Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan Hanifah, Ifah; Anjasmara, Aan; Dewi, Figiati Indra
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s60rtk04

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Pengabdian ini didasarkan pada permasalahan mitra bahwa kemampuan berbicara di depan umum para pejabat Desa Longkewang masih rendah. Rata-rata disebabkan oleh faktor internal berupa rasa tidak percaya diri, kurangnya jam terbang, serta kesulitan dalam memilih Bahasa/kata-kata. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diadakanlah sebuah pelatihan berbicara di depan umum bagi para pejabat di desa tersebut. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni survey pendahuluan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah meningkatknya kemampuan berbicara para pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Hal itu terlihat dari durasi bicara lebih lama, kelancaran lebih baik, lebih rileks atau percaya diri,serta penggunaan Bahasa lebih tertata.
PENGENALAN TEKNIK LATIHAN NAFAS, SUARA, DAN RASA UNTUK PEMBELAJARAN DRAMA BAGI GURU SE-KABUPATEN KUNINGAN Anjasmara, Aan; Kautsar, Tifani; Andriyana, Andriyana
JE (Journal of Empowerment) Vol 4, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v4i1.3261

Abstract

ABSTRAK Pengajaran sastra pada materi drama sangat dibutuhkan guru untuk mengasah kreatifitas dan kemampuan berfikir kritis dalam sebuah pementasan drama. Drama sebagai karya sastra dan karya pentas merupakan dua hal yang penting untuk diajarkan disekolah. Pengabdian tentang pengajaran drama bagi guru diperlukan untuk membangun konstruksi pemahaman yang ajek tentang permainan drama. Tekik dasar bermain drama sebagai aktor memiliki latihan dasar yang harus dikuasai mulai dari olah raga, nafas/suara, dan olah sukma yang diajarkan kepada guru untuk dipraktikkan kepada siswa. Pengabdian dilaksanakan dengan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yang melibatkan semua orang dan semua partisipan ikut aktif dalam proses pengabdian. Proses pengabdian melakukan praktik langsung terhadap materi yang diberikan dan melakukan evaluasi bersama. Dari proses yang dilakukan memunculkan hasil yang positif dari respon guru dan bukti ikut serta mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama pemateri dan partisipan. Keberhasilan program ini dapat diukur dari animo mereka yang hadir dari banyak sekolah di Kabupaten Kuningan. Hasil evaluasi menghasilkan materi keaktoran dan make up diperlukan untuk pembelajaran drama di sekolah.ABSTRACTTeaching literature on drama material is needed by teachers to hone creativity and critical thinking skills in a drama performance. Drama as a literary work and a performance work are two important things to be taught in schools. Dedication to teaching drama for teachers is needed to build a construct of a firm understanding of drama play. The basic techniques of playing drama as an actor have basic exercises that must be mastered starting from sports, breath/sound, and spiritual sports that are taught to teachers to practice to students. Community service is carried out using  the PRA (Participatory Rural Appraisal) method which involves everyone and all participants actively participate in the service process. The midwifery process conducts direct practice on the material provided and conducts joint evaluations. From the process carried out, positive results emerged from the teacher's response and evidence of their participation in every activity carried out with speakers and participants. The success of this program can be measured from the interest of those who attended from many schools in Kuningan Regency. The results of the evaluation produce acting and makeup materials needed for drama learning at school.
Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan Hanifah, Ifah; Anjasmara, Aan; Indra Dewi , Figiati
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Pekodimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul Pelatihan Berbicara di Depan Umum bagi Pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Pengabdian ini didasarkan pada permasalahan mitra bahwa kemampuan berbicara di depan umum para pejabat Desa Longkewang masih rendah. Rata-rata disebabkan oleh faktor internal berupa rasa tidak percaya diri, kurangnya jam terbang, serta kesulitan dalam memilih Bahasa/kata-kata. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diadakanlah sebuah pelatihan berbicara di depan umum bagi para pejabat di desa tersebut. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni survey pendahuluan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah meningkatknya kemampuan berbicara para pejabat Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Hal itu terlihat dari durasi bicara lebih lama, kelancaran lebih baik, lebih rileks atau percaya diri,serta penggunaan Bahasa lebih tertata.
Penggunaan bahasa oleh komika Kiky Saputri dalam acara HUT indosiar meroasting crazy rich indonesia (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Rahmayani, Aulia; Hidayat, Arip; Anjasmara, Aan; Andriyana, Andriyana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v4i2.49

