Claim Missing Document
Check
Articles

REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2 Mono Pratiko Gustomi; Astutik Rofidah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v4i2.61

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkanatau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salahsatu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehinggamembantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambubiji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusanjambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasienDM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambilberdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden denganmenggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambubiji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diujimenggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah denganrata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-testdidapatkan ρ = 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putihterhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan geldi saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktuuntuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secaraperlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudahsehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yanglebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasiglukosa darah tingkat.Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe2 pasien.ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not becontrolled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which candelay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugarlevels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it formedicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels inpatients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white onblood sugar levels.This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on theinclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independentt-test with significance level α ≤ 0:05.The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained ρ = 0.02which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugarlevels in patients with type 2 diabetes mellitus.White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach anddigestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorptionin the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulinreceptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makesglucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blooddecreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors thatmay affect the regulation of blood glucose levels.Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2patient.
EKSTRAK RIMPANG KUNYIT MENURUNKAN KADAR LEMAK DARAH PASIEN HIPERLIPIDEMIA (Turmeric (Curcuma Longa Linn) Extract Toward Modification of Blood Lipid Level in Hyperlipidemia Patients) Mono Pratiko Gustomi; Rima Larasati
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.874 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i1.66

Abstract

ABSTRAK Hiperlipidemia adalah penyakit dengan kolesterol tinggi atau trigliserid. Hiperlipidemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Jika tidak mendapatkan penanganan akan menyebabkan komplikasi yang parah. Kunyit merupakan salah satu obat herbal untuk semua hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek rimpang kunyit dengan isi kurkumin untuk menurunkan kadar lemak darah pada pasien dengan hiperlipidemia.Penelitian ini merupakan Pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pre-post test. Sampel direkrut menggunakan purposive sampling, diambil sesuai dengan kriteria inklusi dengan ukuran sampel dari 22 orang yang memiliki hiperlipidemik di Desa Sawotratap pada 22 November 2013. Variabel bebas adalah ekstrak rimpang kunyit dan variabel dependen adalah modifikasi kadar lemak darah. Data dikumpulkan menggunakan observasi kadar lemak darah dan kemudian dianalisis dengan menggunakan Paired t-test dengan tingkat signifikansi α < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan dari tingkat lipid darah adalah 0.000 ( α<0,05) artinya bahwa ada perbedaan sebelum dan setelah pemberian ekstrak rimpang kunyit selama 12 hari. Pemberian ektrak rimpang kunyit (Curcuma Longa Linn) menurunkan kadar lemak darah pada pasien hiperlipidemia.Ekstrak rimpang kunyit merupakan herbal alternatif untuk mengontrol kadar lemak dalam darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan lama penelitian dalam jangka lebih panjang dan ekstraksi yang berbeda. Kata kunci: Hiperlipidemia, Ekstrak rimpang kunyit  ABSTRACT Hyperlipidemic is a disease with high Cholesterol or Trigliserid. Hyperlipidemic is one of the health problems that exist in society. If it doesn’t get an attention will lead to severe complication. Turmeric is one of all herbal medication for hyperlipidemic. The aim of the research was to evaluate the effect of turmeric with contents of curcumin to change blood lipid level in patient with hyperlipidemic.This research was a pre-experimental with one group pre-post test design. Samples were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 22 people who had hiperlipidemic at Sawotratap village on 22th November 2013. The independent variable was turmeric extract and the dependent variable was the modification of blood lipid’s level. Data were collected using blood lipid’s level observation and then analyzed using paired t-test with significance level of r=0,05.The calculate result of the blood lipid level using paired t-test with true confidents is 95%, and the significance is 0.000 (r<0.05) it means that there were the difference before and after administration of turmeric extract for 12 days. It means that there were effect of Turmeric (Curcuma Longa Linn.) extract toward modification of blood lipid level in hyperlipidemia patients.Therefore turmeric extract may be alternative to control the blood lipid level. Further research is needed for the long-term effect and the different extraction. Keywords: Hyperlipidemic, Turmeric extract
FAKTOR PERILAKU DENGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISA TEORI LAWRENCE GREEN Mono Pratiko Gustomi; Sukarwanto Sukarwanto
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.712 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i1.80

