Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan Niken Sylvia Puspitasari; Use Etica; Latiefa Rusli
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1038

Abstract

Program Pengembangan Kawasan Budidaya Anggur Impor Caru melalui Pemberdayaan Desa Binaan dilaksanakan di Dusun Caru, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, sejak November 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam budidaya anggur impor serta mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti minimnya peralatan budidaya, kerusakan tanaman akibat musim hujan, dan keterbatasan pupuk. Solusi yang diberikan meliputi pemberian bibit anggur, bantuan peralatan budidaya, pemasangan plastik UV untuk melindungi tanaman dari hujan, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur. Selain itu, dilakukan pendampingan secara berkala serta pengembangan tiga demplot sebagai titik utama budidaya. Hasil program ini menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik dan jaddam sulfur hingga 70%, berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, terdapat peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan peralatan yang lebih memadai, seperti gunting panen dan plastik UV. Keberhasilan program ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah masyarakat yang terlibat dalam budidaya anggur, serta berkembangnya kawasan budidaya anggur sebagai sektor potensial dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Review: Teknologi Hidroponik Wick dan Nutrient Film Technique (NFT) untuk Pertanian Urban: Review: Wick Hydroponic Technology and Nutrient Film Technique (NFT) for Urban Farming Cahyanti, Lutfy Ditya Cahyanti; Isnatin, Umi; Etica, Use; Nugraha, Rasyid Ridla
Jurnal Agrivigor Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 2, DESEMBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v16i2.49711

Abstract

Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah yang banyak dimanfaatkan sebagai metode alternatif budidaya tanaman ditengah penurunan jumlah lahan pertanian, sehingga cocok untuk masyarakat urban. Hidroponik sangat banyak metode yang dapat dipilih, seperti sistem Wick dan NFT atau Nutrient Film Technique. Pemahaman akan teknik hidroponik ini sangat penting ditengah kebutuhan akan pangan yang semakin meningkat. Review ini dibuat untuk memahami perkembangan penelitian terkait dengan hidropnik wick dan NFT saat ini. Penulis melakukan review literatur menggunakan pendekatan review jurnal. Review jurnal adalah suatu kegiatan menulis untuk memberikan ulasan atau tinjauan pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal dengan tujuan untuk menentukan kelebihan, kekurangan, dan kualitas artikel tersebut memberikan informasi, gambar, ide, atau gagasan tentang artikel jurnal yang telah ditulis untuk membantu orang memahami topik tertentu dengan lebih baik. Hasil review menunjukkan bahwa hidroponik baik sistem wick atau NFT ini dapat digunakan pada berbagai komoditas, seperti selada, sawi, pakcoy dan kailan. Nutrisi-nutrisi yang digunakan untuk hidroponik salah satunya adalah AB Mix yang membantu tanaman untuk memperoleh nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Berbagai media selain air untuk hidroponik adalah rockwoll, serabut kelapa dan sumbu. IoT atau Internet of Things juga sangat membantu dalam kemajuan budidaya sistem hidroponik ini, seperti membantu dalam pengukuran suhu dan pH secara otomatis.
Reconstructing Islamic Agricultural Financing Regulations: A Socio-Legal Study using Soft Systems Methodology Muqorobin, Ahmad; Etica, Use; Rodliyah, Nunung; Hidayah, Akmal; Ab Razak, Mohamed Rashid
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v20no1.4722

Abstract

Despite its constitutional role in supporting food sovereignty, Banyuwangi’s agricultural sector remains excluded from formal Islamic finance due to a regulatory gap between rigid banking standards and agricultural risk. This study identifies a Proximity Paradox, in which Islamic banks are structurally disincentivized from financing smallholders. Using Soft Systems Methodology (SSM) as a socio legal approach and drawing on empirical data from farmers, Islamic banks, and Bayt al-Māl wa al-Tamwīl (BMTs), the research formulates an Agricultural Financing Regulatory Model. The model recommends policy reform by the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan, OJK) and the National Sharia Council (Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia, DSN-MUI), including hybrid value chain contracts, mandatory agricultural takaful, and a formal Bank–BMT linkage scheme, to align banking compliance with agricultural realities and promote distributive justice (‘adl).