p-Index From 2021 - 2026
4.001
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Jurnal Psikologi Tabularasa Journal of Educational, Health and Community Psychology Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal CARE Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Terapan Abdimas Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Efektor PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Seling: Journal of PGRA Study Program Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini QUANTA Child Education Journal Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) DEDIKASI PKM PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini (Journal of Primary and Early Childhood Education Studies Jurnal Jendela Pendidikan Abimanyu: Journal of Community Engagement Proceedings of The ICECRS DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Journal of Islamic Education for Early Childhood Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kemandirian Anak Usia Dini ( Studi di Taman Kanak-kanak Tauladan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ) Veny Iswantiningtyas; Itot Bian Raharjo
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 2 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.738 KB) | DOI: 10.29062/seling.v2i1.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian anak usia dini di TK. Tauladan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan membuat cacatan lapangan. Untuk mengembangkan kemandirian pada anak kelompok B, guru menggunakan model pembelajaran sentra balok yang telah ditentukan oleh sekolahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kemandirian anak berkembang baik.
PENGEMBANGAN WAYANG HURUF UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN erika nuraini; Veny Iswantiningtyas; Intan Prastihastari Wijaya
PERNIK Vol. 5 No. 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v5i2.7792

Abstract

Riset yang sudah dicoba bermaksud mendeskripsikan pengembangan wayang huruf buat menstimulasi keahlian membaca permulaan pada anak, perihal ini dilatar belakangi oleh berartinya membagikan stimulasi keahlian membaca permulaan buat anak umur dini dengan memakai media yang menarik. Tidak hanya itu, keahlian membaca permulaan pula butuh dibesarkan supaya anak mempunyai kesiapan dalam melanjutkan kependidikan yang besar lagi ialah sekolah bawah. Buat tingkatkan keahlian membaca permulaan bisa distimulus dengan sebagian pemakaian media pendidikan, media tersebut ialah media pendidikan yang bisa bermanfaat buat tingkatkan keahlian membaca permulaan ialah dengan lewat media Wayang Huruf yang bisa buat tingkatkan keahlian membaca permulaan pada anak, sehingga bisa menarik atensi belajar anak semenjak dini. Tujuan riset ini buat menstimulasi keahlian membaca permulaan dengan memakai media wayang huruf. Pemakaian media wayang huruf hendak lebih mengasyikkan untuk anak dalam membaca permulaan, sebab media wayang huruf sangat menarik untuk anak serta dengan memakai sesuatu media pendidikan sanggup tingkatkan semangat belajar pada anak. Evaluasi pakar media mendapatkan skor rata- rata. Tata cara yang digunakan pada riset ini merupakan tipe riset pengembangan RnD( Research and Development) dengan pendekatan kuantitatif, periset memakai media wayang huruf buat menstimulasi keahlian membaca permulaan pada anak. Riset memakai 4 sesi ialah kemampuan serta permasalahan, pengumpulan informasi, desain produk, serta validasi desain, ini diakibatkan sebab keadaan pandemi Covid 19, menjadikan sulitnya memperoleh ijin riset di lembaga buat melanjutkan ke sesi berikutnya. Riset pakar modul di peroleh nilai lebih dari 0, 05 yang maksudnya memperoleh nilai ketentuan valid serta kelayakan produk. Tidak hanya itu, evaluasi pakar media diperoleh nilai rata- rata lebih dari 0, 05 yang maksudnya memperoleh nilai ketentuan valid serta media layak dipergunakan serta diujicobakan. Kesimpulan riset ini merupakan aktivitas pendidikan dengan memakai media wayang huruf sanggup tingkatkan keahlian membaca permulaan pada anak.
Peran Orang Tua pada Anak Masa School From Home (SFH) Pratiwi Dwi Lestari; Veny Iswantiningtyas; Epritha Kurniawati
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 2 No. 02 (2022): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2022
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v2i02.187

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mendiskripsikan peran orang tua menemani anak School From Home (SFH) di masa pandemi Covid-19, serta mengetahahui hal apa saja yang dilakukan orang tua dalam menemani anak ketika melaksanakan School From Home (SFH). Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informasi penelitian diperoleh dari orangtua, data yang dperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasilnya menunjukan bahwa, yang paling berperan dalam membantu anak ketika  School From Home (SFH) yaitu ibu, selain itu terdapat hambatan ketika dilakukannya School From Home (SFH)  adalah kebanyakan mood anak kurang stabil. Pada umumnya anak harus diberi sebuah rujukan agar anak mau belajar dan bersemangat dalam belajar misalnya (sebelum belajar membelikkannya makanan kesukaan anak). Motivasi belajar anak dalam pembelajaran School From Home (SFH) dipengaruhi oleh beberapa elemen yakni: cara orangtua mendampingi belajar anak, cara orangtua membantu mengerjakan tugas, menyediakan perlengkapan belajar serta fasilitas belajar pada anak serta menjadi motivator anak seperti berikan contoh yang baik dan pujian kepada anak. Disisi lain, orang tua memerlukan bimbingan ketika harus memahami menyiapkan bahan pembelajaran untuk anak selama pembelajaran School From Home (SFH). Karena belum sepenuhnya anak mampu dan mengerti terhadap hal pelajaran yang diberikan oleh guru , maka dari itu ketika dalam belajar School From Home (SFH) orang tua harus mampu memahami pembelajaran tersebut saat disampaikan kepada anak,  agar anak memahami dan mampu melakukan berbagai tugas School From Home (SFH).
IbM Strategi Pembuatan Alat Permainan Edukatif Kearifan Lokal Berbasis Teknologi Informasi Bagi Pendidik Anak Usia Dini Hanggara Budi Utomo; Veny Iswantiningtyas; Itot Bian Raharjo; David Rindu Kurniawan
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.02 KB) | DOI: 10.26740/abi.v2i2.14022

