Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur Dan Stres Dengan Tekanan Darah Lansia Di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Praningsih, Supriliyah; Siswati; Maryati, Heni; Priyanti, Ratna Puji
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i4.25101

Abstract

Objective: Hypertension is a disease that causes death silently or is called a silent killer. Many people with hypertension are not aware of the symptoms and problems that occur because there are no warning signs or symptoms (WHO, 2021). Risk factors that can affect the incidence of hypertension include sleep quality and stress. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and stress with blood pressure. Methods: This article design used correlational research with a "Cross Sectional" approach. The population of this study was the elderly in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency, totaling 35 people. Sleep quality and stress were measured using a questionnaire. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer according to standard guidelines. Data analysis by editing, coding, scoring, tabulation and statistical tests were carried out using the Spearman Rank test. Results: Most respondents have poor sleep quality. Most respondents are normal, not experiencing stress. Most respondents have systolic blood pressure with grade 1 hypertension. almost half of respondents have diastolic blood pressure with grade 1 hypertension and grade 2 hypertension. The results of the analysis between sleep quality and systolic and diastolic blood pressure obtained a p value> 0.05 which indicated that there was no relationship between sleep quality and blood pressure, both systolic and diastolic. This is the same as the relationship between stress with systolic and diastolic blood pressure, where the test results obtained a p value> 0.05 which indicates that there was no relationship between stress and blood pressure, either systolic or diastolic Conclusion: In addition to sleep quality and stress, there are other factors that affect blood pressure that cannot be controlled by researchers that have an impact on changes in blood pressure. Controlling the role factors is very necessary to obtain significant results.
Senam Hipertensi Sebagai Upaya Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Siswati, Siswati; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 2 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i2.1504

Abstract

Introduction: The prevalence of hypertension in indinesia at age > 18 years is 34.11%. according to WHO, people with hypertension who make efforts to control blood pressure are only one-fifth of all sufferers in the world. Hypertension control can be done by controlling risk factors, namely by consuming healthy foods, reducing the amount of salt in food, not consuming alcohol, not smoking, controlling stress, and doing physical activity. Methods: The type of study was one group pre test post test design. The population of this study were hypertension sufferers in Brambang Village. The research sample was 30 respondents with the criteria of hypertension grade 1 hypertension grade 2. The sampling technique used total sampling. Blood pressure data is obtained by measuring blood pressure using digital blood pressure. Results: blood pressure before the intervention was 70% hypertension grade 1 and 30% hypertension grade 2. This data decreased after the intervention with data distribution of 26.7 pre hypertension, 53.3% hypertension grade 1, and 20% hypertension grade 2. Wilcoxon signed rank test statistic showed significant value (p) = 0.000. Conclusion: hypertension exercise that is done regularly and seriously can have a positive impact on stable blood pressure. Keyword: hypertension exercise; blood pressure.
DAMPAK INTERVENSI MOBILE HEALTH TERHADAP MANAJEMEN DIRI PASIEN GAGAL JANTUNG : A SYSTEMATIC REVIEW DIANITA, Eka Mei; Praningsih, Supriliyah; Siswati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29837

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular mempengaruhi 26 juta orang di dunia menyebabkan kematian. Mengelola dan memantau gejala gagal jantung penting untuk meningkatkan status kesehatan. Mobile health digunakan untuk memantau, mengelola gejala pada pasien gagal jantung, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Intervensi berfokus pada penatalaksanaan nonfarmakologis penting pada pasien gagal jantung. Manajemen diri terdiri dari pemantauan berat badan, pembatasan cairan, modifikasi pola makan, olahraga. Mobile health lebih terintegrasi untuk strategi pengelolaan secara mandiri. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas mobile health dalam manajemen mandiri pasien gagal jantung. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematik dilakukan menggunakan PRISMA. Lima database digunakan penelitian ini: Pubmed, Proquest, Science Direct, Spinger, SAGE. Artikel antara tahun 2017-2022. Kata kunci digunakan “kesehatan seluler” DAN “manajemen mandiri” DAN “gagal jantung”. Hasil penelitian dari tiga belas artikel menunjukkan mobile health dapat diterapkan untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien gagal jantung. Aplikasi mobile health berbasis buku harian, HF SMART, aplikasi kesehatan seluler Care4myHeart, HOM HEMP, aplikasi mAF dan aplikasi HeartMa. Meskipun intervensi yang berbeda mempunyai dampak yang berbeda terhadap hasil pengelolaan manajemen mandiri, penerapan kesehatan berpotensi dapat diterapkan di negara maju maupun berkembang. Penggunaan kombinasi intervensi mobile health dan tim multidisiplin untuk mencapai efek dan hasil optimal terkait manajemen mandiri pada pasien gagal jantung. Mobile health memberikan manfaat bagi penggunanya, khususnya perbaikan gejala pasien gagal jantung. Penyedia layanan kesehatan dapat secara efektif dan mendukung pasien gagal jantung dalam manajemen mandiri yang komprehensif.
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH Dianita, Eka Mei; Praningsih, Supriliyah; Diana, Rini Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38510

