Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Persepsi Stakeholder terhadap Efektivitas Pembiayaan Kesehatan melalui Dana Kapitasi JKN di Puskesmas Remboken Grace Novita Agnes Sinaga; Agusteivi J. Telew; Christian Bertom Pajung; Richard A. Palilingan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.897

Abstract

JKN capitation funds are an important financing source supporting the sustainability of basic health services at community health centers. This study aims to analyze stakeholder perceptions of the effectiveness of health financing through JKN capitation funds at Remboken Community Health Center based on the indicators of goal attainment, integration, and adaptation according to Steers (1985). This study used a qualitative method with a descriptive approach. Informants were selected through purposive sampling, totaling five people, consisting of the Head of the Health Center, the JKN Treasurer, the Head of Administration, and two active JKN patients. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that goal attainment of the capitation fund has run well, with funds allocated according to the 70% service and 30% operational provisions. Integration among stakeholders is generally good, although delays in fund disbursement still occur at the beginning of each year due to treasurer appointment administration. Remboken Health Center is able to adapt to these obstacles so that services keep running optimally. In conclusion, the management of JKN capitation funds at Remboken Health Center is generally effective, although disbursement timeliness and supporting facilities still need improvement.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Tambang Emas Pt Bulawan Daya Lestari Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Sindi Claudia Mokodongan; Christian Bertom Pajung; Bukroanah A. Makkau; Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Syafriani Syafriani
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.898

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is a fundamental component of mining operations, given the high risk of occupational accidents. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an essential strategy for preventing work-related accidents. However, low compliance with PPE use remains a concern at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. This study aimed to describe workers’ knowledge, attitudes, and practices regarding PPE use at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. A quantitative descriptive study with a cross-sectional approach was conducted. A total of 150 respondents were selected from a population of 240 workers using simple random sampling, with the sample size determined using the Slovin formula (5% margin of error). Data were collected using an observation sheet to assess practices and questionnaires to measure knowledge and attitudes. The data were analyzed using univariate analysis presented as frequency distributions and percentages. The findings showed that 144 respondents (96%) had good knowledge of PPE use. Regarding attitudes, 102 respondents (68%) demonstrated moderate attitudes, while 47 respondents (31.3%) demonstrated good attitudes. Furthermore, 142 respondents (94%) demonstrated good PPE use practices in the workplace. In conclusion, workers at PT Bulawan Daya Lestari had good knowledge, moderate attitudes, and good practices regarding PPE use. The company is encouraged to strengthen OSH education programs, provide more ergonomic PPE, and improve supervision systems to promote better attitudes and sustained compliance with PPE use.
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Koya Juniman Zai; Deviana Pratiwi Munthe; Jilly Toar; Vera Tombokan; Christian Bertom Pajung; Beatrix Jetje Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1307

Abstract

Zai, Juniman. Deviana Pratiwi Munthe, Jilly Toar, Vera Tombokan, Christian Bertom Pajung,Beatrix Jetje Podung, 2026. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan diPuskesmas Koya. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaandan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado.Motivasi Kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatandalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja yang baik akan meningkatkanmutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiHubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Koya. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah35 responden dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik sampling. Pengumpulandata dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square dengan tingkat singnifikansi  = 0,05. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar responden memilki motivasi kerja dalam kategori baikpada masing-masing indikator, yaitu prestasi (54,3%), supervisi (51,4%), sedangkan gaji(54,3%), kondisi kerja (65,7%) berada pada kategori cukup. Sebagian besar tenaga kesehatanjuga memiliki kinerja dalam kategori baik (51,4%), sedangkan kategori cukup (48,6%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerjadengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya. Seluruh indikator motivasi kerja yangmeliputi prestasi (p-value = 0,004), gaji (p-value = 0,003), supervisi (p-value = 0,000),kondisi kerja (p-value =0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenagakesehatan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikanantara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya.
Analisis Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kristiani Wuri; Vera Diane Tombokan; Lucyana Leonita Pongoh; Sudirham; Jilly Toar; Christian Bertom Pajung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1416

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program pelayanan kesehatan yangbertujuan membantu peserta dengan penyakit kronis mencapai kondisi kesehatan yang terkontrol dankualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas telah berjalan, namun masihditemukan keterbatasan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas KecamatanLangowan Barat berdasarkan komponen input, proses, dan output yang mengacu pada teori Azwar(2010). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus evaluasiprogram. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Data diperoleh melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan pelaksana dan peserta Prolanis.Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwaomponen input telah didukung oleh tenaga pelaksana, pendanaan, serta sarana dan prasarana yang cukupmemadai, tetapi belum optimal karena belum tersedianya SOP khusus Prolanis, pelatihan khusus tenagapelaksana masih terbatas, dan terdapat keterbatasan sarana pendukung. Komponen proses meliputikonsultasi medis, edukasi klub, pemantauan status kesehatan, aktivitas klub, home visit, dan reminder.Seluruh aktivitas telah dilaksanakan, namun home visit belum menjangkau seluruh peserta yangmembutuhkan, partisipasi peserta dalam kegiatan senam masih rendah, dan reminder masih dilakukansecara manual dan belum menggunakan reminder digital seperti SMS/WhatsApp. Komponen outputmenunjukkan bahwa tujuan Prolanis telah mulai tercapai, ditandai dengan meningkatnya keteraturanpeserta dalam melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat serta kondisi kesehatan yang lebihterpantau dan terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratastelah memberikan manfaat positif dalam pengelolaan kondisi kesehatan peserta, tetapi belum optimal.Penguatan SOP, sistem reminder, cakupan home visit, dan partisipasi peserta diperlukan untukmeningkatkan pencapaian tujuan Prolanis secara optimal dan berkelanjutan.  
Analisis Deskriptif Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Dalam Mengurangi Antrian Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangian Kabupaten Bolaang Mongondow Studi Kualitatif Tirawani Agansi; Fredrik A. Makadada; Christian Bertom Pajung; Vera Tombokan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mendukung sistem antrianpelayanan kesehatan serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya di Puskesmas Pangian. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dandokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Dokter, dua Staf Loket Pendaftaran,dan tiga masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Pangian belum optimalkarena fitur antrian online belum diterapkan. Aplikasi Mobile JKN masih dimanfaatkan untuk melihat kartuBPJS digital, mengecek status kepesertaan, dan memperoleh informasi pelayanan kesehatan. Akibatnya, prosespendaftaran pasien masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan Mobile JKN belum mendukungpengurangan antrian pelayanan. Kendala yang ditemukan meliputi belum diterapkannya sistem antrian online,rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi, keterbatasan kemampuan penggunaanteknologi digital, serta kendala jaringan internet. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN diPuskesmas Pangian belum optimal dalam mendukung sistem antrian pelayanan kesehatan. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan kesiapan sistem pelayanan dan sosialisasi agar pemanfaatan Mobile JKN dapat berjalanlebih efektif.