Abstract

Tujuan dari program Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini adalah agar pendidik dan calon pendidik anak usia dini dapat mengembangkan kreativitas dalam merancang dan membuat alat permainan edukatif berbasis kearifan lokal, serta dapat menggunakan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengembangkan secara digital tahapan membuat dan merancang alat permainan edukatif. Target yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah membentuk team work yang cukup memahami pengetahuan dalam membuat dan merancang alat permainan edukatif kearifan lokal. Metode penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi, serta evaluasi yang dikemas secara sikron dan asinkronus.  Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara keseluruhan sangat baik. Rancangan pembuatan alat permainan edukatif berbasis kearifan lokal dapat direkomendasikan dan dimplementasikan di taman kanak-kanak sebagai media pembelajaran dalam mengenalkan kearifan lokal. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah pendidik harus mampu mendukung pembelajaran muatan lokal dengan mengenalkan kearifan lokal daerah dengan perpaduan dengan teknologi informasi
Pentingnya Penilaian Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Veny Iswantiningtyas; Widi Wulansari
Proceedings of The ICECRS Vol 1 No 3 (2018): Being Professional Teachers to Face Golden Generation in 2045
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.53 KB) | DOI: 10.21070/picecrs.v1i3.1396

Abstract

Kindergarten is an education for early childhood that is on the formal path, Early Childhood education not only to form children who are smart but personable and berakrakter. There are 18 values of character education to be implanted to early childhood. To gauge whether early childhood already has the character applied by the school within a certain period of time, an assessment is required. Assessment of character education is intended to detect the character formed in early childhood during study in Kindergarten.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT MENJADI ORANG TUA IDEAL DALAM MENDAMPINGI BELAJAR ANAK PASCA PANDEMI COVID-19 Hanggara Budi Utomo; Linda Dwiyanti; Epritha Kurnia Wati; Veny Iswantiningtyas; Husna Istifadah
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2410

Abstract

Seiring berjalannya waktu dan adanya kondisi yang melandai pada pandemi covid-19, maka orang tua perlu meningkatkan pendampingan putra-putrinya saat melakukan aktivitas belajar dan saat beraktivitas selain belajar. Kegiatan pengabdian memiliki fokus pada pemahaman orang tua menjadi individu yang ideal dalam mendampingi belajar anak pasca pandemi covid-19 melalui optimalisasi peran modelling, mentoring, organizing, dan teaching di MI Al-Hikmah Kweden Kabupaten Kediri. Jumlah peserta pada kegiatan seminar sebanyak 33 peserta, dan pada kegiatan pelatihan sebanyak 36 peserta. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat antara lain mengacu pada tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat memberikan hasil, diantaranya: (1) hasil evaluasi program seminar pengasuhan orang tua dengan tingkat keberhasilan baik; (2) hasil evaluasi program pelatihan orang tua dengan kategori keberhasilan sangat baik; dan (3) kegiatan pelatihan berhasil dalam memberikan pemahaman keterlibatan orang tua mengenai pentingnya peran modelling, mentoring, organizing, dan teaching di MI Al-Hikmah Kweden Kabupaten Kediri. Peningkatan pada hasil evaluasi dan pemahaman keterlibatan orang tua dalam mendampingi belajar anak, menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya lebih difokukan pada pelatihan peningkatan kesadaran orangtua terkait modelling, mentoring, organizing, dan teaching melalui aksi nyata secara berkala dalam pengembangan kreativitas anak
PENANAMAN KEMANDIRIAN ANAK 5-6 TAHUN (Studi di Taman Kanak-Kanak Pranggang II, Kediri) Veny Iswantiningtyas; Widi Wulansari; Rosa Imani Khan; Yunita Dwi Pristiani; Nursalim Nursalim
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v5i2.1828

