Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL

Hubungan Proses Penyiapan Makanan Pendamping ASI Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 7-24 Bulan Laurentina Dos Reis Lopes; Sih Ageng Lumadi; Feriana Ira Handyana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i1.160

Abstract

Diarrhea is a symptom with signs of changes in shape and consistency of liquid stools and frequency of defecation more than usual (3 times a day) throwing water five times a day and soft stools. Babies are said to be diarrhea if they have defecated more than three times a day, the effects of the disease are not only for the health of the baby, but also for the process of baby growth and development. This study aims to determine the relationship between the process of preparing complementary foods with the incidence of diarrhea in infants aged 7-24 months in Pandanlandung Village, Wagir District, Malang Regency. The research method uses correlative descriptive with a case control approach. The sample in this study were 130 respondents, with simple random sampling technique. From the Spearman statistical test between the incidence of diarrhea with the preparation process of complementary foods ASI obtained p value = 0,000 (<a = 0,05) with the value of r +.456 so it can be concluded that there is a relationship between the incidence of diarrhea with the process of preparing complementary foods with the incidence of diarrhea in infants aged 7-24 months in Pandanlandung Village, Wagir District, Malang Regency. Means that the worse the process of preparing complementary foods, the higher the incidence of diarrhea. Suggestions from this study are expected respondents can find out the risk factors that can cause diarrhea, as well as the preparation process of MP ASI that is good for babies.
Penggunaan Aromaterapi Dalam Upaya Menurunkan Tekanan Darah Nisa Arjuni; Sih Ageng Lumadi; Feriana Ira Handian
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.227

Abstract

Aromaterapi adalah pengobatan non farmakologis yang juga ikut berperan dalam upaya untuk menurunkan tekanan darah. Aromaterapi yang digunakan yaitu aromaterapi lavender dan mawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel yang berhubungan dengan penggunaan aromaterapi dalam upaya menurunkan tekanan darah baik itu hipertensi ringan dan hipertensi sedang. Desain yang digunakan adalah literatur review, artikel dikumpulkan dengan mesin pencari seperti Google Scholar, PubMed, Portal Garuda, dan ProQuest. Kriteria artikel/ jurnal yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2015-2020. Analisis literatur review ini disintesis menggunakan metode naratif. Hasil penelitian menunjukkan dari total keseluruhan 12 jurnal, terdapat 10 jurnal dengan hasil yang signifikan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi terhadap upaya menurunkan tekanan darah baik hipertensi ringan maupun hipertensi sedang. Hasil dari 2 jurnal lain yaitu tidak ada hasil yang signifikan aromaterapi dapat menurunkan tekanan darah. Dengan kesimpulan inhalasi aromaterapi dapat menurunkan tekanan darah dengan efektif apabila tidak ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Saran untuk penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap aromaterapi lainnya, sehingga dapat dihasilkan sebuah intervensi aromaterapi lain yang beragam
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX AND URIC ACID LEVELS IN HOUSEWIVES IN SUMBER GEMPOL DUSUN RT 36 RW 04 PAGELARAN VILLAGE PEGALARAN DISTRICT, MALANG REGENCY Vina Kusumawati; Sih Ageng Lumadi; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2024): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.798

Abstract

Pola hidup sedentary yang dilakukan ibu rumah tangga menyebabkan obesitas, obesitas dapat memicu asam urat karena pola makan yang tidak seimbang, Indeks massa tubuh normal adalah 18,5-24,9 kg/m2. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar asam urat, asam urat adalah radang pada persendian. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat pada ibu rumah tangga. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini 40 orang ibu rumah tangga dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan alat tes asam urat Easy Touch GCU, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Analisa data ini menggunakan Uji Spearman Rank, dari hasil analisa data didapatkan nilai p = (0,005) yaitu ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat pada Ibu Rumah Tangga. Kemudian untuk nilai korelasi (r) adalah 0,436 dapat menyatakan bahwa adanya hubungan positif yang kuat antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat
THE EFFECT OF ELDERLY EXERCISES ON REDUCING PAIN IN THE ELDERLY AT THE AL-ISLAH ELDERLY CENTER Enos Umbu mada Hahar; Sih Ageng Lumadi; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2024): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.817

