Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFFECT OF FAST FOOD CONSUMPTION WITH OBESITY OCCURRENCE OF TEENAGER IN INDRAMAYU Depi Yulyanti; Muhamad Fauzi; Heri Sugiarto; Rudiansyah Rudiansyah; Riski Andriyani
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 9 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v9i1.281

Abstract

Fast food is characterized by an imbalanced nutritional content. Most are high in calories, but very low in fiber. Fast food is a major factor affecting obesity. Based on the 2013 Riskesdas the prevalence of obesity was 28.9%, while the results of the 2018 Riskesdas data showed that the prevalence of obesity had reached 52.8%. Based on these data, it is known that there is an increase in obesity cases by 1.36%. The purpose of this study was to determine the relationship between fast food consumption and obesity in adolescents. This research method uses analytical research design with a cross sectional approach. The sampling technique used accidental sampling with a total of 94 samples calculated using the Slovin formula. The research instrument used a questionnaire, research sites in vocational high schools in Indramayu District in 2019. The analysis used univariate and bivariate analysis was carried out by using the Chi-Square Test. The results of this study indicate that there is an effect between consumption of fast food and the incidence of obesity with a value of P = 0.000. The next researcher should examine family support and the school environment for fast food consumption behavior in teenagers.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN INDRAMAYU DEPI YULYANTI; Rudiansyah Rudiansyah; Fadjriyanto Fadjriyanto
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 10 No 1 (2022): January-June 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v10i1.404

Abstract

Accident cases in Indramayu Regency in 2019 there were 644 accident cases in Indramayu Regency, the accident cases were dominated by two-wheeled vehicles. The purpose of this study was to determine the effect of age, gender, education, SIM ownership and driving behavior with traffic accidents on motorcycle riders. The method in this study used an analytical research design with a cross sectional approach. Where the dependent variable in this study is a traffic accident and the independent variables are age, gender, education, driving license and driving behavior. The sampling technique used snowball with a population of 644 of the number of accident cases in 2019 and the sample in this study was 93 motorcycle riders in Indramayu Regency. Test the effect between the independent variable and the dependent variable using the Chi-Square Test and Multiple Logistics Regression. The results of this study indicate that there is no influence between age, gender, education, ownership and traffic accidents. There is an influence between driving behavior and traffic accidents. Of the five factors that have an influence on traffic accidents, namely driving behavior with a value of Exp(B) = 4.221, drivers who have poor driving behavior have a 4.22 times chance of traffic accidents. Conclusions in this study There is a relationship and influence of driving behavior with traffic accidents. For drivers who are not old enough and do not have a license.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting Dedeh Husnaniyah; Depi Yulyanti; Rudiansyah Rudiansyah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4857

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan gizi pada periode tersebut akan memunculkan beragam masalah kesehatan. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khusunya anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Metode: penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita di wilayah kerja puskesmas Kandanghaur Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik accidental sampling sebayak 308 responden. Hasil: sebanyak 16 (5,20%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 134 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 90 (29,20%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 61 (19,80%) responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 7 (2,30%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 116 (38,6%) anak dengan stunting dan sebanyak 189 (61,4%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value  = 0,005 ( 0,05).Simpulan dan Implikasi: tingkat pengetahuan ibu memiliki peranan yang signifikan dengan kejadian stunting. Calon ibu diharapkan dapat meningkatkan pendidikan formalnya, dikarenakan pendidikan merupakan cara praktis agar ibu lebih mudah dalam menyerap informasi kesehatan.   Latar Belakang dan Tujuan: Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan gizi pada periode tersebut akan memunculkan beragam masalah kesehatan. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khusunya anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting.Metode: penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita di wilayah kerja puskesmas Kandanghaur Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik accidental sampling sebayak 308 responden. Hasil: sebanyak 16 (5,20%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 134 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 90 (29,20%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 61 (19,80%) responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 7 (2,30%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 116 (38,6%) anak dengan stunting dan sebanyak 189 (61,4%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value  = 0,005 ( 0,05).Simpulan dan Implikasi: tingkat pengetahuan ibu memiliki peranan yang signifikan dengan kejadian stunting. Calon ibu diharapkan dapat meningkatkan pendidikan formalnya, dikarenakan pendidikan merupakan cara praktis agar ibu lebih mudah dalam menyerap informasi kesehatan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PENGELOLAAN POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN DI DESA WANANTARA KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Dedeh Husnaniyah; Depi Yulyanti; Dewi Yunita Sari; Riski Maulana; Tarkawi Tarkawi
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah kegiatan yang dilaksankan oleh, dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya. Pelayanan di posyandu dilakukan oleh para kader yang bersifat sukarela. Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu. Peran Kader dalam menggerakkan masyarakat dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mengikuti kegiatan posyandu. Pentingnya peran kader, maka harus dibekali dengan pengetahuan yang baik agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kader yang berada di Desa Wanantara semuanya adalah kader baru, yang sudah mengikuti pelatihan kader 1 orang, sehingga untuk dapat menjalankan perannya dengan baik maka diperlukan adanya pelatihan bagi kader tentang pengelolaan posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kader posyandu tentang pengelolaan posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh kader yang berada di Desa Wanantara sebanyak 20 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada kader sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan kader yang memiliki pengetahuan baik tentang pengelolaan posyandu sebanyak 7 (35%) dan kader dengan pengetahuan kurang cukup sebanyak 13 (65%). Setelah dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik tentang pengelolaan posyandu menjadi 20 kader (100%) mengalami peningkatan. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan kader tentang pengelolaan posyandu setelah dilakukan pelatihan.Kata Kunci: Pengetahuan, pelatihan, kader, pengelolaan posyandu
AN ANALYSIS OF BPJS PATIENTS' SATISFACTION INDICATORS IN INPATIENT ROOM IN THE WALED REGIONAL GENERAL HOSPITAL Depi Yulyanti; Sintya Devi; wahyudin wahyudin
Insights in Public Health Journal Vol 1 No 1 (2020): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2020.1.1.2404

