Claim Missing Document
Check
Articles

EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Roihatul Zahroh; Rita Rahmawati; Mohammad Yahya
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
PENYULUHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (Effective Cough Technique Counseling Toward to Decrease Sign and Symptoms Pulmonary Tuberculosis Patients) Roihatul Zahroh; Suhendrik Adi Prayitno
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.583 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i1.68

Abstract

ABSTRAK             Penyuluhan teknik batuk efektif adalah pemberian informasi dan pelatihan melakukan batuk efektif untuk mengeluarkan dahak di saluran pernafasan. Tanda dan gejala tuberkulosis paru adalah sesak nafas, produksi dahak, batuk darah, nyeri dada dan wheezing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan teknik batuk efektif terhadap tanda dan gejala pasien tuberkulosis paru.            Penelitian ini menggunakan Pra Eksperimen one group pre post test design. Responden penelitian ini berjumlah 28 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah penyuluhan teknik batuk efektif dan variabel dependen adalah tanda dan gejala tuberkulosis paru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon test dengan signifikansi α< 0,05.            Hasil penelitian didapatkan p=0,000 yang menunjukkan perbedaan pengetahuan, kemampuan batuk efektif, tanda dan gejala pasien sebelum dan sesudah penyuluhan. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan batuk efektif terhadap penurunan tanda dan gejala pasien tuberkulosis paru.            Penyuluhan teknik batuk efektif dapat digunakan sebagai salah satu tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan upaya kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Kata Kunci: Penyuluhan batuk efektif, Tuberkulosis paru ABSTRACT The effective cough technique counseling was providing information, training techniques for effective cough out phlegm in the respiratory tract. Signs and symptoms of pulmonary tuberculosis are dispneu, sputum, blooding cough, chest pain, and wheezing.The purpose of this study was to evaluate the effect of techniques effective technique’s counseling toward cough signs and symptoms of pulmonary tuberculosis patients.This study used a pre experimental one group pre post test design. Sample were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 28 people who had pulmonary tuberculosis at Ibnu Sina Hospital. The independent variables in this study were cough effective counseling techniques and the dependent variables are the signs and symptoms of pulmonary tuberculosis patients. Data collection using questionnaires and observation, then analyzed using the Willcoxon test with significant ρ < 0.05.From the test results obtained statistical ρ value of the variable level of knowledge with 0.000 X1 = 1.46 and X2 = 2.29 which shows that there was the different between the patient’s knowledge in pre and post test. In the variable ability to effectively cough technique ρ 0.000 X1 = 1.43 and X2 = 2.93 which shows that there was the different of patient’s ability to effective cough in pre and post test. . And variable signs and symptoms of pulmonary tuberculosis ρ 0.000 patients with X1 = 1.82 and X2 = 2.64 which shows there is there is the despent the sign and symptom in patient with pulmonary tuberculosis. From the result can cleared that there is the effect of the effective cough techniques counseling toward to decrease the sign and symptoms of pulmonary tuberculosis, so that needed to increase the effective cough techniques counseling in health instantion or in non-health instantion to decrease the sign and symptom of pulmonary tuberculosis. Keywords: Effective cough technique counseling , Pulmonary tuberculosis
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN MOTIVASI IBU PRIMIPARA DALAM MEMBERIKAN ASI Roihatul Zahroh; Mita Indah Lestari
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.429 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i1.79

