Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Teknik Massage Effleurage dan Massage Counterpressure Terhadap Intensitas Nyeri pada Persalinan Kala 1 Fase Aktif Kepulauan Riau Hotmaria Julia DS DS; Lili Sartika; Wasis Pujiati
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dxwe2q92

Abstract

Nyeri merupakan suatu perasaan atau pengalaman yang tidak nyaman baik secara sensori maupun emosional yang dapat ditandai dengan kerusakan jaringan ataupun tidak (association for the study of pain). Nyeri adalah perasaan tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang dihubungkan dengan aktual atau potensial kerusakan jaringan tubuh. Salah satu Upaya dalam peningkatan pengetahuan dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan. Tujuan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan perawat dan bidan tentang teknik massage effleurage dan massage counterpressure terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala 1. Hasil pengabdian Masyarakat Tingkat menunjukkan pengetahuan sebelum diberikan pelatihan terapi massage effleurage dan massage counterpressure menunjukkan sebanyak 61,3% pada kategori sedang dan kategori tinggi 39,6%. Setelah diberikan pelatihan terapi massage effleurage dan massage counterpressure, tingkat pengetahuan menunjukkan sebanyak 38,7 % pada kategori sedang dan kategori tinggi sebanyak 72,4%. Terdapat adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan terapi massage effleurage dan massage counterpressure.  
Upaya Peningkatan Kemampuan Self Care untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis Zakiah Rahman; Utari Yunie Atrie; Wasis Pujiati; Mawar Eka Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53kd6g19

Abstract

Fatigue merupakan gejala paling umum pada pasien hemodialisis, dengan prevalensi 60–97%, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Rendahnya kemampuan self care menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan self care pasien hemodialisa dalam mengatasi fatigue melalui edukasi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 di Unit Hemodialisa RS-BLUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 30 pasien hemodialisa rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan/ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik manajemen fatigue, serta pemberian booklet panduan self care. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen FACIT Version-4 dan Self-Care of Chronic Illness Inventory (SC-CII). Hasil menunjukkan penurunan bermakna tingkat fatigue, dari 90,0% peserta yang mengalami fatigue sedang–berat sebelum intervensi menjadi 53,3% setelahnya. Kemandirian penuh dalam self care meningkat dari 13,3% menjadi 60,0%, sementara ketergantungan penuh berkurang dari 43,3% menjadi 6,7%. Saran pendekatan non-farmakologis berbasis edukasi merupakan strategi yang efektif dan perlu diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan hemodialisis.
Asuhan Keperawatan Postpartum Pada Ny. A Dengan Nyeri Luka Perineum Melalui Penerapan Massage Effleurage Menggunakan Minyak Zaitun Di Ruang Bougenville RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Efika Efika; Komala Sari; Meily Nirnasari; Wasis Pujiati
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.161

Abstract

Postpartum perineal wounds can cause various postpartum problems, pain due to incision wounds can cause infection if not treated properly. Infection of the perineal wound can be a source of other infections in the mother, and if not treated properly, it can cause postpartum death. One of the non-pharmacological therapies to reduce pain intensity is effleurage massage using olive oil. This technique is a gentle massage with olive oil to reduce pain and provide comfort to the mother. This case study aims to provide nursing care through the application of effleurage massage with olive oil to reduce the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers. This study uses a descriptive observational method in the form of a case study. The subject in this case is Mrs. A, 21 years old with perineal wound pain who was treated in the Baougenville room, Raja Ahmad Tabib Hospital, Tanjungpinang for 3 days on October 31 to November 2, 2024. Data were obtained from interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, and documentation studies. The results of the study showed that the measurement of pain intensity on the first day was 6, after being given effluarge massage on the second day it decreased to 4 and on the third day it became 2. This shows that effluarge massage has a significant effect in reducing the intensity of prenieum wound pain. It is expected that nurses can carry out effluarge massage therapy to reduce the intensity of prenieum wound pain in postpartum mothers.
Kelas Ibu Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan July Heryanti; Wasis Pujiati; Liza Wati; Wiwiek Liestyaningrum
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v13i2.141