Abstract

Background : Patient satisfaction is a major problem that occurs in hospitals. Waled allegedly complained about the hospital concerning concern in providing services to BPJS patients, and there were differences in BPJS patient visits in inpatient services in 2014 to 2015 as many as 720 patients, then sought an increase Back in 2016 as many as 255 patients. However, this increase was not significant at the time of the decline in 2015. Aims: This study analyzes the indicators of BPJS patient satisfaction in the inpatient services of the Waled Hospital in 2018. Methods: This type of research was quantitative with descriptive research methods. The research population was 178, obtained as many as 123 samples, sampling using purposive sampling technique. Data analysis used univariate analysis. Results: The results of the study were 84.85% of patients satisfied with the service, as many as 78.8% of patients were satisfied with the doctor's service, as much as 78.2% of patients were satisfied with the care of nurses, as many as 94.3% of patients were satisfied with the patient's meal service, as many as 86 0% of patients were satisfied with medical facilities, as many as 85.9% of patients were satisfied with medication services, as many as 60.6% of patients were satisfied with the condition of hospital facilities, as many as 47.0% of patients were satisfied with the condition of the treatment room facilities, as many as 97 0% of patients are satisfied with outgoing administration services. Conclusion: Hospitals can find out indicators of patient satisfaction that are still low, it is recommended that the hospital should make SPO complaints about damaged facilities so that the hospital knows and immediately fixes it. So that patient satisfaction can continue to increase.
HUBUNGAN FAKTOR PEMANFAATAN PROGRAM PROLANIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAGUMIWANG TAHUN 2023 Depi Yulyanti; Muhamad Fauzi; Siti Nurjani; Rudiansyah Rudiansyah
HOSPITAL MAJAPAHIT : JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO Vol 16 No 1 (2024): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v16i1.1028

Abstract

Diabetes mellitus can cause complications and become a public health problem which is the most important cause of death, morbidity and disability in the world. The prevalence rate of diabetes mellitus continues to increase in the 2013 Riskesdas, namely 6.9%, in 2018 it increased to 8.5%. In Indramayu itself, based on the profile of the Indramayu District Health Service in 2022, there are 17,868 diabetes mellitus sufferers.The aim of this research is to determine the factors associated with prolanis utilization programs.This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The population in this study was 9,332 people, the sample used the Slovin formula with a result of 99 respondents and the sampling technique used incidental sampling. The instrument used was a questionnaire. Using univariate and bivariate design analysis carried out with the Chi-Square Test. The factor that is related to the use of prolanis is support from health workers. It is hoped that the suggestions in this research will help health workers to socialize and motivate the public to take advantage of the prolanis program
Evaluation Of The Implementation Of The Hiv/Aids Counseling And Testing Service Program (Case Study At Cidempet Health Center And Bongas Health Center, Indramayu Regency) Fauzi, Muhamad; Wahyudin; Yulyanti, Depi; Aliyah
Jurnal Medisci Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 August 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v2i1.411