Abstract

ABSTRAKPasien gagal ginjal memerlukan penanganan dengan hemodialisa, dialisis peritonialatau hemofiltrasi, kendala sementara pasien yang terlibat dalam terapi hemodialisa adalahkepatuhan akan program yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan jarak dengan kepatuhan pasien dalammenjalani hemodialisa di Rumah Sakit Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Penelitian tersebut menggunakan desain cross sectional untuk mengetahuihubungan antara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah klien diUnit Hemodialisa yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 136 responden yangdidapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling, variabel yang dianalisisadalah kognitif, sikap dan jarak sebagai variabel independen dan kepatuhan pasien dalammenjalani hemodialisa sebagai variabel dependen, pengumpulan data menggunakankuesioner, hasil yang pengumpulan data dianalisis dengan uji Chi Square dengan tingkatkemaknaan (α) = 0,05.Hasil uji analisis Chi Square pengetahuan didapatkan hasil (α) 0,021, sikapdidapatkan hasil (α) 0,003, jarak menjalani hemodialisa didapatkan hasil (α) 0,030. Dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara ilmu pengetahuan, sikap dan jarakdengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilakuindividu. Sementara sikap merupakan kesiapan pasien untuk dalam menjalani hemodialisa.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Jarak, Pasien HemodialisaABSTRACTRenal failure patient require handle with hemodialysa, peritonial's dialysis orhemofiltrasi, meanwhile patient constraint is problem that is engaged compliance in goinghemodialysa's therapy and program who shall at performs. The purpose of this researchwas to know relationship knowledge, attitude and distance with patient compliance in tripshemodialysa at Hemodialysa's Unit Region Common Hospital Ibnu Sina Gresik's Regency.This research utilized design Cross sectional to know relationship among variableindependent and dependent, respondent population was client at Hemodialysa's Unit thatcorresponds to criterion inclusi is 136 respondent one got by purposive samples, variablethat was analyzed is cognitive, attitude and distance as variable as independent andpatient compliance in trips hemodialysa as variable as dependent, data collecting utilizedquesioner to respondent, result of that data collecting was succeeding analysis with ChiSquare's quiz result accounts (α) = 0.05.From analysis Chi Square's quiz gotten by signifikan's result science with resultaccounts (α) 0.021, attitude with result accounts (α) 0.003, distance with result accounts(α) 0.030 one are engaged compliance trip hemodialysa. Can be concluded that markssense strong relationship among science, attitude and distance with patient compliance intrips hemodialysa. Science constitutes domain that momentous to be formed it behavioural individual.Meanwhile attitude constitutes readiness for acting deep make patient for pursuant deeptrips hemodyalisa.Keywords: Knowledge, Attitude, Distance, Patients Hemodialysai
JUS SEMANGKA MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PREHIPERTENSI Mono Pratiko Gustomi; Aliaytur Roikha
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.62 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.94