Abstract

Angka kejadian kecemasan di Indonesia menurut Kemenkes yaitu 107 juta ibu hamil (28,7%) dari 373 juta ibu hamil yang mengalami kecemasan menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil primigravida trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Jang Kota Tanjungpinang Tahun 2022. Desain penelitian observasional analitik dengan rancangan crossectional dengan jumlah sampel 40 responden, teknik sampling digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Waktu penelitian pada bulan November-Desember. Instrumen penelitian menggunakan instrumen HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety) yang dimodifikasi. Analisis data menggunakan Uji Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian, responden mayoritas berada pada rentang usia 26-30 tahun (16%), pendidikan SMA/SMK (45%), tidak mengikuti kelas ibu hamil (70%) dan tidak mengalami kecemasan (55%). Hasil analisa bivariat didapatkan p-value 0,290 (>0,05), artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Sei Jang.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Kader Tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Juniyati; Wasis Pujiati; Komala Sari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i1.150

Abstract

Pemberian ASI eksklusif oleh para ibu di Indonesia hingga saat ini masih kurang, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kurangnya pengetahuan terkait manfaat maupun pentingnya ASI sehingga akan berdampak terhadap sikap dan tindakan Ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan kader tentang pembarian ASI eksklusif pada bayi diwilayah kerja Puskesmas Palmatak. Desain penelitian quasi eksprimental  dengan jumlah sampel 30 responden dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunggunakan uji wilcoxon signed rank test dengan signifikan <0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa edukasi dapat mempengaruhi pengetuhuan kader tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Palmatak,  yang ditunjukkan melalui hasil analisis uji wilcoxon signed ranks test dengan nilai p=0,001 (p<0,05), maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh edukasi terhadap pengatuhuan kader tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Palmatak Tahun 2023.
Hubungan Body Mass Index (BMI) dan Life Style dengan Kejadian Osteoarthritis Aminah; Meily Nirnasari; Wasis Pujiati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i1.152

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berjalan secara progresif lambat ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi dan struktur sendi diarthrodial. Berdasarkan studi pendahuluan tanggal 31 Oktober 2022 di RSUD Palmatak, didapatkan 45 pasien dengan diagnosa medis osteoarthritis periode Januari sampai Oktober 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan body mass index (BMI) dan life style dengan kejadian osteoarthritis di RSUD Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. Desain penelitian deskriptif kolerasional dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi sebanyak 45 orang di RSUD Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Jumlah sampel sebanyak 45 orang. Pengujian data menggunakan uji spearman rank. Terdapat hubungan yang signifikan antara body mass index (BMI) dan life style dengan kejadian osteoarthritis di RSUD Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. Dari hasil uji analisis didapatkan nilai Coefficient Correlation variabel body mass index (BMI) yang diperoleh bernilai positif sebesar 0,376 dengan p=0.011 (p <0.05) dan nilai Coefficient Correlation variabel life style yang diperoleh bernilai positif sebesar 0.332 dengan p=0.026 (p<0.05). Semakin tinggi status BMI dan Life Style yang buruk, maka semakin tinggi resiko mengalami osteoarthritis
Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Di Sman 1 Jemaja Tahun 2023 Fairus Ardana; Wasis Pujiati; Zakiah Rahman; Safra Ria Kurniati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.180

