Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Teachers Self-regulation in Solving the Problem with Contradiction Information Sri Indriati Hasanah; Hasan Basri; Ukhti Raudhatul jannah; Evha Nazalatus Sa’adiyah Sy; Harfin Lanya
Didaktik Matematika Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v9i1.25203

Abstract

The teacher's self-regulation in solving problems with contradictory information needs to be investigated because this certainly has an impact on students' self-regulation abilities. However, research related to this is still limited. Problem with Contradiction Information (PWCI) is appropriate to view self-regulation. This research is a case study which involved teachers in East Java, Indonesia and already have an educator certificate. There are 24 teachers as participants of this research, 14 females and 10 males. The objectives of this study describe how the teacher's response when completing PWCI and how the teacher's self-regulation when solving PWCI. Data were collected through tests and interviews. The results show that (1) There are two types of teacher responses in completing PWCI, the first type is the teacher who answers the questions directly without checking the provided information, the second type is the teacher who is thorough and cross-checks before working on the questions, (2) The emergence of self-assessment teacher regulation when completing PWCI is divided into four, namely, teacher self-regulation appears at the stage of understanding, implementing, re-checking and does not appear when completing PWCI. Most of the teachers are not aware of the contradictions in the questions given.
Digitalisasi Rapor Madrasah: Pengembangan Platform Entry Nilai Berbahasa Arab Berbasis Web untuk MI Al-Islamiyah Galis, Pamekasan Ubaidi Ubaidi; Badar Said; Idon Joni; Nindian Puspa Dewi; Ukhti Raudhatul Jannah
NGABDIMAS UNIRA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIRA Vol. 6 No. 1 (2026): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi digital bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Islamiyah Galis, Kabupaten Pamekasan, dalam mengatasi permasalahan pengisian rapor siswa yang masih dilakukan secara manual dan menggunakan bahasa Arab. Kendala utama yang dihadapi adalah kesulitan guru dalam menyusun deskripsi penilaian berbahasa Arab secara konsisten dan akurat, yang berdampak pada keterlambatan administrasi, ketidakseragaman istilah, serta potensi kesalahan penulisan dan inkonsistensi data nilai. Sebagai solusi, tim pengabdi dari Universitas Madura merancang dan mengembangkan platform aplikasi berbasis web untuk memfasilitasi proses input nilai dan penyusunan deskripsi rapor secara terstandar. Sistem ini dilengkapi dengan pustaka istilah pendidikan berbahasa Arab, template deskripsi penilaian yang dapat disesuaikan, serta antarmuka yang ramah pengguna. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, perancangan dan pengembangan aplikasi, pelatihan guru, implementasi sistem di madrasah, serta evaluasi efektivitas penggunaan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya efisiensi dan efektivitas pengisian rapor, terjaminnya akurasi dan konsistensi data nilai siswa, serta meningkatnya literasi digital guru. Luaran kegiatan meliputi aplikasi web sistem rapor, modul pelatihan, laporan pengabdian, dan artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi.
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI KONSEP GEOMETRI DALAM ANYAMAN TRADISIONAL MADURA Ukhti Raudhatul Jannah; Siti Nur Maulidia; Ayunda Novita Indah Lestari; Moh Muhlis
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the potential of traditional Madura weaving to visualize geometric concepts in mathematics learning. This study applies a qualitative method with a descriptive approach, using literature study as a research method to determine the potential of ethnomathematics related to geometric concepts in traditional Madura weaving. Data analysis in this study was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results obtained from the research, it is known that there are elements of geometric concepts in traditional Madurese weaving, namely besek, caping, and fish baskets, including flat shapes and spatial shapes. The findings of this study can be used as a reference in implementing ethnomathematics-focused learning in the classroom, so that the teaching and learning process is more relevant and closer to the lives of students
CT ANALISI KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL (SPLTV) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR: Berpikir Komputasional Ema Surahmi Ema; Riris Yuni Anfari; Ukhti Raudhatul Jannah; Chairul Fajar Tafrilyanto
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 02 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i02.13091

Abstract

Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan computational thingking (CT) siswa berdasarkan kemandirian belajar. Subjek merupakan siswa kelas X SMA dengan kemandirian belajar; tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data; tes pemecahan masalah SPLTV, angket kemandirian belajar dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan indikator CT: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan pengembangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Subjek kemandirian belajar tinggi mampu memenuhi seluruh indikator CT (2) Subjek kemandirian belajar sedang mampu memenuhi indikator dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi, namun belum optimal pada pengembangan algoritma karena terdapat kesalahan dalam melakukan langkah eliminasi dan substitusi dalam penyelesaian (3) Subjek kemandirian belajar rendah hanya memenuhi indikator dekomposisi, mengalami kesulitan menentukan strategi penyelesaian. Tingkat kemandirian belajar membedakan kemampuan CT siswa, kemandirian tinggi menunjukkan CT lengkap, sedang menunjukkan CT parsial yang membutuhkan bimbingan, dan rendah menunjukkan CT terbatas yang memerlukan scaffolding, sehingga pengembangan CT bergantung pada kemandirian belajar dan dukungan guru.
Conceptual Understanding of Students with Special Needs in Two-dimensional Shapes Based on Pirie Kieren's Theory Ukhti Raudhatul Jannah; Ainur Rofiq Hafsi; Septia Nurhidayati
Jurnal Tadris Matematika Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2023.6.2.219-230

Abstract

This study aims to describe the conceptual understanding of two-dimensional shapes in students with special needs based on Pirie Kieren's theory in terms of learning motivation. This research is a case study with the research subject is 1 students with special needs of class IV at SDN Pademawu Timur V The results of this study are low learning motivation with layers of understanding on the square starting from Image making then head to property noticing to ineffective folding back to image making and do ineffective folding back again to primitive knowing. In solving the square problem, the subject doubled back to ineffective image-making and primitive knowing. Meanwhile, in the rectangular problem, the subject does one folding back to image making. There are similarities in solving square and rectangular problems, for example, the subject describes the two-dimensional shape first before image making and folding back because they don't know how to calculate the area of a square and rectangle. From the similarities and differences in the thinking flow of students with special needs in squares and rectangles, educators are expected to be able to pay attention to their understanding abilities and learning motivation before carrying out learning.