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah tekanan darah tinggi yang gaya darah terhadap dinding arteri,dapat disebabkan oleh atherosklerosis, obesitas, stres. Hipertensi disebut silent killerkarena sering tidak memiliki tanda-tanda peringatan atau gejala, dan banyak orang tidakmenyadari bahwa mereka memiliki gejala hipertensi. Oleh karena itu penting untukmemeriksa tekanan darah secara teratur. Komposisi semangka: sitrulin dan kalium dapatmembantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruhjus semangka untuk menurunkan tekanan darah pasien prehipertensi.Desain penelitian ini adalah satu kelompok dengan pre-post test, dengan populasi25 pasien. Penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan sampel.Sampel sebanyak 24 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independenadalah jus semangka dan variabel dependen adalah tekanan darah. Data penelitian inididapatkan dari observasi tekanan darah.Analisis statistik penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengantingkat signifikansi p< 0,05. Hasil dari penelitian ini nilai p= 0,000. Ini berarti bahwa adapengaruh jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pasien prehipertensi.Hasil akhir menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jus semangka denganpengurangan tekanan darah pasien prehipertensi. Mengacu pada kasus ini, jus semangkaadalah terapi herbal alternatif yang baik untuk prehipertensi dan hipertensi grade 1 dangrade 2, jika pasien hipertensi mengkonsumsi secara teratur maka tekanan darah bisateregulation normal dan penderita prehipertensi tidak mengalami hipertensi.Kata kunci: Jus semangka, Tekanan darah, dan Prehipertensi.ABSTRACTHypertension was high blood pressure which the blood force against the walls ofarteries, it can caused by atherosclerosis, obesity, stress. Hypertension was called thesilent killer because it often had not warning signs or symptoms, and many people didn'trealize they had it. It was important to check blood pressure regularly. The composition ofwatermelon : sitrulin and kalium can help decrease blood pressure.The aim of thisresearch was to analyze effect of watermelon juice to decrease blood pressureprehypertension patients.Research design in this research was one-group pre-post test design, with 25patients as population. This research was used purposive sampling to get the sample. Thesample are 24 respondet with inclusion criteria. The independent variabel was watermelonjuice and the dependend variable was blood pressure. The data of this research was getfrom the observation blood pressure.This analyze research by used Wilcoxon Signed Rank Test, with the p <0.05significance degree. The result of this research was p =0.000. There were effect ofwatermelon juice to decrease blood pressure prehypertension patients. It was showed thatthere were reduction blood pressure for the prehypertension patients.Refer to the case, so the watermelon juice is good alternative herbal treatment forprehypertension and hypertension grade 1 and grade 2. If hypertension patients consumted regularly then the blood pressure can be normal regulation and the prehypertension notfall into the hypertension.Keywords : Watermelon juice, Blood pressure and Prehypertension.
PEMBERIAN INFORMASI RUANG ICU MENURUNKAN TINGKAT STRES PASIEN Mono Pratiko Gustomi; Suep Suep
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.103

Abstract

ABSTRAKStres dapat didefinisikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasi yang menyebabkanketegangan dan perubahan emosional. Saat ini semakin banyak pasien dengan gangguanfungsi jantung karena gaya hidup atau komplikasi, semakin banyak pasien yangmembutuhkan perawatan intensif. Tempat yang membutuhkan peran optimal profesionalkesehatan khususnya perawat. Pandangan publik ketika dirawat di ruang ICU dalamkondisi kritis dan hampir mati, sehingga psikologi pasien ICU sebelum memasuki ruanganmenjadi sangat sensitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberianinformasi tentang ICU terhadap tingkat stres pasien.Desain penelitian yang digunakan Pra Eksperimental dengan desain pre-post test.Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di ruang ICU Rumah Sakit Grha HusadaPetrokimia Gresik. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposivesampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalaniperawatan di ruang ICU sebanyak 20 pasien pada bulan Juli 2012. Variabel bebas adalahpemberian informasi tentang ICU dan variabel dependen adalah tingkat stres pasien. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis statistik dengan menggunakan ujistatistik Wilcoxon diperoleh nilai yang signifikan p= 0,001 < 0,05, berarti H1 diterima,sehingga ada pengaruh pemberian informasi tentang ICU dengan tingkat stres pasien.Pasien yang masuk ruang ICU merasa stres. Oleh karena itu sangat penting peranperawat dalam mengurangi tingkat stres melalui pemberian informasi tentang ICU untukpasien dengan cara komunikasi terapeutik.Kata kunci: Pemberian Informasi, ICU, Tingkat stres pasienABSTRACTStress can be defined as the body's reaction to situations that cause stress, tensionand emotional changes. Today, increasing numbers of patients with impaired cardiacfunction due to lifestyle or complications, the more patients who require intensive carewhere it is needed the optimal role of health professionals especially nurses. The publicview when admitted to the ICU room is in critical condition and near death, so thepsychological ICU patients before entering the room to be very sensitive. The purpose ofthis study was to determine the influence of the provision of information about the ICU tostress levels of patients.The study designs was used Pra Experimental with pre-post test design. Thepopulations in this study were all patients in ICU room of Grha Husada Petrokimia GresikHospital. The sampling technique this study was used purposive sampling. The sampleused in this study were patients undergoing treatment in the ICU room as many as 20patients in July 2012. Independent variable was provision of information about ICU anddependen variable was stress level of patients. Datas were collected used questionnaires.The results showed that the statistical analysis using the Wilcoxon statistical testfound significant value p= 0.001, which is less than 0.05, it means that H1 is accepted, sothere were the influence of provision of information about ICU to the stress level ofpatients.Patients who enter the ICU room feel stress. It is, therefore very important thenurse's role in reducing stress levels through the provision of information about ICU topatients with therapeutic communication.Keywords: Provision of information, ICU, Stress levels patient
PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN TERDIAGNOSIS GAGAL GINJAL KRONIK (Knowledge with Anxiety in Patients with Chronic Renal Failure) Mono Pratiko Gustomi; Dewi Zuni Rohmawati
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.449 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i1.119