Abstract

HIV continues to be a significant global public health problem, claiming 36.3 million lives so far and an estimated 37.7 million people living with HIV by the end of 2020. 16% of all people living with HIV do not know they have HIV. People infected with HIV in 2020 reached 1.5 million lives, and people died reached 680,000 lives. (WHO, 2020). This study aims to evaluate the implementation of HIV/AIDS counseling and testing at the Cidempet Health Center and the Bongas Health Center, Indramayu Regency. The research method used is qualitative with a case study approach. The research informants consisted of 3 primary informants: 1 HIV/AIDS Program Holder of the Health Office, 2 HIV/AIDS Program Holders of the Health Center, and 4 Triangulation Informants: 2 Heads of Health Centers and 2 Recipients of HIV/AIDS Counseling and Testing Services. The data was analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study shows that there is no difference in the implementation of guidance/direction and communication in HIV/AIDS counseling and testing programs before the COVID-19 pandemic was carried out directly and during the COVID-19 pandemic was transferred online. The implementation of work motivation within the health center is not explicitly given. While motivating service recipients at the Cidempet Health Center is good enough, the Bongas Health Center is not. The implementation of human resource performance is still an obstacle due to the shortage of human resources and the allocation of funds, and there are differences in the provision of funding sources for HIV/AIDS counseling and testing activities. The conclusion of this study is that before and after the COVID-19 pandemic, the implementation of counseling and tests experienced differences where counseling visits and tests only accepted patients who were indicated to have HIV, the implementation of Briefing, communication, motivation, human resource performance, and fund allocation had their obstacles. The suggestion in this study is to improve and optimize policies and procedures for HIV/AIDS counseling and testing in Puskesmas.
Pencegahan Penyakit Scebies dengan Menerapkan PHBS di Pondok Pesantren Putri As-Sholiha Babakan Ciwaringin Cirebon Ais Zulvaddii; Depi Yulyanti
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.4 No.2 Oktober (2024) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v4i2.1139

Abstract

Skabies   yaitu suatu permasalahan  kulit   penyebabnya adalah  tungau Sarcoptes  scabei  varia  hominis.  Penyakit  scabies  juga  disebut  kutu  badan,  budukan. Skabies menyebar di diwilayah beriklim hangat dan dingin. Dari hasil penelitian di dapat kan hasil yang kurang famaham tentang secebies sebesar 41.9% dengan jumbalh 13 orang dari 31 responden dan yang cukup mengetahui tentang scabies sebesar 29 % dengan jumblah responden sebanyak 9 orang serta yang memiliki pemahaman baik tentang scabies sebesar 29% dengan responden 9 orang.  Setelah di beri penyuluhan ada sebuah peningkatan pengetahuan sebesar  80.6% dengan responden sebanyak 25 % dan yang memiliki pemehaman yang cukup sebesar 16 % dengan jumblah responden sebanyak 5 orang dan yang kurang memahami sebesar 3.2% dengan responden 1 orang hal ini menujukan adanya peningkatan pengetahua santri tentang scabies setelah di berika penyuluhan.
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI MEDIA POSTER KEPADA MASYARAKAT DESA DUKUH KECAMATAN INDRAMAYU Rudiansyah Rudiansyah; Depi Yulyanti; Ade Melanda Septriana; Ashfi Royhana; Mia Alfenti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.346

Abstract

Melonjaknya angka positif Covid di Indonesia, seharusnya menambah kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi dan penerapan protokol kesehatan. Kegiatan ini bertujuan: agar masyarakat melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, melaksanakan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, melaksanakan penyebaran informasi tentang Covid-19 dalam bentuk mengajak peran serta kepedulian masyarakat dalam pencegahan Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan ketua RT/RW desa Dukuh Kecamatan Indramayu sebagai kelompok sasaran. Metodelogi kegiatan ini dimulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan penggalian informasi pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan yang mengarah pada progress yang lebih baik. Dimana sebelumnya masyarakat belum begitu paham terkait Covid-19, tetapi setelah dilakukan kegiatan pemberian informasi dan edukasi melalui media poster, akhirnya masyarakat menjadi lebih memahami dan menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini masyarakat dapat menerima dan menjadi lebih memahami informasi mengenai langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan infeksi Covid-19 dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan
PENYULUHAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN 1 LOHBENER Depi Yulyanti; Putri Rokmatiah; Bilkis Patinah; Nining Hayatun Nufus
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.356

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja menjadi isu internasional. Keadaan yang terjadi di Indonesia,Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan hal penting sebagai upaya menghindari permasalahan Kesehatan reproduksi,pemberian edukasi dan pengetahuan kepada siswa siswi SMAN 1 Lohbener Indramayu, tujuannya untuk mengetahui definisi Kesehatan reproduksi berbagai macam jenis penyakit yang ditularkan, serta mengetahui upaya pencegahannya.metode yang dilakukan melalui penyuluhan edukasi dengan memberi materi.diskusi serta dilakukannya pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat presentase pengetahuan siswa sebelum dan setelah diberikan penyuluhan berdasarkan hasil penyuluhan dengan metode yang digunakan dapat meningkatkan pengetahuan pada siswa dibuktikan dengan hasil presentase. Harapannya setelah memahami tentang Kesehatan reproduksi dari penyuluahan ini siswa menerapkan dan menjadikan sumber daya manusia untuk remaja lebih sehat lagi dan memudahkan untuk para stakeholder dalam ikut serta mendukung berbagai kegiatan terkait kesehatn repsoduksi.