Abstract

ABSTRAKASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Petugas kesehatan berkomitmen memberikanpendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif karena dapat meningkatkan motivasi ibudalam menyusui bayi mereka hingga 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang manfaat menyusui pada ibu primiparamotivasi menyusui.Desain penelitian adalah pra pendekatan percobaan crosss secsional, denganpopulasi 30 ibu. Sampling dengan teknik simple random sampling dan sampel yangdiperoleh yaitu 28 ibu. Variabel independen yaitu pengaruh pendidikan kesehatan tentangmanfaat menyusui dan variabel terikat yaitu motivasi ibu primapara yang menyusui.Pengambilan data kemudian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diujimenggunakan wilcoxon dengan taraf signifikansi α = 0,05.Hasil yang diperoleh sebelum diberikan pendidikan kesehatan 71% motivasi tinggidan 29% motivasi sedang. Sementara itu setelah memberikan pendidikan kesehatan 96%motivasi tinggi dan 4% motivasi tengah. Berdasarkan hasil Wilcoxon Sign Rank Test ƿ =0,000 mana ƿ <0,05 maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentangmanfaat menyusui pada ibu primipara motivasi menyusui.Pendidikan kesehatan tentang manfaat ASI eksklusif pada ibu primiparamempengaruhi motivasi ibu primipara memberikan ASI eksklusif. Petugas kesehatandiharapkan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu, terutama ibu-ibuprimipara tentang manfaat ASI eksklusif sehingga motivasi menyusui meningkat.Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Motivasi, MenyusuiABSTRACTBreast milk is the best nutritions for babies. Health education comitted healthworkers about the importance of exclusive breastfeeding can be done because the mother’smotivasion could be improved in the succes of breastfeeding their infant up to 6 months.The goal of this research was to determine the effect of health education on the benefits ofbreastfeeding on primiparous maternal motivation breastfeeding.The study design was pra experiment approach secsional crosss, with a populationof 30 mothers. Sampling with simple random sampling technique and obtained samples of28 mother. Independent variables namely effect of health education on the benefits ofbreastfeeding and dependent variable that is the primaporous maternal motivasionbreastfeeding. Data retrieval is then performed using a questionnaire wilcoxon sign ranktest with significance level α= 0.05.The results obtained are less before provided health education 71 % highmotivation and 29 % midlle motivation. Meanwhile after providing health education 96 %high motivation and 4 % middle motivation. Based on results Wilcoxon Sign Rank Test ƿ =0.000 where ƿ <0.05 then H0 is rejected, meaning that there is a effect of health educationon the benefits of breastfeeding on primiparous maternal motivation breastfeeding. The health education on the benefits of breasfeeding in primiparous mothersinfluences motivation of exclusive breastfeeding. So the health workers expect to providehealth education to mothers, especially primiparous mothers about the benefits ofbreasfeeding so that the motivation will be increase.Keywords: Health education, Motivation, Breastfeeding
PEMBERIAN INFORMED CONSENT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN PRA OPERASI KATARAK Roihatul Zahroh; Muhammad Hardiyanto
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.502 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.95

Abstract

ABSTRAKInformed consent adalah suatu proses yang menunjukkan komunikasi yangefektif antara petugas kesehatan kepada pasien, yang berkaitan dengan persetujuan ataupenolakan tindakan medis. Di Poli Mata Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik masalah yangterjadi kepada pasien katarak tentang informed consent yaitu bahasa yang digunakan seringmenggunakan bahasa medis dan ilmiah, sehingga pasien sulit untuk memahami tentangprosedur operasi katarak, dan akhirnya menolak untuk melakukan operasi katarak. Tujuandari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian informed consent untukmeningkatkan persetujuan, pengetahuan dan sikap pasien katarak sebelum operasi.Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperimen satu kelompok pre-post tes.Sampel diambil sebanyak 28 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Variabel bebas adalah pemberian informed consent, dan variabel terikat adalahpengetahuan dan sikap pasien katarak sebelum operasi. Data diambil dengan menggunakankuesioner.Hasil uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkatsignifikansi α< 0,05. Ada pengaruh pemberian informed consent terhadap persetujuaninformed consent katarak sebelum operasi pasien diperoleh hasil ρ= 0,008. Ada pengaruhinformed consent terhadap tingkat pengetahuan pasien katarak sebelum operasi diperolehhasil ρ= 0,001. Tidak ada pengaruh pemberian informed consent terhadap sikap pasienkatarak sebelum operasi diperoleh hasil ρ= 0,297.Penyediaan informed consent sangat penting untuk meningkatkan pengetahuandan sikap pasien, setelah persetujuan diberikan pengetahuan dan sikap pasien yang akanmeningkat dibandingkan sebelumnya dan pasien menjadi lebih kooperatif dan mampumemberikan persetujuan.Kata kunci: Informed consent, pengetahuan dan sikap, pasien katarak sebelumoperasi.ABSTRACTInformed consent was a process that showed effective communication among healthcare workers to patients, relating to the approval or denial of a medical act. In the PoliMata Ibnu Sina Gresik Hospital cause problems to patients about informed consent that isthe language used often uses medical and scientific language, so the patient is difficult tounderstand about the cataract surgery procedure, and ultimately refused to do cataractsurgery.The aim of this study was to explain effect of giving informed consent to increaseapproval, knowledge and stance of preoperative cataract patients.This study design was used one group pre-post design. Samples were taken as manyas 28 respondents by using purposive sampling. The independent variable was provision ofinformed consent, and the dependent variable was the knowledge and stance ofpreoperative cataract patients. The data were taken using questionnaires.From the results of non-parametric statistical test Wilcoxon Sign Rank Test with asignificance level of α< 0.05. There was the effect of giving informed consent to approvalof informed consent preoperative cataract patient obtained result ρ= 0.008. There was theeffect of informed consent to the level of knowledge of preoperative cataract patients obtained result ρ= 0.001. There was no effect of giving informed consent to the stance ofpreoperative cataract patients obtained result ρ = 0.297.Provision of informed consent is crucial to improve the knowledge and stance ofpatients, after informed consent given the knowledge and stance of patients to be increasedcompared to the previous and patients become more cooperative and able to give consent.Keywords: Informed consent, Knowledge and stance, Preoperative cataract patients.
JUS BELIMBING MANIS (AVERRHOA CARAMBOLA) KOMBINASI WORTEL (DAUCUS CAROTA) MENURUNKAN TEKANAN DARAH (Effect of Sweet Star Fruit Juice-Carrot Combination to Decrease Blood pressure) Roihatul Zahroh; Nur Khasanah
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4138.359 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i1.109

