Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Daun Kayu Putih di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Erina Hertianti; M. Fikri Hernandi; Wartomo Wartomo; Joko Prayitno; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Irma Wahyuningtyas; Agung Nugrawan Kutana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.945

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK Dasawisma Lily 1 di Kelurahan Harapan Baru, Kota Samarinda, dalam memanfaatkan limbah daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) menjadi pupuk organik cair. Limbah tersebut berasal dari industri penyulingan minyak atsiri PT Anugerah Bara Kaltim (ABK) dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pupuk cair dengan metode fermentasi menggunakan bahan tambahan seperti air beras, air tebu, dan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap proses pengolahan limbah, kesadaran lingkungan, serta motivasi untuk mengembangkan inovasi berbasis limbah organik. Kegiatan ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Dimensi Serat dan Nilai Turunan Serat Kayu Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan Waru (Hibiscus tiliaceus L.) Kutana, Agung Nugrawan; Prayogo, Yanico Hadi; Wahyudi, Imam; Hanifah, Nisrina Putri; Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra; Prayitno, Joko
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/fw12ft30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi serat dan nilai turunan serat kayu gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan waru (Hibiscus tiliaceus L.) serta membandingkan karakteristik anatomi serat kedua jenis kayu tersebut. Sampel kayu dimaserasi menggunakan metode Schultze dan diamati secara mikroskopis pada pembesaran 40× dan 100×. Parameter yang diukur meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal dinding sel. Data dimensi serat digunakan untuk menghitung nilai turunan serat berupa Runkel ratio, flexibility ratio, felting power, Muhlsteph ratio, dan coefficient of rigidity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu gmelina memiliki panjang serat 1251,65 µm, diameter serat 31,10 µm, diameter lumen 18,26 µm, dan tebal dinding sel 6,42 µm, sedangkan kayu waru memiliki panjang serat 1083,96 µm, diameter serat 22,69 µm, diameter lumen 15,72 µm, dan tebal dinding sel 3,48 µm. Nilai turunan serat kayu gmelina berturut-turut adalah Runkel ratio 0,70, flexibility ratio 0,59, felting power 40,24, Muhlsteph ratio 31,10, dan coefficient of rigidity 0,21, sedangkan kayu waru memiliki nilai Runkel ratio 0,44, flexibility ratio 0,69, felting power 47,77, Muhlsteph ratio 51,97, dan coefficient of rigidity 0,15. Berdasarkan total nilai turunan dimensi serat, kayu waru memperoleh skor 250 dan termasuk kelas kualitas II, sedangkan kayu gmelina memperoleh skor 200 dan termasuk kelas kualitas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu waru memiliki serat yang lebih fleksibel dengan lumen relatif lebih besar dan dinding sel lebih tipis, sedangkan kayu gmelina memiliki serat yang lebih besar namun lebih kaku akibat dinding sel yang lebih tebal.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Biomassa menjadi Asap Cair sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lokal Irma Wahyuningtyas; Erina Hertianti; Wartomo Wartomo; Muhammad Fikri Hernandi; Heriad Daud Salusu; Andi Yusuf; Joko Prayitno; Nur Maulida Sari; Nisrina Putri Hanifah; Agung Nugrawan Kutana; Dodi Sukma Rahadiyanto; Yulfriadi Parakka; Ester Sri Rahayu
Abdimas Mandalika Vol 5, No 6 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i6.42210

Abstract

Abstract:  This community service activity aims to empower farmer groups through outreach and demonstrations on how to convert wood waste into liquid smoke—a value-added and environmentally friendly product. The activity was attended by 25 people in Suko Mulyo Village, Sepaku Subdistrict, North Penajam Paser Regency. The implementation methods included preparing pyrolysis-based liquid smoke production equipment, delivering presentations on the potential of wood waste and the benefits of liquid smoke, demonstrating equipment operation, and conducting evaluations using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that the liquid smoke production equipment was successfully assembled and functioned well as a learning tool. The outreach and demonstrations were conducted interactively, with active participant engagement during discussions and hands-on practice. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding, as evidenced by 94% of participants demonstrating comprehension of the material following the activity. The outreach method, combined with practical demonstrations, proved effective in enhancing participants’ knowledge and skills regarding the production process and utilization of liquid smoke. This activity contributed to enhancing the farmers’ group’s capacity to transform wood waste into economically valuable products, while also supporting sustainable environmental management through the application of simple pyrolysis technology.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kayu menjadi asap cair sebagai produk bernilai tambah dan ramah lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 masyarakat Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat produksi asap cair berbasis pirolisis, penyampaian materi mengenai potensi limbah kayu dan manfaat asap cair, demonstrasi pengoperasian alat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat produksi asap cair berhasil dirakit dan berfungsi dengan baik sebagai media pembelajaran. Sosialisasi dan demonstrasi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif peserta selama diskusi dan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditandai dengan sebagian besar peserta (94%) yang memahami materi setelah kegiatan. Metode sosialisasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai proses produksi dan pemanfaatan asap cair. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi pirolisis sederhana.