Abstract

Introduction: Elderly or old age is the final stage of human life development, starting from the age of 60 years and above. The elderly experience a decrease in the ability of the body's organs to repair themselves or change or maintain normal function. Gymnastics for the elderly is light exercise that can be done anywhere, and is a sport that is not included in the heavy exercise category, so it can be applied to the elderly. Objective: to determine the effect of exercise on reducing pain in the elderly at the Al-ishlah elderly home. Method: The research design used was pre-experimental using one class pre test-post test design. The total sample of 22 respondents was included in this research. The Wilcoxon test was used in this research with the SPSS program. Results: test results p value = 0.000. This result shows a significant value smaller than the specified value, namely 0.05 (p≤0.05). Based on these results, Ha was accepted and Ho was rejected, so it was concluded that Ha was accepted, meaning that there was an influence of elderly exercise on reducing pain in the elderly at the Al-Islah Elderly Home. Conclusion: There is an influence of elderly exercise on reducing pain in the elderly with a pain score scale of mild, moderate and severe
The Relationship Between Body Mass Index And Uric Acid Levels In Housewives In Sumber Gempol Dusun Rt 36 Rw 04 Pagelaran Village Pegalaran District, Malang Regency Vina Kusumawati; Sih Ageng Lumadi; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.798

Abstract

Pola hidup sedentary yang dilakukan ibu rumah tangga menyebabkan obesitas, obesitas dapat memicu asam urat karena pola makan yang tidak seimbang, Indeks massa tubuh normal adalah 18,5-24,9 kg/m2. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar asam urat, asam urat adalah radang pada persendian. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat pada ibu rumah tangga. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini 40 orang ibu rumah tangga dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan alat tes asam urat Easy Touch GCU, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Analisa data ini menggunakan Uji Spearman Rank, dari hasil analisa data didapatkan nilai p = (0,005) yaitu ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat pada Ibu Rumah Tangga. Kemudian untuk nilai korelasi (r) adalah 0,436 dapat menyatakan bahwa adanya hubungan positif yang kuat antara indeks massa tubuh dengan kadar asam urat
The Effect Of Elderly Exercises On Reducing Pain In The Elderly At The Al-Islah Elderly Center Enos Umbu Mada Hahar; Sih Ageng Lumadi; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.817

Abstract

Introduction: Elderly or old age is the final stage of human life development, starting from the age of 60 years and above. The elderly experience a decrease in the ability of the body's organs to repair themselves or change or maintain normal function. Gymnastics for the elderly is light exercise that can be done anywhere, and is a sport that is not included in the heavy exercise category, so it can be applied to the elderly. Objective: to determine the effect of exercise on reducing pain in the elderly at the Al-ishlah elderly home. Method: The research design used was pre-experimental using one class pre test-post test design. The total sample of 22 respondents was included in this research. The Wilcoxon test was used in this research with the SPSS program. Results: test results p value = 0.000. This result shows a significant value smaller than the specified value, namely 0.05 (p≤0.05). Based on these results, Ha was accepted and Ho was rejected, so it was concluded that Ha was accepted, meaning that there was an influence of elderly exercise on reducing pain in the elderly at the Al-Islah Elderly Home. Conclusion: There is an influence of elderly exercise on reducing pain in the elderly with a pain score scale of mild, moderate and severe
Hubungan Proses Penyiapan Makanan Pendamping ASI Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 7-24 Bulan Laurentina Dos Reis Lopes; Sih Ageng Lumadi; Feriana Ira H
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i1.160

Abstract

Diarrhea is a symptom with signs of changes in shape and consistency of liquid stools and frequency of defecation more than usual (3 times a day) throwing water five times a day and soft stools. Babies are said to be diarrhea if they have defecated more than three times a day, the effects of the disease are not only for the health of the baby, but also for the process of baby growth and development. This study aims to determine the relationship between the process of preparing complementary foods with the incidence of diarrhea in infants aged 7-24 months in Pandanlandung Village, Wagir District, Malang Regency. The research method uses correlative descriptive with a case control approach. The sample in this study were 130 respondents, with simple random sampling technique. From the Spearman statistical test between the incidence of diarrhea with the preparation process of complementary foods ASI obtained p value = 0,000 (<a = 0,05) with the value of r +.456 so it can be concluded that there is a relationship between the incidence of diarrhea with the process of preparing complementary foods with the incidence of diarrhea in infants aged 7-24 months in Pandanlandung Village, Wagir District, Malang Regency. Means that the worse the process of preparing complementary foods, the higher the incidence of diarrhea. Suggestions from this study are expected respondents can find out the risk factors that can cause diarrhea, as well as the preparation process of MP ASI that is good for babies.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Pola Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Ruang Rawat Inap RS.Baptis Kota Batu suryani djaelan; Sih Ageng Lumadi; Evi Dwi Prastiwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.198