Abstract

ABSTRAK           Hipertensi disebut the silent killer karena hampir sepertiga orang dengan hipertensi tidak mengetahui mereka menderita hipertensi, sampai penyakit tersebut berkembang menjadi serius yang berdampak pada organ atau sistem tubuh lainnya dan mengakibatkan komplikasi. Pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel karena bermanfaat memperbaiki sirkulasi darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel terhadap penurunan tekanan darah.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design. Populasi dalam penelitian ini ada 25 penderita hipertensi dengan purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 24 responden. Variabel independen adalah pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel dan variabel dependen adalah penurunan tekanan darah. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan observasi.          Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil (α hitung) = 0,000 yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel terhadap penurunan tekanan darah.          Pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel sangat dibutuhkan dalam pengelolaan tekanan darah. Pemberian jus belimbing manis kombinasi wortel secara teratur dapat menurunkan tekanan darah. Jus belimbing manis kombinasi wortel juga untuk menjaga kebugaran, menurunkan berat badan dan, memperlancar aliran darah sehingga akan memperbaiki tekanan darah pasien. Kata kunci :jus belimbing manis kombinasi wortel, tekanan darah. ABSTRACT Hypertension is called the silent killer because nearly one-third of people with hypertension do not know they are suffering from hypertension, to develop into a serious disease that affects the organ or other body systems and lead to complications. Management alternatives for lowering high blood pressure, among others, by giving sweet star fruit juice combination of carrot because the effect to improve blood circulation. This research aims to analyze effect of giving sweet star fruit juice- carrot combination to decrease blood pressure.The research design used one-group pre-post-test design. The population in this research there was 25 patients with hypertension with purposive sampling, the samples were taken 24 respondents. Independent variable was the giving of a combination of sweet star fruit- carrot juice and the dependent variable was a decrease in blood pressure. The data of this research was taken used observation. The statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test shown (α count) = 0.000, it means that there was a effect of gived sweet star fruit juice carrot combination of the decrease in blood pressure. Gived sweet star fruit juice carrot combination is needed in the management of blood pressure. Administration of a combination of carrot sweet star fruit juice regularly can lower blood pressure. Sweet star fruit juice combination with carrot in addition to maintaining health body, also can lose weight and maitaining blood flow, so that it will improve blood pressure. Keywords: sweet star fruit juice carrot combination, blood pressure.
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Roihatul Zahroh; Giyartini Giyartini
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.019 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i1.641