Abstract

ABSTRAK Penyakit gagal ginjal terminal adalah salah satu bentuk penyakit kronik yang bisa menyebabkan sindrom kecemasan.Pengetahuan yang dimiliki seseorang erat kaitannya dengan kecemasan seseorang yang mengerti tentang penyakitnya dan bisa mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik            Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling dari pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena, dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik yaitu sebanyak 14 pasien. Variabel independen adalah pengetahuan dan variabel dependen adalah kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik. Selanjutnya data diolah menggunakan uji korelasi spearman dengan signifikasi α<0,05.            Hasil analisa data di dapatkan hasil kemaknaan ρ=0,679 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik di Ruang Cempaka, Gardena dan Wijaya Kusuma RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Teori sebelumnya mengatakan bahwa pengetahuan berhubungan dengan kecemasan. Namun dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan pada pasien terdiagnosis gagal ginjal kronik, dikarenakan ada faktor lain yang mempengaruhi responden terdiagnosis gagal ginjal kronik yang diduga dari keluarga, lingkungan dan sarana prasarana. Kata kunci: Pengetahuan, kecemasan, pasien gagal ginjal kronik ABSTRACT Terminal kidney disease can cause anxiety syndrome. A knowledge closely related to someone who understands the anxiety about the disease and can reduce anxiety. This study aims to analyze the relationship of knowledge with anxiety in diagnosed patients with chronic renal failure.This study used cross sectional study design. Sample was taken by quota sampling technique of newly diagnosed patients with chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena, and Wijaya Kusuma Ibnu Sina Hospital Gresik that was 14 patients. Independent variable was knowledge and dependent variable wass the anxiety of patientwith newly diagnosed chronic renal failure. Furthermore, the data was analyzed using spearman correlation test with significance α<0.05. Theresults shown that p=0.679 which means there was no significant relationship between knowledge and anxiety in patients with diagnosed chronic renal failure in Cempaka Room, Gardena and Wijaya Kusuma Hospital Ibnu Sina Gresik.Previous theory said that the knowledge associated with anxiety. However, in this study there was no correlation between knowledge with anxiety in new diagnosed patients with chronic renal failure, but there were other factors might influence the respondents that was family, environment and infrastructure. Keywords: Knowledge, anxiety, chronic renal failure patients
PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) MENURUNKAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS (Giving A Decoction Of Soursop Leaf (Annona Muricata Linn) Decreases Pain Level In Patients Gout arthritis) Mono Pratiko Gustomi; Fenny Wahyuningsih
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.09 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i2.267