Abstract

ABSTRAK: Roasting merupakan salah satu teknik komedi yang digunakan untuk mengkeritik seseorang, roastingan ini akan menyampaikan informasi yang berhubungan dengan suatu individu yang dibawakan dengan suatu humor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa roasting oleh komika Kiky Saputri,pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis wacana kritis (AWK) model Norman Fairclough. Jenis penelitian ini yakni penelitian deskriptif kualitatif. Dengan model diskursus yang memuat tiga dimensi analisis wacana. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penggunaan bahasa roasting yang digunakan oleh komika Kiky Saputri. Hasil analisis dipaparkan dalam bentuk tiga dimensi wacana yaitu : (1) Dimensi Teks (Mikrostruktural) yang didalamnya mencakup kohesi, koherensi, tata bahasa dan diksi. Dalam penelitian ini terdapat data yang kebanyakan termasuk kedalam kohesi dan koherensi. (2) Discourse Practice (Masostructural) mencakup produksi, penyebaran dan konsumsi. Dalam hasil data penelitiannya terdapat semua aspek yang termasuk kedalam discourse practice, (3) Sociocultural Practice (Makrostructural) mencakup situasional, institusional dan sosial. Dalam hasil data penelitianya terdapat semua aspek yang termasuk kedalam sociocultural practice. KATA KUNCI: Bahasa roasting, analisis wacana kritis Norman Fairclough, dimensi teks,discourse practice, sociocultural practice.   THE USE OF LANGUAGE BY KOMIKA KIKY SAPUTRI IN THE INDOSIAR ANNIVERSARYEVENT WHICH ROASTING CRAZY RICH INDONESIA (Norman Fairclogh’s Critical Discourse Analysis)   ABSTRACT: Roasting is one of the comedic techniques used to criticize someone, this roast will convey information related to an individual that is delivered with humor. This study aims to describe the use of roasting language by comic Kiky Saputri, the approach used in this study is the Norman Fairclough critical discourse analysis (AWK) approach. This type of research is descriptive qualitative research. With a discourse model that contains three dimensions of discourse analysis. The results of this study indicate the use of roasting language used by comic Kiky Saputri. The results of the analysis are presented in the form of three dimensions of discourse, namely: (1) Text Dimension (Microstructural) which includes cohesion, coherence, grammar and diction. In this study, there are data that are mostly included in cohesion and coherence. (2) Discourse Practice (Masostructural) includes production, dissemination and consumption. In the results of the research data there are all aspects included in the discourse practice, (3) Sociocultural Practice (Macrostructural) includes situational, institutional and social. In the results of the research data, there are all aspects included in sociocultural practice. KEYWORDS: Roasting language, Norman Fairclough's critical discourse analysis, text dimensions, discourse practice, sociocultural practice
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIDATO DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBASIS AUDIO VISUAL PADA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINDANGAGUNG Noor Fadillah, Rizal; Jaelani, Asep Jejen Jaelani; Anjasmara, aan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.238

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpidato siswa melalui penerapan metode pembelajaran iteraktif pada metri teks pidato. Latar belakang ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyampaikan pidato secara lisan, yang dilanjutkan oleh kurangnya penguasaan struktur teks, intonasi, serta kepercayaan diri saat di depan umum. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yang digunakan adalah 24 siswa kelas VIII E di SMPN 2 Sidangagung. Tekni pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan berpidato siswa. Pada siklus 1, rata-rata nilai siswa sebesar 68,09 dan meningkat menjadi 82,84 pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan metode pembelajaran yang digunakan, yang menekankan pada latihan praktik, bimbingan langsung, dan penggunaan media pendukung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teks pidato secara interaktif dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih menarik dan bermakna. KATA KUNCI: Keterampilan berbicara; Pembelajaran Interaktifi; Penelitian tindakan Kelas; Teks Pidato.     IMPROVING PULBIC SPEAKING SKILL THROUGH THE PROJECT - BASED LEARNING (PJBL) MODEL BASED ON AUDIOVISUAL MEDIA IN GRADE VII SMP NEGERI 2 SINDANGAGUNG ABSTRACT: This study aims to improve the public speaking skills of eighth-grade students at SMPN 2 Sindangagung through the implementation of Project-Based Learning (PjBL) using audiovisual media in teaching speech texts. The research was motivated by students’ low confidence and limited ability to deliver structured and expressive speeches. This classroom action research (CAR) was conducted in two cycles involving 24 students of class VIII. Data collection techniques included observation, performance assessments, and documentation.The results showed a significant improvement in students’ speaking performance. In the first cycle, the average score was 68.09, which increased to 82.84 in the second cycle. This progress reflects the effectiveness of the PjBL approach and the use of audiovisual media in engaging students actively in learning, especially through practical speaking activities. It can be concluded that applying PjBL with audiovisual support can effectively enhance students' mastery of speech texts and their public speaking confidence. This study is expected to serve as a reference for teachers in designing innovative and student-centered Indonesian language instruction. KEYWORDS: Public speaking skills; Project-Based Learning; audiovisual media; classroom action research; speech text
KAJIAN TOKOH WAYANG GOLEK PURWA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM MENYAMPAIKAN PENGAJARAN SASTRA UNTUK MENINGKATKAN NILAI-NILAI BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK Aan Anjasmara
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/vbp39b61