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah untuk menanamkan kemandirian pada anak. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B, kepala sekolah dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisa data menggunakan model Miles dan Huberman yang memiliki tahapan reduski data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian tampak bahwa indikator penanaman kemandirian anak di sekolah yang dilakukan oleh guru juga  sudah tercapai. Hal tersebut terwujud dalam aktivitas yang dilakukan anak-anak ketika belajar di sekolah: 1) anak mampu mengerjakan tugasnya sendiri, 2) anak dapat merawat barang yang dipinjamnya kemudian mengembalikannya pada tempatnya, 3) ketika makan anak terlihat langsung mengambil bekal makanannya sendiri, mereka makan sendiri dan memasukkan wadah makannya pada tas masing-masing tanpa bantuan guru. Dapat disimpulkan bahwa indikator kemandirian anak telah tercapai yakni anak mampu mengerjakan tugas di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri untuk dikerjakan sampai selesai. Penanaman kemandirian anak di sekolah melalui metode pembiasaan mampu membuat anak untuk berperilaku mandiri tanpa bantuan orang lain. Diharapkan sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orangtua untuk menanamkan kemandirian dengan melakukan berbagai kegiatan yang telah di ajarkan di sekolah.
Sosialisasi Strategi Learning by Doing Orang Tua untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Hanggara Budi Utomo; Linda Dwiyanti; Epritha Kurnia Wati; Veny Iswantiningtyas; Dema Yulianto; Noviyanti Wahyugiharti
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 2 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i2.30152

Abstract

Permasalahan yang dihadapi orang tua sebagian besar kurang memiliki strategi yang baik untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua siswa mengenai penerapan strategi peningkatan motivasi belajar anak melalui pendekatan learning by doing di MI Al-Hikmah Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang terdiri atas planning, action, dan evaluation yang menjadi alternatif penyelesaian masalah di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua/ wali murid siswa yang berjumlah 40 orang. Hasil kegiatan pengabdian antara lain: (1) hasil evaluasi kegiatan program pengabdian masyarakat  sudah relevan, sesuai, dan tersistem serta sudah sesuai dengan kebutuhan peserta dalam memahami materi kegiatan dengan prosentase 81,6% atau sangat baik; (2) hasil pemahaman tindak lanjut orang tua menunjukkan tingkat pemahaman orang tua dalam memahami strategi learning by doing dalam memotivasi belajar anak meningkat, sehinngga orang tua mampu menyelesaikan permasalahan motivas belajar anak secara bertahap, sistematis, dan berkesinambungan. Saran dari kegiatan pengabdian ini yaitu sekolah perlu melibatkan orang tua siswa dalam mendukung keefektifan belajar sehingga sekolah dan orang tua memiliki peran penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI BUAH (MOBU) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN: DEVELOPMENT OF FRUIT MONOPOLY GAME (MOBU) MEDIA TO IMPROVE THE COGNITIVE ABILITIES OF CHILDREN AGED 5–6 YEARS Jenica Yulia Meintika; Linda Dwiyanti; Veny Iswantiningtyas
Thufuli Vol 5 No 2 (2023): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/thufuli.v5i2.20411

Abstract

This study aims to produce fruit monopoly game media (MOBU) that is suitable for use by early childhood. In this study using the type of research and development or often called R & D. The design of this development research uses modifications and the Borg and Gall model. The product validity data analysis technique uses the V formula as Aiken and uses SPSS in field trials (limited trials) and expansion trials. From the results of the validator's assessment, it got a value of more than 0.05 so that the fruit monopoly game media can be said to be very feasible to use. Supported by the results of media trials in terms of convenience and attractiveness, the percentage results are 95%. Therefore, the fruit monopoly game media can be said to be valid and appropriate for use in early childhood learning, especially to improve the cognitive abilities of children aged 5-6 years.
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK USIA DINI Iswantiningtyas, Veny; Nursalim, Nursallim; Andyastuti, Etty; Suratman, Suratman
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2024): YAA BUNAYYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.8.1.47-56

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembiasaan yang dilakukan oleh guru untuk  menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak di Taman kanak-kanak Negeri Pembina Plosoklaten Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Salah satu cara yang terbuktif efektif untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme  pada anak adalah melalui pembiasaan, kebiasaan yang baik akan berdampak positif pada anak. Adapun kendala yang dialami guru ketika menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak usia dini adalah anak belum bisa bersabar menunggu giliran masuk kelas, ketika upacara bendera masih terdapat anak yang kurang berdiri dengan tegap, kurang fokus mendengarkan amanat yang disampaikan Pembina upacara, belum hafal Pancasila dan kurang mengahayati lagu wajib Indonesia Raya. Kepala sekolah dan guru kelas  adalah subjek penelitian, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analis data dilakukan dengan mengumpulkan data,reduksi data, menyajikan data dan membuat kesimpulan.Penanaman nilai-nilai nasionalisme dilakukan guru melalui kegiatan pembiasaan diri di Taman Kanak-kanaks Negeri Pembina Plosoklaten yaitu berbaris sebelum masuk kelas, upacara bendera dan makan bersama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai nasionalisme telah dilaksanakan  dengan baik,  hal tersebut ditunjukkan dengan adanya fakta bahwa anak-anak telah belajar tentang pembiasaan dan mencontoh perilaku baik yang telah diajarkan oleh guru untuk diterapkan pada kegiatan sehari-hari.