Abstract

Peningkatan Interdialytic Weight Gain (IWG) umumnya terjadi pada pasien hemodialisisyang tidak dapat menahan asupan cairan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan antara lain pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut di Ruang Hemodialisa  RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.  Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, di dalam penelitian ini variabel independent adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga, sedangkan variabel dependent adalah kepatuhan pembatasan asupan cairan. Besar sampel 52 orang dengan menggunakan purposive sampling. Analisa data dengan spearman’s rho.Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan (ᵖ = 0,032,  ѓ = 0,298), ada pengaruh yang signifikan antara sikap dengan pembatasan cairan (ᵖ = 0.000 , ѓ = 0,591), ada pengaruh dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan  (ᵖ =  0,008,         ѓ = 0,364).  Faktor yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan adalah faktor sikap.Pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dapat mempengaruhi pasien dalam kepatuhan pembatasan asupan cairan. Motivasi serta keyakinan pasien untuk berperilaku positif dalam mentaati program pembatasan asupan cairan perlu ditingkatkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis.Kata kunci :  Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan kepatuhan pembatasan asupan cairan.Increase in interdialytic of his body weight (iwg) generally occurs in patients hemodialisis which cannot hold fluid intake. The factors that affects the public compliance with regulations to limit the number of a fluid aimed among other things at the highest level of  knowledge, the attitude and family encouragement.The purpose of this study to identify the influence of third factors the Hemodialysa Room  RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.Research used the method of descriptive analytic with cross sectional approach. The data collected by using questionnaire and observation sheets, in the independent variable in this study is the knowledge, the attitude and the family encouragement, while the dependent variable was fluid intake restriction compliance. A large sample of 52 people by used purposive sampling. Analysed of data with spearman rho.The resulted of the study these chareges in the future that there has been recent an influence that in welfare between this knowledge with the public compliance with regulations to limit the number of fluid intake  (ᵖ = 0,032, ѓ = 0,298) , there an effect which is significant between the measures and the behaviour by limitation a fluid           (ᵖ = 0.000, ѓ = 0,591), there an effect family encouragement with the public compliance with regulations to limit the number of a fluid (ᵖ = 0,008, ѓ = 0,364 ). The most dominant factor influencing fluid restriction compliance is the attitude factor.The level of knowledge of, the attitudes and family encouragement can be influence the patient in the public compliance with regulations to limit the number of fluid intake. Motivation of the creation was as well as a belief that it is a patient to behave positive in restriction the against entering the holy place fluid intake needless in is an effort to increase so that it can be to improve quality of  life patients who underwent hemodialysis.Key word: knowledge, attitude, family encouragement, and compliance fluid intake restrictions.DOI: 10.5281/zenodo.1405377
LAMA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS Roihatul Zahroh; Bovi Amalia Widyani
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.922 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.825

Abstract

Hemodialisis adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Dampak yang dialami pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis adalah penurunan perfusi serebral dan penurunan kecepatan aliran darah sehingga terjadi penurunan metabolisme oksigen ke otak, edema serebral, dan penurunan tekanan darah intraserebral yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan kognitif dan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian pada pasien penyakit ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis.Penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2019 dengan sampel sebanyak 26 orang yang diambil dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini melakukan wawancara dan kuesioner Mini Mental State Examination(MMSE). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman’s rho.Hasil penelitian ini diketahui bahwa hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronis didapatkan p = 0,311 yang berarti tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diuji.Diharapkan rumah sakit dapat mengadakan edukasi atau diskusi dengan berbagai metode atau media terutama tentang pengetahuan yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis untuk mempertahankan atau meminimalkan gangguan fungsi kognitif pasien hemodialisis.Kata kunci: lama terapi hemodialisis, fungsi kognitifKata kunci: lama terapi hemodialisis, fungsi kognitifDOI: 10.5281/zenodo.3549133
Analisis Faktor-Faktor Bed Occupancy Rate (BOR) Pada Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo Mono Pratiko Gustomi; Roihatul Zahroh; Istiroha Istiroha; Khoiroh Umah; Mochamad Syafii; Nihayatul Mustafidah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i1.1266