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang membutuhkan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan menurunkan resiko komplikasi kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat dan pola diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap RS. Baptis Kota Batu. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden, data didapatkan menggunakan lembar kuesioner. Dari uji statistik Spearmen Rho antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p=0,001< α=0,05 dengan nilai r 0,514. Sedangakan dari uji statistik antara self efficacy dengan kepatuhan pola diet didapatkan nilai p=0,002< α=0,05 dengan nilai r 0,476. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat dan pola diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Semakin meningkatnya Self-efficacy pada penderita DM akan meningkatkan kepatuhan penderita dalam melakukan manajemen DM termasuk kepatuhan minum obat dan kepatuhan diet. Oleh karena itu, petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi pada penderita diabetes mellitus tentang pentingnya self efficacy dan kepatuhan dalam pengelolaan diabetes guna mencegah komplikasi akibat diabetes mellitus
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Windi Triastutik; Sih Ageng Lumadi; Achmad Dafir Firdaus
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i1.222

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar mahasiswa tidak lepas dari kesibukan kesehariannya dan sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk. Banyaknya aktivitas dan problematika pada usia remaja menyebabkan kelompok usia ini memiliki resiko tinggi terhadap gangguan tidur khususnya insomnia. Penelitiantinimbertujuan kuntuk xmengetahui hubungant kualitas tidur denganvkejadian insomnia padavmahasiswatKeperawatanddi STIKes Maharani Malang. Penelitiancinikmenggunakanf desain lkorelasi, denganbpendekatanycrossi gsectional, pengambilanbsampelimenggunakandteknikatotalisamplingusejumlahz 39 orang, Kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil analisis data nilai p value : 0,000 dengan nilai ɑ : 0,05, dengan kekuatan hubungan r = 0,897. Kesimpulanjadakhuhungan yangesignifikan antarazkualitasetiduredengantkejadian insomnia padatmahasiswa. Diharapkanduntuke penelitixselanjutnyamdapathmelakukan pengembangan lebihvlanjutepadabinstrumen penelitian, dan penyuluhan tidur yang lebih kompleks lagi dari penelitian ini. ABSTRACT Most of the students can not avoid their daily activities and are easy to suffer from having poor sleep quality. The number of activities and problems in adolescence causes this age group to have a high risk of sleep disorders especially insomnia. Insomnia is the inability to sleep despite their desire to do so. Thisestudysaims cto know thenrelationship betweent sleeptquality and therinsomnia on The College Student incMaharani College of Health Science Malang. This research applied correlation design, withdcrosshsectionalkapproach, Samplingbused indthist study isktotalysamplingetechnique oft39 people, then it iskanalyzedeby usingkSpearmanktest. Theyresultyoffdatazanalysiseshowsdthatetheredista significantecorrelation betweentsleep quality and insomnia in Maharani College of Health Science Malang. Iteis shown from result of data in which pgvalue: 0,000 with ɑ values: 0,05, with correlationdr = 0,897. fConclusion, Theredistaksignificant correlation betweengsleep qualitydandcthe incidence ofeinsomnia inastudents. Itdisarecommendedgforefurther researchersdtoabenabledtodfurther develop thenresearch instrument, andemore complex sleep counseling from this study.
Dukungan Keluarga Berhubungan DenganAsupan Natrium Penderita Hipertensi Primer Pada Lansia Usia 45-59 Padaria Nur; Sih Ageng Lumadi; Risna Yekti Mumpuni
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.225

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan awal dari berbagai macam penyakit yang merenggut nyawa begitu banyak orang. Tingginya asupan natrium merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi primer, dan dukungan keluarga merupakan salah satu cara alternatif dalam pencegahan konsumsi natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap asupan natrium penderita hipertensi primer pada lansia usia 45-59 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional dengan jumlah sample sebanyak 30 orang di Puskesmas Bareng dengan tekhnik pengambilan sample secara total sampling. Penelitian dianalisis menggunakan korelasi spearman dan didapatkan hasil responden dengan dukungan keluarga berada pada kategori kurang sebesar 63,3% dan asupan natrium berada pada kategori tinggi sebesar 53,3%, hasil analisis dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,534 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang berarti nilai p < 0,01 dan Ha diterima yang menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga terhadap asupan natrium penderita hipertensi pada lansia usia 45-59 tahun di Puskesmas Bareng. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,534 yang bermakna sifat hubungan yang berbanding terbalik, semakin baik dukungan keluarga maka asupan natrium semakin rendah. Diharapan kepada anggota keluarga untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada anggota keluarga yang menderita hipertensi primer dalam hal asupan natrium.