Abstract

ABSTRAK Gout arthritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri akibat endapan kristal monosodium urat yang tertumpuk di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) adalah salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang berfungsi sebagai analgetik yang mampu mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout arthritis.Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 18 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian rebusan daun sirsak, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan nyeri pada penderita gout arthritis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0.000 yang berarti rebusan daun sirsak bisa menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.  Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT Gout arthritis is the disease is characterized by the pain as result to the deposition of monosodium urate crystals that accumulate in the joint as result of the high levels of uric acid in the blood. The pain is condition in the form of feeling of not pleasing, it is very subjective because the feeling pain different in every person in terms of the scale or that  level. Consuming decoction soursop leaf (Annona muricata Linn) is the one of the non pharmacology therapy which serves as analgetik that can reduce pain. The purpose of this research was to analyze the influence of giving a decoction of soursop leaves to a decrease of pain in patients gout arthritis.This research method used pra experimental with the draft One-Group Pra-Post test Design. Sample is selected using the purposive sampling method. Sample obtained as many  18 peoples. The independent variable in this research is giving a decoction of soursop leaves. while the dependent variable in this research is decrease of pain in gout arthritis patients. Data collected before and after intervention. Analyze of the data used test statistics Wilcoxon Signed Ranks Test with the value of the standard < 0.05.The results of research showed value significant ( 2-tailed ) = 0.000 which means a decoction of soursop leaves can decrease of pain in patients with gout arthritis. Keywords: Decoction Of Soursop Leaves, Gout  Arthritis Pain.DOI : 10.5281/zenodo.1405462
TEKNIK DISTRAKSI AUDIO VISUAL TENTANG KAJIAN ISLAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SEKSIO SESAREA (Islamic Audio Visual Distraction Technique Decreases Level of Patients Pre Operating Sectio Caesarea Anxiety) Mono Pratiko Gustomi; Enimarini Enimarini
Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.89 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v8i1.287

Abstract

Kecemasan pasien preoperatif seksio sesarea penyebabnya bisa karena takut terhadap nyeri atau kematian. Salah satu bentuk intervensi perawat dalam mengurangi kecemasan dengan pemberian distraksi audio visual yaitu pengalihan perhatian ke stimulus lain dengan melihat video kajian Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah dilakukan distraksi audio visual tentang kajian Islam. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperiment one-group pra test-post test design. Populasi yang diteliti Seluruh pasien yang akan menghadapi operasi seksio sesarea yang pertama dan elektif di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik dengan jumlah 41 pasien. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 pasien. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur HARS sebelum dan sesudah pemberian teknik distraksi audio visual. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α < 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan penurunan tingkat kecemasan, dari sebagian besar responden mengalami cemas berat 54,1% sebelum dilakukan distraksi audio visual tentang kajian Islam terjadi penurunan kecemasan setelah dilakukan distraksi audio visual tentang kajian Islam yaitu sebanyak 54,1% tidak cemas. Hasil analisis uji statistik didapatkan nilai α = 0.000 yang berarti bahwa α < 0,05 artinya ada pengaruh distraksi audio visual tentang kajian Islam terhadap kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea. Perawat diharapkan dapat menjadikan distraksi audio visual tentang kajian islam sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang akan menghadapi pembedahan. Kata kunci: Distraksi audio visual tentang kajian islam, kecemasan pre operasi seksio sesarea Sectio caesarea preoperative patient anxiety could cause fear of pain or death. One form of nursing intervention in reducing anxiety by giving audio visual distractions that divert attention to other stimuli to see the video Islamic studies. The purpose of this study was to determine the level of anxiety of patients before and after audio visual distraction of Islamic studies. The study design using is Pre-Experiment one-group pre-test-post test design. The entire population studied patients who will face the first operation cesarean section and elective at the Hospital Muhammadiyah Gresik with a number of 41 patients. The number of samples that met the inclusion criteria as many as 37 patients.Collecting data using structured interviews Hars before and after giving audio visual distraction techniques.Analysis using statistical tests Wilxocon Signed Rank Test with significance level α
Efektifitas Pemberian Cairan Kristaloid dan Koloid pada pasien SC dengan Regional Anestesi terhadap Mean Arterial Pressure Mono Pratiko Gustomi; Qomariyah Qomariyah
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.584 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i1.657