Abstract

Bed Occupancy Rate (BOR) ICU pada Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo belum pernah tercapai. Diantara faktor yang berhubungan dengan BOR adalah faktor eksternal yaitu faktor pesaing, sosial ekonomi dan transportasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan BOR ICU RSPGD. Desain penelitian ini menggunakan desain non experiment (retrospektif) dengan metode penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 responden dengan teknik sampling total sampling. Variabel independen adalah faktor pesaing, sosial ekonomi dan transportasi, serta variabel dependen adalah BOR ICU RSPGD. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan laporan BOR. Analisis data menggunakan uji spearman rank dengan nilai signifikansi p?0,05. Hasil uji spearman rank pada faktor pesaing nilai p=0,363 artinya tidak terdapat hubungan antara faktor pesaing dengan BOR ICU RSPGD. Pada faktor sosial ekonomi nilai p=0,016 artinya terdapat hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan BOR ICU RSPGD. Sedangkan untuk faktor transportasi nilai p=0,000 artinya terdapat hubungan antara faktor transportasi dengan BOR ICU RSPGD. Rumah sakit diharapkan dapat mengembangkan faktor transportasi dan sosial ekonomi contohnya dengan pengadaan fasilitas ambulan gratis atau antar jemput pasien gratis dan lebih mengenalkan pada masyarakat tentang pemakaian kartu BPJS di RSPGD sehingga BOR ICU dapat tercapai. Keywords : BOR, ICU, pesaing, sosial ekonomi, transportasi
PENYULUHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DAN PENATALAKSANAAN HIPERTERMI DI RUMAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEHIDRASI Istiroha Istiroha; Roihatul Zahroh; Nono Triono
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) mengakibatkaan demam/hipertermia dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga beresiko tinggi mengalami dehidrasi. Kurangnya informasi menyebabkan masyarakat kurang waspada terhadap penyakit DBD. Pemberian pendidikan kesehatan/ penyuluhan merupakan dasar utama berhasilnya suatu pengobatan. Tujuan pengabdian masyaraakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD dan penatalaksanaan hipertermi di rumah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien di Ruang tunggu pasien di salah satu rumah sakit di Surabaya.yang dilaksanakan dengan metode ceramah, dan diskusi tanya jawab serta dengan media power point dan leaflet. Tahapan kegiatan dimulai dari persiapan SAP dan kontrak dengan peserta, kemudian saat pelaksaan dimulai dengan menggali pengetahuan tentang DBD, penyampain materi, diskusi dan tanya jawab, dan evaluasi hasil dengan memberikan pertanyaan kepada peserta. Hasil evaluasi proses penyuluhan didapatkan kegiatan penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan kontrak waktu, peserta antusias dan aktif bertanya serta menjawab pertanyaan, peserta juga tertib dan tidak meninggalkan tempat penyuluhan sebelum kegiatan diakhiri. Pada evaluasi hasil didapatkan pengetahuan peserta tentang penyakit DBD dan penatalaksanaan hipertermia di rumah meningkat dibuktikan dengan peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Penyuluhan penyakit demam berdarah dengue dan penatalaksanaan hipertermi di rumah dapat meningkatkan pengetahuan keluarga pasien tentang DBD dan penatalaksanaan hipertermia di rumah. Diharapakan keluarga pasien dan masyarakat luas dapat diberikan penyuluhan secara rutin sehingga masyarakat dapat menajaga perilaku hidup dan bersih serta terhindar dari komplikasi penyakit DBD.
PENYULUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DI DESA SUCI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK Khoiroh Umah; Roihatul Zahroh; Mono Pratiko Gustomi; Yuli Melli Kinarti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah yang mana  tekanan darah seseorang menunjukkan angka diatas normal. Hipertensi disebut juga penyakit silent killer atau pembunuh diam-diam. Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas (Kemenkes RI, 2019). Lansia lebih memiliki risiko atau memungkinkan untuk mengalami berbagai penyakit khususnya penyakit degeneratif jika dibandingkan dengan usia muda. Penyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan penatalaksanaan hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian berupa pendidikan kesehatan kepada lansia di RW II di Desa Suci Kecamatan Manyar dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dengan media power point dan leaflet serta peneriksaan kesehatan pada lansia.  Tahapan kegiatan yaitu untuk mengali pengetahuan lansia tentang hipertensi, sehingga bisa melakukan pengendalian dan penatalaksanaan pada lansia yang menderita hipertensi. Hasil evaluasi proses penyuluhan dilakukan kegiatan sesuai dengan rencana dan kontrak waktu dengan lansia, lansia sangat antusias dan aktif bertanya, lansia tetap mengikuti acara sampai selesai. Pada Evaluasi hasil di dapatkan pengetahuan lansia meningkat. Penyuluhan hipertensi dan penatalaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan lansia dalam melakukan perawatan dan pengendalian hipertensi. Diharapkan lansia dapat menjaga pola hidup sehat dan terhindar dari penyakit komplikasi hipertensi.