Abstract

Bahan ajar merupakan bagian dalam pembelajaran yang memiliki peranan penting untuk menjawab tuntutan kurikulum. Bahan ajar yang dimaksud adalah bahan ajar pendidikan Bahasa Indonesia merupakan pintu masuk untuk mencapai permintaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam kurikulum 2013. Seyogiyanya bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik merupakan bahan ajar yang dirancang oleh guru mata pelajaran yang dimaksud dengan memperhatikan tuntutan permintaan KI dan KD dalam kurikulum yang digunakan, dalam hal ini kurtilas. Ketepatan pembuatan bahan ajar sangat berperan sehingga permintaan dalam kurikulum bisa tercapai siswa pun dapat memahaminya dengan mudah. Hasil dalam penelitian ini penulis membuat modul yang dilengkapi RPP yang akan menjawab tuntutan KI dan KD, dalam hal ini KD 3.7, 4.7 dan 3.8,.4.8. materi di dalamnya menghadirkan contoh cerita wayang golek purwa. Hadirnya cerita wayang golek purwa dapat melestarikan khasanah kebudayaan Indonesia khususnya ditatar Jawa Barat. Disamping itu keberadaannya akan mudah diterima oleh peserta didik (peserta didik yang dimaksud yang berada ditatar Jawa Barat). Hadirnya bagah ajar yang disusun semoga dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi KD 3.7, 3.8, 4.7, dan 4.8 dengan mudah dan dapat dipahami oleh peserta didik, karena contoh yang disediakan cerita wayang golek purwa dapat dipakai dijenjang kelas X semester I.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID DENGAN GAMIFIKASI PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI DI SMP Ifah Hanifah; Sun Suntini; Aan Anjasmara
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0fjdmn09

Abstract

Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian pengembangan yang telah dilakukan sebelumnya dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Android dengan Gamification dalam Pembelajaran Teks Ekplanasi pada kelas VII di SMP Negeri 2 Kuningan” yang baru sampai pada tahap pengembangan produk. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil pembelajaran memahami teks eksplanasi yang diakibatkan oleh kurangnya media pembelajaran tentang pemahaman teks eksplanasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis android dengan gamifikasi dalam pembelajaran teks ekplanasi di SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Adapuan insterumen yang digunakan adalah insterumen tes pemahaman teks ekspalanasi. Setelah dilakukan uji efektivitas, diperoleh hasil bahwa media pembelajaran berbasis android dengan gamifikasi efektiv digunakan dalam pembelajaran teks eksplanasi di SMP. Hal itu terlihat dari hasil perhitungan bahwa nilai sig.(2-tailed) adalah 0,001. Dengan dasar Keputusan, jika sig.(2-tailed)<0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Maka sig.(2-tailed) 0,001<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan media berbasis android dengan gamifikasi efektif digunakan dalam pembelajaran teks ekplanasi di SMP dapat diterima. Artinya, terdapat perbedaan kemampuan siswa dalam memahami teks eksplanasi sebelum dan sesudah menggunakan media. Dengan demikian hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran memahami teks ekspalani dalam hal penggunaan media pembelajaran yang inovatif.
PERBEDAAN RESPON PEMBACA DI KOLOM KOMENTAR PADA APLIKASI WATTPAD DAN WEBTOON Lirin Siti Nurhikmah; asep jejen Jaelani; Aan Anjasmara
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i2.493

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan karakteristik media dalam penyajian karya sastra digital dan bagaimana hal tersebut memengaruhi respons pembaca terhadap teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan respons pembaca terhadap teks yang sama di dua platform digital, yaitu Wattpad dan Webtoon. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana respon pembaca di kolom komentar pada aplikasi Wattpad? (2) Bagaimana respon pembaca di kolom komentar pada aplikasi Webtoon? (3) Bagaimana perbedaan respons pembaca di kolom komentar antara aplikasi Wattpad dan Webtoon? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data berasal dari komentar pembaca pada cerita populer di Wattpad dan Webtoon, yang dianalisis menggunakan teori decoding Stuart Hall dengan tiga kategori: dominan, negosiasi, dan oposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa decoding dominan merupakan respons yang paling banyak ditemukan di kedua platform, meskipun persentasenya lebih tinggi di Webtoon. Sementara itu, respons negosiasi dan oposisi lebih banyak ditemukan di Wattpad. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing media: format berbasis visual Webtoon mendorong keterlibatan emosional yang lebih langsung, sedangkan format berbasis teks Wattpad memfasilitasi interpretasi naratif yang lebih mendalam dan reflektif. Penelitian ini menegaskan bahwa pembaca merupakan subjek aktif yang secara sadar menerima, menegosiasi, atau menolak makna yang disajikan dalam teks.
Perilaku Androgini Tokoh Utama Dalam Naskah Drama "DEDES (Terperdaya atau Memperdaya Menjadi Sah-sah Saja" Karya Aan Sugianto Mas Maharani, Intan; hidayat, arip; Anjasmara, Aan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.293