Abstract

Konsumsi kopi sering dikaitkan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung koroner, termasuk meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah. Peningkatan konsumsi kopi dapat berdampak negatif pada kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat mengubah hormon stres kortisol dan sistem saraf simpatik, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah. Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan Observasional dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 70 mahasiswa STIKes Pemkab Jombang. Instrumen Penelitian pada penelitian ini sphygmomanometer, stetoskop untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner The  Pittsburgh  Sleep  Quality  Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Spearman Test. Hasil penelitian uji Spearman’s rho didapatkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,003 dan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,007. ada hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah dan ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah. Semakin sering konsumsi kopi maka semakin tinggi resiko peningkatan tekanan darah individu, begitu juga sebaliknya semakin jarang konsumsi kopi maka semakin rendah risiko peningkatan tekanan darah individu. Peningkatan tekanan darah yang terjadi  pada  responden berbeda-beda tingkatannya karena  banyak  faktor  yang mempengaruhi  peningkatan  tekanan  darah  diantaranya yaitu genetik, obesitas, asupan garam, gaya hidup, dan konsumsi alkohol dan kafein atau konsumsi kopi. Semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi risiko peningkatan tekanan darah individu, begitu juga sebaliknya semakin baik kualitas tidur maka semakin rendah risiko peningkatan tekanan darah individu. Hubungan tersebut merupakan hasil dari mekanisme biologis, menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengubah hormon stress kortisol dan sistem saraf simpatik, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah.
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.846

Abstract

Program perawatan kesehatan untuk menyelesaikan masalah hipertensi adalah pendampingan keluarga. Keluarga diharapkan menjadi mitra kerja yang tepat guna perawatan penderita hipertensi, sehingga penderita hipertensi menjadi mandiri merawat dirinya guna mempertahankan kestabilan tekanan darah sserta meningkatkan status kesehatannya.Tujuan penelitian mengetahui efektifitas pendampingan keluarga dalam perawatan diri terhadap kestabilan tekanan darah penderita hipertensi.Desain yang digunakan adalah quasy experiment dengan pre test and post test nonequivalent control group. Populasinya adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada Tahun 2018 sejumlah 75 orang dengan  sampel 60 orang penderita hipertensi di Desa Rejoagung dengan 30 orang sebagai kelompok perlakuan dan 30 orang sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengambilan data secara purposive sampling. Analisa data menggunakan uji willxocon dan Mann-Whitney.Hasil menunjukkan pada kelompok perlakuan adanya perubahan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pendampingan keluarga dalam perawatan diri dengan uji wilcoxon nilai Asymp. Sig. (2 –tailed) 0,001 Hal ini menunjukkan ada pengaruh tekanan darah pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pendampingan. Sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pendampingan keluarga dalam perawatan diri penderita hipertensi di dapatkan hasil uji wilcoxon nilai Asymp. Sig. (2 –tailed) 0,854.  Hal ini menunjukkan tidak ada pengaruh tekanan darah pada kelompok kontrol. Uji Mann- whitney sebelum dan sesudah pendampingan antara kelompok perlakuan dan kontrol menunjukkan hasil 0,317 dan 0,087 artinya tidak ada perbedaan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pendampingan keluarga dalam perawatan diri penderita hipertensi  antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Keluarga diharapkan menjadi mitra kerja yang tepat guna perawatan penderita hipertensi, sehingga penderita hipertensi menjadi mandiri merawat dirinya guna mempertahankan kestabilan tekanan darah sehingga meningkatkan status kesehatannya dan Petugas kesehatan perlu mengkaji sejauh mana keluarga mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik agar dapat memberikan bantuan atau pembinaan terhadap keluarga untuk memenuhi tugas kesehatan keluarga tersebut, sehingga tercipta kemandirian keluarga dalam program perawatan kesehatan komunitas.Kata Kunci: efektivitas pendampingan keluarga, perawatan diri penderita hipertensiDOI: 10.5281/zenodo.3549149
SURVEILLANCE HIPERTENSI KADER "CERIA" DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACATAN DAN KEMATIAN Praningsih, Supriliyah; Maryati, Heni; Siswati, Siswati
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1148

Abstract

Masyarakat menganggap hipertensi hal yang biasa sehingga muncul jika sudah parah dan menimbulkan komplikasi. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Program perawatan kesehatan komunitas untuk menyelesaikan masalah hipertensi adalah melalui pendampingan kader kesehatan. Kader CERIA diharapkan menjadi mitra kerja dalam mengontrol tekanan darah untuk mencegah terjadinya kecacatan dan kematian. Tujuan penelitian adalah menganalisa survillance hipertensi untuk pencegahan kecacatan dan kematian melalui kader CERIA. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan one group pre post test group. Variable independent adalah kader CERIA dan variabel dependen adalah tekanan darah. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah 112 orang denagn sampel sejumlah 32 orang yang bersedia dan hadir saat penelitian dengan tekanan darah sistolik >150mmHg. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan seudah perlakuan selama 1 bulan. Analisa data menggunakan uji willxocon. Hasil penelitian didapatkan 32 orang dari 112 lansia memiliki tekanan darah ≥ 150/90 mmHg. Hasil uji wilcoxon signed ranks test tekanan darah sistolik didapatkan p=0,00 atau p<0,05 yang berarti ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah sistolik. Hasil uji wilcoxon signed ranks test untuk tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,01 atau p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh surveillance hipertensi kader CERIA terhadap tekanan darah diastolik. Peneliti yang akan melakukan Penelitian tentang hipertensi, terutama hubungannya dengan kader CERIA hendaknya dapat menggunakan sampel yang lebih banyak pada semua usia untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Seluruh masyarakat diharapkan dapat menjalankan program CERIA untuk mengontrol tekanan darah dan bukan terbatas pada lansia saja. Kata kunci: Hipertensi, Kader CERIA, Surveillance DOI: 10.5281/zenodo.4774780