Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Hubungan Antara Trombositpoenia Dengan IgM, IgG Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Polowijen: The Relationship Between Thrombocytopenia And IgM, IgG In Dengue Fever Patients At Polowijen Community Health Center Rodolof, Claudya Putri; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5649

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) caused by the dengue virus with general symptoms of fever, joint pain, rash and thrombocytopenia. One of the tests of the immune system in DHF is IgM and IgG. The purpose o determine the relationship between thrombocytopenia and (IgM) and (IgG) in patients with dengue hemorrhagic fever at the Polowijen Health Center in Malang City. The method is in the form of laboratory descriptive observational, carried out from May to June 2023. sampling by Accidental Sampling with a total of 25 patients. The results of the study of 25 patients with dengue hemorrhagic fever, 13 female patients (52%) and 12 male patients (48%). Based on the age category, there were 4 patients with dengue hemorrhagic fever under five (16%), children 10 patients (40%), adolescents 4 patients (16%) and early adults 7 patients (28%). The results of the infection category included primary 8 patients (32%), secondary infection 17 (68%). The results of data analysis with Pearson correlation showed a relationship between thrombocytopenia and IgM p = 0.029 r = 0.436 meaning that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgM. Thrombocytopenia with IgG p = 0.056 r = 0.387 means that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgG. The relationship between IgM and IgG is p = 0.093 r = -0.343. Which means that between IgM and IgG there is a strong inverse relationship, that is, if IgM is positive then IgG is negative, and vice versa
Pengaruh Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Terhadap Mortalitas Larva Anopheles Sp: Effect Of Tubal Root Extract (Derris elliptica) On Larval Mortality Anopheles Sp Karismadani, Id'ha Lutfia; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5838

Abstract

Menurut WHO malaria merupakan penyakit yang memiliki angka kematian tinggi pada populasi daerah tropis. Salah satu cara pengendalian malaria yang efektif adalah pengendalian larva dengan menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida secara terus menerus dapat mengakibatkan efek samping yang berbahaya pada lingkungan. Maka dari itu dibutuhkan insektisida alami dengan memanfaatkan bahan disekitar kita yang mengandung zat sebagai insektisida, salah satunya adalah akar tuba (Derris elliptica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas akar tuba (Derris elliptica) terhadap larva Anopheles sp dengan konsentrasi 5ml, 10ml, 15ml dan 20ml dengan waktu kontak tiap 2 jam dan 4 jam. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Metode pembuatan ekstraksi dengan meserasi menggunakan etanol 96%. Sampel berupa larva Anopheles sp instar III dari B2P2VRP Salatiga. Hasil penelitian ini didapatkan mortalitas 86% pada konsentrasi 20ml dengan waktu kontak 2 jam dan mortalitas 100% pada konsentrasi 5ml, 10ml, 15ml, dan 20ml pada waktu 4 jam. Hasil analisis statistik dengan anova p=0,05 menunjukkan pengaruh signifikan dari interaksi konsentrasi dan waktu kontak (p=.831) terhadap mortalitas larva Anopheles sp. Penelitian ini membuktikan bahwa akar tuba (Derris elliptica) efektif sebagai larvasida
Gambaran Kadar Enzim Cholinesterase Dalam Darah Petani Bawang Merah Pengguna Organofosfat Di Desa Sumberbulu-Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Chusnul, Chotimah; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10601

Abstract

Organofosfat merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan dalam aktivitas pertanian. Pestisida ini diketahui memiliki pengaruh toksik terhadap sistem saraf melalui penghambatan enzim cholinesterase. Bahaya paparan organofosfat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kejang-kejang, bahkan kematian. Sehingga keracunan organofosfat dapat dinilai dengan kadar enzim cholinesetrase dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar enzim cholineterase pada petani bawang merah di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 17 serum darah dari 24 petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling . Aktivitas enzim cholinesetrase diukur dengan instrumen fotometer biolyzer 100 menggunakan sampel serum darah dan menunjukkan hasil 2 (11,8%) dari 17 (100%) serum darah mengalami penurunan enzim cholinesetrase sedangkan 15 (88,2%) lainnya normal. Hasil analisis statistik hubungan parameter usia (p=0,016) dan kelengkapan APD (p=0,032) menunjukan hubungan signifikan terhadap cholinesetrase. Sedangkan parameter masa kerja (p=0,517) , lama penyemprotan (p=0,233), dan posisi penyemprotan (p=0,668) diketahui tidak memiliki hubungan terhadap penurunan kadar enzim cholinesetrase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penurunan enzim cholinesetrase terjadi pada petani yang memiliki usia 46-60 tahun dengan penggunaan APD tidak lengkap. Sehingga parameter usia dan APD diketahui memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penurunan kadar enzim cholinesetrase.
Co-Authors Amarani, Anggi Dwi Anggi Nur Wijayanti Anggraini, Fransiska Arsya Lingga Datu Baco, Maria Velgiyanti Basyarrudin, Muhammad Chusnul, Chotimah Dewita Nggua Evi Dwi Prastiwi Fahru Rizal Isyafa Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farahdita Devi Masyitoh Febriyanti Wora Kapero Firnanda Magfirah Galih Zatmiko Alan Gresela Rambu Kaleka Mali, Aquina Handhini Gema Arika Putri Husnah, Yeni Avidhatul Ibaadillah, Afrihal Afiif Ignasius Kalos Indah Anggeriani Kapero, Febriyanti Wora Karismadani, Id'ha Lutfia Kurniawan, Akbar Dwi Larasati, Marsella Liliosa Londong Lilla Maria Lud Waluyo Maria Diyah Maria Diyah Maria Srisuharny Maria Srisuharny Moh. Mirza Nuryady Muhammad Basyaruddin Muhammad Basyaruddin, Muhammad Muhammad Basyarudin Muhammad Masyhur Muhammad Masyhur Muhammad Masyhur Nadila Karno Ndapamuri, Alfenia Nggua, Dewita Nisa Ailmi Lidya Artha Revica Novi Yuniar Novitasari , Lilis NURUL AZIZAH Pehan, Laurensia Rivoniarti Ese Prasetya, Arita Ajeng Previta Zeisar Rahmawati Previta Zeizar Rahmawati Rachmawati, Idelia Diny Rahmadhani, Fitria Wahyu Rahmawati, Previta Zeisar Rahmawati, Previta Zeizar Risna’im, Annisa Rohmania Rodolof, Claudya Putri Samsun hadi Sanjaya, Zahra Weny Saragih, Lenni Sari, Chantika Putri Indah Saroh, Putri Rohmah Muya Siska Nanda Widhaningrum Siti Aisyah Siti Aisyah Sofiah, Yayu Susilawati, Nasiro Syamsyinova BS, Andini Aulia Taquillah, Naura Silmy Widhaningrum , Siska Nanda Widiatmoko, Muhamad Wulandari, Dewi Permani Ayu Wulandari, Lenni Ratna Tri Yeni Avidhatul Husna