Abstract

Cases of sexual behavior are increasing and endangering adolescents and there is always an increase. Risky sexual behavior in adolescents if not handled properly can lead to unwanted pregnancies (KTD), trigger unsafe abortions, infanticide, STIs and HIV/AIDS, and even death. Seeing the impact above, it is necessary to know the factors that influence risky sexual behavior. The purpose of this study was to find out the relationship between the social environment and free sex behavior in adolescents at Jemaja 1 Public High School in 2023. The research design is Quantitative Descriptive Correlation with a cross sectional approach. The subjects of the study were 192 students in grades X - XI. Stratified Random Sampling sample collection technique. Respondents with a negative social environment were 136 (70.8%.) and respondents with a positive social environment were 56 (29.2%.) people. Respondents with bad sexual behavior were 127 (66.1%.) and respondents with good sexual behavior were 65 (33,9%.) people. Based on the p-value (0.020) <α 0.05 means that the social environment has a significant relationship to free sex behavior in adolescents. For adolescents, it is hoped that they can choose a place or social environment that is good with conditions and an atmosphere that can support and seek information about reproductive health and sex from trusted sources so that free sex behavior in adolescents does not occur between pre and post knowledge and behavior towards occupational health and safety education in Sri Tanjung village.
KADAR HEMOGLOBIN, STADIUM DAN LAMA MENDERITA MERUPAKAN PENYEBAB FATIGUE PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI meily Nirna sari; Alsyad Diki; Mawar Eka Putri; Wasis Pujiati; Komala Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2860

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada wanita usia subur. salah satu terapi kanker yaitu dengan kemoterapi, seseorang yang mendapatkan terapi kemoterapi biasanya akan menyebabkan fatigue  Biasanya Efek samping yang disebabkan dari terapi kemoterapi berbeda-beda, yaitu diantaranya fatigue. Fatigue merupakan indikator yang akan mempengaruhi kemampuan fungsional dan kualitas hidup pasien. Adapun Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectiona. Sampel penelitian ini semua pasien yang berjumlah 40 orang yang menderita kanker payudara di RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau . Analisis data menggunakan uji statistik spearman rank  didapatkan ada hubungan antara kadar HB (0,016), lama menderita kanker (0,044) dan stadium kanker (0,016) dengan kejadian fatigue dimana nilai p value ≤ 0.05. terdapat kekuatan hubungan sedang antara kadar Hb, Lama menderita kanker dan stadium kanker dengan kejadian. Dengan adanya penelitian ini Diharapkan menjadi sumber informasi pada perawat dan pasien kanker payudara. Serta menjadi bahan pertimbangan untuk untuk membentuk dan menciptakan wadah support system bagi sesama penderita kanker khususnya kanker payudara. Kata kunci : HB, Stadium, Lama Menderita,  Kanker Paudara, Fatigue, Kemoterapi
PENGARUH STIMULUS ORAL EXERCISE TERHADAP REFLEK HISAP BBLR DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KOTA TANJUNGPINANG Sapna Juliastuti; Komala Sari; Wasis Pujiati; Liza Wati
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.12914

Abstract

BBLR merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Tahun 2025 ditargetkan penurunan angka BBLR hingga 30%, berarti 3% penurunan pertahun. Permasalahan BBLR salah satunya reflek menghisap bayi lemah mengakibatkan asupan tidak mencukupi. Upaya membantu BBLR adalah dengan pemberian ASI. Untuk meningkatkan refleks hisap salah satunya adalah dengan Stimulas oral yang memberikan bantuan Gerakan untuk mengaktifkan kontraksi otot.  Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Stimulus Oral Exercise terhadap Reflek Hisap BBLR  di ruang Flamboyan RSUD Kota Tanjungpinang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-eksperiment dengan pendekatan One Group Pre test dan Post test eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 16 responden  dengan kriteria bayi dengan BBLR yang diambil menggunakan teknik Consutive Sampling. Didapatkan hasil penelitian reflek hisap BBLR sebelum diberikan stimulus oral bahwa  terdapat 16 responden dengan kategorik Buruk dan setelah dilakukan stimulus Oral Exercise didapatkan 8 Responden kategori Baik dan 8 Responden kategorik Cukup. Hasil dari uji Wilcoxon Rank Test nilai p value 0,000 (≤0,05). Ada pengaruh Stimulus Oral Exercise terhadap reflek hisap BBLR di rawat inap flamboyan RSUD kota Tanjungpinang. Stimulus Oral Exercise ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan reflek hisap BBLR, serta menjadi pertimbangan sebagai terapi komplementer terkait permasalahan BBLR.