Abstract

Hipotensi atau penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) pada wanita hamil adalah masalah anestesi pasca-regional yang paling umum dalam sectio caarea. Untuk mengurangi kejadian hipotensi dapat diberikan cairan intravena seperti kristaloid atau koloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efek penggunaan cairan kristaloid dan koloidal pada Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen (pretest - post test group design). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah pemberian cairan kristaloid dan koloida, sedangkan variabel terikatnya adalah Mean Arterial Pressure (MAP). Sampel penelitian ini sebanyak 20 orang dengan menggunakan puprosive sampling. Analisis data menggunaka paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek yang signifikan antara pemberian cairan kristaloid dan koloid pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional. Dalam uji statistik, nilai Mean Arterial Pressure (MAP) cairan kristaloid menurun 8,7 mmHg (t hitung = 5,894, α = 0,002) sedangkan Mean Arterial Pressure (MAP) dalam cairan koloid menurun 4,4 mmHg t hitung = 6,410, α count = 0,000). Ini berarti cairan koloid lebih efektif dalam mempertahankan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi regional.Pemberian cairan koloid lebih efektif daripada kristaloid karena dapat mengisi ruang intravaskular yang lebih panjang, berat molekul yang lebih besar, sehingga akan memberikan efek pada ekspansi volume intravaskular yang lebih besar.Kata kunci: tekanan darah, anestesi regional, sectio caesar, kristaloid, koloid.Hypotension or decreased Mean Arterial Pressure (MAP) in pregnant women is the most common post-regional anesthetic problem in sectio cesarea. To reduce the incidence of hypotension can be given intravenous fluids such as crystalloids or colloids. The aim of this study was to compare the effect of crystalloid and colloidal fluid utilization on Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia. This research used pra-experimental (pretest - post test group design) method. Data collected by using questioner and observation sheet, in this study the independent variable was the administration of crystalloid and colloidal fluids, while the dependent variable was Mean Arterial Pressure (MAP). Large sample of 20 people by using puprosive sampling. Analysis of data with paired t-test.Results showed that there was a significant effect between the administration of crystalloid and colloidal fluids in patients sectio cesarea with regional anesthesia. In the statistical test, the Mean Arterial Pressure (MAP) value of crystalloid liquid decreased by 8.7 mmHg (t count = 5.894, α = 0.002) while the Mean Arterial Pressure (MAP) in colloid fluid decreased by 4.4 mmHg t arithmetic = 6.410, α count = 0,000). This means that colloid fluid was more effective in maintaining Mean Arterial Pressure (MAP) in patients sectio cesarea with regional anesthesia.Colloid fluid administration is more effective than crystalloid because it can fill the longer intravascular space, larger molecular weight, so it will give effect to the greater expansion of intravascular volume as well.Keywords: blood pressure, regional anesthesia, cesarean sectio, crystalloid, colloids.DOI: 10.5281/zenodo.1404640
PISANG MAS (Musa acuminata colla) MENURUNKAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Mono Pratiko Gustomi; Lilik Nadhifah
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1311

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistole >140 mmHg dan diastole 90 mmHg hal ini akan berdampak bisa terjadi serangan stroke.  Ada 2 terapi pengobatan untuk menurunkan tekanan darah yaitu pengobatan farmakologis (simpatetik) dan pengobatan non farmakologis (pemberian pisang mas) yang dapat menjadi pengobatan alternatif atau penunjang bagi penderita hipertensi. Tujuan dari peneliti ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian Pisang Mas terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian ini menggunaakan one-group pre-post test design. Metode sampling menggunakan  purposive sampling. Populasi penderita hipertensi I dan II yang ada di RT 06 dan RT 09 Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik sebanyak 14 orang. Sampel diambil sebanyak 13 responden yang diintervensi menggunakan pemberian Pisang Mas dilakukan selama 2 kali dalam sehari selama 7 hari Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel independen yaitu pemberian Pisang Mas dan variabel dependen yaitu hipertensi. Data peneliti ini diambil menggunakan alat spigmomanometer, stetoscop dan lembar observasi.             Hasil uji statistik wilcoxon signed ranks test didapatkan nilai standart kurang dari 0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh pemberian Pisang Mas terhadap hipertensi. Nilai mean sebelum diberikan Pisang Mas adalah 3.69 dan nilai mean sesudah diberikan Pisang Mas adalah 2.92. Hasil penelitian menunjukkan nilai (2-tailed) = 0.002 yang berarti Pisang Mas bisa menurunkan tekanan darah. Hipertensi dapat diobati dengan pemberian Pisang Mas sebagai terapi penunjang atau alternatif untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal. DOI: 10.5281/zenodo.5226102