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berangkat dari adanya ketimpangan representasi gender dalam karya sastra, khususnya dalam penggambaran karakter perempuan yang seringkali stereotipikal. Naskah drama Dedes karya Aan Sugianto Mas menghadirkan tokoh utama perempuan dengan karakteristik yang tidak biasa, yakni memadukan sifat maskulin dan feminin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku androgini tokoh utama dalam naskah tersebut serta menjelaskan bagaimana perilaku tersebut membentuk alur cerita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan tindakan tokoh yang menunjukkan ciri-ciri androgini, yaitu perpaduan antara sifat maskulin dan feminin dalam satu individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dedes menampilkan perilaku androgini melalui keberanian, kepemimpinan, empati, dan kelembutan yang ditampilkannya dalam berbagai situasi. Perilaku ini tidak hanya memperkaya karakter tokoh, tetapi juga mendorong perkembangan plot, khususnya dalam konflik batin, relasi antar tokoh, dan resolusi cerita. Kesimpulannya, androgini dalam tokoh Dedes menjadi kekuatan naratif yang memperkuat pesan feminisme dan pemberdayaan dalam naskah drama tersebut. KATA KUNCI: Androgini; tokoh dedes; drama; sastra; gender >  ANDROGYNOUS BEHAVIOR OF THE MAIN CHARACTER IN THE DRAMA SCRIPT " DEDES (TERPERDAYA ATAU MEMPERDAYA MENJADI SAH-SAH SAJA)" BY AAN SUGIANTO MAS   ABSTRACT: The problem in this research arises from the imbalance in gender representation in literary works, particularly in the portrayal of female characters who are often depicted stereotypically. The drama script Dedes by Aan Sugianto Mas presents a female protagonist with unusual characteristics, namely a combination of masculine and feminine traits. This study aims to describe the androgynous behavior of the main character in the drama and explain how such behavior shapes the plot. The research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The data consist of dialogues and actions that reflect androgynous traits, such as the fusion of masculine and feminine qualities in a single individual. The results show that the character Dedes exhibits androgynous behavior through her courage, leadership, empathy, and tenderness in various situations. This behavior not only enriches the character but also drives the development of the plot, especially in terms of internal conflict, character relationships, and story resolution. In conclusion, the androgyny of the character Dedes serves as a narrative strength that reinforces the themes of feminism and empowerment in the drama script. KEYWORDS: Androgyny; dedes; drama; literature; gender
Eksplorasi Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Digital: Studi Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat Ida Hamidah; Aan Anjasmara; Arip Hidayat
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8058

Abstract

This study aims to explore the profile of digital text reading comprehension instruction among students at private universities in West Java, focusing on the instructional process, learning outcomes, and learning needs. The study is grounded in the issue of low digital reading comprehension skills, which remains a significant challenge amid the increasing demands of digital literacy in the information age. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing data collection techniques including observation, interviews, documentation, and reading comprehension tests. The research subjects consisted of students from the Indonesian Language and Literature Education program at several purposively selected private universities. The findings reveal that the instructional process for digital reading comprehension remains conventional and does not yet optimally incorporate digital literacy strategies. Test results indicate that students’ abilities in understanding digital texts—ranging from literal and inferential to critical and creative comprehension—are generally in the low to moderate category. Furthermore, students' needs include adaptive reading strategies suited to the nature of digital texts, digital literacy training, and contextual and interactive instructional models. These findings highlight the urgency of developing instructional models that integrate discovery-based learning approaches with constructively responsive strategies to address the challenges of reading in digital environments. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil pembelajaran membaca pemahaman teks digital pada mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, dengan meninjau aspek proses pembelajaran, hasil belajar, dan kebutuhan pembelajaran. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman teks digital menjadi dasar dilakukannya studi ini, mengingat tuntutan literasi digital yang semakin tinggi di era informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan membaca. Subjek penelitian meliputi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari beberapa perguruan tinggi swasta yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran membaca pemahaman teks digital masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan strategi literasi digital secara optimal. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami teks digital, baik secara literal, inferensial, kritis, maupun kreatif, berada pada kategori rendah hingga sedang. Selain itu, kebutuhan mahasiswa mencakup perlunya strategi membaca yang adaptif terhadap karakteristik teks digital, pelatihan literasi digital, serta model pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Temuan ini mengindikasikan urgensi pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pendekatan berbasis penemuan dan respons konstruktif terhadap tantangan membaca di lingkungan digital.