Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization of Turn Around Time Calculation for C05-Check Aircraft Maintenance Using Critical Path Method (CPM) On Boeing 737-900er Aircraft Islami, Alfi Daffa; Rahmawati, Fajar Khanif; Mulyani, Sri; Prakoso, Agung; Hartini, Dwi; Prattiwi, Elisabeth Anna
Vortex Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/vortex.v6i2.3644

Abstract

Boeing 737-900 ER maintenance in Indonesia emphasizes timely, efficient routines to minimize risks. Using the Critical Path Method (CPM), the analysis calculates the Turn Around Time (TAT) for C05-Check maintenance. The CPM results estimate a TAT of 20.47 days (rounded to 20 days), while the company's data shows 21.73 days (rounded to 22 days), indicating a 2-day difference. This discrepancy highlights potential areas for improving maintenance efficiency. The TAT efficiency for the maintenance process is calculated at 0.057%. Optimizing mechanic workload based on this analysis can enhance turnaround times and ensure aircraft safety and operational scheduling. Accurate TAT predictions are vital for balancing maintenance quality with airline efficiency, making CPM a valuable tool in operational planning and resource allocation. Continued comparison with company data ensures maintenance practices remain precise, reducing unexpected delays and maintaining flight safety standards.
Advantages and Losses Analysis on Burning Hours by The Production Planning Control in Determining Time Implementation of Maintenance Activities Rahmawati, Fajar Khanif; Rakha, Humaid Iswahyu Hafizh
Vortex Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.031 KB) | DOI: 10.28989/vortex.v2i2.981

Abstract

Burning Hours is the one of  policy in scheduling aircraft maintenance. With the burning hours the operator could performed aircraft maintenance before the due time. Burning Hours is indeed beneficial for flight operators to maintain the stability of the safety of the aircraft operation. Using the quantitative analysis method with the sample data’s from two aircraft, found that the burning hours affects to Burning Hours Cost loss for every aircraft meintenance activity. The value of Burning Hours Cost Loss and Potential Lost per Day needs to be considered by operators in scheduling maintenance activities, because it is possible that Burning Hours cannot be avoided in aircraft operation. Based on the data processing,  the  value of burning hours cost lost is not more than limit of potential lost per day.  However it should also be considered if burning hours applied continuously will increase maintenance cost. Therefore, between maintenance planning department and the operation department should keep good coordination to minimize the burning hours cost loss. Keywords: Planning, Maintenance, Burning Hours
Pengenalan Mengidentifikasi Kerusakan Fuselage Pesawat Cessna Pada Siswa SMA Negeri I Temon Kulon Progo Sri Mulyani; Harliyus Agustian; Rianto Rianto; Istyawan Priyahapsara; Fajar khanif Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1125

Abstract

Pengenalan tentang mengidentifikasi kerusakan fuselage pesawat cessna untuk Siswa SMA Negeri I Temon maka siswa akan memiliki pengetahuan tentang kerusakan pesawat dan dianggap memiliki keunggulan dan manfaat yang signifikan. Beberapa alasan mengapa siswa SMA perlu mengetahui kerusakan pesawat antara lain menumbuhkan minat dan bakat untuk Pengetahuan tentang kerusakan pesawat dapat menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam bidang teknik penerbangan, mekanika, dan rekayasa pesawat. Hal ini dapat membantu siswa dalam mengejar karir di industri penerbangan dan teknologi. Meningkatkan pemahaman teknologi. Memahami kerusakan pesawat membantu siswa untuk memahami teknologi yang digunakan dalam pembuatan dan pemeliharaan pesawat. Ini dapat meningkatkan literasi teknologi mereka dan membantu mereka mengikuti perkembangan industri. Pengetahuan tentang kerusakan pesawat dapat membantu siswa memahami pentingnya perawatan dan pemeliharaan pesawat. Hal ini berdampak pada keamanan penerbangan karena pesawat yang terawat dengan baik memiliki risiko kerusakan yang lebih rendah. Studi tentang kerusakan pesawat memberikan peluang untuk pembelajaran praktis. Siswa dapat terlibat dalam proyek-proyek atau simulasi yang memberikan pengalaman langsung dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki kerusakan pesawat. Menyiapkan untuk Karir di Industri Penerbangan: Pengetahuan tentang kerusakan pesawat dapat menjadi dasar untuk siswa yang bermaksud mengejar karir di industri penerbangan. Mereka dapat memilih jalur pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan minat dan keterampilan mereka.