaman akibat musim hujan, dan keterbatasan pupuk. Solusi yang diberikan meliputi pemberian bibit anggur, bantuan peralatan budidaya, pemasangan plastik UV untuk melindungi tanaman dari hujan, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur. Selain itu, dilakukan pendampingan secara berkala serta pengembangan tiga demplot sebagai titik utama budidaya. Hasil program ini menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur hingga 70%, berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, terdapat peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan peralatan yang lebih memadai, seperti gunting panen dan plastik UV. Keberhasilan program ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah masyarakat yang terlibat dalam budidaya anggur, serta berkembangnya kawasan budidaya anggur sebagai sektor potensial dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Tomato (Solanum Lycopersicum) Growth and Production Response On the Provision of Goat Manure and Trichoderma Umi Isnatin; Parwi, Parwi; Etica, Use; Bintaro, Rudi
Journal of Agriculture Vol. 4 No. 02 (2025): Research Articles July 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v4i02.6156

Abstract

Chemical fertilizers are commonly used a lot in tomato (Solanum lycopersicum) farming to speed up development and make more fruit. This research looks at how goat dung and the biological agent Trichoderma affect the growth and productivity of tomato plants in an attempt to find more environmentally friendly options. The experiment used a fully randomized factorial design (CRD) with three replications. It tested three levels of goat dung (0, 10, and 20 tons/ha) and three levels of Trichoderma treatment (0, 5, and 10 g/g/ g/plant). The results showed that there was no substantial interaction between the manure and Trichoderma treatments, although each element had an effect on several plant metrics on its own. The 20 tons/ha dosage of goat dung had the most impact on the number of leaves, the weight of the fruit, and the amount of organic carbon in the soil. Trichoderma made a big difference in the number of branches and the weight of the fruit. The most significant changes were seen at 10 g/g/ g/plant. These results show that adding organic matter and living things to tomato plants may help make them healthier and more productive. Using 20 tonnes of goat manure per hectare or 10 grams of Trichoderma per plant is a potential eco-friendly way to minimize reliance on chemical fertilizers while maintaining or even increasing crop output and soil fertility. This study backs the idea of using environmentally friendly farming methods for growing tomatoes.
Pendampingan Jama’ah Tani Muhammadiyah dalam Pertanian Organik untuk Mewujudkan Ekonomi Hijau Triono, Bambang; Etica, Use; Ridho, Irvan Nur
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.472

Abstract

Salah satu kelompok tani di Kabupaten Ponorogo yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan adalah JATAM ( Jamaah Tani Muhammadiyah). kemampuan dalam mengelola organisasi perlu ditingkatkan dan mewujudkan tata kelola pertanian organik menjadi perhatian khusus.  pendampingan JATAM ini merupakan langkah yang kronkrit untuk menunjang orientasi dari kelompok petani tersebut.  Langkah yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan pembuatan pupuk dari bahan sampah organik. Dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan utama pembuatan pupuk diharapkan bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar. Sehingga bisa mendukung program green economy. Program pendampingan ini menggunakan metode pendampingan yaitu analisis permasalahan, pemetaan kemampuan, mendesain model pelatihan, evaluasi program dan keberlanjutan program. Kesimpulan program ini adalah pendampingan  ini memberikan pengetahuan mengenai pertanian organik dan petani mampu membuat pupuk pertanian dari bahan yang murah di sektitar rumah.
Development of Catfish Cultivation Skills to Improve the Economy of “Garipinus” Catfish Farmers in Karanggebang, Jetis, Ponorogo Kurniawan, Dhika Amalia; Etica, Use; Cahyani, Meitria; Ardiani, Yana Elita
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i1.513

Abstract

The catfish farming grup “Garipinus” is a catfish farming grup in Karanggebang village, Jetis, Ponorogo. Catfish cultivation is an activity that has potential to develop the economy of the Karanggebang village community. The availability of catfish from the “Garipinus” breeder group is already quite plentiful, but it is still lacking in supplying market demand, because traded cannot take the catfish products within a short period of time, so it is necessary to increase knowledge and abilities in the productivity of catfish cultivation. The steps taken are to provide training and assinstence related to increasing the productivity of catfish cultivation. This program uses method of observation, socialization, training, and mentoring as well as menitoring and evaluation. The result of this activity is increased knowledge and ability of members of the “Garipinus” catfish cultivation and factors than influence increasing its productivity.
Effectiveness of Bamboo Leaf Silica Applied with Nanosprayer and Growing Media on Yield of Red Beetroot (Beta vurgaris L.) Hamawi, Mahmudah; Etica, Use; Maulana, Ilham Insan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.429-440

Abstract

Silica protects plants from abiotic stress. Planting media provides a place to grow and nutrition for plant growth. The research aims to study the effect of bamboo leaf silica dosage and growing media on the yield of red beets cultivated in the lowlands. The research was designed using a completely randomized factorial design (CRD) with two treatment factors. The first factor is the dose of bamboo leaf silica fertilizer (0 ppm, 0.15 ppm, 0.30 ppm, 0.45 ppm, 0.60 ppm). The second factor is the growing media (soil growing media; soil growing media + goat manure, and soil growing media + goat manure + husk charcoal). Research results: bamboo leaf silica dosage (0.3 ppm, 0.45 ppm and 0.60 ppm) affects the chlorophyll b and total chlorophyll. Growing media soil + goat manure + husk charcoal affects the length of red beet plants, number of leaves, diameter and length of red beetroots, wet weight and dry weight of red beetroots. Combination of growing media treatment (soil + goat manure + husk charcoal) with all doses of bamboo leaf silica increased the chlorophyll a, chlorophyll b and total chlorophyll. The sugar content of red beetroots was not influenced by the dose of bamboo leaf silica or the growing medium. Keywords: Chlorophyll, Husk Charcoal, Manure, Soil.
Pendampingan Pengendalian Fungi pada Aggur Caru Club Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hasil Panen: Indonesia Sukendar, Niken Sylvia Puspitasari; Etica, Use; Rusli, Latiefa; Rohman, Mohamad Alim; Irawan, Feri; Ahdi, Istaufal
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 06, Issue 02, September 2024
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol6.iss2.art9

Abstract

Diseases in the vine can affect the quality and quantity of grape production. The majority of members of the Caru Wine Club (ACC) still do not know the type of disease in the vine and how to control it. This activity aims to provide assistance in fungal control to ACC partners. The implementation method is through direct assistance to ACC partners in Caru hamlet, Bajang village, Mlarak District, Ponorogo Regency consisting of 22 members. The training stage begins with plant identification, training and practice of making sulfur jaddam fungicides, as well as control by spraying sulfur jaddam fungicides. The results of the training showed that ACC partners were already able to create sulfur jaddam fungicides, identify plants infested with fungi, and spray skills correctly. Spraying is carried out once a week for one month. The impact of this activity proves that grape plants that have been sprayed using the sulfur jaddam fungicide can reduce pests on grape plants. The sulfur jaddam fungicide applied to the vine is able to reduce diseases in the vine so that the vine is quite resistant to disease and thrives. To maximize crop yields, partners need to be disciplined regarding the time of spraying grapes because it will affect the growth of fungi that can damage plants if the spraying of jaddam sulfur fungicide is inconsistent.